Anda di halaman 1dari 19

KEPEMIMPINAN DALAM

ORGANISASI
Disusun oleh:
Sukma Wulandari
1511211057
Dosen Pengampu:
Dr. dr. Masrul, M. Sc
OUTLINE
Pengertian
Perilaku Organisasi
Fungsi Kepemimpinan dalam Organisasi
Pengertian
Organisasi merupakan salah satu bentuk sistem sosial
yg terorganisir menjadi unit-unit organisasi yang
bekerja secara sinergik untuk mencapai tujuan
organisasi.
Organisasi merupakan sistem sosial yang berorientasi
kepada pencapaian tujuan
Hirarki Tujuan
1. Tujuan sosio ekonomi
2. Misi
3. Strategi
4. Tujuan bidang kunci
5. Tujuan divisi
6. Tujuan unit kerja
7. Tujuan individu karyawan
Perilaku Organisasi
Perilaku organisasi: perilaku individu dan kelompok
dalam melaksanakan aktivitas untuk mencapai tujuan
organisasi.
Perilaku organisasi di tentukan oleh dua faktor yaitu
faktor faktor struktur dan norma organisasi dan faktor
individu anggota organisasi yang ketika masuk
kedalam organisasi sudah mempunyai kepribadian dan
kebutuhan tertentu.
Teori organisasi sbg suatu sistem sosial dan perilaku
organisasi para anggota organiasi:
1. Teori Getzels dan Guba (Perilaku Sosial dan Proses
Administrasi)
Mereka menkonsepsikan organisasi sebagai sistem
sosial terdiri dari 2 dimensi: dimensi nomotetik dan
dimensi idiografik.
A. Dimensi Nomotetik
Dimensi normatif dari sistem sosial yang terdiri dari
institusi- institusi dengan sejumlah peran dan
harapan-harapan yang akan memenuhi tujuan
organisasi.
Setiap organisasi mempunyai fungsi-fungsi esensial
yang dilaksanakan secara rutin.
Karakteristik dari institusi-institusi ini:
1. Institusi-institusi mempunyai tujuan.
2. Institusi-institusi diisi dengan orang.
3. Institusi-institusi struktural.
4. Institusi normatif.
5. Institusi membawa sanksi.
Sub unit dari institusi yang sangat penting adalah peran.
Peran merupakan elemen struktural yang
mendefinisikan perilaku dari pejabat atau aktor
Karakteristik dari peran:
1. peran-peran meluiskan posisi-posisi, kantor-kantor
atau status dlm institusi.
2. Peran-peran didefinisikan dlm pengertian harapan
peran.
3. Peran merupakan pemberian institusional.
4. Perilaku-perilaku organisasi yang berhubungan
dengan peran dipandang sebagai sepanjang
kontinum dari disyaratkan sampai dilarang.
5. Peran-peran saling mengisi.
B. Dimensi Idiografik
Merupakan aspek individual dari perilaku organisasi.
Untuk memahami perilaku seorang kolonel tentara
atau polisi tidak cukup memahami peran-peran dan
harapan peran mereka melainkan juga memahami
kepribadian dan dorongan kebutuhan mereka.
Teori Getzel dan Guba dapat di pergunakan untuk
menganalisa perilaku pemimpin ketika menduduki
jabatannya.
2. Teori Peran Erving Goffman
Orang dalam organisasi mempunyai peran tertentu
untuk dilaksanakan.
Sejumlah faktor-faktor interaktif membantu untuk
menentukan secara tepat jenis kinerja apa yang akan
diterima oleh setiap peran.
Setiap aktor harus menginterpretasikan perannya dan
interpretasi ini sebagian ditentukan oleh apa yang
dibawanya ke dalam peran.
Teori yang dikemukan oleh Erving Goffman dapat
digunakan untuk menjelaskan peran ganda seorang
pemimpin.
Mempunyai peran dalam organisasinya sebagai kepala,
manajer atau pemimpin.
Di luar organisasi ia melaksanakan sejumlah peran
sebagai individu dengan kehidupan pribadi. Seperti,
berperan sebagai seoran individu, suami, istri atau
orang tua anak-anaknya.
Mempunyai usaha pribadi dan berperan sebagai
anggota masyarakat di tempat tinggalnya.
3. Teori Birokrasi
6 prinsip birokrasi yang dikemukakan oleh Max Weber:
1. Pembagian kerja berdasarkan spesialisasi fungsional.
2. Hirarkhi otoritas.
3. Sistem peraturan yg menentukan hak-hak dan kewajiban
dari aparat yg memegang jabatan tertentu.
4. Sistem prosedur yg mengatur proses melaksanakan tugas.
5. Impersonalitas hubungan antar personal.
6. Seleksi dan promosi berdasarkan kompetensi dan
teknisdalam melaksanakan tugas dan kewajiban.
Prinsip Birokrasi Fungsi Disfungsi

Pembagian tugas berdasarkan Menghasilkan keahlian dan Kebosanan, menurunnya


spesialisasi efisiensi motivasi kerja.

Hirarkhi otoritas Disiplin, kepatuhan, dan Sentralisasi pengambilan


koordinasi keputusan, kemacetan
komunikasi
Sistem peraturan Kontinuitas dan uniformitas Kekakuan dan ketinggalan
zaman

Prosedur melakukan tugas Efisiensi&dapat diramalkannya Kelambanan proses kerja karna


proses&hasil kerja prosedur dijadikan tujuan

impersonalitas Rasionalitas, kesamaan layanan Moril rendah sering menurunkan


kpd klien efisiensi organisasi

seleksi&promosi berdasarkan Insentif, obyektivitas, Konflik antara prestasi


kompetensi menghargai senioritas &senioritas. Seleksi dan promosi
dilaksanakan berdasarkan
kedekatan senioritas
Teori birokrasi Max Weber di pergunakan untuk
menjelaskan kepemimpinan birokratis dalam suatu
organisasi.
Kepemimpinan birokratis mempunyai 2 karakteristik:
hirarkikal dan patriakal.
Fungsi Kepemimpinan dalam Organisasi

Kepemimpinan dalam organisasi memfokuskan diri


pada tujuan, misi dan disain organisasi.
Pemimpin dalam organisasi perlu mempelajari disain
organisasi untuk memastikan apakah struktur
organisasi mencerminkan tujuan dan misi organisasi
Fungsi pemimpin dalam organisasi adalah
mengembangkan budaya organisasi.
Pemimpin dalam organisasi mempunyai fungsi
memberdayakan para bawahannya.
Pemimpin dalam organisasi mempunyai kewajiban
untuk mengembangkan produk organisasi, barang dan
jasa dan menyusun kebijakan melayani nasabah,
pelanggan atau klien.
Pemimpin dalam organisasi bertindak seperti
konduktor orkes simponi. Ia mengorganisir dan
mensinergikan para pengikutnya yg melakukan tugas
tertentu
Sumber:
Msl, Wirawan. 2003. Teori Kepemimpinan. Jakarta:
Yayasan Bangun Indonesia dan Uhamka Press.
TERIMA KASIH