Anda di halaman 1dari 54

TOPIK: Bayi Baru Lahir, POKOK B: Perkembangan Bayi Baru Lahir

2.Sub Pokok B

PERAWATAN RUTIN
BAYI BARU LAHIR

RUSDIDJAS, RAFITA R. OKE RINA R


dan HENDI Z.
Bgn Ilmu Kes Anak FK-UISU,
Jl. SM Raja No 2A Medan

File d:\ MEU_3_FK UISU 1


UNTUK MAMPU BERTAHAN HIDUP

1.DIJAGA TEMPERATUR SEKITAR BAYI


2.MINUMAN / KALORI
3.UDARA / OXIGENASI
4.STERILITAS
5.KASIH SAYANG IBU / BAPAK
6.JEGAH INFEKSI
7.DLL (KEBERSIHAN BAYI)

2
1. TEMP. POSISI KANGURU
(Sesuai dgn Declarasi BOGOTA
1998)

BISA UTK BAYI LBW ATAU BAYI FULL TERM


3
PILOT PROYEK DI MATARAM, SUDAH
DIPAKAI SEJAK DECLARATION BOGOTA
TEMPAT LAIN BELUM MENGENALI
PRINSIP: TEMP. BAYI SAMA DENGAN TEMP
IBU (WALAUPUN SUDAH DILUAR
KANDUNGAN)
DASARNYA ADALAH SKIN TO SKIN
CONTACT

4
2. NUTRISI KANGURU
(KANGAROO NUTRITION)

ASI TERBAIK UTK INGATLAH> PASI


BAYI MANUSIA TERBAIK UTK BAYI
M LEMBU / SAPI
5
RIWAYAT Metoda Kanguru (MK)
Kontak kulit ibu-bayi sudah
dilakukan sejak jaman
dahulu
Dipopulerkan oleh Rey &
Martinez (1979) di Bogota
Meniru cara perawatan bayi
Kanguru
O.K. bermanfaat diadopsi
oleh WHO/Unicef sebagai
alternatif perawatan
BBLR/prematur khususnya
di neg. berkembang

6
SLIDE BERIKUT
KAPAN PERLU
DILAKUKAN
RESUSITASI BAYI

7
FAKTOR LUARAN JANIN YANG
MEMERLUKAN RESUSITASI

Rusdidjas dan Rafita Ramayati


RSUP Haji Adam Malik Medan

8.
FAKTOR LUARAN JANIN YANG
MEMERLUKAN RESUSITASI

Rusdidjas dan Rafita Ramayati


RSUP Haji Adam Malik Medan

9.
Di Amerika Serikat (2004)
-bidang pengobatan dan
-bidang neonatal intensive care
60.000/thn : bayi lahir dgn
Berat Badan sangat rendah,
-pulang dari RS hidup, tapi
10-15% akan menderita:
-cerebral palsy
-psikomotor
-cognitif 10
-Cerebral palsy (CP) = lumpuh
-Psikomotor = psikis dan motor
-Cognitif = berfikir dan mengingat

CP -paling banyak
-pengobatan lama
11
Di Indonesia (RSCM Jkt thn 2002):
kematian perinatal dan neonatal banyak
< 1500 g < 2500 g

Kelahiran 3.2% 13.04% masih tinggi

Kematian.. 63% 7.0% masih tinggi

12
Janin dari ibu yang hamilnya
bagaimana, nantinya perlu tinda
kan resusuitasi? Yang terbanyak
bila diperkirakan, nantinya adalah
bayi yang lahirnya Kurang Bulan
(BKB).
Tujuan makalah ini utk membica
rakan Faktor Luaran Janin yg
memerlukan resusitasi.
13
BAYINYA PERLU
IBU YG BAGAIMANA ? RESUSITASI

14
BBRL:DefinisI
37 mgg
# Lubchenco

BKB = Bayi
BKB Kurang Bulan

2500 g.

BBLR

1500 g.
BBLSR
1000 g.
BBLASR

15
Bayi Kurang Bulan (BKB)=Prematur
Etiologi / Penyebab BKB:
1. Sosek (pendapatan, pendidikan)
2. Warna Kulit (Hitam = 2x Putih)
3. Usia ibu (<16 thn - >35 thn)
4. Aktivitas ibu (banyak berdiri, stress)
16
7. Riwayat hamil prematur sebelumnya
8. Faktor obstetri: malformasi uterus, trauma
pl.previa, ablasio pl. ketuban pecah
dini, pertumbuhan janin terlambat (PJT)
9. Kondisi janin (PJT)
10. Persalinan dini o.k. salah perkiraan masa
gestasi 17
PERMASALAN BAYI PREMATUR:
(Kesulitan adaptasi ektrauterin o.k
organ tubuh masih immatur).

1/12. RESPIRASI
1/2. Sindroma G.Napas o.k penyakit
membran hialin. O.k kurang surfaktan
dlm Alveoliparu atelektase. 18
Obat Surfactan, obat utk Sindroma Gawat
Nafas ( Resp. Distress Syndr = Hyalin
Membrane Disease)
-mulai banyak dicobakan,
-surfactan diambil dari paru (Natural)
*lembu dewasa (bovine) = Survanta
*anak lembu (calf) = Intasurf
-dibuat syntetic = Curosurf
-keduanya efektif utk Pengobatan dan
Pencegahan.
(Nelson Textb. Of Pediatric, Edisi 17, thn 2004, h 578 579)
19.
Bagaimana kalau tidak ada
Surfactan? (Rp. 4.400.000 /ampl)
Pertahankan resusitasi:
-Kehangatan
-Oxygenasi
-Cairan dan Kalori
-Asam Basa dan Elektrolit
-Antibiotik
-dll

20
KRITERIA SINDROMA GAWAT NAFAS

derajad DADA DADA RETRAKSI DILATASI RINTIH pd


ATAS BAWAH XIPHOID CUPING H. Expirasi.

sikron Retraksi tdk ada tdk ada Tdk add


0
inspirasi sedikit sedikit minimal dgn stetosk.
1
Gergaji Jelas Jelas Jelas tanpa stet.
2
Keterabfab: Derajad 0 = utk setiap kriteria tidak menunjukan SGN
derajad 2 = utk setiap kriteria menunjukan SGN yg berat

21
2/2. Apnu berulang pada BKB.
O.k. paru dan ss. syaraf pusat msh imatur.

Apnu = henti nafas > 20 detik, dan


bradikardi, nadi < 100 / min. 22
Aminophylin (utk apnu of
prematurity); ventilator weaning
of neonate; week pulmonary; anti-
inflammatory effects).

-Loading dose: 6 mg/Kg iv / oral


23
2/12. NEROLOGIK
1/2. Perdarahan periventrikuler / intra vent.
30-40% terjadi pada prematur <32 mgg
atau berat lahir < 1500 g.
Gejala: klinis memburuk, apnu, uub 24
2/2. Leukomalasia periventrikuler (LPV)
o.k. iskemik otak, (sering pd prematur)
-ada necrosis sustansia alba,
-lokasi sering bgn ekternal. Vent. Lat.
Makin masa gestasi, --- LPV.
Sering pd masa gestasi < 32 mgg. 25
Deteksi dini LPV dgn USG pd usia 4-7 hr.
dan utk evaluasi dgn CT scan.
Terapi (-). 60 100% akan CP (diplegia
atau tetraplegia, 2 atau 4 ektremitas
lemah atau lumpuh)
LAT. VENTRIC

26
3/12. KARDIOVASKULER
Duktus Arteriosus Persisten< 1750
(DPAg / PDA)
45%
< 1000 g 80%
PDA menutup
sblm usia 3 bln

27
4/12. HEMATOLOGIK
1/2. Anemia pd bayi Prematur,o.k.:
-Umur sel darah merah kurang
-Pertumbuhan bayi prematur lbh cepat
-Defisiensi Vit. E.
-Pada bayi Kurang Bln, Eritropoetin 28
2/2. HIPERBILIRUBINEMIA
Terjadi o.k. Eritrosit banyak pecah,
hati masih immatur, motilitas usus
masih kurang.
-bisa timbul: Kern icterus, Mental
retard, Cereb.palsy, ggn pdengaran29.
5/12. NUTRISI
Bayi kurang bln, # mengisap dan menelan
dlm 1-2 mgg pertama lambat dlm meme-
nuhi kebutuhannya.
Perlu perhatian khusus.
30
6/12 SALURAN CERNA
Enterocolitis Necroticans (ECN /NEC)
o.k. sirkulasi ke intestinal immatur
--necrose usus: Perut distensi (70%),
ileus, air dlm usus dan empedu , syok
bab darah, perforasi usus, peritonitis.
Obat: antibiotik, decompresi, stop 31
7/12. METABOLIK
Pada BKB sering ada ggn metabilosme
Glucosa dan Kalsium. Hypoglikemi terjadi
bila kadar gula darah < 40 mg%.
Hypoglikemia terjadi pd Sepsis,
Retardasi pertumbuhan dan pd Asfiksia.
32
8/12. GINJAL
Masih immatur LFG masih rendah,
ggn pengaturan cairan dan elektrolit.
LFG meningkat cepat, pd usia 1 thn
LFG sama dengan orang dewasa.
Bayi ini mudah sakit, mudah 33
9/12. PENGATURAN SUHU
1/2. Hipotermi
Mudah terjadi ok.kehilangan panas
Produksi panas yg berkurang o.k.
- ratio LPT / TB tinggi
- lemak subcutan
- cadangan glycogen
- tidak mampu mencukupi calori 34
2/2. Hipertermi
BKB rentan thdp lingkungan yg
panas, dehidrasi, infeksi, dan
gangguan ss pusat

35
10/12. IMUNOLOGI
BKB rentan infeksi o.k. defisiensi
imunitas humoral, Kadar IgG serum

36
11/12. OPHTHALMOLOGI
Retinopati pd prematur (RPP)
[Retinopathy of Prematurity = ROP]
o.k. pemb. darah retina blm sempurna
Faktor resiko: sepsis, perdarahan intra-
ventrikuler, anemia, kejang, dan PDA dll.

37
12/12. GANGGUAN PENDENGARAN
-bilateral terjadi 1-3 per 1000 populasi
neonatus sehat.
-Pd NICU ditemukan 10-20 x lebih besar
o.k pemakaian obat2 (aminoglikosida),
meningitis, IBU toxemia, narkoba, dan
TORCH.
38
Ke 12 kelainan diatas sering timbul
pada BKB (Bayi Kurang Bulan) atau
pada BBLR (Bayi Berat Lahir Rendah)

39
Definisi :
37 mgg
Lubchenco

BKB
BKB BKB = Bayi
Kurang Bulan

2500 g.

BBLR

1500 g.
BBLR BBLSR
1000 g.
BBLASR

40
ASUHAN BAYI BARU LAHIR NORMAL
dibuat dalam naskah hal. 10 16

ADA BUKU PANDUAN WHO-UNICEF

41.
Bagaimana Bayi Baru Lahir
mengalami gangguan
didalam kandungan
atau
pada masa perinatal?

42.
PERNAFASAN ADALAH TANDA VITAL
PERTAMA YG PERLU DIAMATI.
Mengeringkan, meraba punggung atau
menepuk tapak kaki,
merangsang pernafasan

43
Pada Bayi Baru Lahir, bila kurang oxygen
pernafasan berhenti, dimulai dengan
pernafasan cepat periode apnu primer

(Mengeringkan, Meraba punggung dan


Menepuk Tapak Kaki), akan merangsang
44
Kalau kekurangan oxygen terus berlanjut,
bayi berusaha mengap-mengap,
kemudian masuk kedlm periode Apnu
Sekunder (Rangsangan tidak akan menim-
bulkan usaha bernafas, PERLU dilakukan
VTP (Ventilasi Tekanan Positip, pakai balon
dan sungkup)
45
RABA VTP

46
PERKIRAAN
WAKTU
LAHIR

BERSIH DARI MEKONIUM ?


BERNAFAS ATAU MENANGIS ?
TONUS OTOT BAIK ?
WARNA KULIT KEMERAHAN ?
CUKUP BULAN ?

47
BERIKAN KEHANGATAN
BERSIHKAN JALAN NAFAS
(BILA PERLU)
KERINGKAN, RANGSANG,
POSISIKAN KEPALA
BERI OXYGEN (BILA PERLU)

EVALUASI PERNAFASAN
FREQ.JANTUNG, W.KULIT
30 DETIK 48
APNU ATAU F.J < 100

30 DETIK
F.J < 60 F.J > 60

-BERIKAN VTP
-LAKUKAN KOMPRESI DADA

49
-BERIKAN VTP
-LAKUKAN KOMPRESI DADA

F.J < 60

BERIKAN EPINEFRIN

30 DETIK
3 x 30 detik pertama awas

50
PEMBERIAN EPINEFRIN.
GUNAKAN EPINEFRIN HCL
(= ADRENALIN HCL)
DOSIS 0.1 0.3 ml / KgBB
DARI LARUTAN 1:0000
cara melarut: (Ambil dosis rendah 0.1 ml51
Bila tak berhasil bisa diulang
sekali lagi.

Pertimbangkan :
Asidosis
Hipovolumia
Anemia (Pucat) 52
Penilaian APGAR ( menit 1 dan 5)
-Appearance seluruh bdn Bdn Merah Seluruh
Yg dimilai
(warna Kulit) 0
biru /putih Kaki biru1 Kemerah2
-Pulse
(Nadi) Tidak ada <100/min >100.min

-Grimace Tidak ada Perob.mimik Bersin/nangis


(Cat.msk hid)
-Activity lumpuh Extr sikit Gerak aktif
(Tonus Otot) flrksi Extr. fleksi
-Resp. efford Tidak ada Lemah Namgis kuat /

(Usaha Bernafas) keras

53
(APGAR 3-7: ASFIKSIA)
TERIMA KASIH

54