Anda di halaman 1dari 46

1

AKUNTANSI SEKTOR
PUBLIK
KELOMPOK 3 :
1. Azizah Putri Rahmani (2014031149)
2. Bernadette Timothea (2014131038)
3. Pohinia Kinima (2014031083)
4. Putri Nurcahya H.(2014031082)
5. Retno Intan Murni (2014031165)
2
KONSEP ANGGARAN SEKTOR
PUBLIK
A. PROSES AKUNTANSI MANAJEMEN DI
SEKTOR PUBLIK
B. KONSEP ANGGARAN SEKTOR PUBLIK
C. JENIS-JENIS ANGGARAN
D. PRINSIP-PRINSIP PENGANGGARAN
E. SIKLUS ANGGARAN
3
A.PROSES AKUNTANSI MANAJEMEN
DISEKTOR PUBLIK
Menurut The Charterad Institute of
Management Accountant (1996), akuntansi
manajemen mencakup aktivitas inti berikut
ini.
1. Partisipasi dalam proses perencanaan
pada tingkatan strategis dan operasional.
Hal ini melibatkan perubahan pembuatan
kebijakan, penentuan rencana, sampai
dengan penyusunan anggaran yang
dinyatakan secara kuantitatif.
2. Pembuatan dari panduan untuk
keputusan manajemen. HalDEDDY
ini mencakup
NORDIAWAN, Hal
44
4

3. Memberikan kontribusi kepada


pengawasan dan pengendalian kinerja
melalui pembuatan laporan atas kinerja
organisasi ( atau segmen tertentu dalam
organisasi ) yang mencakup perbandingan
antara kinerja aktual dengan kinerja yang
direncanakan / dianggarkan. Disamping
itu, juga mencakup analisis dan
interpretasinya.

DEDDY NORDIAWAN, Hal


44
Proses akuntansi manajemen 5
merupakan intergrasi yang tidak
terpisahkan antara perencanaan dan
pengendalian. Dalam perspektif tersebut,
perlu dibedakan antara dua jenis aktivitas
perencanaan.
1. Perencanaan strategis untuk tujuan dan sasaran
yang bersifat mendasar. Jenis perencanaan ini amat
penting untuk mementukan tujuan organisasi
secara keseluruhan.
2. Perencanaan operasional adalah jenis perencanaan
yang penting untuk mengimplementasikan
tindakan yang diperlukan untuk mencapai tujuan
dan sasaran yang bersifat fundamental tersebut.

DEDDY NORDIAWAN, Hal


44
6
Tahap-tahap penting dari proses perencanaan dan pengendalian
ada lima yaitu:

1. Perencanaan stategis berupa


penyusunan tujuan dan sasaran yang
bersifat fundamental dan jangka
panjang .
2. Perencanaan operasional.
3. Proses penganggaran.
4. Pengendalian dan pengukuran.
5. Pelaporan, analisis dan umpan balik.

DEDDY NORDIAWAN, Hal
45
7
1. Perencanaan Strategis
Titik awal proses manajemen
adalah penetapan rencana strategis.
Perencanaan stategis berisi tujuan
dan sasaran organisasi secara
fundamental dalam jangka panjang.
Proses penyusunan rencana strategis
sangat tergantung pada lingkungan
dan karakteristik setiap organisasi.

DEDDY NORDIAWAN, Hal


46
8

2. Perencanaan Operasional
Perencanaan operasional meliputi
proses manajemen strategis yang dapat
digunakan untuk menentukan strategi
dan tindakan yang diperlukan untuk
implementasikan setelah tujuan dan
sasaran yang bersifat fundamental dalam
perencanaan strategis diindentifikasi.

DEDDY NORDIAWAN, Hal


46
9

3. Proses Penganggaran
Setelah aktivitas jangka pendek yang
perlu dilakukan telah teridentifikasi, aktivitas
tersebut dinyatakan secara finansial. Tahap
ini adalah tahap penganggaran .
Peranan anggaran dalam perencanaan
dicapai dengan menyatakan dalam nilai uang
besarnya input yang diperlukan untuk
melaksanakan aktivitas yang direncanakan
dalam periode anggaran. Sementara,
peranan anggaran dalam pengendalian dapat
dicapai dengan mempersiapkan anggaran
dengan cara yang dapat menunjukkan input
dan sumber daya yang telah dialokasikan
kepada individu atau departemen sehingga
memungkinkan
DEDDY NORDIAWAN, Hal mereka untuk melakukan
tugas
47 yang dibebankan kepada mereka.
10

4. Pengendalian dan Pengukuran


Pengendalian dapat dilaksanakan dengan
membandingkan antara hasil menurut anggaran
dengan hasil yang sebenarnya (actual results)
untuk memastikan pengeluaran tidak dilampaui
dan tingkat aktivitas yang direncanakan dapat
tercapai. Ini adalah tahapan pengendalian dan
pengukuran.

DEDDY NORDIAWAN, Hal


47
11
5. Pelaporan, Analisis dan Umpan Balik
Pengukuran mencakup pencatatan biaya
aktual yang telah ditimbulkan. Kalau
memungkinkan pencatatan atas output yang
dicapai, dan pengendalian akan mendeteksi
perbedaan dari posisi anggaran dan mengambil
tindakan untuk memperbaiki penyimpangan
tersebut. Hal ini berarti individu atau
departemen yang bertanggung jawab atas
anggaran harus mengetahui mengenai
penyimpangan tersebut sesegera mungkin dan
ini merupakan fungsi umpan balik dari tahapan
pelaporan, analisis dan pemberian umpan balik.

DEDDY NORDIAWAN, Hal


47
12

B.KONSEP PENGANGGARAN
SEKTOR PUBLIK
Anggaran sektor publik adalah
perencanaan finansial tentang perkiraan
pengeluaran dan penerimaan yang
diharapkan akan terjadi di masa
mendatang dengan melihat data yang
diperoleh dari masa lalu sebagai acuan
penetapan anggaran.
Anggaran sektor publik harus dapat
memenuhi kriteria, antara lain
merefleksikan perubahan prioritas
kebutuhan
DEDDY NORDIAWAN,dan keinginan masyarakat
ISWAHUDI, Hal 19
13

Beberapa Pengertian Anggaran


Dalam Sektor Publik
1. Freeman dan Shoulders (2003)
mendefinisikan penganggaran merupakan
suatu proses pengalokasian sumber daya
yang terbatas untuk memenuhi kebutuhan
yang sifatnya tidak terbatas (the process of
allocating resources to unlimited
demands). Sementara itu, anggaran
merupakan rencana kerja dalam suatu
periode yang telah ditetapkan dalam
satuan mata uang. Pengertian tersebut
DEDDY NORDIAWAN,
mengungkapkan peran strategis anggaran
Buku 2 Hal. 69-70
14

2. Lee, Jr dan Johnson (1998). Anggaran merupakan


suatu dokumen yang menjelaskan kondisi keuangan
organisasi yang mencakup informasi keuangan,
belanja, aktivitas, serta tujuan organisasi.
3. Mardiasno (2005) mendefinisikan anggaran sebagai
pernyataan mengenai estimasi kinerja yang hendak
dicapai selama periode waktu tertentu yang
dinyatakan dalam ukuran finansial, dan
penganggaran merupakan proses atau metode untuk
mempersiapkan suatu anggaran.
4. Indra Bastian (2006) berpendapat bahwa anggaran
merupakan paket pernyataan perkiraan penerimaan
dan pengeluarkan yang diharapkan akan terjadi
dalam satu atau beberapa periode mendatang.
DEDDY NORDIAWAN,
Buku 2 Hal. 69-70
Dalam pengertian lain, anggaran 15
dapat dikatakan sebagai sebuah
rencana finansial yang menyatakan
hal-hal berikut:
1. Rencana-rencana organisasi untuk melayani
masyarakat atau aktivitas lain yang dapat
mengembangkan kapasitas organisasi dalam
pelayanan.
2. Estimasi besarnya biaya yang harus
dikeluarkan dalam merealisasikan rencana
tersebut.
3. Perkiraan sumber-sumber yang akan
menghasilkan pemasukan serta besarnya
pemasukan tersebut.
DEDDY NORDIAWAN,
ISWAHUDI, Hal 20
16
B. Fungsi Penganggaran Sektor Publik
1. Anggaran merupakan hasil akhir proses penyusunan
rencana kerja.
2. Anggaran merupakan cetak biru aktivitas yang akan
dilaksanakan di masa mendatang.
3. Angggaran sebagai alat komunikasi intern yang
menghubungkan berbagai unit kerja dan mekanisme
kerja antar atasan dan bawahan.
4. Anggaran sebagai alat pengendalian unit kerja.
5. Anggaran sebagai alat motivasi dan persuasi tindakan
efektif dan efisien dalam pencapaian visi organisasi.
6. Anggaran merupakan instrumen politik.
7. Anggaran merupakan instrumen kebijakan fiskal
INDRA BASTIAN, Hal.
191
17
C. Pengaruh dan Tujuan Anggaran
Publik
Anggaran publik selalu dikaitkan dengan
akuntabilitas eksekutif organisasi. Konflik yang
terjadi dalam penentuan anggaran sangat
berpengaruh terhadap kapabilitas eksekutif
organisasi untuk mengendalikan pengeluaran.
Pada prakteknya, pihak eksekutif akan
menggunakan daftar tahunan tentang
pengeluaran dan pendapatan beserta tujuan
aktifitasnya.
Jadi, karakter anggaran adalah keseragaman,
keseluruhan transaksi organisasi, keteraturan
penyerahan rancangan anggaran per tahunnya,
akurasi prakiraan pendapatan serta pengeluaran
INDRA BASTIAN, Hal.
yang didasari oleh persetujuan atau konsensus,
192
18
Tujuan anggaran dapat dirumuskan sebagai
alat akuntabilitas, alat manajemen, dan
instrumen kebijakan ekonomi. Proses akhir
penyusunan anggaran merupakan hasil dari
persetujuan politik, termasuk item pengeluaran
yang harus disetujui para legislator. Dalam hal ini,
unit kerja organisasi merupakan pelaksana
pengelolaan dana dan program.
1. Sebagai alat perencanaan
Anggaran digunakan sebagai alat untuk
menetapkan kehendak pemerintah guna
meningkatkan kesejahteraan masyarakat (public
welfare), dengan jalan memanfaatkan sumber
daya dan dana untuk mendukung kegiatan
pembangunan jangka panjang dalam bentuk
anggaran tahunan (annual budget).
INDRA BASTIAN, Hal.
192
19
2. Sebagai alat pengendalian
Anggaran digunakan sebagai alat
pengendalian yang efektif, yang harus dilakukan
secara melekat (built in control), dalam tubuh
organisasi atas berlangsungnya pelaksaan
kegiatan.

3. Sebagai alat evaluasi


Kinerja setiap pelaksanaan kegiatan dapat
diukur dan dievaluasi secara periodik maupun
insidentil, yaitu:
a. Apakah sudah sesuai dengan rencana
kegiatan anggaran? b. Apakah tidak
menyimpang dari peraturan perundang-
undangan?
INDRAc. Apakah
BASTIAN, sudah dilaksanakan secara efisien
Hal.
192
20
Dalam ruang lingkup akuntansi,
anggaran berbeda dalam lingkup akuntasi
manajemen. Berikut beberapa fungsi
anggaran dalam manajemen organisasi
sektor publik.
1. Anggaran sebagai alat perencanaan
Dengan anggaran, organisasi
mengetahui apa yang harus dilakukan dan
ke arah mana kebijakan yang dibuat.
2. Anggaran sebagai alat pengendalian
Anggaran organisasi sektor publik
dapat menghindari pengeluaran yang
terlalu
DEDDY N, Buku besar
2 Hal. (overspending) atau adanya
penggunaan
70-71 dana yang tidak semestinya
Akt. Pemerintahan Hal.
21
3. Anggaran sebagai alat kebijakan
Arah atas kebijakan tertentu dapat
ditentukan melalui anggaran organisasi
sektor publik. Contohnya : Apa yang
dilakukan pemerintah dalam hal
kebijakan fiskal, apakah melakukan
kebijakan fiskal ketat atau longgar
dengan mengantur besarnya pengeluaran
yang direncanakan.

4. Anggaran sebagai alat politik


Dalam organisasi sektor publik,
DEDDY N, Buku 2 Hal.
komitmen
70-71 pengelola
dalam
Akt. Pemerintahan Hal.
22
5. Anggaran sebagai alat koordinasi dan
komunikasi
Melalui dokumen negara yang komprehensif,
sebuah bagian atau unit kerja atau
departemen yang merupakan suborganisasi
dapat mengetahui apa yang harus dilakukan
dan apa yang akan dilakukan oleh bagian
atau unit kerja lainnya.
6. Anggaran sebagai alat penilaian kinerja
Anggaran adalah suatu ukuran yang bisa
menjadi patokan apakah suatu bagian atau
unit kerja telah memenuhi target, baik
berupa terlaksananya aktivitas maupun
terpenuhinya efisiensi biaya.
DEDDY N, Buku 2 Hal.
70-71
Akt. Pemerintahan Hal.
23

7. Anggaran sebagai alat motivasi


Anggaran dapat digunakan sebagai alat
komunikasi dengan menjadikan nilai-nilai
nominal yang tercantum sebagai target
pencapaian. Dengan catatan, anggaran
akan menjadi alat motivasi yang baik jika
memenuhi sifat menantang, tetapi masih
mungkin dicapai(challenging but attainable
atau demanding but achiveable ).
Maksudnya adalah suatu anggaran itu
hendaknya jangan terlalu tinggi sehingga
tidak dapat dipenuhi dan jangan terlalu
rendah sehingga terlalu mudah dicapai.
DEDDY N, Buku 2 Hal.
70-71
Akt. Pemerintahan Hal.
24

D. Karakteristik Penganggaran Sektor Publik


1. Anggaran dinyatakan dalam satuan keuangan dan
satuan selain keuangan.
2. Anggaran umumnya mencakup jangka waktu
tertentu, satu atau beberapa tahun.
3. Anggaran berisi komitmen atau kesanggupan
manajeman untuk mencapai sasaran yang
ditetapkan.
4. Usulan angggaran ditelaah dan disetujui oleh
pihak yang berwenang lebih tinggi dari
penyusunan anggaran.
5. Sekali disusun, anggaran hanya dapat diubah
dalam kondisi tertentu

INDRA BASTIAN, Hal.


192
Karakteristik anggaran yang baik
menurut Indra Bastian terdiri dari 3,
yaitu :
1. Berdasarkan program
2. Berdasarkanpusat
pertanggungjawaban (pusat biaya,
pusat laba, dan pusat investasi)
3. Sebagai alat perencanaan dan
pengendalian

INDRA BASTIAN, Hal. 25


166
26
C.JENIS-JENIS ANGGARAN
Secara garis besar, anggaran dapat diklasifikasikan
menjadi

1. Anggaran Operasional dan Anggaran Modal


Berdasarkan jenis aktivitasnya, anggaran dibagi
menjadi anggaran operasional dan anggaran modal.
a. Anggaran operasional (current budget) digunakan
untuk merencanakan kebutuhan dalam
menjalankan operasi sehari-hari dalam kurun waktu
satu tahun. Anggaran operasional ini sering juga
dikelompokkan sebagai pengeluaran pendapatan
(revenue expenditure), yaitu jenis pengeluaran
yang bersifat rutin dan jumlahnya kecil serta tidak
menambah fungsi suatu aset.

DEDDY NORDIAWAN,
Hal. 50
27
b. Anggaran modal (capital budget) menunjukkan
rencana jangka panjang dan pembelanjaan atas
aktiva tetap seperti gedung, peralatan,
kendaraan, perabot, dan sebagainya. Belanja
modal adalah pengeluaran yang manfaatnya
cenderung melebihi satu tahun anggaran dan
akan menambah jumlah aset atau kekayaan
organisasi sektor publik, yang selanjutnya akan
menambah anggaran operasional untuk biaya
pemeliharaannya.
2. Anggaran Tentatif dan Anggaran Enacted
Berdasarkan status hukumnya, anggaran
dibagi menjadi anggaran tentatif dan anggaran
enacted.
a. Anggaran tentatif (tentative budget) adalah
anggaran
DEDDY yang tidak memerlukan pengesahan
NORDIAWAN,
Hal. 50
28
b. Anggaran enacted (enacted budget) adalah
anggaran yang direncanakan kemudian dibahas
dan disetujui oleh lembaga legislatif.
3. Anggaran Dana Umum dan Anggaran Dana
Khusus
Dalam pemerintahan, kekayaan negara
(dana) dibagi menjadi Dana Umum dan Dana
Khusus. Dana Umum digunakan untuk
membiayai kegiatan pemerintahan yang bersifat
umum dan sehari-hari. Sedangkan Dana Khusus
dicabangkan atau dialokasikan khusus untuk
tujuan tertentu, misalnya:
. Dana Pelunasan Utang (Debt Service Fund)
yang digunakan khusus untuk pembayaran
utang.
. Anggaran Dana Umum (General Budget) yakni
DEDDY NORDIAWAN,
anggaran untuk dana umum. Hal. 51
29

4. Anggaran Tetap dan Anggaran Fleksibel


a. Anggaran tetap (fixed budget),
Dalam anggaran tetap (fixed budget),
apropriasi belanja sudah ditentukan jumlahnya
di awal tahun anggaran. Jumlah tersebut tidak
boleh dilampaui meskipun ada peningkatan
jumlah kegiatan yang dilakukan.
b. Anggaran fleksibel (flexible budget)
Dalam anggaran fleksibel (flexible budget),
harga barang/jasa per unit telah ditetapkan
namun jumlah anggaran secara keseluruhan
akan berfluktuasi bergantung pada banyaknya
kegiatan yang dilakukan.
DEDDY NORDIAWAN,
Hal. 51
30

5. Anggaran Eksekutif dan Anggaran Legislatif


Berdasarkan penyusunnya, anggaran dapat dibagi
menjadi anggaran eksekutif dan anggaran legislatif.
a. Anggaran eksekutif (executive budget) adalah
anggaran yang disusun oleh lembaga eksekutif, dalam
hal ini pemerintah.
b. Anggaran legislatif (legislative budget) adalah anggaran
yang disusun oleh lembaga legislatif tanpa melibatkan
pihak eksekutif.
Selain kedua jenis tersebut, ada juga yang disebut
anggaran bersama (joint budget), yaitu anggaran yang
disusun secara bersama-sama antara lembaga
eksekutif dan legislatif. Sedangkan sebuah anggaran
yang disusun oleh suatu komite khusus disebut
anggaran komite (committee budget).

DEDDY NORDIAWAN,
Hal. 51
JENIS-JENIS ANGGARAN SESUAI
DENGAN PENCAPAIAN KUALITAS
1. Line Item Budgeting
Adalah penyusunan anggaran
yang didasarkan pada dan dari
mana dana berasal (pos-pos
penerimaan) dan untuk apa dana
tersebut digunakan (pos-pos
pengeluaran). Jenis anggaran ini
relatif dianggap paling tua dan
banyak mengandung kelemahan
INDRAatau sering
BASTIAN, Hal. pula disebut traditional
31
166
2. Incremental Budgeting
Adalah sistem anggaran belanja dan
pendapatan yang memungkinkan
revisi setiap tahun berjalan,sekaligus
dasar penentuan usulan anggaran
periode yang akan datang.
3. Planning Programming Budgeting
System
Adalah suatu proses perencanaan,
pembuatan program, dan
penganggaran yang terkait dalam
suatu sistem
INDRA BASTIAN, Hal.
sebagai kesatuan yang
32
168
4. Zero Based Budgeting
Adalah sistem anggaran yang
didasarkan pada perkiraan kegiatan,
bukan pada apa saja yang telah
dilakukan dimasa lalu. Setiap kegiatan
akan dievaluasi secara terpisah. Ini
berarti berbagai program dikembangkan
dalam visi tahun yang bersangkutan.
Tiga langkah penyusunan ZBB adalah
1. Identifikasi unit keputusan
2. Membangun paket keputusan
3. Mereview peringkat paket keputusan

INDRA BASTIAN, Hal. 33


170
5. Performance Budgeting
Performance Budgeting (Anggaran yang
berorientasi pada kinerja) adalah sistem
penganggaran yang berorientasi pada
output organisasi dan berkaitan sangat
erat dengan Visi, Misi, dan Rencana
Strategis Organisasi. Performance
Budgeting mengalokasikan sumber daya
pada program, bukan pada unit organisasi
semata dan memakai output
measurement sebagai indikator kinerja
organisasi.

INDRA BASTIAN, Hal. 34


171
6. Medium Term Budgeting Framework
(MTBF)
Adalah suatu kerangka strategi
kebijakan pemerintah tentang
angaran belanja untuk departemen
dan lembaga pemerintah non
departemen. Kerangka ini
memberikan tanggung jawab yang
lebih besar kepada departemen
untuk penetapan alokasi dan
penggunaan sumber dana
INDRApembangunan.
BASTIAN, Hal. 35
175
36
4. PRINSIP-PRINSIP ANGGARAN
Secara tradisional, prinsip penganggaran dikenal dengan The
Three Es yaitu Eknomis, Efisien, dan Efektif (Jones dan
Pendlebury, 1988). Jones menjelaskan bahwa ekonomis hanya
berkaitan dengan input; efektifitas hanya berkaitan dengan
output; sedangkan efisiensi adalah kaitan antara output dengan
input. Dengan demikian, prinsip penganggaran terlihat sangat
terkait dengan prinsip akuntansi sektor publik.
Dalam perkembangannya, prinsip-prinsip penganggaran bersifat
sangat dinamis. Munculnya konsep good governance sangat
menekankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi
(Agere, 2000).
Dalam bukunya yang berjudul Introducing Public Administration,
Shafritz dan Russel menyebutkan sejumlah prinsip sistem
penganggaran sudah mengacu pada perkembangan terakhir
dalam masyarakat, yaitu demokratis, adil, transparan, bermoral
tinggi, berhati-hati, dan akuntabel (Shafritz dan Russel, 1997).

INDRA BASTIAN, Hal.


193
37

1. Demokratis
Mengandung makna bahwa anggaran, baik yang
berkaitan dengan pendapatan maupun yang
berkaitan dengan pengeluaran, harus ditetapkan
melalui suatu proses yang mengikutsertakan
sebanyak mungkin unsur masyarakat, selain harus
dibahas dan mendapatkan persetujuan dari
legislatif.

2. Adil
Berarti bahwa anggaran negara harus diarahkan
secara optimal bagi kepentingan orang banyak dan
secara proporsional dialokasikan kesemua kelompok
dalam masyarakat sesuai dengan kebutuhannya.

INDRA BASTIAN, Hal.


193
38

3. Transparan
Adalah proses perencanaan,
pelaksanaan, serta pertanggungjawaban
anggaran negara yang harus diketahui
tidak saja oleh wakil rakyat, tetapi juga
masyarakat umum.
4. Bermoral Tinggi
Berarti bahwa pengelolaan anggaran
negara berpegang pada peraturan
perundangan yang berlaku, serta
senantiasa mengacu pada etika dan
moral yang tinggi.
INDRA BASTIAN, Hal.
193
39

5. Berhati-hati
Pengelolaan anggaran negara juga harus
dilakukan secara berhati-hati, karena
posisi sumber daya jumlahnya terbatas
dan mahal harganya. Hal ini semakin
terasa penting jika dikaitkan dengan unsur
hutang organisasi.
6. Akuntabel
Berarti bahwa pengelolaan keuangan
organisasi harus dapat
dipertanggungjawabkan setiap saat secara
internal maupun eksternal kepada rakyat.
INDRA BASTIAN, Hal.
193
40

5. SIKLUS ANGGARAN
Pembuatan anggaran adalah suatu proses
yang berkelanjutan. Pada organisasi
sektor publik, pembuatan anggaran pada
umumnya melewati lima tahapan.
6. Persiapan (Preparation)
7. Persetujuan Lembaga Legislatif
(Legislative Enactment)
8. Administrasi (Administration)
9. Pelaporan (Reporting)
10.Pemeriksaan(Post-audit)

DEDDY NORDIAWAN,
Hal. 52
41

DEDDY NORDIAWAN,
Hal. 52
42

1. PERSIAPAN (Preparation)
Pada tahap persiapan, bagian
anggaran menyiapkan format anggaran
yang akan dipakai. Kemudian masing-
masing unit di pemerintahan
mengajukan anggaran yang
selanjutnya di konsolidasikan oleh
bagian anggaran. Setelah ditelaah dan
diadakan dengan pendapat ke semua
unit, anggaran ini akan disetujui oleh
kepala pemerintahan.

DEDDY NORDIAWAN,
Hal. 52
43

2. PERSETUJUAN LEMBAGA LEGISLATIF


Anggaran diajukan ke lembaga legislatif
untuk mendapatkan persetujuan. Dalam
hal ini, lembaga legislatif (terutama
komite anggaran) akan mengadakan
pembahasan guna memperoleh
pertimbangan-pertimbangan untuk
menyetujui atau menolak anggaran
tersebut. Selain itu, akan diadakan juga
dengar pendapat (public hearing)
sebelum nantinya lembaga legislatif
menyetujui atau menolaknya.
DEDDY NORDIAWAN,
Hal. 52
44

3. ADMINISTRASI
Setelah anggaran disahkan,
pelaksanaan anggaran dimulai baik
pengumpulan pendapatan yang
ditargetkan maupun pelaksanaan
belanja yang telah direncanakan.
Bersamaan dengan tahap pelaksanaan
ini dilakukan pula proses administrasi
anggaran yang meliputi pencatatan
pendapatan dan belanja yang terjadi.

DEDDY NORDIAWAN,
Hal. 53
45

4. PELAPORAN
Pada akhir periode atau pada waktu-waktu
tertentu yang ditetapkan dilakukan pelaporan
sebagai bagian yang tak terpisahkan dari proses
akuntansi yang telah berlangsung selama proses
pelaksanaan.

5. PEMERIKSAAN
Laporan yang diberikan atas pelaksanaan
anggaran kemudian diperiksa (diaudit) oleh
sebuah lembaga pemeriksa independen (BPK dan
BPKP). Hasil pemeriksaan akan menjadi masukan
atan umpan balik (feedback) untuk proses
penyusunan pada periode berikutnya.

DEDDY NORDIAWAN,
Hal. 53
46