Anda di halaman 1dari 13

Indeks maloklusi

Lc. MY
Macam-macam Indeks
Maloklusi
Index of Orthodontic Treatment Need
(IOTN)
Peer assessment Rating Index (PAR
Index),
Dental aesthetic Index (DAI)
Index of Complexity, Outcome and
Need (ICON).

Hariyanti, 2011 (Orthodontic Dental Journal Vol. 2 No. 1 Januari-


Juni 2011)
Komponen Indeks IOTN
Index of Orthodontic Treatment Need (IOTN)
berfungsi sebagai indeks untuk mengukur
kebutuhan perawatan, dapat juga dipakai untuk
mengukur keberhasilan perawatan.
Indeks ini terdiri dari dua buah komponen yaitu
1. Dental Health Component (DHC) dipergunakan
terlebih dahulu, diajukan untuk mengatasi
subyektifitas pengukuran dengan batas ambang
yang jelas; tingkatan derajat DHC menunjukkan
berapa besar prioritas untuk perawatan
2. Aesthetic Component (AC).
Dika, 2011 (Orthodontic Dental Journal Vol. 2 No. 1 Januari-Juni
2011)
Aesthetic Component terdiri dari
10 foto berwarna yang
menunjukkan tingkatan derajat
yang berbeda dari penampilan
estetik susunan geligi. Dengan
mengacu pada gambar ini,
derajat penampilan estetik gigi
dari pasien dapat dinilai dalam
salah satu tingkatan derajat
tertentu. Tingkat 1
menunjukkan susunan gigi yang
paling menarik dari sudut
estetik geligi, sedangkan tingkat
10 menunjukkan susunan geligi
yang paling tidak tidak menarik

Dika, 2011 (Orthodontic Dental Journal Vol. 2 No. 1 Januari-Juni


2011)
Komponen Indeks ICON
Index of Complexity, Outcome and Need
(ICON) terdiri dari 5 komponen, yang
masing-masing memiliki bobot yang berbeda
sesuai dengan kepentingannya.
1. Komponen pertama diadaptasi dari
komponen estetik IOTN
2. berdesakan/diastema rahang atas,
3. crossbite,
4. openbite/overbite anterior, dan
5. relasi anteroposterior segmen bukal
Hariyanti, 2011 (Orthodontic Dental Journal Vol. 2 No. 1 Januari-
Juni 2011)
2. Crossbite

Gigi-geligi rahang atas dan


rahang bawah pada model
dioklusikan, kemudian dilihat
ada tidaknya crossbite. Skor
yang diberikan bila dijumpai
adanya crossbite adalah 1 dan
0 bila tidak.

Hariyanti, 2011 (Orthodontic Dental Journal Vol. 2 No. 1 Januari-


Juni 2011)
3. Relasi Vertikal
Anterior

Disini yang dilihat adalah


adanya gigitan terbuka (open
bite) dan gigitan dalam (deep
bite).

Hariyanti, 2011 (Orthodontic Dental Journal Vol. 2 No. 1 Januari-


Juni 2011)
4. Diastema/Berdesakan
Rahang Atas

Komponen ini didapat dengan


mengukur diskrepansi jumlah
lebar mesiodistal gigi dengan
lengkung geligi.

Hariyanti, 2011 (Orthodontic Dental Journal Vol. 2 No. 1 Januari-


Juni 2011)
5. Relasi Anteroposterior
Segmen Bukal

Gigi-geligi rahang atas dan


rahang bawah pada model
dioklusikan dan dilihat
bagaimana relasi
anteroposterior pada sisi
kanan dan kiri, kemudian skor
kedua sisi tersebut
dijumlahkan.

Hariyanti, 2011 (Orthodontic Dental Journal Vol. 2 No. 1 Januari-


Juni 2011)
Setelah kelima komponen
Index of Complexity,
Outcome and Need (ICON)
pada model studi dan progres
dicatat skornya masing-
masing, kemudian skor
tersebut dikalikan dengan
bobot yang dimiliki oleh
masing-masing komponen
dan dijumlahkan.

Hariyanti, 2011 (Orthodontic Dental Journal Vol. 2 No. 1 Januari-


Juni 2011)
Hariyanti, 2011 (Orthodontic Dental Journal Vol. 2 No. 1 Januari-
Juni 2011)
Pada model progres, angka
yang didapatkan dari
penjumlahan tersebut
digunakan sebagai petunjuk
untuk mengetahui tingkat
keberhasilan perawatan. Cara
yang digunakan untuk
mengetahui tingkat
keberhasilan perawatan
adalah dengan mengurangi
skor yang diperoleh dari
penghitungan pada model
studi dengan empat (4) kali
skor yang didapatkan dari
penghitungan pada model
progres.

Hariyanti, 2011 (Orthodontic Dental Journal Vol. 2 No. 1 Januari-


Juni 2011)
Daftar Pustaka
Dika, Desmar D., Hamid T., dan Sylvia M,. 2011. Penggunaan
Index of Orthodontic Treatment Need (IOTN) sebagai evaluasi
hasil perawatan dengan peranti lepasan. Orthodontic Dental
Journal vol 2 (1). 45-48
Hariyanti, Shella R.J., Triwardhani A., dan Rusdiana E,. 2011.
Gambaran tingkat keparahan maloklusi dan keberhasilan
perawatan menggunakan Index of Complexity, Outcome and
Need (ICON) di RSGM-P FKG Unair. Orthodontic Dental Journal vol
2 (1). 26-32