Anda di halaman 1dari 20

PNEUMONIA

Dyah Ayu Tirta Nuratikah


07120120084
Definisi
Pneumonia adalah penyakit saluran napas bawah akut,
biasanya disebabkan oleh infeksi.
Klasifikasi
Secara klinis:
Hospital-acquired pneumonia
Community-acquired pneumonia
Pneumonia pada individu immunocompromised.
Secara anatomis:
Pneumonia lobaris
Pneumonia segmentalis
Pneumonia lobularis (bronkopneumonia)
Etiologi
Infeksi bakteri Infeksi atipikal Infeksi jamur
Streptococcus Mycoplasma pneumoniae Aspergillus
pneumoniae Legionella pneumophillia Histoplasmosis
Haemophillus influenza Coxiella burnetii Candida
Klebsiella pneumoniae Chlamydia psittaci
Pseudomonas aeruginosa
Gram-negatif (E. Coli)
Infeksi virus Infeksi protozoa Penyebab lain
Influenza Pneumocytis carinii Aspirasi
Coxsackie Toksoplasmosis Pneumonia lipoid
Adenovirus Amebiasis Bronkiektasis
Sinsitial respiratori Fibrosis kistik
Faktor resiko
Bayi dan balita
Lansia
Perokok
Pasien dengan asma, cystic fibrosis
Pasien immunocompromised (HIV/AIDS, sedang menjalani
kemoterapi, dan transplantasi).
Patogenesis
Ketidakseimbangan daya tahan tubuh, mikroorganisme
dan lingkungan, sehingga menyebabkan pertumbuhan
mikroorganisme yang disebabkan oleh menurunnya
pertahanan paru, melalui:
1. Inhalasi lansung
2. Aspirasi
3. Perluasan langsung dari tempat lain
4. Penyebaran secara hematogen
Mekanisme pertahanan paru Paru
Berusaha untuk mengeluarkan berbagai mikroorganisme
yang terhirup yang terkumpul di dalam paru. Beberapa
bentuk mekanisme ini antara lain bentuk anatomis saluran
napas, reflex batuk, sistem mukosilier, juga sistem
fagositosis yang dilakukan oleh sel-sel tertentu dengan
memakan partikel-partikel yang mencapai permukaan
alveoli.
Kolonisasi bakteri di saluran pernapasan
Di dalam saluran napas atau cukup banyak bakteri yang
bersifat komensal. Bila jumlah mereka semakin meningkat
dan mencapai suatu konsentrasi yang cukup, kuman ini
kemudian masuk ke saluran napas bawah dan paru, dan
akibat kegagalan mekanisme pembersihan saluran napas,
keadaan ini bermanifestasi sebagai penyakit.
Pembersihan saluran napas terhadap bahan infeksius
Saluran napas bawah dan paru berulangkali dimasuki oleh
berbagai mikroorganisme dari saluran napas atas, akan
tetapi tidak menimbulkan sakit, ini menunjukkan adanya
suatu mekanisme pertahanan paru yang efisien sehingga
dapat menyapu bersih mikroorganisme sebelum mereka
bermultiplikasi dan menimbulkan penyakit. Pertahanan
paru terhadap bahan-bahan berbahaya dan infeksius berupa
reflex batuk, penyempitan saluran napas, juga dibantu oleh
respon imunitas humoral
Gejala klinis
Gejala pneumonia dapat timbul secara mendadak dalam 24 jam hingga 48
jam, atau bisa juga muncul lebih lambat, yaitu dalam beberapa hari.
Batuk, umumnya produktif dan sputum berwarna kuning kehijauan.
Sesak napas
Demam
Takikardia
Keadaan umum kurang baik
Berkeringat dan menggigil
Nyeri dada pleuritik
Nyeri tenggorokan, otot dan sendi.
Diagnosis
Anamnesis
Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan penunjang:
1. Pemeriksaan lab
2. X-ray Thorax
3. Pemeriksaan sputum
Gambaran x-ray pneumonia
Temuan khas:
ill-defined homogeneous opacity obscuring vessels
Silhouette sign (loss of lung/soft tissue interface)
Air-bronchogram
Penyebaran hingga ke pleura atau fisura, tapi tidak
melewatinya
Tidak ada volume paru yang hilang
1. Konsolidasi fokal (lesi radio-
opaque dengan batas jelas).
2. Silhouette sign
3. Air-bronchogram
Gambaran PA, pneumonia
pada paru kanan lobus
medial.
Perhatikan batas yang
tidak jelas, adanya air
bronchogram, dan
silhouette sign pada batas
jantung kanan.
Air bronchogram
Air bronchogram
adalah fenomena
tampaknya udara
didalam bronkus
yang diperjelas
oleh adanya
gambaran
opasifikasi pada
alveoli sekitarnya
Konsolidasi disebabkan
oleh adanya transudat, pus,
darah sel maupun
substansi lain yang
menggantikan udara pada
alveoli.
Pada pneumonia proses
penyebaran penyakit
berawal dari alveoli dan
menyebar hingga pada
alveolus lainnya, proses
Tipe pneumonia pada gambaran
x-ray
Pneumonia lobaris: disebabkan oleh pneumonia pneukokal,
gambaran konsolidasi dan air bronchogram pada seluruh lobus.
Pneumonia lobularis: seringkali disebabkan oleh bakteri
stafilokokus. Gambaram lesi multifokal, patchy, kadang tanpa air
bronchogram.
Pneumonia interstitial: disebabkan oleh virus atau mikoplasma.
Gambaran x-ray berawal dari perihilar dan menjadi konfluen dan
atau patchy jika penyakit berkembang.
Pneumonia aspirasi: mengikuti gravitasi.