Anda di halaman 1dari 28

ABSES

PERIAPIKALIS
KRONIS PADA
GIGI 36
Dosen pembimbing :
drg. Gunawan Margono, Sp. RKG
(K)

Marilyn Olivia 041.214.115


Mellisa Sanjaya 041.214.119
PENDAHULUAN
Penyakit periapikal = suatu keadaan patologis
yang terlokalisir pada daerah apeks atau ujung
akar gigi

Berawal dari infeksi pulpa

Penyakit periapikal yang paling sering terjadi


yaitu abses periapikal

Untuk menegakkan diagnosis Gambaran klinis


+ rontgen
ABSES PERIAPIKAL
akumulasi atau kumpulan pus yang
dikelilingi oleh jaringan yang mengalami
proses inflamasi yang berlokasi di dekat
apeks dari akar gigi yang sudah non-
vital
Karies

Infeksi bakteri di pulpa

Menyebar ke foramen apikal

Periapikal + ligamen periodontal

Abses periapikal
EPIDEMIOLOGI

Laki- laki
Anak-
=
anak >
perempu
dewasa
an
Anak-anak =
OH kurang baik
Email lebih tipis
Suplai darah pada gigi >>> respon
imun
PATOGENESIS
Faktor yang berperan terhadap
terjadinya infeksi :
Virulensi dan jumlah bakteri
Pertahanan tubuh lokal
Pertahanan humoral
Pertahanan seluler
PATOGENESIS
Tiga tahap penyebaran infeksi
bersumber gigi,
Tahap
dentoalveo Tahap
lar komplikasi

Tahap
yang
melibatkan
spatium
TAHAP DENTOALVEOLAR
Bakteri dapat masuk melalui foramen
apical dengan cara:
Menghancurkan integritas gigi
(karies)
Marginal gingival
Trauma
Saluran dentin yang rusak
Invasi ligament periodontal
Apeks gigi yang tertular dari gigi
sebelahnya
Bakterimia
Karies

Penyebaran ke for. apikal

Inflamasi periapikal di daerah membran periodontal yaitu


periodontitis apikalis

Membran bereaksi membentuk dinding untuk mengisolasi


infeksi

Respon tersebut dapat akut / kronis

Apabila akut = periodontitis apikalis supuratif / abses


dentoalveolar
Pada infeksi sekitar foramen apikalis
terjadi nekrosis disertai akumulasi
leukosit yang banyak dan sel-sel
inflamasi lainnya.
Sedangkan pada jaringan sekitar abses
akan tampak hiperemis dan edema.
Bila masa infeksi bertambah, maka
tulang sekitarnya akan tersangkut,
dimulai dengan hiperemia pembuluh
darah kemudian infiltrasi leukosit dan
akhirnya proses supurasi.
Penyebaran selanjutnya akan melalui
kanal tulang menuju permukaan tulang
dan periosteum.
Tahap berikutnya periosteum pecah dan
pus akan terkumpul di suatu tempat di
antara spatia sehingga membentuk
suatu rongga patologis.
HISTOPATOLOGI
Biopsi murni dari materi abses jarang
dilakukan materinya dalam bentuk
cair.
Abses terdiri dari lautan
polimorfonuklear leukosit terkadang
bercampur dengan eksudat inflamasi,
debris selular, materi nekrosis, koloni
bakteri, atau histiosit.
GEJALA KLINIS
Pada stadium awal akan terasa sakit
pada gigi yang terkena yang pada
umumnya berkurang dengan penekanan
langsung.
Selanjutnya rasa sakit menjadi semakin
kuat dan seringkali sangat sensitif
terhadap perkusi, terjadi ekstrusi dan
pembengkakan jaringan sekitarnya
Gejala akut abses periapikal :

Keluhan sakit yang hebat yang


berdenyut spontan dan terus-
menerus
Terdapat peningkatan suhu
Malaise
Rasa sakit saat mengunyah dan
berbaring >>>
PEMBENGKAKAN MENYEBAR
Pembesaran
Kemerah-
kelenjar limfa
merahan
lokalis

Gigi terasa
Sensitif
memanjang
terhadap
(akibat tekanan
sentuhan
abses)

Gigi juga dapat


mengalami
ekstrusi
PEMERIKSAAN INTRA
ORAL
Gusi sekitar gigi kemerah-merahan
tetapi lipatan mukobukal masih dalam
batas normal

Gigi relatif tidak sensitif/tidak bereaksi


terhadap panas, dingin, dan ransangan
elektrik.

Jika telah kronis abses asimtomatik


karena kurangnya akumulasi
material purulent di dalam alveolus.
Pembengkakan
jaringan lunak Nodul kekuningan pada
bilateral pada mandibula anterior
palatum anterior tulang alveolaris

Gigi secara klinis


normal dan tidak
menunjukkan gejala
PEMERIKSAAN
RADIOLOGIS

Terdapat sedikit pelebaran pada


ruang periodontal apikal di daaerah
sekitar apeks gigi.

Proses lisis tulang alveolar di


sekitar apeks gigi gambaran
radiolusen berbentuk rongga pada
daerah apikal.

Karena abses periapikal = suatu


proses litik yang berjalan cepat
tidak akan menunjukkan garis
batas yang tegas antara proses
peradangan dan tulang normal.
Gambaran radiolusen Gambaran
multipel yang radiolusen periapikal
overlapping pada dihubungkan dengan
maksila anterior gigi incisif lateral
mandibular yang
Keempat incisif maksila non-vital
telah mengalami
nekrosis pulpa
LAPORAN KASUS
Keluhan utama :

Wanita
17 tahun
Gigi belakang bawah kiri
terasa sakit apabila
mengunyah makanan
sejak 4 bulan yang lalu
hingga sekarang Gigi 36

Pemeriksaan Ekstra
Pemeriksaan Intra oral
oral
Inspeksi : TAK Sondasi : ( - )
Palpasi : TAK Perkusi : ( + )
Kelenjar limfe : TAK Druksasi : ( + )
Chlor Etil : ( - )
Gigi 33 34 35 36 37
Terdapat
Terdapat gambaran
object cutting Tidak terdapat
Mahkota TAK TAK radiolusen pada 1/3
pada mesial mahkota
servikal mahkota
gigi
Berakar Berakar Berakar
Berakar ganda dan Berakar ganda dan
Akar tunggal dan tunggal tunggal
lurus lurus
lurus dan lurus dan lurus
Lamina dura
menghilang pada 1/3
Lamina dura TAK TAK TAK tengah akar hingga TAK
1/3 apikal akar
mesial dan distal
Ligamen periodontal
melebar pada 1/3
Ligamen
TAK TAK TAK tengah akar hingga TAK
periodontal
1/3 apikal akar
mesial dan distal
Gigi 33 34 35 36 37

Terdapat gambaran
Bifurkasi TAK TAK TAK TAK
radiolusen pada bifurkasi

Terdapat
Puncak resorpsi
tulang tulang TAK TAK TAK TAK
alveolar alveolar
vertikal
Terdapat gambaran
Periapikal TAK TAK TAK radiolusen pada periapikal TAK
akar mesial dan distal

Abses periapikalis kronis +


Diagnosis (-) Sehat Sehat TAK
Periodontitis apikalis kronis
Kesalahan foto :

Scratching
Bending
Kesalahan developing
D
D
/

Granuloma Kista Periapikal


Gambaran radiolusen Gambaran
dengan batas tepi jelas radiolusen
pada periapikal
Umumnya berbentuk
berbatas jelas di
bulat sekitar apeks gigi
Hilangnya gambaran yang
lamina dura bersangkutan
Biasanya tidak disertai Tepinya seperti
adanya resorbsi akar lapisan tipis yang
tetapi ada juga yang kompak seperti
menunjukkan gambaran lamina dura
KESIMPULAN
Abses periapikal = akumulasi atau
kumpulan pus yang dikelilingi oleh
jaringan yang mengalami proses
inflamasi yang berlokasi di dekat apeks
dari akar gigi yang sudah non-vital
Penyebab yang paling umum = infeksi
bakteri di pulpa yang merupakan
kelanjutan dari karies gigi.
Abses periapikal menunjukkan gejala
apabila terjadi akumulasi material
purulen pada alveolus.
KESIMPULAN
Pada stadium awal akan terasa sakit
pada gigi yang terkena yang pada
umumnya berkurang dengan penekanan
langsung.
Diagnosis periapikal abses didapatkan
dari tanda dan gejala klinis
Pemeriksaan paling penting adalah
pemeriksaan radiologi.
DAFTAR PUSTAKA
Neville. Damn. Allen. Oral & Maxillofacial
Pathology. 2nd edition. WB Saunders.
2002. USA
Carranza, Fermin. Newman, Michael.
Clinical Periodontology. 8th edition. WB
Saunders Company. 1996. USA
.Soames J.V, Southam J. C. Oral
Pathology. 4th edition. Oxford University
Press. 2005. New York.
Topazian, Goldberg, Hupp. Oral and
maxillofacial Pathology. 4th edition. WB
Saunders 2002. USA