Anda di halaman 1dari 23

ASUHAN KEPERAWATAN

PADA Tn. A
DENGAN GANGGUAN
HARGA DIRI
RENDAH
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. A
DENGAN GANGGUAN HARGA DIRI RENDAH

Tanggal Pengkajian : 14 November 2016


Tanggal Masuk : 10 September 2016
Ruang : Firdaus

I. PENGKAJIAN

A. Identitas Klien

Nama : Tn. A
Umur : 25 Tahun
Alamat : Sidomojo
Status Perkawinan : Belum Menikah
Agama : Islam
Suku/Bangsa: Jawa / Indonesia
Pendidikan : SMA
Pekerjaan: Karyawan swasta
No. CM : 07xxxx

B. Penanggung Jawab

Nama : Ny. F
Hubungan dengan Klien : Ibu Kandung
Alamat : Sidomojo

1. KELUHAN UTAMA
Klien mengatakan disuruh ibunya untuk melanjutkan berobat,
sering menyendiri dikamar, bicara sedikit, sulit komunikasi.

2. ALASAN MASUK
2 bulan sebelum masuk RSJ klien sering menyendiri, membakar
barang, bicara sedikit, sulit kominikasi, bicara sendiri dan sulit
tidur.

3. FAKTOR PREDISPOSISI

1. Klien pernah mengalami gangguan jiwa 2 tahun yang lalu,


pernah rawat jalan di RSJD.SURAKARTA.
2. Kontrol tidak rutin, pengobatan kurang berhasil
3. Klien mengatakan bahwa didalam keluarganya tidak ada
anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa.
4. Klien mempunyai pengalaman masalalu yang tidak
menyenangkan yaitu ia jatuh dari sepeda.
4. KONSEP DIRI

Citra Tubuh : Klien mengatakan bagian tubuh yang paling disukai


adalah mata karena bisa melihat.
Identitas : Klien mengatakan anak ke-2 dari 3 bersaudara.
Peran: Klien mengatakan di dalam keluarganya atau dirumah sebagai
anak.
Ideal diri : Klien mengatakan ingin cepat sembuh dan pulang, merasa
bosan dan ingin bekerja lagi.
Harga diri : Klien mengatakan malu berhadapan langsung dengan orang
lain selain ibu dan adiknya,klien merasa tidak pantas jika berada diantara
orang lain,
kurang interaksi sosial.
Masalah Keperawatan : harga diri rendah

5. MEKANISME KOPING

A. Klien mampu berbicara dengan orang lain,terlihat malu


B. Klien mampu menjaga kebersihan diri sendiri
C. Klien mampu jika ada masalah tidak menceritakan kepada orang
lain,lebih suka diam.
Masalah Keperawatan : Koping Individu Tidak Efektif.
II. DIAGNOSA KEPERAWATAN

1. Menarik Dirib/d Harga Diri


Rendah
2. Harga Diri Rendahb/d Koping
Individu Tidak Efektif
ANALISA DATA
No Data Etiologi Problem

1. Ds : Harga diri Rendah Menarik Diri


- Klien mengatakan sering menunduk,
kurangnya interaksi sosial
Do
- Klien tampak menyendiri

2. Ds : Koping Individu Tidak Harga Diri Rendah


- Klien mengatakan reman berkurang Efektif
semenjak sakit
- Klien malu dengan teman karena
klien merasa tidak pantas diantara mereka
Do :
- Klien tampak malu saat berbicara
III. RENCANA KEPERAWATAN / INTERVENSI
Tgl. Dx.Keperawata Tujuan Kriteria Hasil Intervensi
n
17- 11- Menarik Diri Menarik Diri Beri salam /
16 berhubungan berhubungan Klien ekspresi panggil nama
dengan harga dengan harga wajah bersahabat. yang disukai
Diri Rendah Diri Rendah Klien menunjukan Jelaskan BHSP
rasa senang. dengan
Klien mau kontak komunikasi
mata. terapeutik
Klien mau berjabat Memperkenalka
tangan. n diri dengan
Klien mau sopan
membalas salam. Tanyakan nama
Klien mau duduk lengkap dan
berdampingan. panggilan
dengan perawat. tujuan
Klien mau Jujur dan
menyebut nama menepati janji
Tunjukan sikap
dan mau
empati dan
mengutaraka menerima klien
masalah yang apa adanya
dihadapi. Lakukan kontak
singkat tapi
sering
TUK 2 Klien mampu Diskusikan
Klien dapat mengidentifikasi kemampuan
mengidenti kemampuan dan aspek
fikasi yang dimiliki positif yang
kemampuan Aspek positif dimiliki
dan aspek keluarga Hindarkan dari
positif yang Aspek positif penilaian yang
dimiliki lingkungan yang negatif
dimilii klien Utamakan
pemberian
pujian yang
realistik
TUK 3 Klien mampu Diskusikan
Klien dapat menilai kemampuan
menilai kemampuan yang yang dapat
kemampuan dimiliki selama digunakan
yang dimiliki sakit selama sakit
Diskusikan
kemampuan
yang dapat
ditunjukan
penggunaannya
TUK 4 Klien Rencanakan
Klien dapat dapat bersama klien
menetapkan membuat aktifitas yang
perencanaa rencana dapat dilakukan
n kegiatan kegiatan setiap hari
sesuai harian Kegiatan mandiri
dengan Dibantu sebagian
kemampuan Dengan bantuan
nya total
Tingkatkan
kegiatan sesuai
dengan toleransi
kondisi klien
Beri contoh cara
pelaksanaan
kegiatan yang
boleh klien lakukan
TUK 5 Klien Berikesempatan klien
Klien dapat melakukan untuk mencoba
melakukan kegiatan kegiatan yang telah
kegiatan yang sesuai direncanakan
sesuai kondisi dengankondi Beri pujian atas
sakit dan si sakit dan keberhasilan klien
kemampuann kemampuan Diskusikan
TUK 6 Klien dapat Beri pendidikan
Klien dapat memanfaatkan kesehatan cara
memanfaatk system perawatan klien
an sistem pendukung dengan Harga Diri
pendukung dikeluarga secara Rendah
yang ada optimal Bantu keluarga
Klien daoat menyiapkan
memanfaatkan lingkungan di
system rumah.
pendukung
dilingkungan
sekitar.
Harga Diri TUM Klien mampu duduk Lakukan pendekatan
Rendah Klien dapat berdampingan dengan baik,
berhubungan melakukan dengan perawat menerima klien apa
dengan keputusan Klien mampu adanya dan bersikap
Koping yang efektif berbincang bincang empati
Individu untuk dengan perawat Cepat
Tidak Efektif mengendalikan Klien mampu mengendalikan
situasi merespon tindakan perasaan dan reaksi
kehidupan perawat perawatan diri
yang demikian sendiri misalnya
menurunkan rasa marah ,empati.
perasaan Sediakan waktu
rendah diri untuk berdiskusi dan
TUK 1 bina hubungan yang
Klien dapat sopan.
menbina Berikan kesempatan
TUK 2 Klien Tunjukan emosional yang sesuai
Klien dapat dapat Gunakan tekhnik komunikasi
mengenali mengungk terapeutik terbuka,
dan apkan Bantu klien mengekspresikan
mengekspresi perasaann perasaannya
kan emosinya ya Bantu klien mengidentifikasikan
Klien situasi kehidupan yang tidak
mampu berada dalam kemampuan dan
mengenali mengontrolnya
emosinya Dorong untuk menyatakan
dan dapat secara verbal perasaan
mengeksp perasaan yang berhubungan
resikannya dengan ketidak mampuannya.

TUK 3 Klien dapat Diskusikan masalah yang dihadapi


Klien dapat mengidenti klien dengan memintanya untuk
memodifikasi fikasi menyimpulkannya
pola kognitif pemikiran Identifikasi pemikiran negatif klien
yang negative yang dan bantu untuk menurunkan
negatif melalui interupsi dan substitusi
Klien dpat Evaluasi ketetapan persepsi logika
menurunka dan kesimpulan yang dibuat klien
n penilaian Kurangi penilaian klien yang negatif
yang terhadap dirinya
negatifpada Bantu klien menerima nilai yang
dirinya. dimilikinya atau perilakunya atau
perubahan yang terjadi pada dirinya.
TUK 4 Klien Libatkan klien
Klien dapat mampu dalam menetapkan
berpartisipa menentuka tujuan yang ingin
si dalam n dicapai
mengambil kebutuhan Motivasi klien
keputusan untuk untuk membuat
yang perawatan jadwal aktivitas
berkenan pada perawatan dirinya
dengan dirinya Berikan privasi
perawatan Klien sesuai kebutuhan
dirinya dapat yang ditentukan
berpartisip Berikan
asi dalam reinsforcement
pengambil posotif tentang
an pencapaian
keputusan kegiatan yang
telah sesuai
dengan keputusan
yang
ditentukannya
IV. IMPLEMENTASI

Tanggal / No Implementasi
Jam

18 . Bina hubungan saling percaya dengan :


November Menyapa klien dengan ramah
2016 Memperkenalkan diri dengan sopan
Jam 12.30 Menanyakan nama lengkap serta alamat klien
Menunjukan sikap empati, jujur dan menempati janji
Menanyakan masalah yang dihadapi
18 Bina hubungan terapeutik dengan perawat dengan :
November Pendekatan dengan baik ,menerima klien apa adanya
2016 Mengidentifikasi perasaan dan reaksi perawatan diri sendiri
Jam 15.30 Menyediakan waktu untuk bina hubungan yang sopan
Menberikan kesempatan untuk merespon

19 3. Mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang dimiliki


November dengan :
2016 Membantu mengidentifikasi dengan aspek yang positif
Jam 17.00 Mendorong agar berpenilaian positif
Membantu mengungkapkan perasaannya
DAFTAR PUSTAKA

Allen, C.V. 1998. Memahami Proses Keperawatan. Alih Bahasa


Christantie Effendy. Jakarta, EGC.
Carpeniot, (1999). Rencana asuhan dan dokumentasi
keperawatan, Edisi 2. EGC, Jakarta. Halaman 23 36.
Doengoes. 2000. Rencana Asuhan Keperawatan : Pedoman
Untuk Perencanaan Dan Pendokumentasian. Edisi 3. Jakarta :
EGC.
Boyd, M. A. & Nihart, M. A. 1998. Psychiatric Nursing :
Contempory Practice. Philadelphia : Lippincott.
Johnson, B. S. 1996. Psychiatric mental health nursing :
Adaption & growth. Second edition. Philadelphia : J. B.
Lippincortt.

ADAPTASI PSIKOLOGIS
Merupakan proses penyesuaian secara psikologis
akibat stresor yang ada, dengan cara memberikan
mekanisme pertahanan diri dengan harapan dapat
melindungi diri atau bertahan dari serangan-
serangan atau hal-hal yang tidak menyenangkan

Contoh
Menyalahkan orang lain
Menolak kenyataan yang dihadapi
Sharing untuk menyelesaikan masalah
perilaku adaptasi juga mengacu
pada mekanisme koping
(coping mechanisme)
TASK ORIENTED REACTION
(REAKSI BERORIENTASI PADA TUGAS)

Reaksi ini melibatkan penggunaan kognitif


untuk mengurangi stres dan memecahkan
1. Menyerang, yaitu bertindak
menghilangkan, mengatasi stresor, atau
memenuhi kebutuhan, misalnya
berkonsultasi dengan orang yang ahli.
2. Menarik diri dari stresor secara fisik
maupun emosi.
3. Berkompromi, yaitu mengubah metode
yang biasa digunakan atau mengganti tujuan.
TASK ORIENTED REACTION
(REAKSI BERORIENTASI PADA TUGAS)
Berorientasi pada penyelesaian
maslah

Seperti
- Curhat utk mencari jalan keluar
- Mencari tahu ttg keadaan yang
dihadapi
- Latihan utk mengurangi stres
- Membuat strategi prioritas masalah
EGO ORIENTED REACTION
(REAKSI BERORIENTASI PADA EGO)
Reaksi ini dikenal sebagai
mekanisme pertahanan diri secara
psikologis untuk mencegah
gangguan psikologis yang lebih
dalam.
Memberikan alasan secara rasional sehingga
RASIONALIS masalah yang dihadapi dapat teratasi
ASI

Pemindahan tingkah laku kepada objek lain


DISPLACEM Ex : saat situasi ramai, teman akan disalahkan
ENT

Mencari kepuasan pada situasi yang lain


KOMPENSAS Ex : saat terjadi kekurangan, makan akan

I menonjolkan kelebihan yang lainnya
Menempatkan sifat batin diri sendiri dalam sifat batin
orang lain
PROYEK Ex : dirinya membenci orang lain tapi kemudian
SI mengatakan pada orang bahwa orang lain yang
membencinya

Menghilangkan pikiran masa lalu yang buruk dengan


REPRES melupakannya
I

Berusaha menekan masalah yang secara sadar tidak


SUPRES diterima dan tidak memikirkan hal-hal yang kurang
menyenangkan
I

Penolakan terhadap dihadapi/ tidak menerima


kenyataan
DENIAL dengan cara menyangkal masalah yang dihadapi atau
tidak mau menerimah kenyataan yang dihadapinya.
misalnya menolak kenyataan pasangan sudah
meninggal dunia dengan cara tetap melakukan
Oleh :
Aulia Zahrah Afifah
NIM : 1611B0212
Prodi : IPN A
Semester : 1