Anda di halaman 1dari 41

CORTISOL LEVEL AND

HEMODYNAMIC CHANGES
DURING TOOTH EXTRACTION
AT HYPERTENSIVE AND
NORMOTENSIVE PATIENTS
Zana Bajrami Agani, Alberto Benedetti, Vjosa Hamiti
Krasniqi, Jehona Ahmedi, Zana Sejfija, Mergime
Prekazi Loxha, Arben Murtezani, Aida Namani
Rexhepi, Zana Ibraimi
Diterjemahkan oleh :
Marilyn Olivia / 041.214.115

drg. Hartono Pudjowibowo, MS. , DUR


ABSTRAK
PENDAHULUAN
Pasien dengan intervensi
pembedahan mulut steroid
jumlah besar
Tujuan : menentukan
tingkat hormon stress kortisol
dalam serum
tekanan darah arteri, denyut
arteri
membandingkan efektifitas
ABSTRAK
PASIEN & METODE
Pasien
Pasien
Normotens
Hipertensi
HASIL : i
Tidak ada perbedaan tingkat kortisol
sebelum, selama, dan setelah
pencabutan berdasarkan anastesi
yang digunakan
Mendapat nilai-nilai sistolik/diastolik
ABSTRAK
KESIMPULAN:
Ada Pasien
perbedaan TD Hipertensi
sistolik/diastol Pasien
ik Normotensi
Dengan
vasokonstriktor
Anastesi Tanpa
Saat pencabutan gigi
vasokonstriktor
PASIEN HIPERTENSI terdapat perubahan
signifikan
Namun secara statistik tidak bermakna
PENDAHULUAN
STRESS = respon tubuh terhadap faktor
eksternal atau tekanan (American
Institute of Stress).
Faktor stress berbeda-beda
Stress menunjukkan rasa sakit
Reaksi Rangsang
an otak
pertam ALARM (jalur
a stress sensorik)
Memprodu
Stimulasi ksi kortisol
korteks &
adrenal glukokortik Meningkatk
oid an volume
Merangsa FIGHT TD,
ng sistem or mengurang
saraf i
FLIGHT pencernaa
simpatis meningkat
n
kan
konsentrasi
glukosa
Pasien yang menjalani intervensi
bedah mulut steroid >>>

dibandingkan dengan pasien


yang sehat yang tidak
mengalami intervensi gigi
Pasien hipertensi perhatian
khusus
Tekanan sistolik dan diastolik

hipertensi memiliki nilai yang


lebih tinggi berdasarkan usia
pasien.
Hipertensi = Tekanan arteri >

135/85
PASIEN DAN METODE
Klinik Bedah Mulut di Prishtina Clinical
University Stomatological Center, Kosovo
40 Pasien 40 Pasien
Normotensi Hipertensi
(Kelompok 1) (Kelompok 2)
Sub kelompok 1 : Anestesi Lidokain +
Adrenalin
(anestesi lidokain 2 ml dalam larutan
2 % dengan 1 : 100.000 adrenalin)
Sub kelompok 2 : Anestesi Lidokain
(2 % tanpa adrenalin dalam jumlah 2
ml digunakan)
Sampel darah diambil :
30 menit sebelum
anastesi
Selama intervensi
(ekstraksi/debridement)
30 menit setelah
intervensi

Sampel darah tingkat stres dari


hormon kortisol
metode RIA
Sampel disimpan pada suhu 18C dan
dianalisis di laboratorium Endokrinologi
di Clinical Institute of University Center
klinis Kosovo.
Tingkat kortisol dianalisis dengan kurva
standar.
Hasil dihitung menggunakan kurva semi-
logaritma
Sumbu vertikal B / TB / B0 (%)
Sumbu horisontal konsentrasi kortisol
standar (nmol / L).
Dikonversi hasil dari nmol / L (nM) dalam
mg / L dibuat dengan mengalikan
koefisien 0,326.
Data kualitas kontrol keamanan pada
hasil kualitas.
Cara yang sama seperti sampel
penelitian
Metode statistik yang sama.
Nilai normal kortisol adalah:
pagi hari yaitu 260-720 nM
Malam hari 50-350 nM.
Pengukuran tekanan darah,denyut nadi
arteri dan saturasi oksigen pada hari
ekstraksi dilakukan :
30 menit sebelum
anastesi
Selama intervensi (ekstraksi,
pembilasan luka, debridement)
30 menit setelah
ekstraksi

Tes analisis statistik :


uji Kruskal Wallis dan uji Dunns Multiple
Comparison,
One Way ANOVA
uji Bonferroni Multiple Comparison.
HASIL
Tingkat kortisol sebelum pencabutan
gigi :
belum menemukan perbedaan statistik
bermakna antara kelompok -hypertensive
dan pasien normotensif,H vs N,P > 0,05.
Tingkat kortisol selama & setelah
pencabutan gigi :
belum menemukan perbedaan statistik
bermakna antara kelompok -hypertensive
dan pasien normotensif,H vs N,P > 0,05.
HASIL
Hasil nilai tekanan darah sistolik:
Nilai TD sistolik sebelum, selama dan
setelah pencabutan gigi pada kelompok
pasien hipertensi (H) dan kelompok
pasien normotensif (N),(P <
0,0001)signifikan
Tekanan sistolik arteri lebih tinggi pada
pasien hipertensi dibandingkan dengan
pasien dengan tekanan darah normal
HASIL
Hasil nilai tekanan darah diastolik:
Nilai TD diastolik sebelum, selama dan
setelah pencabutan gigi pada kelompok
pasien hipertensi (H) dan kelompok pasien
normotensif (N),(P < 0,0001)signifikan
Tekanan diastolik arteri lebih tinggi pada
pasien hipertensi dibandingkan dengan
pasien dengan tekanan darah normal
HASIL
Hasil nilai denyut arteri:
Nilai denyut arteri sebelum, selama dan
setelah pencabutan gigi pada kelompok
pasien hipertensi (H) dan kelompok
pasien normotensif (N), H vs N,P > 0,05
tidak signifikan
DISKUSI
Pencabutan gigi
menimbulkan rasa takut >>>
Intervensi bedah mulut

steroid >>>>
Bank
Tingkat kortisol tetap meningkat
7 jam setelah intervensi bedah
mulut.
Walker

Hubungan antara kortisol dan


rasa sakit melalui stimulasi pulpa
elektrik
Kenaikan tingkat kortisol 10
menit setelah stimulasi
Miller
Kortisol dalam saliva >> setelah
selesai ekstraksi (80%)
Karena stres
Hill

Peningkatan kortisol pada hari


ekstraksi gigi
Penurunan tingkat kortisol
setelah intervensi.
Vivek Padmanabhan
Tingkat kortisol dalam saliva
ekstraksi gigi anak

hari pertama = penjelasan


mengenai pencabutan
hari kedua = pencabutan
(TERTINGGI)
hari ketiga = kontrol
Tsutchihashi
TD yang naik saat ekstraksi tidak
dapat disimpulkan berdasarkan pada
tekanan darah awal/ stres mental

- gigi yang dicabut


- jumlah anestesi kontrol sakit

Stres karena rasa sakit =


faktor yang paling menentukan
tekanan darah saat intervensi bedah
Abraham
peningkatan TD10-70 mmHg
pada pasien normotensif dan
hipertensi selama ekstraksi
gigi
Nakamura

Peningkatan terukur dalam


tekanan sistolik selama
ekstraksi gigi. (10,8 +/- 3,5
mmHg).
DISKUSI
Katekolamin perubahan
parameter hemodinamik (tekanan
darah)
Berbagai penulis menyarankan
hubungan antara adanya
katekolamin dan peningkatan
tekanan darah.
Vasokonstriktor pada anestesi
lokal tidak memiliki perubahan
hemodinamik signifikan pada
pasien normotensif terutama
setelah pencabutan gigi.
Karena kecemasan yang bertahan

beberapa waktu setelah ekstraksi


Tekanan darah dapat >>>

selama pemberian anestesi lokal,


mudah dan cepat
Stress = faktor yang
berpengaruh pada peningkatan
TD
Merupakan faktor psikologis

yaitu
kecemasan atau dampak dari
stres mental perubahan
tekanan arteri selama ekstraksi
gigi
Perubahan hemodinamik pada
pasien dengan hipertensi terkontrol
yang menjalani pencabutan gigi
tanpa anestesi signifikan
(dilihat dengan atau tanpa vasokonstriktor)
Perubahan hemodinamik pasien
hipertensi yang diberikan anestesi
lokal + vasokonstriktor

pasien normotensi menjalani


prosedur dan kondisi yang sama.
Nilai-nilai denyut arteri bervariasi
Tergantung pada
gigi diekstraksi
jumlah anestesi lokal diperlukan

Setelah aplikasi lokal lidokain 2%


dengan 1: 100.000 adrenalin
kenaikan denyut arteri (19% kasus)
tekanan arteri (30% kasus)
Gungormus
Tekanan arteri sistolik dan diastolik,
denyut nadi arteri pasien normotensif
dan hipertensi tidak ada perubahan
signifikan scr statistik
Liau

peningkatan denyut arteri selama


ekstraksi gigi (anestesi lokal +
vasokonstriktor)
Paramaesvaran

pengurangan denyut arteri selama


ekstraksi gigi.
Laragnoil
Tidak ada peningkatan TD dengan
anastesi + vasokonstriktor pada
pasien dengan penyakit jantung
saat perawatan
Neves

Sedikit peningkatan tekanan


arteri sistolik pada pasien jantung
iskemik selama perawatan gigi
restoratif
Meyer
Peningkatan tekanan darah pada
pasien hipertensi selama intervensi
bedah mulut

sama / sedikit lebih tinggi

dibandingkan dengan pasien


normotensif

terlepas dari anestesi (dengan/tanpa epinefrin)


KESIMPULAN
Kenaikan tekanan darah sistolik dan
diastolik signifikan pada kedua kelompok
pasien yang menjalani pencabutan gigi.
Perhatian khusus pada pasien hipertensi

dimana perubahan-perubahan ini lebih


signifikan.
Tingkatan kortisol dan denyut yang

meningkat tidak ada perbedaan


bermakna secara statistik di antara
kelompok-kelompok.
DAFTAR PUSTAKA
1. Banks P. The adenocortical response to oral surgery. Br J Oral Surgery; 1970;
8: 32-44.
2. Bell WE. Orofacial pains, classifications, diagnosis, management. 4th
edition; Mosby Year book; St Louis, 1989.
3. Cacioppo J T, Tassinary L G, Berntson GG . Handbook of psychophysiology;
Edition: 2; Cambridge University Press, 2000.
4. Creager JG. Human anatomy and Physiology. Brown Publishers; WCB. Wm
C., 1992.
5. Kleinknect RA, Bernstein DA. The assessment of dental fear. Behav Ther;
1998; 9: 626-634.
6. Kuer Z. The objective measurement of pain in orofacial surgery. Acta
Stomatologica Naissi; 2003; (19): 41.
7. Abubaker AO, Benson KJ. Oral and maxillofacial surgery secrets.
Hanley&Belfus; NC./Philadelphia, 2001.
8. Walker BR, Soderberg S, Lindahl B, et al. Independent effects of obesity and
cortisol in predicting cardiovascular risk factors in men and women. J Intern
Med; 2000.
DAFTAR PUSTAKA
9. Miller S, Dembo JF, Falace DA, Kaplan AL, Lexington KY. Salivary cortisol
response to dental treatment of varying stress. Oral Surg Oral Med Oral Pathol;
1995; 79: 436-440.
10. Chamani G, Gholamhoseinian A, Hedaja AT. Salivary Cortisol Response to
Different Dental Treatments in Kermanian Patients. J Med Sci; 2006; 6 (1): 55-58.
11. Hill CM, Walker RV. Salivary cortisol determination and self rating scales in
the assessment of the stress in patients undergoing the extraction of the
wisdom teeth. Oral Surg. 2001; 191: (9): 513-515.
12. Tsuchihashi T, Takata Y, Kurokawa H, Miura K, Maruoka Y, Kayijama M,
Fujishima M. Blood pressure response during dental surgery. Hypertens Res.
1996 Sep; 19(3); 189-194.
13. Abraham IL, Borgmeijer-Hoelen A, Gortzak A. Changes in blood pressure,
heart rate, and electrocardiogram during dental treatment with use of local
anesthesia. J Am Dent Assoc. 1988; 116.
14. Nakamura Y, Matsumura K, Miura K, Kurokawa H, Abe I, Takata Y.
Cardiovascular and sympathetic responses to dental surgery with local
anesthesia. Hypertens Res. 2001; 24: 209-214.
DAFTAR PUSTAKA
15. Silvestre FJ, Salvador MI, Bautista D, Silvestre RJ. Clinical study of hemodynamic changes during extraction
in controlled hypertensive patients. Med Oral Patol Oral Cir Bucal. 2011; 16(3): e354-8.
16. Silvestre FJ, Verd MJ, Sanchs JM, Grau D, Pearrocha M. Effects of vasoconstrictors in dentistry upon
systolic and diastolic arterial pressure. Med Oral. 2001; 6: 57-63.
17. Gortzak RA, Oosting J, Abraham IL. Blood pressure response to routine restorative dental treatment with
and without local anesthesia: continuous noninvasive blood pressure registration with a finger manometer. Oral
Surg Oral Med Oral Pathol. 1992; 73 (6): 677-681.
18. Dionne RA, Goldstein DS, Wirdzek PR. Effects of diazepam premedication and epinephrine containin local
anesthetics on cardiovascular and plazma catecholamines responses to oral surgery. Anesth Analg. 1984; 63:
640-646.
19. Gungormus M, Buyukkurt MC. The evaluation of the changes in blood pressure and pulse rate of
hypertensive patients during tooth extraction. Acta Med Austriaca. 2003; 30(5): 127-129.
20. Liau FL, Kok SH, Lee JJ, Kuo RC, Hwang CR, Yang PJ, et al. Cardiovascular influence of dental anxiety during
local anesthesia for tooth extraction. Oral Surg Oral Med Oral Pathol Oral Radiol Endo. 2008; 105: 16-26.
21. Paramaesvaran M, Kingon AM. Alterations in blood pressure and pulse rate in exodontias patients. Oral
Surgery. 1994; 39(5): 282-286.
22. Laragnoit AB, Neves RS, Neves IL, Vieira JE. Locoregional anesthesia for dental treatment in cardiac
patients: a comparative study of 2% plain lidocaine and 2% lidocaine with epinephrine (1:100,000). Clinics
(Sao Paulo). 2009; 64: 177-182.
23. Neves RS, Neves IL, Giorgi DM, Grupi CJ, Cesar LA, Hueb W, et al. Effects of epinephrine in local dental
anesthesia in patients with coronary artery disease. Arq Bras Cardiol. 2007; 88(5): 545-551.
24. Meyer FU. Haemodynamic changes under emotional stress following a minor surgical procedure under local
anesthesia. Int J Oral Maxillofac Surg. 1987; 16: 688-694.
HANK OU!