Anda di halaman 1dari 25

Laporan Kasus Kecil

Kejang Demam
Sederhana
Cinthya Ayu Christine
11-2016-003
Pembimbing : dr. Mamun MZ, Sp.A
Identitas Pasien
Nama lengkap : An. RA Jenis kelamin : Laki-laki

Tanggal lahir : 06 Juli 2016 Suku bangsa : Jawa

Usia : 9 bulan 26 hari Agama : Islam

Pendidikan : Belum sekolah Alamat : Jati Kulon No.

RT.04 RW.06 Jati Kulon, Jati,

Kudus

Hubungan dengan orang tua : Anak Berat badan : 7,3 kg

kandung
Tanggal masuk RS : 1 Mei Dirawat di Karmel kelas III

2017 Kamar 8C
Identitas Orang Tua
Ayah : Tn. HK Ibu : Ny. S

Usia : 35 tahun Usia : 27 tahun

Pendidikan : SMA Pendidikan : SMP

Pekerjaan : Buruh Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga


Anamnesis
Diperoleh dari Alloanamnesa (Ibu pasien)
Tanggal : 1 Mei 2017 Jam: 11:30 WIB

Keluhan Utama : Kejang 1 jam


SMRS

Gejala Tambahan : Batuk


berdahak, pilek, demam.
Riwayat Penyakit
Sekarang
KU : 1 hari sebelum kejang Demam disertai batuk
pasien mengalami panas dan pilek 1 minggu
Kejang 1 jam SMRS tinggi. sebelum kejang.

Dahak berwarna kuning


Pasien datang dari
Setelah kejang pasien tidak ada darah.
rujukan RS lain. Pasien
menangis dan kejang Muntah (-), makan
sudah di rawat 4 hari di
tidak berulang . minum <, BAB & BAK
RS lain.
(N)

Udah diminumin obat


Jam 19:00 kejang 1x Pasien kejang mata
sanmol tapi tidak ada
dengan durasi 5 menit mendilik keatas
perubahan.
RPD : Riwayat kejang umur 5 bulan

RPK : Keluarga tidak ada riwayat kejang

Riwayat sosial ekonomi : Ayah seorang buruh dan ibu seorang ibu
rumah tangga. Status ekonomi pasien menengah kebawah.
Riwayat Kehamilan dan
Kelahiran
Kehamilan
o Perawatan antenatal :Teratur, kontrol ke bidan
o Penyakit kehamilan :Tidak
Kelahiran
o Tempat kelahiran :Klinik Bidan
o Penolong persalina :Bidan
o Cara persalinan :Normal
o Masa gestasi :40 minggu, cukup bulan
Keadaan Bayi
o Langsung menangis : Positif
o Berat badan lahir : 3200 gram
o Panjang badan lahir : 51 cm
o Lingkar kepala : Ibu lupa
o Pucat/biru/kuning/kejang: Tidak ada
o Kelainan Bawaan : Tidak ada
Riwayat Imunisasi Dasar Waktu Pemberian

Imunisasi Bulan

0 1 2 3 4 6 9

BCG +

PENTABIO 1 (DPT-
+
HB-Hib) + OPV 2
PENTABIO 2 (DPT-
+
HB-Hib) + OPV 3
PENTABIO 3 (DPT-
+
HB-Hib) + OPV 4
Polio (OPV) +

Hepatitis B +

Campak -

Imunisasi di lakukan di Puskesmas , Imunisasi dasar sesuai


umur
Antropometri
Berat Badan : 7,3 kg
Panjang Badan : 68 cm

BB/U = BB median/ [median (-2SD) = 7,3 8,9 /


[8,9 7,1] = -1,6/1,8 = -0,88 SD
TB/U = TB median/ [median (-2SD) = 68 58,7 /
[58,7 54,6] = 9,3/4,1 = 2,26 SD
BB/TB = BB median/ [median (-2SD) = 7,3 8,0 /
[8,0 6,8] = 0,7/1,2 = 0,58 SD

Berdasarkan Tabel Pertumbuhan WHO (Z score)


disimpulkan status gizi pada anak tersebut
merupakan Gizi Baik.
Riwayat Nutrisi
Usia 0 6 bulan : ASI
Usia 6 9 bulan : ASI + Susu formula +
Bubur bayi
Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan Fisik Umum
Keadaan Umum : Sakit sedang
Kesadaran : Compos mentis
Tanda tanda Vital :
o Tekanan Darah : tidak diukur
o Nadi : 132 x/menit
o Napas : 24 x/menit
o Suhu : 38,2C
o SpO2 : 98%
Pemeriksaan Sistematis
Kepala Normocephal, rambut hitam merata, tidak
mudah dicabut, ubun-ubun besar tidak cekung,
benjolan (-)
Mata Bentuk normal, konjungtiva tidak anemis, sklera
tidak ikterik, pupil isokor, reflek cahaya +/+.
THT Telinga normotia, tidak ada serumen, tidak ada
sekret. Hidung normal, tidak ada septum
deviasi, tidak ada sekret. Mulut bisa dibuka,
bibir tidak sianosis, lidah tidak tremor dan tidak
kotor, tonsil dan faring sulit dinilai.
Leher Tidak ada pembesaran KGB dan tiroid.
Thorak Inspeksi : Bentuk dada normal, icus cordis (-),retraksi
sela iga (-)
Palpasi : Icus cordis teraba kuat angkat.
Perkusi : tidak di lakukan
Paru-paru Auskultasi wheezing(-), stridor (-)
Jantung Auskulasi reguler, murmur (-). Gallop (-)
Abdomen Inspeksi : Perut datar, massa (-)
Perkusi : kembung (+)
Palpasi : pemebesaran organ (-)
Auskultasi : bising usus (+)
Genitalia Tidak ada kelainan, jenis kelamin laki-laki
Ekstremitas Akral hangat
Pemeriksaan Neurologis
Tingkat kesadaran : GCS 15 (E4 V5 M6)
Kejang (-)
Tremor (-)
Tanda Rangsang Meningeal
o Kaku kuduk : (-)
o Brudzinksi I : (-)
o Brudzinski II : (-)
o Kernig : (-)
Refleks Patologis
o Babinski : -/-
Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan Laboratorium tanggal 01-05-2017 jam 23:37 WIB
Hematologi

Hasil Satuan Nilai

Normal
Hemoglobi 9.4 g/dL 10.7-14.7

n 9.70 ribu 4.5-13.5

Leukosit 29.60 % 34-40

Hematokrit 222 Ribu 229-553


Trombosit
RESUME
Anak laki-laki usia 9 bulan 26 hari dengan BB 7,3 kg dan TB 68
cm datang atas rujukan dari RS lain dengan keluhan kejang
sejak 1 jam SMRS.
Kejang 1 kali di RS lain dengan durasi kurang lebih 5 menit.
Pasien kejang dengan mata mendelik keatas, Setelah kejang
pasien langsung menangis.
Kejang tidak berulang. Demam tinggi, batuk berdahak warna
kuning, dan pilek. Makan dan minum kurang.
Orang tua pasien memberikan penurun panas (sanmol) tetapi
demam tidak kunjung turun.
Riwayat kelahiran : persalianan normal, dibantu bidan, lahir
pada kehamilan 40 minggu, dengan BB 3200 gram dan PB 51 cm,
lahir langsung menangis.
Pemeriksaan fisik didapatkan, keadaan
umum tanpak sakit sedang, tanda-tanda
vital menunjukan nadi takikardi (132
x/menit), nafas normal (33 x/menit), suhu
tubuh febris (38,2C).
Pada pemeriksaan laboratorium 01/05/2017
ditemukan jumlah Hb turun ( 9,4 g/dL), Ht
turun (29,60%) dan leukosit normal (9,70 x
103/ L), trombositopenia (222.000).
Diagnosis
Differential Diagnosis
o Kejang demam sederhana
o Kejang demam kompleks
o Tetanus
o Meningitis
Working Diagnosis
o Kejang Demam Sederhana

Pemeriksaan Anjuran
Cek darah lengkap
Pungsi lumbal
Elektroensofalografi (EEG)
Penatalaksanaan
IVFD KAEN 3A 10 tts/menit (Makro)
Diazepam supp 5 mg/2,5 ml
Inj Diazepam 0,2-0,5 mg/KgBB (iv)
Inj Parasetamol 3 x 70 mg K/P
Edukasi
Meyakinkan bahwa kejang
demam umumnya mempunyai
prognosis baik
Memberitahukan cara
penanganan kejang
Memberikan informasi
mengenai kemungkinan
kejang kembali
Pemberian obat untuk
mencegah rekurensi
Beberapa hal yang harus dikerjakan bila
kembali kejang
o Tetap tenang dan tidak panik
o Kendorkan pakaian yang ketat terutama disekitar leher
o Bila tidak sadar, posisikan anak telentang dengan kepala
miring. Bersihkan muntahan atau lendir di mulut atau hidung.
Walaupun kemungkinan lidah tergigit, jangan memasukan
sesuatu kedalam mulut.
o Ukur suhu, observasi dan catat lama dan bentuk kejangnya
o Tetap bersama pasien selama kejang
o Berikan diazepam rektal, dan jangan diberikan bila kejang
telah berhenti.
o Bawa kedokter atau rumah sakit bila kejang berlangsung 5
menit atau lebih.
Prognosis
ad vitam : dubia ad bonam
ad fungsionam : dubia ad bonam
ad sanationam : dubia ad bonam