Anda di halaman 1dari 13

UPACARA, HARI RAYA, DAN

KITAB SUCI AGAMA


BUDDHA
KEVIN CHANDRA
D42116311
TEKNIK INFORMATIKA
TIGA KERANGKA DASAR AGAMA
BUDDHA
SADDHA (Keyakinan) : Keyakinan terhadap
pengertian yang benar dengan metode
ehipassiko
SILA (Tata Susila) : Latihan untuk
mengendalikan tindakan dan ucapan
sehingga menghalangi timbulnya
perbuatan jahat atau ketelodoran
BHATTI (Kesetiaan) : Diwujudkan dengan
mempelajari, dan mengamalkan ajaran
Sang Buddha dalam kehidupan sehari-hari
MACAM-MACAM UMAT
BUDDHA
UMAT BUDDHA STATISTIK : Orang yang di
KTPnya tertulis agama Buddha atau biasa disebut
dengan umat Buddha KTP

UMAT BUDDHA TRADISIONAL : Orang yang


mengaku beragama Buddha tetapi tidak
menjalankan ajaran Sang Buddha melainkan
menjalankan tradisi turun-temurun

UMAT BUDDHA DHAMMA : Orang yang


beragama Buddha yang mempelajari dan
mengamalkan ajaran Sang Buddha yaitu Dhamma
MACAM-MACAM PUJA
AMISA PUJA : Puja dengan

menggunakan materi atau benda,


misalnya mempersembahkan lilin,
dupa, bunga, dll

PATIPATI PUJA : Puja dengan

melaksanakan Dhamma, praktek


sila, samadhi, dan panna
UNSUR UPACARA
SADDHA (Keyakinan) : Perenungan kepada Tiratana
(Buddhanussati, Dhammanussati, dan Sanghanussati)
ADITTHANA (Bertekad) : Tekad untuk menjalankan
sila dan tekad untuk berlindung kepada Tiratana
BRAHMAVIHARA (Sifat Batin yang Luhur) :
Mengembangkan metta (cinta kasih), karuna (kasih
sayang), mudita (simpati), upekkha (keseimbangan
batin)
PATTIDANA (Pelimpahan Jasa) : Melakukan
perbuatan baik atas nama makhluk lain (peta) agar
mereka bahagia
TEMPAT IBADAH
VIHARA : Gedung yang didalamnya terdapat tempat ibadah
bagi umat Buddha dan kuti / tempat tinggal untuk Bhikkhu
CETIYA : Gedung yang mirip dengan vihara tetapi tidak
memiliki kuti
ARAMA : Gedung yang lebih besar dari vihara yang pada
umumnya memiliki ruang ruang puja bakti untuk umum,
Dhammasala, Uposatha, Kuti, ruang pembacaan peraturan
para Bhikkhu, ruang petahbisan Bhikkhu, dll
ALTAR : tempat untuk meletakkan lambang-lambang
kesucian dan kebijaksanaan Buddha, misalnya
Buddharupang, lilin, dupa, bunga, air, buah
CANDI : merujuk kepada sebuah bangunan keagamaan
tempat ibadah peninggalan purbakala yang berasal dari
peradaban Hindu-Buddha
THUPA : Tempat penyimpanan relik Sang Buddha
CARA PENGHORMATAN
ANJALI : Merangkapkan kedua tangan
di depan dada
NAMAKKARA : Berlutut tiga kali
dengan dahi menyentuh lantai atau
bertumpu dengan lima titik (dahi,
telapak tangan, siku, lutut, dan jari kaki)
PADAKKHINA : Tangan bersikap anjali
dan berjalan mengelilingi objek yang
dipuja tiga kali sesuai perputaran jarum
jam
HARI RAYA AGAMA
BUDDHA
MAGHA PUJA
Hari Magha Puja memperingati :
Berkumpulnya 1250 bhikkhu dimana
semuanya telah arahat
Mereka semua adalah Ehi Bhikkhu yaitu
para bhikkhu yang ditahbiskan langsung
oleh Sang Buddha
Mereka semua datang tanpa persetujuan
terlebih dahulu
Sang Buddha menerangkan prinsip-
prinsip ajarannya yang disebut Ovada
Patimokkha
VESAKHA PUJA
Hari Vesakha Puja memperingati :
Kelahiran Pangeran Siddhattha Gautama
di Taman Lumbini
Saat Petapa Gautama mencapai
Pencerahan Sempurna (bodhi)
Saat Sang Buddha Gotama parinibbana
ASADHA PUJA
Hari Asadha Puja memperingati :
Hari dimana Sang Buddha memberikan
khotbah yang pertama yang dikenal
dengan Dhammacakkappavatana Sutta
Sangha pertama muncul di dunia
KATHINA PUJA
Hari Kathina Puja diperingati sebagai
ungkapan perasaan katannukatavedi atau
menyadari perbuatan baik yang telah
dilakukan oleh para bhikkhu / viharawan
KITAB SUCI AGAMA
BUDDHA
Tipitaka berasal dari kata ti yang berarti tiga dan
pitaka yang berarti kelompok atau keranjang.
Jadi Tipitaka berarti Tiga Kelompok atau Tiga
Keranjang

Tipitaka terbagi dalam tiga kelompok yaitu :


Vinaya Pitaka

Sutta Pitaka

Abhidhamma Pitaka