Anda di halaman 1dari 9

Tugas MK.

STATISTIK

Distribusi Frekuensi

Oleh :
Pratiwi Ayu Bintoro
1515310867
II Siang C

Prodi Manajemen
Fakultas Ekonomi & Bisnis
Universitas Pembangunan Pancabudi
Medan 2017
A. Pengertian Distribusi Frekuensi

Pengelompokan data menurut kelas/kategori tertentu yang disusun dalam sebuah


tabel/daftar. Tabel distribusi frekuensi digunakan jika ukuran data cukup besar (n>30).
Distribusi frekuensi didapatkan dari keterangan atau gambar sederhana dan
sistematis dari data yang diperoleh. Tujuan pengelompokan data ke dalam distribusi
frekuensi ialah untuk memperoleh gambaran yang sederhana, jelas dan sistematis
mengenai pristiwa yang dinyatakan dalam angka-angka.

Contoh: Tabel Distribusi Frekuensi

Modal (Juta) Frekuensi

50-59 16

60-69 32

70-79 20

80-89 17

90-99 15

Jumlah 100
Penjelasan dari tabel distribusi frekuensi diatas :

1. Banyaknya kelas: 5
2. Batas kelas: 50,59,60,69,70,79,80,89,90,99
3. Batas Bawah Kelas: 50,60,70,80,90
4. Batas Atas Kelas: 59,69,79,89,99
5. Batas nyata kelas: 49,5; 59,5; 69,5; 79,5; 89,5; 99,5;
6. Tepi Atas Kelas: 59,5; 69,5; 79,5; 89,5; 99,5;
7. Tepi Bawah Kelas: 49,5; 59,5; 69,5; 79,5; 89,5;
8. Titik Tengah Kelas: 54,5; 64,5; 74,5; 84,5; 94,5;
9. Panjang/Interval Setiap Kelas: 50-59, 60-69, 70-79, 80-89, 90-99
10. Panjang/Interval kelas masing masing: 10
11. Frekuensi kelas: 16, 32, 20, 17 dan 15
B. Cara membuat tabel distribusi frekuensi

Langkah-langkah membuat Tabel Distribusi Frekuensi kelompok adalah sebagai


berikut:

Langkah 1.
Rumus: Data Terbesar-Data Terkecil

Langkah 2.
Menentukan banyaknya kelas interval (k):
Rumus Sturges: k= 1+ 3,3 Log n
Dimana:
k = banyak kelas berupa bilangan bulat
n = banyaknya data

Langkah 3.
Menentukan panjang kelas/interval (i):

Rumus: i =
Langkah 4.
Menentukan batas kelas interval (Batas Bawah dan Batas Atas).
Batas bawah kelas pertama bisa diambil dari data terkecil selisih batas bawah dan
batas atas harus sama dengan inteval (i) kelas yang sudah dicari.

Langkah 5.
Batas bawah nyata disebut juga tepi atas
Tepi atas = batas atas + 0,5

Langkah 6.
Menentukan frekuensi/banyaknya data dari setiap kelas interval.

Langkah 7.
Menentukan Titik Tengah () Interval. Titik tengah dianggap sebagai wakil dari nilai data
yang termasuk dalam suatu kelas interval.

Rumus: Titik Tengah = (Batas bawah + Batas Atas)

Contoh Soal:

Hasil nilai tugas Matematika dari 40 siswa berikut ini:

65 75 74 72 79 78 75 75 79 71

75 76 74 73 71 72 74 74 71 70

74 77 73 73 70 74 72 72 80 70

73 67 72 72 75 74 74 68 69 80

Dari data diatas, dapat dibuat tabel distribusi frekuensi sbb:


Langkah 1.

Data terbesar adalah 80 dan data terkecil adalah 65, sehingga jangkauan data:
Jangkauan )J) = 80-65=15

Langkah 2.
Banyaknya kelas interval adalah:
K = 1 + 3,3 log 40 = 1 + 3,3 (1,6) = 1 + 5,28 = 6,28 dibulatkan 6
Langkah 3.
Menentukan panjang kelas interval (i).
i = J / k = 15 / 6 dibulatkan 3

Langkah 4.
Menentukan masing-masing kelas interval.
Batas kelas ke - 1 = batas bawah kelasnya:65 (data terkecil) dan untuk batas
atasnya: (67) (i=3), ditulis: 65-67
Batas kelas ke 2 = 68-70
Batas kelas ke - 3 = 71-73
Batas kelas ke 4 = 74-76
Batas kelas ke 5 = 77-79
Batas kelas ke 6 = 80-82

Langkah 5.
Untuk kasus ini, langkah 5 tidak diperlukan, tetapi langkah ini akan sangadiperlukan
pada kasus yang akan dibahas selanjutnya.

Langkah 6.
Frekuensi setiap kelas interval dapat dicari dengan menentukan turusnya terlebih
dahulu (lihst tabel daftar distribusi frekuensi kelompok dibawah ini).
Nilai Tugas Frekuensi
()
65-67 2
68-70 5
71-73 13
74-76 14
77-79 4
80-82 2
Jumlah 40

Langkah 7.
Menentukan titik tengah interval:
Titik tengah kelas ke 1 = (65+67) = 66
Titik tengah kelas ke 2 = (68+70) = 69
Titik tengah kelas ke 3 = (71+73) = 72
Titik tengah kelas ke 4 = (74+76) = 75
Titik tengah kelas ke 5 = (77+79) = 78
Titik tengah kelas ke 6 = (80+82) = 81

Dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Nilai Tugas Frekuensi () Titik Tengah


()
65-67 2 66
68-70 5 69
71-73 13 72
74-76 14 75
77-79 4 78
80-82 2 81
Jumlah 40