Anda di halaman 1dari 21

AS 2201 - Astronomi Bola

Program Studi Astronomi FMIPA


Institut Teknologi Bandung
Apa yang disebut dengan Astronomi
Bola?
Dalam pandangan mata, benda langit yang
bertaburan di langit seolah melekat pada
suatu setengah bola raksasa Bola Langit
Posisi suatu benda langit dinyatakan dengan
arah, bukan jarak perlu suatu tata
koordinat , koordinat 2 dimensi pada
permukaan bola
diperlukan ilmu yang mempelajari posisi
benda langit
Geometri Bola dan
Geometri Bidang Datar
Bidang Datar Bidang Bola
Bila 2 garis tegak lurus Bila 2 garis tegak lurus
garis ke 3, maka ke-2 garis ke 3, maka ke 2
garis tersebut sejajar garis tersebut belum
tentu sejajar
Bila 2 garis tak sejajar, Bila 2 garis tak sejajar,
maka ke-2 garis itu maka ke-2 garis itu
akan memotong di satu belum tentu memotong
titik di satu titik
Geometri Bola dibentuk oleh: lingkaran besar, lingkaran
kecil, dan sudut-sudut bola

Lingkaran besar: lingkaran pada permukaan


bola yang pusatnya berimpit dengan pusat
bola membagi bola menjadi 2 bagian sama
besar
Lingkaran kecil: lingkaran pada permukaan
bola, tetapi pusatnya tidak berimpit dengan
pusat bola
Titik potong garis tengah yang tegak lurus
bidang lingkaran besar dengan bola disebut
kutub
Bila 2 lingkaran besar berpotongan, maka
sudut perpotongannya disebut sudut bola
Geometri Bola
Sudut bola adalah sudut yang dibentuk
oleh perpotongan 2 lingkaran besar.
Jika 3 buah lingkaran besar saling
berpotongan satu dengan yang lainnya
sehingga membentuk suatu bagian
dengan 3 sudut, maka terbentuklah
segitiga bola, yang mengikuti
ketentuan sebagai berikut:
1. Jumlah 2 sudut bola selalu lebih
besar dari sudut ke-3
2. Jumlah ketiga sudutnya selalu lebih
besar dari 180
3. Tiap sudut besarnya selalu kurang
dari 180
Sifat-sifat segitiga bola
Sudut A, B, dan C adalah
sudut bola; a, b, dan c
adalah sisi-sisi
segitiga bola ABC.

0 < (a + b + c) < 360


180 < (A + B + C) < 540
a + b > c, a + c > b, b + c >
a
a>bA>B; a=bA=
B
Ekses sudut bola, yaitu selisih
antara jumlah sudut-sudut A,
B, dan C sebuah segitiga bola
Formula Segitiga Bola
Empat buah formula yang biasa
digunakan adalah:
.Formula cosinus
cosa cosb cosc sinb sinc cosA

cosb cos
demikian c cosa sinc sina cosB
pula

sinA sin
.Formula B sinC
sinus

sina sinb sinc

sina cosB cosb sinc sinb cosc cosA


.Formula analog untuk cosinus
cosa cosC sina cotb sinC cotB
.Formula empat bagian
Tata Koordinat Astronomi
Komponen-komponen dasar pada Tata Koordinat
Astronomi:
Lingkaran Dasar Utama: yang membagi bola
menjadi 2 belahan
Kutub-kutub: pada diameter bola yang tegak
lurus lingkaran dasar utama
Lingkaran Dasar ke-2: lingkaran besar yang
melalui kutub-kutub lingkaran dasar utama,
tegak lurus lingkaran dasar utama
Titik asal: titik acuan pengukuran besaran
koordinat I
Koordinat I: dihitung dari titik asal sepanjang
lingkaran dasar utama
Koordinat II: dihitung dari lingkaran dasar
Tata Koordinat Bumi
Lingkaran Dasar Utama: lingkaran Ekuator
Kutub-kutub: Kutub Utara (KU) dan Kutub
Selatan (KS)
Lingkaran Dasar ke-2: lingkaran besar yang
melalui meridian pengamat
Titik asal: titik potong ekuator dengan
meridian Greenwich
Koordinat I: bujur, atau , dihitung dari
meridian Greenwich ke meridian pengamat:
0 < < 180 atau 0h < < 12h ke timur
dan ke barat
Koordinat II: lintang , dihitung:
0 < < 90 ke arah KU, dan
-90 < < 0 ke arah KS
Tata Koordinat Bumi
Tata Koordinat Horison
Lingkaran Dasar Utama: Bidang Horison
Kutub-kutub: Titik Zenit (Z) dan Titik
Nadir (N)
Lingkaran Dasar ke-2: lingkaran besar yang
melalui meridian pengamat
Titik asal: Titik Utara. Titik-titik Utara,
Selatan, Barat, dan Timur adalah titik
kardinal
Koordinat I: azimut, A diukur dari Utara ke
Barat,
0 < A < 360
Koordinat II: tinggi bintang h, diukur dari
lingkaran horison:
0 < h < 90 ke arah Z, dan
-90 < h < 0 ke arah N
Tata Koordinat Horison
Tata Koordinat Ekuatorial I (HA-
DEC)
Lingkaran Dasar Utama: Ekuator Langit
Kutub-kutub: Kutub Utara Langit (KUL)
dan
Kutub Selatan Langit (KSL)
Lingkaran Dasar ke-2: meridian pengamat
Titik asal: Titik , yang merupakan
perpotongan meridian pengamat dengan
lingkaran ekuator langit
Koordinat I: sudut jam HA, diukur ke arah
barat:
0h < HA < 24h
Koordinat II: deklinasi, , diukur:
0 < < 90 ke arah KUL, dan
-90 < < 0 ke arah KSL
Tata Koordinat Ekuatorial I
Tata Koordinat Ekuatorial II (RA-
DEC)
Lingkaran Dasar Utama: Lingkaran
Ekuator
Kutub-kutub: Kutub Utara Langit (KUL)
dan
Kutub Selatan Langit (KSL)
Lingkaran Dasar ke-2: meridian pengamat
Titik asal: Titik , yang merupakan
perpotongan ekuator dan ekliptika
Koordinat I: asensiorekta, , diukur dari titik
ke arah timur: 0h < < 24h
Koordinat II: deklinasi, , diukur
0 < < 90 ke arah KUL, dan
-90 < < 0 ke arah KSL
Tata Koordinat Ekuatorial II (RA-
DEC)
Tata Koordinat Ekliptika
Lingkaran Dasar Utama: Bidang Ekliptika
Kutub-kutub: Kutub Utara Ekliptika
(KUE) dan
Kutub Selatan Ekliptika
(KSE)
Titik asal: Titik
Koordinat I: bujur ekliptika, , diukur dari
titik ke arah timur: 0h < < 24h
Koordinat II: lintang ekliptika, , diukur
dari bidang ekliptika ke bintang :
0 < < 90 ke arah KUE, dan
-90 < < 0 ke arah KSE
Tata Koordinat Ekliptika
Tata Koordinat Galaksi
Lingkaran Dasar Utama: Ekuator Galaksi ,
perpotongan bidang galaksi dengan bola
langit
Kutub-kutub: Kutub Utara Galaksi (KUG),
yang juga kutub utara langit , dan
Kutub Selatan Galaksi (KSG)
Titik asal untuk bujur: Pusat galaksi
Koordinat I: bujur galaksi, l, jarak sudut
seputar ekuator galaksi dari pusat galaksi
ke lingkaran besar melalui bintang, diukur
ke arah timur dari 0-360
Koordinat II: lintang galaksi, b, diukur dari
bidang ekuator galaksi ke bintang :
0 < b < 90 ke arah KUG, dan
Tata Koordinat Galaksi