Anda di halaman 1dari 25

KELOMPOK 4:

SIFAT-SIFAT UMUM
AKTIVITAS
MANUSIA
AYU MAULIRA 1506103040013
RAHMATIA ULFA 1506103040012
Perhatian

Motif- Pemnga
Motif matan

Aktivitas Tanggapan
Perasaan dan Variasi
Manusia

Berfikir Fantasi

Ingatan
A. Perhatian
1.Pengertian
Pada ahli memberikan 2 definisi pada
kata perhatian yaitu:
. Perhatian adalah pemusatan tenaga
psikis tertuju pada suatu objek
. Perhatian adalah banyak sedikitnya
kesadaran yang menyertai sesuatu
aktivitas
2. Macam-macam perhatian

Atas dasar intensitasnya yaitu banyak sedikitnya kesadaran yang


menyertai sesuatu aktivitas atau pengalaman batin maka dibedakan
menjadi:
1) Perhatian intensif
2) Perhatian tidak intensif
Atas dasar timbulnya, maka dibedakan menjadi
1) Perhatian spontan
2) Perhatian sekehendak

Atas dasar luasnya objek, perhatian dibedakan menjadi:


1)Perhatian terpencar (distributive)
2)Perhatian terpusat
3. Beberapa Kesimpulan Praktis
. Aktivitas yang disertai dengan perhatian intensif akan
lebih tinggi tingkat prestasinya.
. Perhatian spontan akan cenderung lebih lama dan
lebih intensif dari pada perhatian yang disengaja
. Dalam kenyataannya sebagian besar pelajaran justru
diterima oleh murid dengan perhatian yang disengaja,
oleh karena itu guru atau pendidik seharusnya selalu
berusaha untuk menarik perhatian anakanak
didiknya.
B. Pengamatan
1. Pengertian
Manusia mengenal dunia ini secara riil, baik dirinya
sendiri maupun dunia sekitarnya dimana dia ada,
dengan melihatnya, mendengarnya, membawanya atau
mengecapnya.
Cara mengenal objek yang demikian itu disebut
mengamati, sedangkan melihat, mendengar dan
seterusnya disebut modalitas pengamatan. Hal yang
diamati itu dialami dengan sifat-sifat di sini, kini,
sendiri dan bermateri.
Berikut beberapa pengaturan
pengamatan:

Pengaturan menurut sudut


pandangan ruang
Pengaturan menurut sudut
pandangan waktu
Pengaturan menurut sudut
pandangan gestalt
Pengaturan menurut sudut
pandangan arti

2. Penglihatan
Menurut objeknya penglihatan
digolongkan menjadi tiga golongan yaitu:
Melihat bentuk
Melihat dalam
Melihat warna
3. Pendengaran
Mendengar adalah menangkap bunyi-bunyi (suara)
dengan indera pendengaran. Dalam kehidupan sehari
hari bunyi itu berfungsi sebagai pendukung arti, karena
itulah sebenarnya yang kita tangkap atau yang kita
dengar adalah artinya itu, bukan bunyi atau suaranya.

Bunyi dapat berfungsi menjadi dua macam, yaitu:


Sebagai tanda (signal)
Sebagai lambang
Bunyi dan suara itu dapat kita golongkan atas dasar dua cara,
yaitu:

a. Berdasarkan atas keteraturan bunyi dapat kita bedakan antara:


Gemerisik,
Nada
b. Selanjutnya nada itu biasa dibedakan atas dasar:
. Tinggi rendahnya, yang tergantung kepada besar kecilnya
frekuensi
. Intensitasnya yang tergantung pada ampiltudonya
. Timbrennya yang tergantung pada kombinasi bermacam
macam frekuensi dalam tinggi rendahnya suara
4. Rabaan
Istilah raba mempunyai dua arti, yaitu:
a) Meraba sebagai perbuatan aktif, yang meliputi jaga
keseimbangan atau kinestesi, dan
b) Pengalaman raba secara pasif yang melengkapi pola
beberapa indera, atau kemampuan lain, yaitu
Indera untuk sentuh atau tekanan
Indera untuk mengamati panas
Indera untuk mengamati dingin
Indera untuk merasa sakit dan
Indera untuk vibrasi
5. Pembauan (penciuman)
Arti psikologis bau dan pembauan
(penciuman) masih sedikit sekali diteliti
oleh para ahli walaupun dalam kehidupan
seharihari secara popular telah
menyaksikan pengaruh bau bauan itu
kepada aktivitas manusia.
Kualitas bau itu boleh dikata tak terhingga
variasinya.
6. Pencecapan
Dalam kehidupan seharihari variasi rasa cecapan
itu dibedakan menjadi banyak sekali, akan tetapi
indera pengecap terutama hanya terdapat empat
macam rasa pokok, yaitu:
Manis
Asam
Asin
Pahit
C. Tanggapan dan
Variasinya
1. Pengertian Tanggapan
Tanggapan yaitu suatu bayangan yang tinggal dalam
ingatan setelah kita melakukan pengamatan.

Tanggapan dapat dibedakan menjadi tiga bagian, yaitu:


1) Tanggapan masa lampau atau tanggapan ingatan
2) Tanggapan masa datang atau tanggapan
mengantisipasikan
3) Tanggapan masa kini atau tanggapan
representatif (tanggapan mengimajinasikan)
D. Fantasi
1. Pengertian
Fantasi yaitu daya untuk membentuk tanggapan
tanggapan baru dengan pertolongan tanggapan
tanggapan yang ada, dan tanggapan baru itu tidak
harus dengan benda-benda yang ada.
Dapat pula fantasi itu dilukiskan sebagai fungsi
yang memungkinkan manusia untuk berorientasi
dalam alam imajinasi melampaui dunia riil.
2. Klasifikasi
Secara garis besar fantasi dapat digolongkan
menjadi dua macam, yaitu:
1) Fantasi tidak sadar (tidak disengaja)
2) Fantasi disadari (disengaja)
Ingatan
Pengertian
Ingatan yaitu beberapa proses dan pengaruh-
pengaruh yang lampau, secara teori dapat
dikembangkan / dibedakan menjadi tiga
bagian, yaitu:
Mencamkan, yaitu menerima kesan-kesan
Menyimpan kesan-kesan, dan
Mereproduksi kesan-kesan

Mencamkan
Menurut terjadinya, mencamkan itu dapat
dibedakan menjadi dua macam, yaitu:
Mencamkan dengan sekehendak hati, dan
Mencamkan dengan tidak sekehendak
Mengingat dan lupa
Hal yang diingat adalah hal yang tidak
dilupakan dan hal yang dilupakan adalah hal-
hal yang tidak diingat (tidak dapat diingat
kembali).

Reproduksi
Reproduksi yaitu pengaktifan kembali hal-hal
yang telah dicamkan. Dalam reproduksi ada
dua bentuk, yaitu:
Mengingat kembali (recall), dan
Mengenal kembali (recognition)
Asosiasi
Asosiasi yaitu hubungan antara
tanggapan yang satu dengan tanggapan
yang lainnya dalam jiwa kita.
Adapun hukum-hukum asosiasi itu adalah
sebagai berikut:
1. Hukum sama saat atau serentak
2. Hukum berurutan
3. Hukum kesamaan dan kesesuaian
4. Hukum berlawanan
5. Hukum sebab akibat
F. Berpikir
Pengertian
Terdapat dua kesimpulan arti mengenai berfikir, yaitu:
a. Bahwa berfikir itu adalah aktivitas, jadi subjek yang
berfikir aktif, dan
b. Bahwa berfikir itu sifatnya ideasional
Jadi berfikir merupakan proses dinamis yang dapat
dilukiskan dengan proses atau jalannya.
Proses Berfikir
Proses jalannya berfikir itu pada pokoknya ada tiga
langkah, yaitu:
a. Pembentukan pengertian
b. Pembentukan pendapat dan
c. Penarikan kesimpulan
Perasaan
Pengertian
Perasaan biasanya didefinisikan sebagai
gejala psikis yang bersifat subjektif yang
umumnya berhubungan dengan gejala-
gejala mengenal, dan dialami dalam kualitas
senang atau senang dalam berbagai taraf.
Macam-macam perasaan
Bigot dengan kawan-kawannya (1950, P.
534) telah memberikan ikhtisar mengenai
perasaan itu yang kiranya sangat berguna
bagi rangka pembicaraan yaitu sebagai
berikut:
Perasaan-perasaan jasmaniah (rendah):
Perasaan indriah
Perasaan vital
Perasaan-perasaan rohaniah
Perasaan intelektual
Perasaan kesusilaan
Perasaan Keindahan
Perasaan social
Perasaan harga diri
Perasaan Keagamaan
Motif-Motif
Pengertian
Motif yaitu keadaan dalam pribadi orang yang
mendorong untuk melakukan aktifitas-aktifitas
tertentu guna mencapai suatu tujuan.
Macam-macam motif
Menurut Woodworth dan Marguis (1955, P. 301.
333) motif itu dapat dibedakan menjadi 3 macam,
yaitu:
Kebutuhan-kebutuhan organic
a. Motif-motif darurat
b. Motif-motif objektif
Penggolongan lain didasarkan atas
terbentuknya motif-motif itu, yaitu:
Motif-motif bawaan
Motif-motif yang dipelajari

Berdasarkan atas jalarannya, yaitu:


Motif-motif ekstrinsik
Motif-motif intrinsic

Berdasarkan isi dan persangkutpautannya, yaitu:


Motif jasmaniah
Motif rohaniah
KESIMPULAN
Berdasarkan uraian di atas, dapat
disimpulkan bahwa seorang pendidik
harus senantiasa benar-benar memahami
ciri, sifat dan karakter peserta didiknya,
yaitu dengan cara menguasai semua
kaidah psikologis pendidikan, baik itu
yang bersifat teoritis maupun praktis.
Karena pada dasarnya proses pendidikan
itu sendiri tidak hanya sekedar pola
ajaran dan latihan.