Anda di halaman 1dari 33

Mata Kuliah

Irigasi & Bangunan


Pertemuan I
Air

1 5/20/17
A.Pengairan:
Suatu usaha untuk mengatur dan
memanfaatkan air yang ada di darat yang
mencakup irigasi, drainasi, reklamasi dan
pengendalian banjir

2 5/20/17
I. Pegertian Irigasi

Irigasi secara umum didefinisikan sebagai penggunaan


air pada tanah untuk keperluan penyediaan cairan yang
dibutuhkan untuk pertumbuhan tanam-tanaman

II. Pengertian Bangunan Air

Bangunan air adalah bangunan yang


digunakan untuk memanfaatkan dan
mengendalikan air di sungai maupun di
danau. Sedangkan bangunan air
untuk irigasi adalah bangunan utama
yang dibangun melintang sungai
3
untuk memenuhi kebutuhan 5/20/17
air
irigasi.
A

4
CONTOH GAMBAR BANGUNAN AIR 5/20/17
(A) Bangunan Air Khusus
2. Tujuan Irigasi

1. Memenuhi kebtuhan air tanaman yang digunakan untuk


pertumbuhan tanaman
2. Membasahi tanah, untuk mencapai kondisi tanah yang
baik untuk pertumbuhan tanaman
3. Memupuk tanah karena air mengandung unsur-unsur
hara yang dibutuhkan oleh tanaman
4. Mengatur suhu tanah karena air dapat menurunkan atau
meratakan suhu dalam tanah
5. Mengatur tinggi muka air tanah
6. Membersihkan tanah
7. Membantu pembrantasan hama

5 5/20/17
3. Sejarah dan Perkembangan Irigasi di
Indonesia
Di Indonesia sawah sudah ada sejak
sebelum jaman Hindu. Pada jaman Hindu
telah dilakukan usaha-usaha
pembangunan prasarana irigasi secara
sederhana.
Hal ini dapat dibuktikan dengan
peninggalan sejarahnya yaitu usaha
pembagian air irigasi yang dapat
disaksikan diberbagai tempat.
Misalnya Irigasi subak di Bali, irigasi-
irigasi kecil di Jawa dan sistem
6
pendistribusian air dengan istilah minta
5/20/17
Pembangunan irigasi pada waktu itu
menyesuaikan dengan keadaan dan
kebutuhan. Prasarana irigasi di bangun
dengan cara sederhana, yaitu dengan
menumpukkan batu atau cerucuk-cerucuk
yang diisi batu sebagai bahan bendung.
Seiring dengan perkembangan jaman, irigasi
Indonesia berkembang terus hingga
memasuki periode jaman penjajahan
Belanda.
Bangunan air dibangun mulai dari yang
sederhana sampai dengan yang cukup besar.

7 5/20/17
Dalam masa ini irigasi tercatat dibangun
sekitar tahun 1852. Yaitu pembangunan
bendung Glapan di Kali Tuntang, Jawa
Tengah.
Di Jawa Timur untuk irigasi Pekalen
dibangun pula bendung Pekalen 1856,
bendung Sampean 1883.
Di Jawa Barat dibangun pula bendung
Cisuru di daerah Cianjur 1886, Cipager
Cirebon 190.
Di Sumatera Barat yaitu bendung Kuranji,
1920, di Lampung bendung
8
Argoguruh,1930 5/20/17
Dan di Sulawesi Selatan bendung Sadang
4. Undang-Undang Tentang Irigasi

Peraturan, pengertian dan penjelasan yang


terkait dengan Irigasi, terdapat pada Undang-
Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun
2004. Undang-Undang ini merupakan revisi
dari Undang-Undang yang telah ditetapkan
sebelumnya yaitu UU Nomor 11 Tahun 1974.

9 5/20/17
Undang-Undang yang baru, berisi 18
bab dan 100 pasal. Di dalamnya
dijelaskan bahwa cakupan Sumber Daya
Air adalah air permukaan, air tanah dan
air laut yang ada di daratan.
Basis yang digunakan dalam
penyusunannya meliputi sosial,
lingkungan hidup dan ekonomi.

10 5/20/17
Pasal-pasal yang berkaitan erat dengan bidang
irigasi antara lain :

Pasal 1
Dalam UU ini yang dimaksud dengan:
1. Sumber daya air adalah air, sumber air dan
daya air yang terkandung didalamnya.
2. Air adalah semua air yang terdapat pada,
di atas ataupun di bawah permukaan
tanah, termasuk dalam pengertian ini air
permukaan air tanah, air hujan, dan air laut
yang berada di darat.
3. Air permukaan adalah semua air yang
terdapat pada permukaan tanah.

11 5/20/17
4.Air tanah adalah air yang terdapat dalam lapisan tanah
atau batuan di bawah permukaan tanah.
5. Sumber air adalah tempat atau wadah air alami dan /
atau buatan yang terdapat pada, di atas, ataupun di bawah
permukaan tanah.
6. Daya air adalah potensi yang terkandung dalam air dan /
atau pada sumber air yang dapat memberikan manfaat
ataupun kerugian bagi kehidupan dan penghidupan
manusia serta lingkungannya.
7. Pengelolaan sumber daya air adalah upaya
merencanakan, melaksanakan, memantau, dan
mengevaluasi kegiatan konservasi sumber daya air, dan
pendayagunaan sumber daya air dan pengendalian daya
12 5/20/17
rusak air. Pola pengelolaan sumber daya air adalah
8. Wilayah sungai adalah kesatuan wilayah
pengelolaan sumber daya air dalam satu atau
lebih daerah aliran sungai dan / atau pulau-pulau
kecil yang luasnya kurang dari atau sama dengan
2000 km.
9. Hak guna air adalah hak untuk memperoleh dan
memakai atau mengusahakan air untuk berbagai
keperluan.
10. Hak guna pakai air adalah hak untuk
memperoleh dan memakai air.
11. Hak guna usaha air adalah hak untuk
memperoleh dan mengusahakan air.
12. Pendayagunaan sumber daya air adalah upaya
penatagunaan, penyediaan, penggunaan,
pengembangan dan pengusahaan sumber daya
13 air secara optimal agar berhasil guna dan berdaya
5/20/17
Pasal 26
Pendayagunaan sumber daya air dilakukan melalui
kegiatan penatagunaan, penyediaan, penggunaan,
pengembangan, dan pengusahaan sumber daya
air dengan mengacu pada pola pengelolaan
sumber daya air yang ditetapkan pada setiap
wilayah sungai. Ditujukan untuk memanfaatkan
sumber daya air secara berkelanjutan dengan
mengutamakan pemenuhan kebutuhan pokok
kehidupan masyarakat secara adil, kecuali
kawasan suaka alam dan kawasan pelestarian
alam. Dan dilakukan dengan mengutamakan
fungsi sosial.

14 5/20/17
Pasal 34

1. Pengembangan sumber daya air pada wilayah


sungai ditujukan untuk meningkatkan
kemanfaatan fungsi sumber daya air guna
memenuhi kebutuhan air baku untuk rumah
tangga, pertanian,industri, pariwisata,
pertanahan, pertambangan, ketenagaan,
perhubungan dan untuk berbagai keperluan
lainnya, tanpa merusak keseimbangan
lingkungan hidup.

2. Pengembangan sumber daya air


diselenggarakan berdasarkan rencana
pengelolaan sumber daya air dan rencana
tata ruang wilayah yang telah ditetapkan
15
dengan pertimbangan : 5/20/17
a. Daya dukung sumber daya air
b. Kekhasaan dan aspirasi daerah serta
masyarakat setempat
c. Kemampuan pembiayaan
d. Kelestarian keanekaragaman hayati dalam
sumber air. Dilakukan melalui konsultasi
publik, melalui tahapan survei, investigasi
dan perencanaan serta berdasarkan pada
kelayakan teknis lingkunagan hidup dan
ekonomi.

16 5/20/17
Pasal 41
1. Pemenuhan kebutuhan air baku untuk pertanian
dilakukan dengan pengembangan sistem irigasi
2. Pengembangan sistem irigasi primer dan sekunder
menjadi wewenang dan tanggung jawab Pemerintah
dan pemerintah daerah dengan ketentuan:

a. Pengembangan sistem irigasi primer den sekunder


lintas propinsi menjadi wewenang dan tanggung
jawab pemerintah
b. Pengembangan sistem irigasi primer dan sekunder
lintas kabupaten / kota menjadi wewenang dan
tanggung jawab pemerintah propinsi.
c. Pengembangan sistem irigasi primer dan sekunder
yang utuh pada satu kabupaten / kota menjadi
wewenang dan tanggung jawab pemerintah kab/
kota bersangkutan

17 5/20/17
3.Pengembangan sistem irigasi tersier
menjadi hak dan tanggung jawab
perkumpulan petani pemakai air
4. Pengembangan sistem irigasi sebagaimana
yang dimaksud ayat (2) dilakukan dengan
mengikutsertakan masyarakat.
5. Pengembangan sistem irigasi primer dan
sekunder dapat dilakukan oleh perkumpulan
petani pemakai air atau pihak lain sesuai
dengan kebutuhan dan kemampuan.
6. Ketentuan mengenai pengembangan
sistem irigasi diatur lebih lanjut dengan
pemerintah.
18 5/20/17
Pasal 64

Pelaksanaan operasi dan pemeliharaan


sumber daya air terdiri atas pemeliharaan
sumber daya air serta operasi pemeliharaan
prasarana sumber daya air. Meliputi pengaturan,
pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi untuk
menjamin kelestarian fungsi dan manfaat
sumber daya air. Dilakukan oleh pemerintah,
pemerintah daerah atau pengelola sumber daya
air sesuai dengan kewenangannya.

19 5/20/17
B. Sumber Sumber Air Irigasi

1.Sungai. Pada umumnya irigasi di Indonesia memanfaatkan air


sungai dengan membuat Bendung untuk menaikkan tinggi
muka air sungai agar dapat dialirkan ke saluran irigasi.

2. Waduk. Pada dasarnya air yang ditampung di waduk juga


berasal dari sungai, hanya dengan adanya waduk maka
keberlangsungan irigasi dapat dijaga terutama pada musim
kemarau. Contohnya : Waduk winggi di Blitar, waduk
Gondang di Lamongan.

20 5/20/17
Sumber- sumber Air Irigasi

3. Mata air. Selain dua sumber diatas, adanya


mata air juga dapat digunakan sebagai
sumber air irigasi misalnya mata air beron di
Tuban yang digunakan untuk mengairi sawah
seluas 886 ha.

4. Air tanah. Jika air permukaan tidak lagi


mencukupi untuk menyuplai kebutuhan air
irigasi maka biasanya dikembangkan irigasi
pompa dengan memanfaatkan air tanah yang
tersedia di aquifer dengan terlebih dahulu
mengkaji kemampuan aquifer tersebut.

21 5/20/17
C. Kebutuhan Air Tanaman
Kebutuhan air tanaman adalah jumlah
air yang dibutuhkan untuk mengganti air
yang hilang akibat penguapan.
Penguapan ini terjadi melalui dua proses
yaitu penguapan dari permukaan tanah
atau air bebas (evaporasi) dan melalui
tubuh tanaman (traspirasi).
Evapotranspirasi adalah gabungan dari
dua proses itu yaitu terdiri dari evaporasi
dan transpirasi.

22 5/20/17
Perbedaan Evaporasi Dengan Traspirasi

Evaporasi
1. Proses Fisika Murni
2. Tidak diatur bukaan stomata
3. Tidak diatur oleh tekanan
4. Tidak terbatas pada jaringan hidup
5. Permukaan yang menjalankannya
menjadi kering
Transpirasi
1. Proses Fisiologi atau fisika yang
termodifikasi
2. Diatur bukaan stomata
3. Diatur oleh beberapa tekanan
4. Terjadi pada jaringan hidup
5. Permukaan sel basah

23 5/20/17
Irigasi adalah untuk membagi sejumlah
air yang sama pada lahan yang seluas
mungkin.
Kegiatan mengatur jenis, varietas dan
umur pertumbuhan tanaman disebut
sebagai pengaturan pola tata tanam.
Dengan demikian usaha mengatur pola
tata tanam dimaksudkan untuk
mengatur besar koefisien tanaman agar
mendapatkan besar ET, sehingga sesuai
dengan ketersediaan air irigasi.

24 5/20/17
Evaporasi sangatlah bergantung pada keadaan
meteorologi, faktor-faktor meteorologi yang
berpengaruh adalah (Soemarto, 1986 : 43) :
1. Radiasi matahari
Evaporasi merupakan konversi air kedalam uap air. Proses ini
terjadi hampir tanpa berhenti di siang hari dan kerap kali juga
di malam hari. Perubahan dari cair menjadi uap ini
memerlukan input energi yang berupa panas untuk
2. Angin
evaporasi.
Jika air menguap ke atmosfer maka lapisan batas antara
tanah dengan udara menjadi jenuh oleh uap air sehingga
proses evaporasi berhenti.
3. kelembaban relatif ( relative humidity )
Jika kelembaban relatif naik, kemampuannya untuk
menyerap uap air akan berkurang sehingga laju
evaporasinya akan menurun, Pergantian lapisan udara pada
batas tanah dan udara dengan udara yang sama
kelembaban relatifnya tidak akan merubah laju evaporasi.
25
Ini hanya dimungkinkan jika diganti dengan udara 5/20/17
yang
4. Suhu (temperatur)
Jika suhu udara dan tanah cukup tinggi, proses evaporasi
akan berjalan lebih cepat dibandingkan jika suhu udara
dan tanah rendah. Hal ini dikarenakan adanya energi
Sedangkan Besarnya Transpirasi di
pengaruhi
1. Iklim Oleh :
Pada transpirasi faktor iklim yang sangat berpengaruh
adalah penyinaran matahari.
2. Varietas
Tanaman sejenis dengan variates yang berbeda seperti
variates unggul dan biasa maka transpirasinya juga
berbeda.
3. Jenis Tanaman
Tiap jenis tanaman akan melakukan proses
transpirasi yang berbeda besarnya seperti tanaman padi
dengan palawija.
4. Umur Tanaman
Pada waktu masa pertumbuhan menuju pembuahan
akan membutuhkan proses transpirasi lebih besar
26 dibanding pada masa awal tanam maupun 5/20/17
Usaha memperkecil kebutuhan air
tanaman tidak dapat dilakukan dengan
memperkecil nilai evapotrasi potensial
karena nilai ini berhubungan dengan iklim.

Tetapi dilakukan dengan memperkecil nilai


koefisien tanaman. Mengubah nilai
koefisien tanaman berarti mengubah jenis,
varietas dan umur tanaman.

27 5/20/17
Tabel Nilai Koefisien Tanaman

Padi Palawija Tebu


(varietas unggul) (Jagung)

Umur (hari) K Umur (hari) K Umur (bulan) K

0 15 1,10 0 15 0,50 01 0,55

16 30 1,10 16 30 0,59 12 0,8

31 45 1,05 31 45 0,96 2 2,5 0,9

46 60 1,05 46 60 1,05 2,5 4 1,0

61 75 0,95 61 75 1,02 4 10 1,05

76 90 0 76 80 0,95 10 11 0,8

11 12 0,6

28 5/20/17
Metode
Eo =0,35 Perhitungan Evaporasi Metode
(Pa - Pu) (1 + U /100)
2
Penman
dengan :
Eo = Penguapan dalam mm/hari
Pa = Tekanan uap jenuh pada suhu rata harian dalam mmHg
Pu = Tekanan uap sebenamya dalam mmHg
U2 = Kecepatan angin pada ketinggian 2 m dalam mile/hari,
sehingga bentuk U2 dalam

m/dt masih harus dikalikan dengan

24 x 60 x 60 : 1600

29 5/20/17
Contoh Soal
Umpama suhu bola kering 30C, suhu bola basah 26C dan kecepatan angin
1 m/det maka evaporasinya :
Tekanan uap jenuh dilihat dari tabel 3.1. dengan suhu udara 30 oC didapat Pa =
31,86(mm/Hg), kelembaban relatif = 68% (tabel 3.2.). Jadi tekanan uap sebenamya adalah :
Pu = 31,86 mm/Hg x 68% = 21,65 mm/Hg.
Kecepatan angin 1 m/det diubah menjadi 1 m/det x 24 jam x 60 menit x 60 detik

= 54 mile/hari
E = 0,35 (31,86 - 21,65) (1 + 54/100) =5,5 mm/hari.

Jadi Evaporasi yang terjadi adalah sebesar


= 5,5 mm / hari

30 5/20/17
31 5/20/17
Sistem Perhitungan Evapotranspirasi
Potensial

1.Metode Blaney Criddle


2.Metode Penman
Modifikasi

Contoh Perhitungan Akan Diberikan Pada Pertemuan Berikut

32 5/20/17
33
TERIMA KASIH
5/20/17