Anda di halaman 1dari 69

HIPERLIPIDEMIA

Tahoma Siregar, Msi., Apt

1
Insiden Penderita kolesterol tinggi
Denmark, 1:10.000
Inggris, 1 : 25, dengan kadar kalesterol 8 m.mol
/>
Jepang, insidensi penyakit jantung yang
diakibatkan kolesterol sepuluh kali lebih rendah
daripada di negara-negara barat
Amerika, penyakit jantung karoner yang
diakibatkan hiperlipidemia mengakibatkan
kematian sebanyak lebih dari 500.000 kematian
setiap tahunnya
Indonesia? 2
HIPERLIPIDEMIA
Hiperlipidemia : tingginya satu atau lebih
dari zat berikut ini : kolesterol, kolesterol
ester, fosfolipid atau trigliserida.
Hiperlipidemia adalah suatu keadaan
dimana kadar kalesterol dalam darah
sangat tinggi.
Ketidaknormalan lipid plasma dapat
menyebabkan terjadinya penyakit
koroner, serebrovaskular dan pembuluh
darah arteri.
3
HIPERLIPIDEMIA
Kadar kolesterol darah tinggi dapat
menyebabkan kekakuan pada dinding
arteri dan penyempitan aliran darah
(disebut aterosklerosis), sehingga timbul
penyakit yang berhubungan dengan
vaskular seperti serangan jantung, stroke,
hipertensi, dan diabetes.

4
Hiperlipidemia
Penyakit arteri koroner dapat
menyebabkan kematian
Risiko arteri koroner meningkat :
peningkatan umur
Faktor utama penyebab arteri
koroner : kenaikan konsentrasi
kolesterol total, LDL, HDL, dan
trigliserida dalam darah.
5
Hiperlipidemia
Hiperlipidemia atau hiperlipoproteinemia,
terdapat sejumlah gangguan metabolisme
yang berupa peningkatan konsentrasi
plasma yang disebabkan oleh jenis
lipoprotein.
Ada tiga lipoprotein utama yaitu HDL, LDL,
VLDL. Fungsi dan tanggungjawabnya
mengatur kolesterol dalam darah, sehingga
kadar kolesterol dalam darah dapat
dinaikkan maupun diturunkan hingga
didapat kadar kolesterol yang seimbang
6
Patofisiologi
Kolesterol, trigliserida dan pospolipid
ditransport sebagai kompleks lipid dan
protein khusus (apolipoprotein) yang
dikenal sebagai lipoprotein.
Tingginya kolesterol total dan kolesterol
lipoprotein densitas rendah (LDL-C) dan
turunnya HDL-C berhubungan dengan
perkembangan penyakit jantung koroner
(Coroner Heart Disease/CHD).

7
Patofisiologi
Tanggapan terhadap injury sebagai
hipotesis faktor risiko, seperti oksidasi
LDL, mecahnical injury pada endotelium,
homosistein berlebihan, serangan
imunologi atau peradangan-diinduksi
perubahan pada endotel dan berfungsi
penunjuk disfungsi endotel dan rangkaian
interaksi sellular yang akhirnya
menyebabkan aterosklerosis.
Outcome klinis lainnya termasuk angina,
infark miokardial, aritmia, stroke, penyakit
arteri perifer, abdominal aortic aneurysm
8
Patofisiologi
Lesi aterosklerosis adalah pemicu terjadinya
transport dan retensi LDL-C plasma melaui sel
endotelial ke dalam matrix ekstrasellular permukaan
subendotelial. Setelah dalam dinding arteri, LDL
secara kimia dimodifikasi melalui oksidasi dan
glikasi non enzimatik. LDL dioksidasi kemudian
mengikat monosit untuk menempel ke dalam
dinding arteri. Monosit ini kemudian ditransformasi
ke dalam makrofag untuk mempercepat oksidasi
LDL.
LDL dioksidasi, memprovokasi respons inflamatori
yang dimediasi oleh sejumlah kemoatraktan dan
sitokin (seperti, faktor penstimulasi-koloni monosit,
molekular pelekat intersellular), faktor pertumbuhan
platelet-diperoleh, faktor transforming/pengubah
pertumbuhan, interleukin 1, interleukin6.
9
Patofisiologi
Oksidasi luas dan Respons inflamasi dibawah
pengaruh faktor genetik dan gangguan
lipoprotein genetik atau primer dikelompokkan
ke dalam 6 kategori untuk mendeskripsikan
jenis hiperlipidemia. Tipe dan hal yang
berhubungan dengan peningkatan lipoprotein
termasuk:
I (kilomikron);
IIa (LDL);
IIb (LDL + very low density lipoprotein atau
VLDL);
III (intermediate-density lipoprotein / IDL);
IV (VLDL); dan
V (VLDL + kilomikron).
10
Patofisiologi
Bentuk hiperlipidemia sekunder juga ada,
dan beberapa kelompok obat dapat
meninggikan kadar lipid (seperti,
progestin, bloker, diuretika tiazid,
glukokortikoid).

11
12
Patofisiologi
Cacat primer pada hiperkolesterolemia
familial adalah akibat ketidakmampuan
mengikat LDL pada reseptor LDL (LDL-R)
atau jarang, cacat dibagian dalam komplek
LDL-R setelah terikat menuju ke dalam sel
setelah ikatan normal.
Hiperkolesterolemia familial dicirikan
dengan peningkatan selektif pada LDL
plasma dan mengendapnya d kolesterol
derivat LDL pada tendon (xanthomas) dan
arteries (artheromas) 13
Patofisiologi (Penjelasan)
Patofisiologi tidak terlepas dari peranan lipoprotein, struktur
serta jenis lipoprotein.
1. Lipoprotein
Lipoprotein adalah suatu partikel yang terbuat dari
kolesterol dan trigliserida, sel-sel protein khusus
yang bernama apolipoprotein dan fosfolipid.
Apolipoprotein berperan penting dalam
katabolisme lipid. Apolipoprotein bekerja pada
interaksi antara sel permukaan, lipase dan
reseptor lipoprotein.
Lipoprotein berperan penting dalam terjadinya
penyakit hiperlipidemia karena adanya kolseterol
dan trigliserid serta apoliprotein dan fosfolipid
14
Patofisiologi (Penjelasan)
1. Struktur lipoprotein
Lipoprotein utama plasma merupakan partikel
dengan daerah inti yang bersifat hidrofobik
yang mengandung ester kolesterol dan
triglisertda. Protein khusus (apolipoprotein)
terdapat pada permukaannya.
Kolesterol merupakan zat-zat yang bersirkulasi
dengan lipoprotein dimana lipoprotein tersebut
larut dalam plasma.
2. Jenis lipoprotein
Pembagian lipoprotein ini berdasarkan pada
lipoprotein pembawa kolesterol dalam darah
yaitu LDL, HDL, VLDL 15
Patofisiologi (Penjelasan)
A. LDL ( Low Density Lipoprotein)
- LDL mengandung paling banyak kolesterol
dari semua lipoprotein, dan ini merupakan
pengirim kolesterol utama dalam darah. LDL
terdapat di permukaan liver dimana pada
permukaan liver terdapat reseptor. Adanya
reseptor memungkinkan sel-sel LDL dapat
menyerap kolesterol.
- LDL kolesterol juga terdapat pada
aterosklerosis dan inflamasi. Pada arteri
normal, LDL kolesterol ditransportasikan
melalui endothelium semi permeabel dan
dimetabolisme oleh sel otot polos. LDL partikel
terakumulasi dalam bagian subintimal. 16
Patofisiologi (Penjelasan)
A. LDL ( Low Density Lipoprotein)
Konsentrasi LDL tinggi mengakibatkan penyakit di
dalam tubuh. LDL 100 mg/dl maka akan timbul
penyakit CHD ( Coronary Heart Disease).
Kadar LDL 130 mg/dl dalam darah, perlu diturunkan
dengan menggunakan obat antilipid sedangkan
LDL < 130 mg/dl, dilakukan penurunan diet serta
berhenti mengkonsumsi rokok.
Fungsi LDL, yaitu membawa kolesterol hati ke
jaringan parifer. LDL dibentuk pada hati dari sisa -
sisa VLDL. LDL beserta dengan VLDL
bertanggungjawab atas pengangkutan lemak- lemak
( utamanya trigliserida dan kolesterol ) dari liver ke
sel-sel tubuh.
17
Patofisiologi (Penjelasan)
B. HDL ( High Density Protein)
HDL adalah lipoprotein dengan kandungan
protein paling banyak. Ketika melalui darah,
HDL mengumpulkan kelebihan kolesterol dari
jaringan tubuh dan mengembalikan ke liver,
dan dari sana HDL mengeluarkannya
bersama dengan empedu.
HDL dibagi dalam 3 kelas yaitu HDL1, HDL2,
HDL3. Komponen HDL terdiri dari 20%
kolesterol, kurang dari 5 % trigliserid dan 50
% protein. Kadar HDL2 dan HDL3
dihubungkan dengan penurunan insiden
penyakit dan kematian karena aterosklerosis.
18
Patofisiologi (Penjelasan)
B. HDL ( High Density Lipoprotein)
HDL mempunyai fungsi memperantarai
transport sentripetal kolesterol.
HDL juga dapat berguna untuk membersihkan
plasma dari kelebihan kolesterol. Apabila kadar
HDL di dalam plasma darah cukup tinggi, maka
proses kerusakan endothelium pembuluh
darah akan dapat dihambat atau dicegah.
Kadar kolesterol HDL harus lebih tinggi dari 45
mg/dl.
HDL mempunyai tanggungjawab atas
pengembalian lemak- lemak ke liver. 19
Patofisiologi (Penjelasan)
C. VLDL ( Very Low Density Lipoprotein)
Struktur, merupakan suatu lipoprotein
yang berguna dalam membentuk HDL
serta LDL maupun bentuk yang lainnya
dalam tubuh. VLDL ini terbentuk dalam
hati dan sisa dari VLDL ini didegradasi
untuk membentuk LDL dalam tubuh.
Fungsi yaitu ; membawa trigliserida hati
ke jaringan perifer. Kemudian trigliserida
dibawa melalui lipoprotein lipase.
Sebagian besar trigliserida ini diubah
menjadi LDL. Inti dari VLDL adalah
trigliserida, dan beberapa ester kolesterol .
20
Patofisiologi (Penjelasan)
C. VLDL ( Very Low Density Lipoprotein)
Kadar VLDL diturunkan dengan obat antilipid
yang tepat terutama dari golongan non statin
yaitu golongan obat asam nikotinat dan
golongan fibrat
VLDL, bagian utama lipoprotein yang
berdensitas sangat rendah. VLDL beserta
dengan LDL bertanggungjawab atas
pengangkutan lemak-lemak ( utamanya
trigliserida dan kolesterol ) dari liver ke sel-sel
tubuh. Peningkatan VLDL atau LDL ada
kaitannya dengan meningkatnya resiko
berkembangnya aterosklerosis sebagai
penyebab utama serangan jantung dan stroke.
21
Diagnosis
Pengujian kadar kolesterol sedikitnya dilakukan
tiap 5 tahun bagi orang dewasa usia 20 tahun
atau lebih :
kolesterol total
LDL-C
HDL-C dan
trigliserida
Pengukuran kolesterol plasma ( sekitar 3% <
kolesterol dalam serum), nilai trigliserida dan
HDL-C setelah 12 jam atau lebih lama adalah
penting, sebab trigliserida mungkin meningkat
pada seseorang tidak cepat. Kolesterol total 22
Diagnosis
Dua determinasi, tiap 1-8 minggu,
dengan pasien diet dan bobot badan
stabil dan tidak ada penyakit akut
direkomendasikan untuk meminimalkan
variasi baseline. Jika kolesterol total
adalah > 200 mg/dL, determinasi kedua
direkomendasikan dan jika nilai melebihi
dari 30 mg/dL, rata-rata tiga kali
pengukuran dilakukan

23
Desired Outcome
Tujuan pengobatan adalah menurunkan
kadar kolesterol total dan kolesterol LDL
supaya mencegah berkembangnya lesi
ateromatous baru dalam dinding vascular,
menghentikan keparahan lesi dan
menyebabkan berkurangnya lesi yang
telah ada. Morbiditas dan mortalitas CHT
(Cardiac heart disease) seperti mortality
total dapat dikurangi dengan diet dan
terapi obat
24
Pedoman pengobatan
The national Cholesterol Education Program
Adult Treatment Panel III (NCEP ATP III)
merekomendasikan bahwa penilaian faktor
risiko dan profile lipoprotein cepat
digunakan pada klasifikasi orang dewasa.
Jika kolesterol total adalah < 200 mg/dl,
pasien dikategorikan pada kadar kolesterol
darah diinginkan (tabel 1). Jika HDL adalah
juga di atas 40 mg/dl, pasien tanpa CHD.
Mempunyai setidaknya 2 faktor risiko pada
tabel (faktor risiko utama)
25
Tabel . Klasifikasi kadar lipid plasma

Kriteria
Kadar kolesterol total (mg/dl)
< 200 Yang diinginkan
200-239 Batas tinggi
240 Tinggi
Kadar kolesterol LDL (mg/dl)

< 100 Optimal


100-129 Mendekati normal
130-159 Batas tinggi
160-189 Tinggi
190 Sangat tinggi
Kadar trigliserida (mg/dl)

< 150 Normal


150-199 Batas tinggi
200-499 Tinggi
500 Sangat tinggi
Kadar kolesterol HDL (mg/dl)

< 40 Rendah 26
Tabel : Faktor risiko utama (eksklusive Kolesterol LDL)

Usia
Pria 45 tahun
Wanita 55 tahun atau menopause
prematur tanpa terapi pengganti
estrogen
Sejarah keluarga dengan CHD
(didefinisikan sebagai infark miokardial
atau kematian mendadak sebelum 55 thn
ayah dan 65 thn Ibu.
Merokok
Hipertensi 140/90 mm Hg atau dalam 27
Klasifikasi hiperlipidemia
Berdasarkan sifat lipoprotein
Dibagi menjadi 2 yaitu
- EAS ( European Atherosclerosis Society)
membagi hiperlipidemia dalam tiga
kelompok yaitu
Hiperkolesterolemia
Hipertrigliseridemia dan
Hiperlipidemia campuran

28
Tabel1. Klasifikasi hiperlipidemia menurut EAS

Klasifikasi Peningkatan

Lipoprotein Lipid plasma


Hiperkolesterolemia LDL Kolesterol > 240 mg/dL
Hiperlipidemia VLDL + LDL Trigliserid > 200 mg/dL +
campuran Kolesterol > 240 mg / dL

Hipertrigliseridemia VLDL Trigliserid > 200 mg/dL

Kolesterol HDL tidak ditampilkan dalam


klasifikasi, tetapi pada pengelolaan
hiperlipidemia kadar kolesterol HDL harus
dipertimbangkan 29
Kadar kolesterol
Diukur dengan satuan m.mol
Kolesterol total darah harus sebanyak 5 m.mol
atau lebih rendah
Tabel 3. klasifikasi evaluasi kadar kolesterol
Kadar kolesterol (m.mol) Kriteria

Lebih besar daripada 9 Sangat tinggi

7-9 Cukup tinggi

6-7 Garis perbatasan

Kurang dari 5 Bisa diterima


30
Kadar kolesterol
Kadar kolesterol antara 5-7 m.mol,
diharuskan mengubah gaya hidup
terutama menu makan, agar tidak timbul
ateosklerosis dan serangan jantung
mendadak.
Kadar kolesterol yaitu : kadar kolesterol
total, trigliserida, HDL, serta LDL
Kadar kolesterol dalam penatalaksanaan
dislipidemia atau hiperkolesterolemia

31
Penyakit yang disebabkan oleh hiperlipidemia

Terjadi karena adanya


timbunan plak-plak
pada dinding arteri
darah oleh karena
peningkatan kolesterol
dalam darah yang
dapat disebut sebagai
aterosklerosis. Melalui
inilah penyakit-penyakit
tersebut timbul
terutama penyakit yang
berhubungan dengan
vascular
32
Penyakit yang disebabkan oleh hiperlipidemia
1. Aterosklerosis
Aterosklerosis ini merupakan pengenyalan
atau kekakuan dinding arteri secara merata
biasanya teradi pada usia lanjut sebagai
proses degenerasi. Menurut Virchow ada
tiga yang menyebabkan penyakit
aterosklerosis yaitu :
Penyakit yang disebabkan oleh hiperlipidemia
Strok dan jantung koroner
Hipertensi serta diabetes
Angina 33
Pengobatan hiperlipidemia
Pengobatan hiperlipedimia dibagi menjadi
2, yaitu terapi secara non farmakologi dan
farmakologi
1. Pengobatan dengan terapi non
farmakologi.
Terapi non farmakologi, yaitu terapi
tanpa obat. Penderita menurunkan
hiperlipidemia ini dilakukan melakukan
diet. Ketika terapi diet tidak mencukupi
maka pengobatan dengan menggunakan
obat dapat diperkenankan. 34
Terapi non farmakologi
Therapeutic lifestyle changes (TLC) pada
kunjungan pertama dan termasuk terapi
dietary, aktivitas fisik sedang dan mungkin
konsultasi ke ahli gizi (dietitian)
Tujuan, menurunkan intake lemak total, lemak
jenuh, kolesterol dan mencapai bb diinginkan
Pada umumnya obat tidak diberikan sampai
pengujian hasil diet selama 12 minggu. Kecuali
pasien hiperlipidemia berat dan memiliki 2 atau
lebih faktor risiko atau beresiko CHD atau risiko
yang setara.
Penurunan intake lemak dan kolesterol
menurunkan risiko CHD
35
Terapi non farmakologi
Dalam menjalani diet harus yang rendah kalori
dimana kurangi asupan lemak total dan
kolesterol.
Selama diet harus mengkonsumsi makanan
yang mengandung serat yang dapat larut
misalnya havermut, kacang polong, kacang
merah, dan buah-buahan tertentu. Kemudian
makan makanan yang banyak mengandung
asam lemak omega-3 untuk membantu
mengendalikan kadar kolesterol dan memakan
makanan yang terbuat dari kacang kedelai yang
dapat menurunkan kadar LDL karena
mengandung zat antioksidan.
Diharapakan dapat menurunkan berat badan
setidaknya sampai mendekati berat badan36yang
Komposisi nutrient diet TLC ( Therapeutic
lifestyle changes)
Nutrien Intake direkomendasikan
Lemat total 25-35 % dari total kalori
Lemak jenuh < 7 % dari total kalori
Lemak polyunsaturated s/d 10 % dari total kalori
Lemak monounsaturated s/d 20 % dari total kalori
Karbohidrat 50-60 % dari total kalori
Serat 20-30 g / hari
Protein = 15 % total kalori
Kolesterol < 200 mg / hari
Mencapai dan menjaga bb sesuai
Total kalori diinginkan
37
2. Pengobatan dengan terapi secara farmakologi
Terapi secara farmakologi, diberikan obat
penurun Kadar lemak dalam darah
terutama LDL maupun VLDL
Obat diberikan ; golongan statin maupun
golongan non statin
Pemilihan obat tergantung pada tipe lipid
yang diobati.
Efek terapi obat lipid dan lipoprotein,
lihat tabel
Obat direkomendasikan berdasarkan
lipoprotein pada fenotipe, tabel

38
Tabel efek terapi obat pada lipid dan lipoprotein
Obat Mekanisme Efek pada Efek pada
kerja lipid lipopratein
Kolestiramin, Meningkatkan Menurunkan Menurunkan LDL
kolestipol dan katabolisme LDL kolesterol Meningkatkan
colesevelam Menurunkan VLDL
absorbsi kolesterol
Niasin Menurunkan Menurunkan Menurunkan VLDL
sintesis LDL dan trigliserida dan LDL
VLDL dan Meningkatkan
kolesterol HDL
Gemfibrozil, Menurunkan Menurunkan Menurunkan VLDL
fenofibrat, klofibrat sintesis VLDL trigliserida dan LDL
dan Meningkatkan
kolesterol HDL

Lovastatin, Meningkatkan Menurunkan Menurunkan LDL


Pravastatin, katabolisme LDL, kolesterol
Simvastatin, menurunkan
Fluvastatin, sintesis LDL
Atorvastatin,
39
Rosuvastatin
Tipe Lipoprotein dan terapi obat direkomendasikan
Tipe Sinonim Pengobatan atau
lipoprotei Obat pilihsan
n
Jenis I hiperlipoproteinaemia, atau derivat Diet lemak dikurangi, tidak
hiperkylomikronemia diindikasikan obat
Jenis IIA Polygenic hiperkolesterolaemia Statin atau Obat
atau Keturunan kolestiramin, niasin
hiperkolesterolemia
LDL naik, VLDL normal, trigliserida
tdk
Jenis IIB Keturunan kombinasi Kontrol diet
hiperlipidemia Obat statin atau niasin
LDL naik, VLDL naik, dan fenofibrat
Jenis III Keturunan Disbetalipoproteinemia Kontrol diet, Obat kel niasin
IDL naik sehingga kolesterol dan dan fenofibrat atau statin
trigliserida naik
Jenis IV Keturunan hipertrigliseridemia, Kontrol diet, Obat kelas
Endogenous Hiperlipemia niasin dan atau fenofibrat
VLDL naik, Trigliserida naik
Jenis V Keturunan kombinasi Kontrol diet, Obat 40
kelas
2.1. Golongan obat statin
Golongan obat statin adalah golongan
obat yang bekerja menghambat secara
kompetitif hydroxymethyl glutaryl
coenzyme A reductase (HMG Co-A
reductase) dan meningkatkan kadar LDL
reseptor untuk menurunkan risiko
penyakit jantung dan saluran darah.
Statin menyebabkan penurunan kolesterol
plasma, dengan menurunkan kadar
pembentukan kolesterol serta
peningkatan penguraian LDL.
Kerja lain, mengurangi gangguan
kardiovaskuler.
41
Gambar 32. Biosintesis kolesterol. Enam molekul as
mevalonat memadat membentuk skualen, yang kemudian
dihidroksilasi dan konversi menjadi kolesterol. Panah putus-
putus penghambatan umpan balik oleh kolesterol

Asetil Ko-A
HMG-KoA reduktase
Asetoasetil- 3-Hidroksi-3- Asam
KoA Metilglutaril-KoA mevalonat

Asetoasetat Skualen
(C30H50)

Kolesterol
(C27 H46O)

42
Pengobatan dengan terapi secara farmakologi

Efek samping ; yaitu kerusakan liver,


lemah otot, nyeri otot. mual. Diare, Flatus,
nyeri perut. sakit kepala. dan ruam-ruam
kulit.
Obat ini mencegah mortalitas akibat
arteri koroner dan menyebabkan regresi
dan mencegah progresi yang disebabkan
oleh golongan fibrat dan asam nikotinat.
Termasuk dalam golongan obat statin
yaitu Simvastatin, pravastatin, lovastatin,
atorvastatin
43
Simvastatin
Menurunkan Kadar kolesterol LDL dalam
darah.
Struktur kimia
Simvastatin, pravastatin analog
semisintetik dari lovastatin.
Simvastatin berbeda dengan lovastatin
dari penambahan gugus metil pada sisi
samping rantai ester. Gugus metil
simvastatin bersifat lipofilik.
Simvastatin ini mempunyai struktur kimia
yang sama dengan lovastatin yaitu
mempunyai sebuah prodrug lakton serta
aktivasi metabolik dari bentuk asam
hidroksi beta. 44
Simvastatin
Farmakologi dan dosis
Digunakan untuk mengurangi resiko
mortalitas total dengan mengurangi
kematian penyakit koroner, nonfatal MI
(miokard infark), dan diperlukan untuk
prosedur revaskularisasi miokardial pada
pasien CHD ( Coronary Heart Disease )
dan menurunkan konsentrasi kolesterol

45
Simvastatin
Diberikan sore hari bila dosis tunggal.
Dosis hiperkolesterolemia 5 - 40 mg tiap
hari.
ES; miopati serta peningkatan SGOT dan
SGPT. SGOT/ SGPT, ukuran untuk
mengetahui besarnya perlemakan di hati.
Kerja simvastatin 20 mg kira- kira sama
dengan fluvastatin 80 mg, lovastatin 40
mg, dan pravastatin 40 mg.
Simvastatin dengan dosis 10, 20, 40 mg
dapat menurunkan kolesterol LDL sebesar
27 %, 32 %, dan 37 %. 46
Simvastatin
Farmakokinetik
Absorpsi 61 - 85 %, efek makanan pada
sistem bioavaibilitas adalah 0, ikatan
protein plasma adalah 98 %.
Sediaan tablet; 5,10,20, dan 40 mg
Sediaan simvastatin yang terdapat di
pasaran terdapat dalam berbagai bentuk
yaitu tablet salut selaput, tablet salut
entertk

47
Atorvastatin
Struktur kimia
merupakan produk sintetik
Farmakologi dan dosis
Guna : pengobatan hiperkolesterol,
mengurangi kolesterol total, LDL,
trigliserid.
Dosis 80 mg/hari, menurunkan
konsentrasi mevalonat, yaitu prekursor
produksi sterol (pada pasien
hiperkolesterolemia familial
heterozygote)
Dosis 10-80 mg 1 x/hari, menurunkan
LDL 35 61 %, trigliserid 14-45 %.
48
Atorvastatin
Farmakokinetik dan sediaan
Absorbsi peroral; cepat. Bioavailabilitas
kira-kira 12 %. Availabilitas rendah, first
pass effect. T1/2 eliminasi plasma kira-
kira 14 jam, metabolit aktif mempunyai
waktu paruh 20 -30 jam. ikatan protein
sebesar 98 %. Aktivitas pada HMG- CoA
reductase.
Nama dagang lipitor, tablet salut
selaput; 10 mg, 20 mg, 40 mg,

49
Fluvastatin
Struktur kimia
Fluvastatin ini merupakan derivat
mevalonolakton. mengandung sebuah
cincin naftalen, mempunyai subsitusi
cincin fluorofenil indol yang mana
mengandung sebuah asam hidroksi.
Farmakologi dan dosis
Untuk penurunan kolesterol total dan LDL
ketika diet tidak berhasil. Mencegah
aterosklerosis koroner pada pasien
dengan CHD
50
Fluvastatin
Farmakologi dan dosis
Dosis di pasaran 10, 20, dan 40 mg.
Digunakan pada malam hari dengan atau
tanpa makanan.
Masing- masing dosis menurunkan kolesterol
berbeda yaitu 15%, 21%, dan 27%.
Dosis maksimum fluvastatin yaitu 40 mg/hari.
Farmakokinetika dan sediaan
Absorbsi ; sangat cepat dan sempurna dari
saluran gastrointestinal
Metabolisme secara sempuma sebelum
eliminasi di empedu dan feses
Ikatan protein sangat tinggi dibandingkan
dengan golongan statin lainnya
Tidak dapat melewati barier darah otak.
51
Lovastatin
Terbentuk dari sebuah metabolit jamur
dari kultur Aspergillus terreus
Struktur kimia
Prodrug lakton dan aktivasi metabotik
dari bentuk asam hidroksi beta.
Mempunyai struktur cincin hidronaftalen.
Farmakologi dan dosis
Guna : mengurangi konsentrasi kolesterol
total dan LDL, bila diet inadekuat,
mencegah aterosklerosis.

52
Lovastatin
Tersedia tablet 10, 20, dan 40 mg.
Efek samping ; nyeri pada perut, flatulen, diare,
konstipasi, nausea, dan disfungsi hati dengan
kenaikan transaminse hepatic (2%)
Farmakokinetika dan sedaan
Absorpsi : 31 %, biovailibilitas 50 %
Ikatan protein plasma > 95 %
Ekskresi melalui renal sebesar 30 %.
Nama dagang ; lotyn, lovatrol, Justin dan lipovas

53
Pravastatin
Analog semisintetik dari lovastatin
Guna: untuk mengurangi resiko kematian
akibat kardiovaskular, Miokardial lnfark,
dan untuk revaskularisasi miokardial pada
pasien hiperkolesterolemia tetapi tanpa
ada insiden CHD.
Golongan hidrofilik, bekerja pada hati
dengan pengaruh yang sedikit pada
sintesis kolesterol pada jaringan lain

54
Pravastatin

Farmakokinetik dan sediaan


Absorpsi ; 34 %, makanan mempengaruhi
bioavailabilitas sebesar - 32 %
Ikatan protein plasma 43 - 48 %,
ekstraksi hepatik pada dosis yang
diabsorpsi sebesar 46% .
Ekskresi melalui renal sebesar 60 %.
Nama dagang colespar, koleskol,
mevachol dan pravachol, semua
berbentuk tablet, dosis maksimum 40 mg.
Tersedia tablet 10, dan 20 mg

55
Golongan obat non statin
Sama seperti golongan statin yaitu
menurunkan Kadar kolesterol dalam darah
Terdiri dari derivat fibrat, resin yang
berikatan dengan asam empedu seperti
kolestipol
Terapi kolesterol dapat kombinasi statin
dengan golongan obat non statin (seperti,
golongan fibrat)
Kombinasi meningkatkan keuntungan
terapeutik yang signifikan untuk pengobatan
Kombinasi dapat menimbulkan efek
samping yang harus diperhatikan antara lain
resiko peningkatan miopati 56
Golongan fibrat
Termasuk gemfibrozil dan fenofibrat
Aktivator lipase lipoprotein plasma
menyebabkan penurunan kolesterol total
atau LDL(1-15 %), trigliserid (30-50 %)
dan kenaikan kolesterol HDL (10-15 %)
Kerja pada PPAR (Peroxisome
Proliferators Activated Receptors).
Potensi menurunkan kadar kolesterol
lebih kecil dibandingkan dengan statin,
tetapi lebih efektif dalam menurunkan
kadar trigliserida dalam darah
57
Gemfibrozil
Homolog dari klofibrat. Menurunkan
produksi hepatik VLDL trigliserid.
Farmakologi dan dosis
Menyebabkan penurunan trigliserid 30-40
%, kolesterol 2-10 % dan menyebabkan
kenaikan kolesterol HDL 5-12 %
Efek samping ; diare, eksema, kenaikan
fungsi liver dan impoten
Dapat di kombinasikan dengan golongan
obat yang bekerja menghambat HMG Co-
A reduktase
58
Gemfibrozil
Farmakokinetika dan sediaan
- Absorpsi dari usus
- Terikat erat pada protein plasma
- Mengalami sirkulasi enterohepatis dan
menembus plasenta
- Waktu paruh plasma adalah 1,5 jam
- eliminasi melalui ginjal 70%, dalam
bentuk tidak berubah sebagian besar
Diberikan oral; kapsul dan kaplet salut
selaput
59
Fenofibrat
Fenofibrat bersama dengan gemfibrozil
merupkan kongener dari asam fibrate
generasi pertama turunan klofibrat

60
Golongan Resin Pengikat Asam Empedu
Terdiri dari colestipol dan cholesteramine
Hanya bermanfaat pada hipoproteinemia
yang melibatkan penurunan kadar LDL
saja
Pada pasien dengan hipertrigliseridemia
juga mengalami penurunan kadar LDL,
maka kadar VLDL dapat lebih jauh
meningkat pada pengobatan dengan resin
tersebut

61
Golongan Resin Pengikat Asam Empedu

Kimia
Colestipol dan cholesteramie merupakan
resin penukar kationik polimerik yang
sangat besar yang tidak larut dalam air.
Klorida dirilis dari situs ikatan ammonium
kationik kaurtener sebagia asam empedu,
tetapi resin itu sendiri tidak diabsorpsi.

62
Golongan Resin Pengikat Asam Empedu
Farmakokinetika
yaitu golongan pengikat asam empedu di
dalam usus, menghambat resirkulasi
entero-hepatik asam empedu.
Peningkatan konversi kolesterol menjadi
asam empedu di hati sehingga
kandungan kolesterol dalam sel hati
menurun.
kolesterol total dan kolesterol LDL
menurun, tetapi kolesterol HDL tetap atau
naik sedikit.
63
Golongan Resin Pengikat Asam
Empedu
Penggunaan dan dosis
- Hiperkolesterolemia familial heterozigot
- Mencapai hipokolesterolemik lebih lanjut
dengan kombinasi obat lain.
- Membantu pruritus pada pasien dengan
kolestasis dan akumulasi garam empedu
Cholestiramin (quenstran light), dosis 4 g
dua kali sehari dengan makanan untuk 1-
2 minggu dan kemudian 8 g di gunakan 2
atau 3 kali seminggu
dapat sekali sehari pada malam hari

64
Golongan Resin Pengikat Asam
Empedu
Penggunaan obat, terutama digoxin,
antikoagulan oral, diuretika, beta bloker,
hormone tiroid, dan HMG-CoA reductase
inhibitor, harus diberikan 1 jam sebelum
atau 4 jam sesudah resin
Dosis Colestipol 5 g 1-2 kali sehari. Jika
diperlukan dosis dapat dinaikkan menjadi
25 g sehari kira-kira 2 bulan.

65
TERIMA KASIH

66
Hiperlipidemia
Penggunaan obat
Efek farmakologi harus diperhatikan, dalam pemberian obat yang berguna bagi
pasien
Pemberian obat yang baik tersebut meliputi bebarapa faktor antara lain:
Manfaat

Asas manfaat, pemberian serta penggunaan obat sesuai dengan penyakit


diderita. Contoh pemberian obat statin digunakan untuk menurunkan kadar
kolesterol bukan pada penyakit lain.
Aman
Pertimbangan keamanan, obat yang dipilih adalah obat yang mempunyai tingkat
keamanan yang tinggi di antara sekian banyak obat sejenis yang tersedia.
Diharapkan tidak terjadi efek samping yang parah pada tubuh pasien.
Biaya
Berkaitan dengan masalah biaya, penggunaan obat yang relatif murah maupun
mahal belumlah menjamin dalam menyembuhkan suatu penyakit yang diderita.
Masalah biaya dalam pengobatan tidak mudah diberi pengertian karena
pengetahuan yang kurang dalam penggunaan obat.
Mutu
Faktor mutu sangat penting dalam mencapai target terapi secara farmakologis. Obat
dengan mutu yang baik bila digunakan umumnya dengan efek samping yang
minimal.

67
Hiperlipidemia
Penggunaan obat
1. Manfaat
Asas manfaat, pemberian serta penggunaan obat sesuai dengan
penyakit diderita. Contoh pemberian obat statin digunakan untuk
menurunkan kadar kolesterol bukan pada penyakit lain.
2. Aman
Pertimbangan keamanan, obat yang dipilih adalah obat yang mempunyai
tingkat keamanan yang tinggi di antara sekian banyak obat sejenis yang
tersedia. Diharapkan tidak terjadi efek samping yang parah pada tubuh
pasien.
3. Biaya
Berkaitan dengan masalah biaya, penggunaan obat yang relatif murah
maupun mahal belumlah menjamin dalam menyembuhkan suatu penyakit
yang diderita. Masalah biaya dalam pengobatan tidak mudah diberi
pengertian karena pengetahuan yang kurang dalam penggunaan obat.
4. Mutu
Faktor mutu sangat penting dalam mencapai target terapi secara
farmakologis. Obat dengan mutu yang baik bila digunakan umumnya
dengan efek samping yang minimal

68
Terapi Farmakologi
Sintesis Kolesterol
Biosintesis kolesterol memerlukan sumber atom
karbon dan senyawa pereduksi untuk
menghasilkan sejumlah ikatan karbon-hidrogen
dan karbon-karbon. Asetil-koA merupakan
sumber atom karbon dalam sintesis kolesterol.
Sintesis kolesterol terjadi dalam beberapa
tahap, yaltu : 1.
Sintesis mevalonat dari asetil-KoA, lihat Gambar
II.5
Mula-mula 2 molekul asetil-KoA yang dikatalis
oleh enzim thiolase, dan kemudian bergabung
lagi dengan asetil-KoA yang dikatalis oleh 3-
hidroksi-3-metilglutaril-koA (HMG-KoA) sintase
membentuk HMG-KoA.
Pembentukan mevalonat dari HMG-KoA meliputi69