Anda di halaman 1dari 31

PRAKTIK KERJA LAPANGAN (PKL)

DI LABORATORIUM KIMIA BAHAN ALAM PUSAT PENELITIAN BIOTEKNOLOGI


LEMBAGA ILMU PENGETAHUAN INDONESIA (LIPI) CIBINONG

PENGARUH PERBEDAAN SUMBER NITROGEN TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN KAPANG ENDOFIT


AKAR KUNYIT (Curcuma longga. Linn)
Disusun oleh
Nama :Khayatun Nufus
NIM :4311413018
Jurusan/Prodi : Kimia/Kimia

Dosen Pembimbing : Dr. Jumaeri, M.Si


Peneliti Pembimbing : Eris Septiana, M.Si

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUN ALAM


UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2016
Latar Belakang

Antioksidan Tanaman Kunyit Kapang Endofit


Radikal Bebas

Uji Aktivitas Isolasi Metabolit Fermentasi


Sumber Nitrogen
Antioksidan Sekunder
Tujuan dan Manfaat Pelaksanaan PKL

Tujuan PKL Manfaat PKL Manfaat Umum


Tujuan Umum
jembatan penghubung antar
Memperoleh wawasan dan dunia pendidikan tinggi
pengetahuan tentang dengan dunia kerja
kompetensi dunia kerja memberikan perkembangan
Membandingkan praktik di bidang keilmuan dan
yang ada di lapangan teknologi
dengan teori Menjalin kerjasama yang
Terjadinya link and match baik antara lembaga
antara dunia pendidikan pendidikan dengan instansi.
dan dunia kerja

Tujuan khusus Manfaat Khusus


Memperoleh wawasan
Memperoleh berbagai tentang ruang lingkup dan
pengetahuan, penelitian kemampuan praktik yang
dan pekerjaan yang ada kompeten.
Memperoleh pengetahuan
dibidang kimia bahan alam dan keterampilan dalam
pelaksanaan program kerja
yang ada di laboratorium
kimia bahan alam Puslit
Bioteknologii LIPI
Pusat Penelitian Bioteknologi Lembaga Ilmu Penelitian
indonesia (LIPI) Cibinong
Pusat Penelitian Bioteknologi Lembaga Ilmu
Pengetahuan Indonesia (Puslit Bioteknologi-
LIPI) adalah pusat penelitian yang bernaung di
bawah lingkungan kerja dan bertanggungjawab
kepada Kedeputian Bidang Ilmu Pengetahuan
Hayati Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
(Kedeputian IPH-LIPI). Berdiri pada tanggal 13
Januari 1986, Puslit Bioteknologi-LIPI dibentuk
dalam rangka pengembangan dan pemanfaatan
Bioteknologi di Indonesia. Hal ini berdasarkan
Keputusan Presiden Republik Indonesia No.1
Tahun 1986. Berdasarkan Peraturan Kepala LIPI
No. 1 Tahun 2014 pasal 143, Pusat Penelitian
Bioteknologi-LIPI mempunyai tugas
melaksanakan penelitian di bidang bioteknologi Gambar 1. Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI Cibinong
Laboratorium di Pusat Penelitian Bioteknologi
LIPI Cibinong
Genomik dan Perbaikan Mutu Tanaman Rekayaka Genetika Terapan dan Desain
Genetika Molekuler dan Modifikasi Jalur
Protein
Biosintesis
Agronomi untuk Evaluasi Bioteknologi Kimia Bahan Alam
Terapeutik Protein dan Vaksin Rekayasa Protein dan Pengembangan Sistem
Biologi Molekuler Kesehatan dan Diagnostik
Penyampaian Obat
Perkembangbiakan Sel dan Jaringan Tanaman
Biofarmasetika
Reproduksi, Pemuliaan, dan Kultur Sel
Hewan Mikroba Simbiotik Tanaman
Genetika Molekuler Hewan
Mikroalga Ait Tawar
Mikrobiologi Terapan
Bioenergi dan Bioproses
Biokatalis dan Fermentasi
Laboratorium Kimia Bahan Alam Puslit Bioteknologi LIPI
Kompetensi inti di laboratorium bahan
Tabel 1. Struktur Organisasi Lab. Kimia Bahan Alam
alam adalah penelitian dan pemanfaatan
senyawa kimia bioaktif dari tumbuhan
obat Indonesia dan mikroba endofit, Jabatan Nama
penentuan struktur kimia senyawa baru Kepala Laboratorium Prof. Dr. Partomuan
dan aktivitas biologi serta pelayanan Simanjuntak,M.Sc., APU
laboratorium pengujian bioteknologi
Wakil Kepala Bustanussalam, M.Si
bidang kimia
Laboratorium
Anggota Peneliti Yatri Hapsari, M.SI
Fauzy Rachman, S.TP.
Eris Septiana, M.SI
Teknisi Yadi

Sumber : http
://www.biotek.lipi.go.id/index.php/laboratorium/kimia-bahan-a
Gambar 2. Peneliti di Laboratorium KBA lam
Tinjauan Pustaka
Kunyit ( Curcuma longa L.)
Tinjauan Botani

Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyte Tabel 2. Kandungan Kimia Kunyit
Sub Divisi : Angiospermae Kandungan Persentase
Kelas : Monocotyledonae
Ordo : Zingiberals
Lemak 1-3%
Family : Zingiberaceae
Karbohidrat 3%
Genus : Curcuma
Protein 30 %
Spesies : Curcuma longa Linn
Pati 8%
Vitamin C 45-55%
Kurkumin 5,8 %
Khasiat Kunyit
Senyawa aktif dalam kunyit yang berkhasiat sebagai obat yaitu kurkuminoid, salah satunya adalah kurkumin.
Rumus kimia kurkumin adalah C21H20O6. Kurkumin dikenal sebagai warna kuning alami dan termasuk ke dalam
kelompok senyawa polifenol yang dapat mengubah permeabilitas membran sehingga menyebabkan kebocoran
nutrisi pada sel bakteri (Oomah 2000).

Gambar 3. Struktur Kurkumin


(Joe et al.,2004)

Berdasarkan penelitian Soegiarto et al.,(2012) pengujian aktivitas antioksidan kurkumin dengan metode DPPH
radical scavenging assay baik kurkumin dan asam kojic dapat berperan sebagai zat antioksidan. Hal ini diketahui
dari nilai IC50 pada perlakuan kurkumin dikonsentrasi 16,05 ug/ml, sedangkan untuk asam kojic sekitar
konsentrasi 50100 g/ml. Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa kurkumin sangat potensial untuk zat
antioksidan. Hal ini disebabkan kurkumin mengandung senyawa fenolik sebagai bahan aktifnya. Priyadarsini et
al., (2003) menyatakan bahwa atom H dari senyawa fenolik sangat potensial sebagai aktivitas antioksidan.
Kapang Endofit Metabolit Sekunder

Kapang endofit adalah kapang yang hidup di dalam Senyawa metabolit sekunder merupakan senyawa kimia
jaringan tanaman pada periode tertentu dan mampu hidup yang umumnya mempunyai kemampuan bioaktivitas dan
dengan membentuk koloni dalam jaringan tanaman tanpa berfungsi sebagai pelindung tumbuhan tersebut dari
membahayakan inangnya (Radji M, 2005). Interaksi
gangguan hama penyakit untuk tumbuhan itu sendiri
endofit yang terjadi dengan tanaman inangnya adalah
umumnya simbiosis mutualisme. Kemampuan mikroba maupun lingkungannya. Senyawa kimia sebagai hasil
endofit menghasilkan senyawa bioaktif yang sama metabolit sekunde telah banyak digunakan sebagai zat
dengan tanaman inangnya merupakan peluang untuk warna, racun, aroma makanan, obat-obatan, dan
mendapatkan sumber bahan obat yang alami, murah dan sebagainya serta sangat banyak jenis tumbuh-tumbuhan
ramah lingkungan. Wodowati et al., (2016) melaporkan yang digunakan untuk obat-obatan yang dikenal sebagai
Kapang endofit yang diisolasi dari batang tanaman obat tradisional. Antioksidan alami dalam tumbuhan
kunyit diperoleh 12 isolat. Uji antioksidan menggunakan
umumnya adalah senyawa fenolik, dan polifenolik,
1,1-Diphenyl- 2-picryl-hydrazyl (DPPH) menunjukkan
bahwa isolat K.Cl.Sb.B1 menghasilkan nilai inhibisi seperti golongan flavonoid, turunan asam sinamat,
tertinggi (78,81%). Berdasarkan identifikasi molekuler, kumarin, tokoferol, dan asam-asam organik
isolat K.Cl.Sb.B1 merupakan Colletotrichum sp. polifungsional.
Sumber Nitrogen Fermentasi
Nitrogen adalah nutrien penting dalam sistem
biologi. Nitrogen mengisi sekitar 12%
protoplasma bakteri dan 5-6% protoplasma
kapang (Jeni dan Rahayu, 1993). Sumber
nitrogen organik memiliki potensi untuk
meningkatkan pertumbuhan sel kapang,
sedangkan sumber nitrogen anorganik Fermentasi merupakan suatu proses katabolisme senyawa organik yang
menghasilkan energi (Lestari, 2010). Prosuksi senyawa antioksidan dapat
berpotensi sebagai prekursor untuk dilakukan menggunakan fermentasi substrat cair. Proses fermentasi
dipengaruhi oleh kondisi suhu, derajat keasaman (pH) dan medium
meningkatkan produksi metabolit sekunder. fermentasi. Setelah proses fermentasi selesai dilanjutkan dengan proses
Chandra et al.,(2012) melaporkan ekstraksi Ekstraksi adalah pemisahan senyawa dari bahan padat atau cair
dengan menggunakan bahan padat atau cair dengan menggunakan pelarut
penggunaan NaNO3 dan sukrosa sebagai sebagai ekstraktor. Pemisahan terjadi karena adanya kemampuan senyawa
untuk larut dalam pelarut. Proses ekstraksi melibatkan 3 tahap, yaitu
sumber nitrogen dan karbon pada aktivitas pencampuran, pemisahan dan isolasi. Keberhasilan ekstraksi sangat
antiokasidan Penicillium granulatum dipengaruhi oleh sifat pelarut.

memberikan hasil yang terbaik. Sedangkan


Sultan (2014) bahwa sumber karobon dan
nitrogen terbaik terhadap aktivitas antioksidan
dari fungi endofit tanaman ongkea (Mezzettia
parviflora. Becc.) adalah glukosa dan yeast
ekstract.
Radikal Bebas Antioksidan

Radikal bebas dihasilkan dari pemutusan ikatan Dalam pengertian kimia, antioksidan adalah
kovalen secara homolitik dimana terbentuk dua
senyawa-senyawa pemberi elektron,
sedangkan dalam pengertian biologis
fragmen yang memiliki eletron tak berpasangan
antioksidan merupakan molekul atau
dan bersifat radikal (Frei, 1994). Radikal bebas senyawa yang dapat merendam aktivitas
dapat diantaranya membunuh bakteri radikal bebas dengan mencegah oksidasi sel
intraseluler. Bila terdapat radikal bebas dalam (Syahrizal, 2008).Senyawa ini memiliki berat
tubuh secara berlebih maka akan terjadi molekul kecil, tetapi mampu menginaktifkan
peramoasan elektron atom komponen struktural berkembangnya reaksi oksidatif dengan cara
mencegah terbentuknya radikal (Winarsih,
maupun fungsional sel kemudian terjadi reaksi
2007). Secara umum antioksidan bereaksi
berantai (Niwa, 1997). Secara umum terdapat 3 dengan menghambat oksidasi lemak atau
tahapan pembentukan radikal bebas, yaitu: autooksidasi melalui beberapa tahap, yaitu
Inisiasi, Propagasi, dan Terminasi. inisiasi, propagasi, dan terminasi .
Vitamin C

Sebagai antioksidan, vitamin C bekerja sebagai donor


elektron, dengan cara memindahkan satu elektron ke
senyawa logam. Selain itu, vitamin C juga dapat
menyumbangkan elektron ke dalam reaksi biokimia
intraseluler dan ekstraseluler.
Metode DPPH NO2 NO2
+AH
Sumber radikal bebas dari metode ini O2N N N O2N NH N

adalah senyawa 2,2-difenil-1-pikril NO2 NO2


hidrazil. Prinsip uji ini adalah adanya
donasi atom hidrogen dari substansi yang
diujikan kepada radikal DPPH menjadi Gambar 7. Struktur molekul DPPH sebelum dan setelah menerima donor
ataom Hidrogen (Molyneux, 2004)
senyawa non radikal difenilpikrilhidrazin
yang akan ditunjukkan oleh perubahan
warna (Molyneux, 2004).
N Perubahan warna yang akan terjadi adalah perubahan dari
NH NH2

NO2
larutan yang berwarna ungu menjadi berwarna kuning. Dengan
O2N N:H

+A H O2N
NO2
uji menggunakan radikal DPPH, penangkapan radikal DPPH
+A

oleh suatu senyawa antioksidan diikuti dengan mengamati


NO2

NO2 penurunan absorbansi pada 517 nm yang terjadi karena


Gambar 6. Terjadinya reaksi antara radikal reduksi radikal tersebut oleh antioksidan atau bereaksi dengan
DPPH dengan antioksidan
(Windono, 2001) spesies radikal lain.
Metode Pengumpulan Data

Wawancar
a
Eksperime
n
Studi
Pustaka
Preparasi
Sampel

Proses
Inkubasi

Umum Fermentasi

Ekstraksi

Metode Pengujian
Pelaksanaan Aktivitas
PKL Antioksidan

Penyiapan
Alat dan
Bahan

Khusus Cara Kerja

Uji Aktivitas
Antioksidan
Penyiapan Alat dan Bahan

Alat yang digunakan selama proses


PKL adalah cawan petri, corong pisah,
jarum ose, labu erlenmeyer pyrex,
beaker glass, laminar air flow (LAF),
Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Isolat kapang
spektrofotometri UV-Vis, oven, shaker endofit BoCiClA3 dari akar kunyit asal Bogor yang telah diisolasi sebelumnya
dan dikoleksi di Laboratorium Kimia Bahan Alam LIPI Cibinong, serbuk
rotatory, neraca analitik, pipet PDA, serbuk agar, aquades, sukrosa, NaNO3, NH4NO3, dan yeast extract,
K2HPO4, MgSO4, KCl ,FeSO4.7H2O, etil asetat, metanol teknis.
volume,ball pipet, botol gelas 500mL,
mikro pipet, rotatory evaporator,
penagas spirtus, autoclave, hot plate,
spatula, tabung reaksi, rak tabung
reaksi, gelas ukur pyrex dan botol vial
.
Cara Kerja Pembuatan Medium Fermentasi
Pembuatan Medium PDA dengan variasi sumber nitrogen
Inokulasi isolat Kapang Endofit, dan Fermentasi. Pemanenan Metabolit Sekunder
Uji Aktivitas Antioksidan
Hasil dan pembahasan
1. Hasil peremajaan dan karakterisasi
makroskopis isolat kapang endofit Tabel 5. Karakteristik Makrokopis kapang Endofit
hasil regenerasi
akar kunyit (Curcumma longga.L.)
Kode Bentuk Kapang Warna Kapang
a b

Kapang
Bo.Ci.Cl.A3 Pertumbuhan melingkar, Atas: putih
hifa rapat di keorenan, dengan
pertumbuhan awal dan titik tengan putih
lebat seperti kapas di Bawah: oren di
Gambar 6. Hasil Peremajaan Isolat Kapang Endofit Akar permukaan lanjutan pusat warna oren
Kunyit Selama 6 x 24 jam menggunakan suhu ruang. (a)
bagian atas, (b) bagian bawah
lebih pekat

Your footer here 20


2. Produksi metabolit sekunder kapang endofit akar kunyit
(Curcumma longga.L)

Metode yang digunakan dalam produksi metabolit sekunder


adalah shaker fermentation. Sedangkan medium yang
digunakan adalah medium Czepeks Dox Broth (CDB) dengan
modifikasi sumber nitrogen yaitu NaNO3, yeast extract, dan
NH4NO3 dan sumber karbon yang digunakan adalah sukrosa.
Serta K2HPO4, MgSO4, KCl, dan FeSO4.7H2O sebagai sumber
mineral. Proses fermentasi dilakukan selama 10 hari pada suhu
ruang dengan kecepatan 120rpm dengan menginokulasikan 2
bulatan kapang kedalam 100mL medium fermentasi.
Tabel 5. Hasil pengamatan fermentasi isolat kapang endofit
selama 10 hari pada suhu ruang dengan pengocokan 120rpm

Sumber Nitrogen Pengulangan Warna Medium pH awal pH akhir


dalam medium

Yeast Extract 1 Orange Tua, 7 6


2 Orange Tua,
7 6

NaNO3 1 Orange 7 7
2 Orange 7 7

NH4NO3 1 Putih kekuningan 7 2


Putih Keuningan
2 7 2
Warna medium

Perubahan warna medium fermentasi kemungkinan


karena isolat kapang endofit akar kunyit menghasilkan
metabolit sekunder secara ektraseluler berupa pigmen.
Selanjutnya pigmen terlarut dalam medium akan
menyebabkan medium berwarna. Warna medium dari
masing masing sumber nitrogen terlihat berbeda-beda.
Perbedaan warna yang dihasilkan dikarenakan sumber
nitrogen berpengaruh terhadap pigmen yang dihasilkan.

Gambar 7. Warna medium sebelum dan sesudah fermentasi


pH medium fermentasi
Tabel 5. Hasil pengamatan pH awal dan ph akhir fermentasi

Sumber Pengulan pH awal pH Penurunan pH pada medium fermentasi dengan sumber nitrogen
Nitrogen gan akhir NH4NO3 disebabkan karena NH4NO3 adalah garam dimana
dalam kationnya berasal dari basa lemah dan anionnya berasal dari
asam kuat. Terjadi hidrolisis NH4NO3 didalam air dan yang
medium
terhidrolisis adalah kationnya yang merupakan basa lemah.
Yeast 1 7 6
Sehingga larutan yang dibentuk dari garam NH4NO3 bersifat
Extract 2 asam. Sedangkan NaNO3 merupakan garam yang menghasilkan
7 6 pH netral. Pada umumnya garam yang mengandung ion logam
NaNO3 1 7 7 alkali atau ion logam alkali tanah (kecuali Be 2+) dan basa
2 7 7 konjugat suatu asam kuat tidak mengalami hidrolisis dalam
NH4NO3 1 7 2 jumlah banyak dan larutannya dianggap netral. NaNO3 adalah
suatu garam yang terbentuk oleh reaksi NaOH dengan HNO 3,
2 7 2 larut dalam air, garam ini terurai menjadi
Ion Na+ terhidrasi tidak memberikan ataupun tidak juga menerima H +, ion NO3- adah basa konjugat dari asam kuat
HNO3 dan tidak memiliki afinitas untuk ion H+. Akibatnya larutan yang mengandung ion Na+ dan NO3- akan netral.
Sedangkan yeast extract sendiri merupakan sumber nitrogen organik dan ketika dilarutkan didalam airakan
memberikan pH netral.
Perubahan pH pada medium juga diduga karena hasil metabolisme yang di ekskresikan oleh isolat kapang endofit
akar kunyit. Selama masa pertumbuan, isolat kapang endofit menggunakan oksigen yang tersedia untuk melakukan
respirasi. Hasil dari respirasi berupa senyawa karbondioksida (CO 2) yang akan terlarut dalam medium, bereaksi
dengan air (H2O) dan membentuk senyawa asam bikarbonat (H 2CO3). Akumulasi H2CO3 dalam medium
menyebabkan pH miseium menjadi turun (bersifat asam).
Ekstraksi metabolit sekunder kapang endofit
akar kunyit (Curcumma longga .L.)

Medium hasil fermentasi dipisahkan antara biomassa dan filtratnya dengan


menggunakan corong pisah. Selanjutnya filtrat yang diperoleh di tambahkan dengan
Tabel 6. Hasil penimbangan bobot ektsrak etil
etil asetat sebanyak 100mL. Penambahan etil asetat bertujuan untuk menarik senyawa
asetat metabolit sekunder yang dihasilkan oleh antioksidan dalam filtrat hasil fermentasi, sedangkan komponen yang tidak memiliki
isolat kapang endofit akar kunyit aktivitas antioksidan akan ditarik oleh air. Ektstak etil asetat yang diperoleh di
uapkan dengan rotatory evaporator sampai diperoleh ekstrak kental dan kemudian
dikeringkan. Dari hasil penelitian diketahui bahwa yeast extract adalah sumber
Sumber Berat (mg)
nitrogen terbaik untuk pertumbuhan kapang endofit. Hal ini dikarenakan yeast extract
Nitrogen metabolit adalah material organik kompleks. Yeast extract merupakan material organik
dalam medium sekunder kompleks yang bisa digunakan sebagai sumber sintesis asam amino, purin, piridin,
Yeast Extract 51,5 protein, DNA dan RNA. Suciatmin, 2010 melaporkan. Yeast extract yang terkandung
dalam medium fermentasi tidak hanya mengandung nitrogen organik tetapi juga
vitamin, mineral, dan gula serta kofaktor. Hasil yang sama pada penggunaan yeast
NaNO3 23,5 extract sebagai sumber nitrogen dilaporkan pada produksi compactin oleh
Penicilhum brevicompactum Dierck dan produksi hepatitis B virus pre-S2 antigen
oleh Hansenula polymorpha. Sehingga, metabolit yang dihasilkan oleh kapang
NH4NO3 20,8 endofit dengan sumber nitrogen yeast extract paling banyak .
Uji aktivitas antioksidan kapang endofit akar kunyit
(Curcumma longga Linn) menggunakan metode DPPH

Pengujuan aktivitas antioksidan metode 1,1-difenil-2-pikrildrazil (DPPH)


menggunakan spektrofotometer uv-vis melibatkan nilai absorbansi pada panjang
gelombang 517 nm dengan berbagai konsentrasi yaitu 10, 25, 50 dan 100 ppm.
Nilai absorbansi akan menurun apabila konsentrasi sampel semakin besar yang
mengakibatkan semakin besarnya persen penghambatan. Aktivitas antioksidan
dinyatakan dengan nilai Inhibition Concentration 50% (IC50). Molyneux (2004)
menyatakan nilai IC50 (Inhibition Concentration 50) adalah konsentrasi antioksidan
(g/ml) yang mampu menghambat 50% aktivitas radikal bebas. Pola aktivitas
antioksidan dari bahan yang diuji dinyatakan aktif bila menghambat radikal bebas
lebih dari 80%, dinyatakan sedang keaktifannya bila menghambat 50-80% dan
dinyatakan tidak aktif bila menghambat kurang dari 50%.
Perubahan warna ungu menjadi kuning pada
metabolit sekunder variasi dan nitrogen tidak
begitu nyata. Perubahan secara nyata terjadi
pada vitamin C sebagai kontrol positif.
Intensitas perubahan warna ungu menjadi
kuning menyatakan kadar senyawa antioksidan
dalam suatu metabolit sekunder. Penurunan
intensitas warna yang terjadi disebabkan oleh
berkurangnya ikatan rangkap terkonjugasi pada
DPPH karena terjadi penangkapan satu elektron
Gambar larutan uji oleh zat antioksidan, menyebabkan tidak
adanya kesempatan elektron tersebut untuk
beresonansi. Sehingga dengan adanya
penambahan antioksidan akan menurunkan
konsentrasi DPPH dan menyebabkan penurunan
absorbansinya (Sultan, 2014).
Dari Gambar 9 di atas dapat dilihat bahwa sumber nitrogen
Tabel 4. Kekuatan antioksidan dengan
Metode DPPH (Gabriel, 2014) berpengaruh terhadap aktivitas antioksidan kapang endofit
akar kunyit. Nilai IC50 vitamin C; yeast extract; NaNO3;
dan NH4NO3 berturut-turut adalah 4,993; 35,387; 291,124;
Intensitas Nilai IC50 (g/mL )
dan 355,66g/mL. Aktivitas antioksidan metabolit
Sangat <50 sekunder seluruh isolat kapang kapang endofit akar kunyit,
Aktif jauh lebih rendah apabila dibandingkan dengan vitamin C
Aktif 50-100 yang memiliki IC50 sebesar 4,993 g/mL. Rendahnya
Sedang 101-250 aktivitas antioksidan pada seluruh metabolit sekunder,
karena vitamin C merupakan senyawa murni yang umum
Lemah 250-500
digunakan sebagai pembanding karena memiliki aktivitas
Tidak Aktif >500 antioksidan kuat dan terbukti dengan nilai IC 50 yang kecil
(Arindah, 2010). Ekstrak yang diuji pada peraktik kerja
lapangan kali ini adalah ekstrak kasar (crude extract) dan
bukan senyawa murni. Berdasarkan tabel kekuatan
antioksidan menggunakan metode DPPH dapat dikatatan
metabolit sekunder yeast extract sangat aktif, sedangkan
pada ; NaNO3; dan NH4NO3 lemah.
Grafik hubungan Vitamin C dan sumber Nitrogen Vs IC50

400

350

300

250
IC50 200

150

100

50

0
vitamin C yeast extract NaNO3 NH4NO3
Penutup
Simpulan Saran
Sumber nitrogen dalam medium modifkasi CDB
berpengaruh terhadap hasil fermentasi, metabolit
sekunder dan aktivitas antioksidan kapang endofit
Dilakukan optimasi terhadap sumber karbon
akar kunyit
dan nitrogen.
Aktivitas antioksidan dari variasi sumber nitrogen
yang dihasilkan berbeda-beda. Hal ini ditunjukkan Dilakukan penelitian terkait limbah
dari nilai IC50 yang dihasilkan, yaitu : IC50 yeast biomassa dari kapang endofit yang
extract 35,387 g/ml; IC50 NaNO3 291,124 g/ml.; dihasilkan dari proses fermentasi.
IC50 NH4NO3 355,566 g/ml.
Dari nilai IC50 yang dihasilkan yeast extract adalah
adalah sumber nitrogen yang memberikan aktivas
antioksidan terbaik bagi matabolit sekunder yang
dihasilkan oleh kapang endofit akar kunyit.