Anda di halaman 1dari 17

ANALISIS TINGKAT KERUSAKAN JALAN

DENGAN METHODE PAVEMENT CONDITION INDEX (PCI)


(Studi Kasus : Jalan Kasuari Baru)

PROPOSAL
DIAJUKAN MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH
METODE PENELITIAN

OLEH
SRI WAHYUNI DEHI
511413022
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang

Jalan merupakan prasarana angkutan darat yang sangat penting dalam memperlancar kegiatan hubungan

perekonomian, baik antar satu kota dengan kota lainnya, antara kota dengan desa, antara satu dengan desa lainnya.

Kondisi jalan yang baik akan memudahkan mobilitas penduduk dalam mengadakan hubungan perekonomian dan

kegiatan sosial lainnya. Sedangkan jika terjadi kerusakan jalan berakibat bukan hanya terhalangnya kegiatan

ekonomi dan sosial namun dapat terjadi juga kecelakaan.

1.2 Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah pada penelitian ini, yaitu: Berapa persen tingkat kerusakan yang ada pada jalan

Dr.Hi.Medi Botutihe Se, Huludaa Kota Timur Kota Gorontalo.

1. 3 Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk:

Mengetahui dan mengelompokan jenis dan tingkat kerusakan perkerasan jalan, serta menetapkan
1.4 Batasan Masalah

Pembatasan dalam penelitian ini, yaitu:

Mengidentifikasi jenis jenis kerusakan jalan pada perkerasan lentur.

1.5 Manfaat Penelitian

Diharapkan dengan adanya Penelitian ini akan berguna sebagai bahan masuakan atau informasi

tambahan kepada Pihak Terkait antara lain Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Gorontalo dan

Instansi terkait dalam perencanaan kedepannya.


BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Jalan

Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 34 Thun 2006, jalan adalah prasarana transportasi
darat yang meliputi segala bagian jalan, termasuk pelengkap dan perlengkapannya yang
diperuntukkan bagi lalu lintas, yang berada pada permukaan tanah, diatas permukaan
tanah, dibawah permukaan tanah atau air, serta diatas permukaan air, kecuali jalan kereta
api, jalan lori dan jalan kabel.

2.1.1 Survei Kerusakan Perkerasan

Survei kerusakan secara detail dibutuhkan sebagai bagian dari perencanaan dan perancnag
proyek rehabilitasi. Survei kerusakan perkerasan adalah kompilasi dari berbagai tipe
kerusakan, tingkat keparahan kerusakan, lokasi dan luas penyebarannya. Tujuan
dilakukannya survei kinerja perkerasan adalah untuk menentukan perkembangan dari
kerusakan perkerasan, sehingga dapat dilakukan estimasi biaya pemeliharaan.
2.1.2 Survei Kondisi Jalan

Survei kondisi jalan adalah survei yang dimaksudkan untuk menentukan kondisi

perkerasan pada waktu tertentu. Tipe survei semacam ini tidak mengevaluasi

kekuatan perkerasan. Survei perkersana untuk menenjukan kondisi perkerasan

pada saat waktu dilakukan survei. Jadi survei ini sifatnya kualitatif.
2.2 Metode Pavement Condition Index (PCI)

Pavement Condition Index (PCI) adalah satu


sistem penilaian kondisi perkerasan jalan
berdasarkan jenis, tingkat kerusakan yang terjadi
dan dapat digunakan sebagai acuan dalam usaha
pemeliharaan. Nilai Pavement Condition Index
(PCI) memiliki rentang 0 100 (%) dengan
kriteria sempurna (excellent), sangat baik (very
good), baik (good), sedang (fair), jelek (poor),
sangat jelek (very poor), dan gagal (failed)
Gambar 2.1 Diagram Nilai
PCI
2. 3 Jenis Jenis Kerusakan
Jenis dan tingkat kerusakan perkerasan untuk jalan raya ada 20 kerusakan yaitu : deformasi,

bergelombang (corrugation), alur (rutting), ambles (deperssion), sungkur (shoving), mengembang

(swell), benjol dan turun (bump and sags), retak (crak), retak memanjang (longitudinal cracks),

retak memanjang (transverse cracks), retak berkelok kelok (meanding cracks), retak refleksi

sambungan (joint reflection cracks), retak kulit buaya (alligator cracks), retak blok (block

cracks), retak slip (slippage Cracks), retak pinggir (edge cracks), agregat licin (polished

aggregate), lubang (pothole), persilangan jalan rel (railroad crossings), pelapukan dan butiran

lepas (weathering and raveling).


2.4 Tingkat Kerusakan (Severity Level)

Severity level adalah tingkat kerusakan pada tiap tiap jenis kerusakan. Tingkat kerusakan yang
digunakan dalam perhitungan PCI adalah low severity level (L), medium severity level (M), dan
high severity level (H).
2.5 Penilaian Kondisi Perkerasan

1. Kadar Kerusakan (Densidty)

Kadar kerusakan adalah presentase luasan dari suatu jenis kerusakan terhadap luasan suatu
unit segmen yang diukur dalam meter persegi atau meter panjang. Nilai density suatu jenis
kerusakan di bedakan juga berdasarkan tingkat kerusakannya.
Rumus mencari nilai density :
Density = AD/AS x 100 %
Atau :
LD/AS x 100% (2)
Dengan :
Ad = luas total kerusakan untuk tiap tingkat kerusakan (m2)
Ld = panjang total jenis kerusakan untuk tiap tingkat kerusakan (m)
As = luas total unit segmen (m2)
2. Nilai Pengurangan (deduct value)

Deduct Value adalah nilai pengurangan untuk tiap jenis kerusakan yang diperoleh dari kurva
hubungan antara density dan deduct value. Deduct value juga dibedakan atas tingkat kerusakan
untuk tiap tiap jenis kerusakan.

3. Total Deduct Value (TDV)

Total Deduct Value adalah milai total dari individual deduct value untuk tiap jenis kerusakan dan
tingkat kerusakan yang ada pada suatu penelitian.
4. Nilai alowable maximum deduct value (m)
Sebelum ditentukan nilai TDV dan CDV nilai deduct valie perlu dicek apakah nilai deduct
value individual dapat digunakan dalam perhitungan selanjutnya atau tidak dengan melakukan
perhitungan nilai alowable maximum deduct value (m).
M = 1 + (9/98)*(100-HDV)
M: nilai koreksi deduct value
HDV : nilai terbesar deduct value dalam satu sampel unit
Jika semua nilai deduct value lebih besar dari nilai Mi maka dilakukan pengurangan terhadap
nilai deduct value dengan nilai M.

5. Mencari Nilai q
Syarat untuk mencari nilai q adalah nilai deduct value lebih besar dari 2 dengan menggunakan
iterasi. Nilai deduct value diurutkan dari yang besar sampai yang kecil.
6. Corrected Deduct Value (CDV)

Diperoleh dari kurva hubungan antara lain TDV dengan nilai CDV dengan pemilihan
lengkung kurva sesuai dengan jumlah nilai individual deduct value yang mempunyai nilai
yang lebih besar dari 2 yang di sebut juganilai (q).
Menurut (Shahin,1994) sebelum ditentukan nilai CDV harus ditentukan terlebih dahulu nilai
CDV maksimum yang telah terkoreksi dapat diperoleh dari hasil pendekatan deduct value dari
yang terkecil nilainya dijadikan =2 sehingga nilai q akan berkurang sampai diperoleh nilai
q=1. Setelah itu nilai deduct value ditotalkan (TDV) kemudian hubungkan TDV dengan niali
q.
Jika nilai CDV telah diketahui, maka nilai PCI untuk tiap unit dapat diketahui dengan rumus :
PCI (s) = 100 CDV
Dengan :
PCI (s) = Pavement Condition Index untuk tiap unit
CDV = Corrected Deduct Value untuk tiap unit
BAB III
3.1. Lokasi Penelitian METODOLOGI PENELITIAN


Penelitian ini mengambil penelitian studi yang dilakukan di Jln.Dr.Hi.Medi Botutihe Se, Huludaa Kota Timur Kota
Gorontalo. Lokasi ini di ambil untuk diidentifikasi sampai dimana tingkat kerusakan pada jalan tersebut

2. Alat

Rol meter dengan panjang 50 m

3. Bahan

Alat tulis menulis

4. Analisis Data

Data primer berupa data yang diambil dengan hasil pengukuran dilapangan
secara langsung dengan menentukan jenis kerusakan jalan, jumlah/luas
kerusakan dan tingkat kerusakan jalan. Data tersebut diambil dengan
menggunakan cara manual.
3.4 Tahapan Penelitian

Penelitian ini meliputi beberapa tahap pelaksanaan, yaitu sebagai berikut:


- Tahap Pertama
Menyiapkan rol meter dan alat tulis menulis.
- Tahap kedua
Survei pertama dilakukan pada sta 0+45 m kemudian dengan Lebar jalan 4,5 m kemdian di
lanjutkan dengan sta 90 m dengan hal yang sama mengukur lebar jalan.
- Tahap ketiga
Jika pada sta 90 m ada kerusakan jalan maka diukur kerusakan tersebut dengan panjang dan
lebar berapa cm.
- Tahap keempat
Seterusnya dilakukan pengukuran sampai pada sta 720 m
3.5 Langkah Langkah Yang Dilakukan Dalam Menganalisis Data Untuk Menentukan Nilai PCI

1. Menghitung density yang merupakan presentase luasan kerusakan


terhadap luasan unit penelitian
2. Menghitung nilai pengurangan (deduct value) untuk unit masing
masing unit penelitian.
3. Menghitung nilai total pengurangan (total deduct value / TDV) untuk
masing masing unit penelitian.
4. Menghitung nilai koreksi nilai pengurangan (corrected deduct
value/CDV) untuk masing masing unit penelitian.
5. Menghitung nilai pavement condition index (PCI) untuk masing
masing unit penelitian.
6. Menghitung nilai rata rata PCI dari semua unit penelitian pada suatu
jalan yang diteliti untuk mendapatkan nilai PCI dari jalan tersebut.
7. Menentukan kondisi perkerasan jalan dengan menggunakan nilai PCI.
3.6 Jadwal Penelitian

Adapun jadwal dalam melakukan survei kerusakan jalan hanya di


lakukan 1 hari karena panjang jalan tidak sampai 1 km hanya
mencapai 720 m.
TERIMAH KASIH