Anda di halaman 1dari 58

Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Murid Kelas 4-6 Sekolah

Dasar Negeri 01 Kelurahan Grogol III Kecamatan Grogol


Petamburan Jakarta Berat Mengenai Pencegahan Demam
Berdarah Dengue dan Faktor-Faktor yang Berhubungan
Periode Maret 2015

Disusun Oleh :
Patricia J. Babay, Eleonora R. Bandu, Henderina W. Dokorehi, Cheni P
Untajana

Pembimbing :
dr. Melda Suryana, M.Epid
Latar Belakang
WHO : Tahun 2000-2008 , jumlah rata-rata kasus DBD
mencapai 1. 656.870.

Indonesia : DBD merupakan masalah kesehatan utama


sejak tahun 1968-2009 dan terus meningkat. Dinas
Kesehata Provinsi DKI Jakarta : Jumlah kasus tahun
2012 : 12.254 dengan jumlah kematian 7 orang. Insiden
rate sebesar 122,6 per 100.000 penduduk dan Case
Fatality Rate 0,06%.
Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat : Angka kasus DBD
sejak Januari 2013 sampai dengan Mei 2014 mencapai
1.101. Kecamatan Cengkareng , Kembangan, dan
Kalideres merupakan kecamatan dengan angka kasus
DBD terbanyak yaitu 698 kasus.
Puskesmas Kecamatan Grogol Jakarta Barat : Tahun 2014
jumlah kasus DBD adalah 350 dengan Insiden Rate 155
per 100.000 penduduk.
Muhammad Atraz (2011) : Kurangnya pengetahuan, sikap
dan perilaku dalam pencegahan demam berdarah dengue.
Rumusan Masalah
WHO melaporkan setiap 10 tahun, jumlah rata - rata
kasus DBD berkembang secara pesat. Dari tahun 2000
sampai dengan tahun 2008, jumlah rata-rata kasus DBD
mencapai 1.656.870 kasus

Penyakit DBD masih merupakan salah satu masalah


kesehatan yang utama di Indonesia sejak tahun 1968
hingga tahun 2009.

Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, pada tahun 2012


terdapat 12.254 kasus (DBD), dengan jumlah kematian
7 orang, Insiden Rate sebesar 122,6 per 100.000
penduduk dan Case Fatality Rate ( CFR ) 0,06 %.
Rumusan Masalah
Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat, angka kasus DBD sejak Januari
2013 hingga Mei tahun 2014 jumlah kasus meningkat dibanding tahun
lalu yang mencapai angka dibawah sekitar 1.101 kasus DBD terjadi di
wilayah Jakarta Barat

Puskesmas Kecamatan Grogol Petamburan Jakarta Barat pada tahun


2014 ditemukan kasus DBD yang tercatat sebanyak 350 kasus dengan
Insiden Rate sebesar 155 per 100.000 penduduk

Muhammad Atraz Mazafi pada tahun 2011 di Tangerang menunjukkan


masih kurangnya pengetahuan murid sekolah dasar yang
mempengaruhi sikap, dan perilaku dalam mencegah penyakit demam
berdarah dengue.

Belum pernah dilakukan penelitian mengenai Pengetahuan, Sikap,


dan Perilaku murid sekolah dasar terhadap pencegahan DBD di
wilayah SDN 01 Kelurahan Grogol III, Grogol Petamburan, Jakarta
Barat
Tujuan Penelitian

Tujuan Umum
Diketahuinya tingkat
pengetahuan, sikap dan perilaku
siswa-siswa Sekolah Dasar Negeri
01 Kelurahan Grogol III
Kecamatan Grogol Petamburan,
Jakarta Barat periode Maret 2015
terhadap pencegahan penyakit
Demam Berdarah Dengue.
Tujuan Penelitian

Tujuan Khusus

Diketahuinya sebaran usia, jenis kelamin, pendidikan dan


penyuluhan kesehatan murid Sekolah dasar kelas 4-6
Sekolah Dasar Negeri 01 Kelurahan Grogol III, Grogol
Petamburan Jakarta Barat periode Maret 2015
Diketahuinya sebaran pengetahuan sikap dan perilaku
murid Sekolah dasar kelas 4-6 Sekolah Dasar Negeri 01
Kelurahan Grogol III, Grogol Petamburan Jakarta Barat
periode Maret 2015
Tujuan Penelitian
Tujuan Khusus

Diketahuinya hubungan antara usia, jenis kelamin,


pendidikan dan penyuluhan kesehatan dengan
pengetahuan murid Sekolah Dasar kelas 4-6 Sekolah Dasar
Negeri 01 Kelurahan Grogol III, Grogol Petamburan Jakarta
Barat periode Maret 2015 terhadap pencegahan penyakit
Demam Berdarah Dengue.
Diketahuinya hubungan antara usia, jenis kelamin,
pendidikan dan penyuluhan kesehatan dengan sikap murid
Sekolah Dasar kelas 4-6 Sekolah Dasar Negeri 01
Kelurahan Grogol III, Grogol Petamburan Jakarta Barat
periode Maret 2015 terhadap pencegahan penyakit
Demam Berdarah Dengue.
Tujuan Penelitian
Tujuan Khusus

Diketahuinya hubungan antara usia, jenis kelamin,


pendidikan dan penyuluhan kesehatan dengan perilaku
murid Sekolah Dasar kelas 4-6 Sekolah Dasar Negeri 01
Kelurahan Grogol III, Grogol Petamburan Jakarta Barat
periode Maret 2015 terhadap pencegahan penyakit
Demam Berdarah Dengue.
Diketahuinya hubungan antara pengetahuan dengan sikap
murid Sekolah Dasar kelas 4-6 Sekolah Dasar Negeri 01
Kelurahan Grogol III, Grogol Petamburan Jakarta Barat
periode Maret 2015.
Tujuan Penelitian

Tujuan Khusus

Diketahuinya hubungan antara pengetahuan dengan


perilaku murid Sekolah Dasar kelas 4-6 Sekolah Dasar
Negeri 01 Kelurahan Grogol III, Grogol Petamburan Jakarta
Barat periode Maret 2015.
Diketahuinya hubungan antara sikap dengan perilaku
murid Sekolah Dasar kelas 4-6 Sekolah Dasar Negeri 01
Kelurahan Grogol III, Grogol Petamburan Jakarta Barat
periode Maret 2015.
Manfaat Penelitian
Bagi Peneliti
Penelitian ini dapat menambah wawasan
dan ilmu pengetahuan, khususnya tentang
pengetahuan, sikap dan perilaku murid
sekolah dasar mengenai pencegahan
penyakit Demam Berdarah Dengue.
Bagi Siswa Sekolah Dasar
Meningkatkan pengetahuan masyarakat
terutama siswa SDN 01 Kelurahan Grogol III,
Grogol Petamburan Jakarta Barat mengenai
upaya pencegahan serta bahaya akibat
penyakit Demam Berdarah Dengue
Manfaat Penelitian
Bagi Universitas
Merealisasi Tri Darma Perguruan
Tinggi dalam melaksanakan fungsi
atau tugas Perguruan Tinggi sebagai
lembaga yang menyelenggarakan
pendidikan, penelitian dan
pengertian bagi masyarakat
Memperkenalkan Fakultas
Kedokteran Ukrida kepada
masyarakat dan mewujudkan
kampus sebagai masyarakat ilmiah
Manfaat Penelitian
Bagi Puskesmas
Sebagai bahan masukan dalam
melakukan penyuluhan untuk
meningkatkan pengetahuan, sikap
dan perilaku pengunjung puskesmas.
Meningkatkan kualitas hidup dan
kesehatan masyarakat yang berbasis
kesehatan perorangan dan
lingkungan.
Hasil penelitian ini merupakan dasar
bagi penelitian selanjutnya di
Tinjauan Pustaka
Demam berdarah dengue
(DBD) merupakan penyakit
yang banyak ditemukan
disebagian besar wilayah
tropis dan subtropis.
Agentnya adalah virus
dengue yang termasuk ke
dalam famili Flaviviridae dan
genus Flavivirus, terdiri dari
4 serotipe yaitu Den-1, Den-
2, Den3 dan Den-4,
ditularkan ke manusia
melalui gigitan nyamuk yang
terinfeksi, khususnya
nyamuk Aedes aegypti
Pencegahan DBD

Program PSN
Kontrol Biologis
Manajemen secara kimiawi
Hasil dari tahu, yang terjadi
setelah orang melakukan
pengindraan terhadap objek
Pengetahu tertentu
Kusyogo Cahyo (2006) :
an
pengetahuan merupakan
pemahaman responden
tentang penyakit DBD yang
dapat dilihat dari
kemampuan responden
dalam menjawab
pertanyaan yang berkaitan
dengan penyakit DBD
I Gede Sayasa di Denpasar
Selatan tahun 2007
menunjukan tingkat
Pengetahu pengetahuan masyarakat
an sangat baik yaitu 95,6%
dengan p = 0,151.
Lukman Waris dan Windy
Triyuana Kalimantan
Selatan tingkat
pengetahuan masyarakat
terhadap demam berdarah
dengue dimana nilai p =
0,03.
Merupakan reaksi atau
respons yang masih
tertutup terhadap suatu
stimulus atau obyek, di
Sikap mana hal ini tidak bisa
dilihat dan hanya bisa
ditafsirkan.
Erika Kusumawardani di
Semarang tahun 2012
menunjukan masih
kurangnya sikap terhadap
pencegahan DBD dengan p
= 0,003
Merupakan hasil pengalaman dan
proses interaksi dengan
lingkungannya, yang terwujud dalam
pengetahuan, sikap dan tindakan
sehingga diperoleh keadaan seimbang
antara kekuatan pendorong dan
Perilaku kekuatan penahan.
Kusyogo Cahyo di Semarang tahun
2006 perilaku adalah tindakan atau
aktivitas yang dilakukan responden
dalam upaya pencegahan penyakit
DBD.
Muhammad Atras Mafazi pada siswa di
Sekolah Dasar Islam Ruhama Jakarta
tahun 2011 menunjukan bahwa
sebagian besar murid sekolah dasar
memiliki perilaku yang cukup terhadap
pencegahan penyakit DBD yaitu 46,0%
Metedologi Penelitian

Desain Penelitian

Studi deskriptif cross sectional

Tempat dan Waktu Penelitian

SDN 01 Kelurahan Grogol III, Kecamatan


Grogol Petamburan, Jakarta Barat pada
bulan Maret 2015
Populasi

Target Terjangkau
Semua murid Semua murid
Sekolah Dasar di Sekolah Dasar
wilayah Kerja SDN 01
Puskesmas Kelurahan
Kelurahan Grogol Grogol III,
III Kecamatan Grogol
Grogol
Petamburan
Petamburan,
Jakarta Barat. Jakarta Barat
periode Maret
2015.
Kriteria Inkulsi dan Ekslusi

Inklusi Ekskulsi

Murid kelas 4-6 Tidak bersedia


SDN 01 menjadi
Kelurahan Grogol responden
III, Grogol Tidak mengisi
Petamburan, kuisioner dengan
Jakarta Barat lengkap
periode Maret Siswa yang tidak
2015. hadir pada saat
penelitian
Besar Sampel
Tehnik Pengambilan Sampel
Non-probability sampling secara
Purposive Sampling. Pengambilan
sampel dilakukan terhadap siswa
yang memenuhi kriteria inklusi
sebanyak 136 murid kelas 4-6
Sekolah Dasar Negeri 01, dan
bersedia mengisi kuisioner.
Sumber Data

Primer Sekunder
Jumlah
siswa tiap
kelasyang
Kuisioner
di peroleh
dari
Puskesmas
Instrumen Penelitian

Kuision Alat
er Tulis
Cara Kerja
Peneliti meminta ijin dan persetujuan dari kepala Sekolah
SDN 01 Jakarta Barat untuk melakukan penelitian
terhadap siswa-siswi di SDN 01 Kelurahan Grogol III,
Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat

Peneliti melakukan uji coba kuisoner pada 20 anak SD


yang bersekolah di SDN 07 Kelurahan Grogol II,
Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat

Peneliti meminta data jumlah siswa yang ada di SDN 01


Kelurahan Grogol III, Kecamatan Gorogol Petamburan,
Jakarta Barat
Cara Kerja
Peneliti telah menentukan sampel yang dianggap
memenuhi kriteria inklusi yaitu siswa kelas 4 sampai
6

Pada siswa yang memenuhi kriteria inklusi dan


eksklusi, dibagikan kuisioner untuk diisi di tempat.

Melakukan pengolahan, analisis, dan interpretasi


data

Penulisan laporan penelitian

Pelaporan penelitian
Usia
nt
Jenis kelamin Independe
Pendidikan
Penyuluhan kesehatan.
Variabel
Pengetahuan, sikap, dan
t
perilaku murid sekolah dasar Dependen
mengenai pencegahan penyakit
DBD
Variabel
Identifikasi Variabel
Definisi Operasional

Subjek Penelitian
Murid-murid kelas 4-6 di SDN 01
Kelurahan Grogol III, Grogol Petamburan,
Jakarta Barat periode Maret 2015
Pengetahuan (Skala
Ordinal)
Hal-hal yang diketahui responden
berkaitan dengan pencegahan
Demam Berdarah Dengue.
8 pertanyaan dengan nilai
maksimal 8 dan minimal 0
Pengetahuan Baik : 6
(koding 0)
Pengetahuan Cukup : 4-6
(koding1)
Pengetahuan
Cara Kurang : 3
Ukur : Kuisioner
(koding 2)
Sikap (Skala Ordinal)
Reaksi atau respon seseorang
yang masih tertutup terhadap
pencegahan DBD
7 pertanyaan dengan nilai
maksimal 7 dan minimal 0
Sikap Baik : 5 (koding
0)
Sikap Kurang : < 4 (koding
1) Ukur : Kuisioner
Cara
Perilaku (Skala Ordinal)
Tanggapan atau reaksi individu yang
terwujud dalam gerakan ( sikap ),
tidak hanya badan atau ucapan
dalam melakukan pencegahan DBD
8 pertanyaan dengan nilai maksimal
8 dan minimal 0
Perilaku Baik : 12 (koding 0)
Perilaku Cukup : 8-12 (koding 1)
Perilaku Kurang: 7 (koding 2)

Cara Ukur : Kuisioner


Umur (Skala Ordinal)
Lamanya hidup seseorang sejak
dilahirkan sampai saat penelitian
dilakukan. Umur dihitung dari
tanggal, bulan, dan tahun
penelitian, dikurangi tanggal,
bulan, dan tahun lahir yang
tertera pada data siswa. Bila
terdapat kelebihan umur kurang
dari enam bulan, dibulatkan
Cara Ukur : Kuisioner
kebawah.
Jenis Kelamin (Skala Nominal)

Merupakan pertanda gender seseorang


yang dibagi menjadi laki-laki dan
perempuan.
Kode 1 : Laki-laki
Kode 2 : Perempuan
Cara Ukur : Kuisioner
Pendidikan (Skala Ordinal)

Tingkat pendidikan yang saat ini sedang


dijalani.
Kode 1 : Kelas 4
Kode 2 : Kelas 5
Kode 3 : Kelas 6
Cara Ukur : Kuisioner
Penyuluhan Kesehatan (Skala Nominal)

Keikutsertaan peserta dalam penyuluhan


kesehatan tentang Demam Berdarah
Dengue (DBD) yang diberikan oleh
Dokter, bidan, perawat dan kader.
Kode 1 : Pernah mendapatkan
penyuluhan kesehatan.
Kode 2 : Tidak pernah mendapatkan
penyuluhan kesehatan.

Cara Ukur : Kuisioner


smirnov. Data
chi-square test dan kolmogorov
Univariat dan Bivariat menggunakan Analisa
Data
Data yang didapat disajikan dengan
tekstular dan tabular.
Penyajian
Pengolahan data berupa editing,
verifikasi, dan coding. Selanjutnya
Data
dimasukkan dan diolah dengan
menggunakan program komputer
Pengolahan
yaitu program SPSS versi 16.0
an Data
Data dikumpulkan dengan
menggunakan kuisioner
Pengumpul
Data
Manajemen dan Analisis
Data disusun dalam bentuk
pelaporan penelitian yang
selanjutnya akan dipresentasikan di
hadapan staf pengajar program
n Data
pendidikan ilmu kedokteran
komunitas Fakultas Kedokteran
Pelapora
Universitas Kristen Krida Wacana
pada Februari - Maret 2015 dalam
forum pendidikan ilmu kesehatan
komunitas FK UKRIDA.
Data diinterpretasikan secara
asi Data
deskriptif antara variabel-variabel
yang telah ditentukan.
Interpret
Data
Manajemen dan Analisis
Etika Penelitian

Pada penelitian ini subyek penelitian


diberikan jaminan bahwa data-data yang
mereka berikan dijamin kerahasiaannya dan
berhak menolak menjadi sampel.
Sarana Penelitian
Tenaga
Penelitian dilakukan oleh 4 orang
mahasiswa kepaniteraan Ilmu Kedokteran
Komunikasi, dengan dibantu oleh 1 orang
pembimbing yaitu dosen IKM.

Fasilitas
Fasilitas yang tersedia berupa ruang
perpustakaan, ruang diskusi, lembar
kuisioner, komputer, printer, program
SPSS, internet, dan alat tulis.
Sebagian besar subyek :
Pada kelompok usia 10-11 tahun sebesar 59,7 %,
Jenis kelamin laki-laki sebesar 55,1 %,
Kelas 4 SD sebesar 42,0 %,
Mendapat penyuluhan kesehatan 54,4 %.
Sebagian besar subyek :
Pengetahuan kurang sebesar 61,7 %
Sikap kurang 53,0 %
Serilaku kurang sebesar 48,6%.
Variabel usia dan jenis kelamin tidak memiliki hubungan yang
bermakna dengan variabel pengetahuan
Variabel tingkat pendidikan dan penyuluhan kesehatan memiliki
hubungan yang bermakna dengan variabel pengetahuan.
Variabel jenis kelamin tidak memiliki hubungan yang
bermakna dengan variabel sikap
Variabel usia, tingkat pendidikan dan penyuluhan
kesehatan memiliki hubungan yang bermakna dengan
variabel sikap
Variabel jenis kelamin tidak memiliki hubungan yang bermakna
dengan variabel perilaku
Variabel usia, tingkat pendidikan dan penyuluhan kesehatan
memiliki hubungan yang bermakna dengan variabel perilaku
Variabel pengetahuan memiliki
hubungan yang bermakna dengan
variabel sikap.
VARIABEL PENGETAHUAN MEMILIKI HUBUNGAN YANG
BERMAKNA DENGAN VARIABEL PERILAKU.
Variabel sikap memiliki hubungan yang bermakna dengan
variabel perilaku
Kesimpulan
Dari sebaran subyek menurut variabelnya, tampak
bahwa:
Usia
Sebagian besar subyek berada pada usia 10-11
tahun yaitu sebesar 59,7%
Jenis kelamin
Sebagian besar subyek berjenis kelamin laki-laki
yaitu sebesar 55,1%
Tingkat pendidikan
Sebagian besar subyek berada pada tingkat kelas
4 SD yaitu sebesar 42%
Penyuluhan kesehatan
Sebagian besar subyek sudah mendapatkan
penyuluhan yaitu sebesar 54,4%
Kesimpulan
Tingkat pengetahuan subyek mengenai
pengetahuan mengenai pencegahan demam
berdarah yang kurang adalah sebesar 61,7%,
kemudian pengetahuan cukup sebesar 23,6%,
dan yang terkecil adalah pengetahuan baik
sebesar 14,7%.
Sikap subyek mengenai pencegahan demam
berdarah yang terbesar adalah yang memiliki
sikap kurang sebesar 55%, dan yang terkecil
adalah sikap baik sebesar 47%.
Perilaku subyek mengenai pencegahan
demam berdarah yang terbesar adalah yang
memiliki perilaku kurang sebesar 48,6%,
Kesimpulan
Berdasarkan analisa hubungan antar variabel dependen dan
antara variabel independen dengan masing-masing variabel
dependen, didapatkan hasil:
Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pendidikan
subyek dengan tingkat pengetahuan subyek mengenai pencegahan
Demam Berdarah.
Tidak ada hubungan yang bermakna antara jenis kelamin subyek
dengan tingkat pengetahuan mengenai pencegahan Demam
Berdarah.
Terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pendidikan subyek
dengan tingkat pengetahuan subyek mengenai pencegahan Demam
Berdarah.
Terdapat hubungan yang bermakna antara penyuluhan kesehatan
subyek dengan tingkat pengetahuan subyek.
Tidak ada hubungan yang bermakna antara jenis kelamin dengan
sikap subyek.
Kesimpulan
Terdapat hubungan yang bermakna antara usia
dengan sikap subyek
Terdapat hubungan yang bermakna antara
tingkat pendidikan dengan sikap subyek.
Terdapat hubungan yang bermakna antara
penyuluhan kesehatan dengan sikap subyek.
Terdapat hubungan yang bermakna antara usia
dengan perilaku subyek.
Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara
jenis kelamin dengan perilaku subyek.
Kesimpulan
Terdapat hubungan yang bermakna antara
tingkat pendidikan dengan perlaku subyek.
Terdapat hubungan yang bermakna antara
penyuluhan kesehatan dengan perilaku subyek.
Terdapat hubungan yang bermakna antara
pengetahuan subyek dengan sikap subyek
mengenai pencegahan demam berdarah.
Terdapat hubungan yang bermakna antara
pengetahuan subyek dengan perilaku subyek
mengenai pencegahan demam berdarah.
Terdapat hubungan yang bermakna antara
sikap subyek dengan perilaku subyek mengenai
pencegahan demam berdarah.
Saran
Agar mengadakan kegiatan
penyuluhan mengenai Pencegahan
Demam Berdarah terhadap siswa dan
siswi sekolah sehingga meningkatkan
pengetahuan mengenai hal tersebut
dan pada akhirnya akan membentuk
sikap dan perilaku yang baik untuk
mencegah terjadinya penyakit demam
berdarah di Indonesia.
For Your Attention