Anda di halaman 1dari 46

PENGANTAR ILMU EKONOMI

Fitra Jaka Nugraha


31601400913
MACAM-MACAM MADZAB EKONOMI

1. Ekonom Klasik
2. Ekonom Keynes
3. Ekonom Monetarist
4. Ekonom Neo Klasik
5. Ekonom Keynesian Baru
6. Ekonom Rotionale Expectation
7. Ekonom Supplay Side
TEORI EKONOMI KLASIK

Teori ekonomi klasik adalah pemikiran tentang keadaan ekonomi


yang benar-benar didesak oleh keadaan masyarakat zamannya dan
kemudian berusaha menyusun teori ekonomi yang dapat menolong
memberikan jawabannya.
Tokoh-tokohnya: Adam Smith, David Ricardo, Thomas Robert
Malthus dan Karl Marx.
Mazhab Klasik yang dipelopori oleh Adam Smith (1732-1790),
Prinsip utama dalam mazhab klasik adalah kepentingan pribadi (self
interest) dan semangat individualisme (laissez faire).
Berdasarkan prinsip tersebut para penganut mazhab klasik percaya
bahwa sistem ekonomi liberal atau sistem di mana setiap orang betul-
betul bebas untuk melakukan kegiatan ekonomi apa saja bisa
mencapai kesejahteraan masyarakat secara otomatis.
TEORI EKONOMI KLASIK

PASAR BARANG
Menurut kaum klasik, di pasar barang tidak
mungkin akan kekurangan produksi atau kelebihan
produksi dalam jangka waktu lama, sehingga selalu
terjadi pasar bersih (clearing market) atau pasar dalam
kondisi keseimbangan atau ekuilibrium. Jika pada suatu
waktu terjadi kelebihan atau kekurangan produksi, maka
mekanisme pasar akan secara otomatis mendorong
kembali perekonomian tersebut pada kondisi dimana
tingkat produksi total masyarakat (penawaran agregat)
akan memenuhi permintaan total masyarakat secara
tepat (full employment level of activity).
TEORI EKONOMI KLASIK

Pasar Tenaga Kerja


Kaum klasik menganggap bahwa di pasar tenaga kerja, seperti
halnya di pasar barang, apabila harga tenaga kerja (upah) cukup
fleksibel maka permintaan tenaga kerja selalu seimbang dengan
penawaran tenaga kerja. Menurut definisi, tidak ada kemungkinan
timbulnya pengangguran sukarela. Artinya pada tingkat upah riel yang
berlaku di pasar tenaga kerja semua orang yang bersedia bekerja pada
tingkat upah tersebut akan memperoleh pekerjaan.
Dengan demikian, mereka yang menganggur adalah mereka
yang tidak bersedia bekerja pada tingkat upah yang berlaku. Jadi
mereka ini adalah penganggur yang sukarela. Pengangguran sukarela
itu berlangsung hanya sementara saja.
TEORI EKONOMI KLASIK

Pasar Uang
Kaum klasik memiliki teori permintaan akan uang
yang cukup terkenal, yaitu teori kuantitas. Teori kuantitas
mengatan bahwa masyarakat memerlukan uang tunai untuk
keperluan transaksi tukar menukar (misal: jual beli barang
dan jasa), bukan untuk tujuan lain. Menurut kaum klasik
karena uang tidak bisa menghasilkan apa-apa kecuali hanya
untuk mempermudah transaksi, maka uang yang diminta
oleh masyarakat hanya sebanyak jumlah yang dibutuhkan
oleh masyarakat untuk membiayai proses transaksi mereka.

Pasar LuarNegeri
Di pasar luar negeri, kaum klasik juga menganut
pandangan bahwa dunia secara otomatis mengoreksi
ketidakseimbangan
TEORI EKONOMI KEYNES: PASAR
UANG DAN PASAR TENAGA KERJA
Pasar Uang (Keynes) adalah pertemuan
antara permintaan akan uang (MD) dengan
penawaran uang (MS). MD adalah kebutuhan
masyarakat akan uang tunai untuk menunjang
kegiatan ekonominya. MS adalah jumlah uang
yang disediakan oleh pemerintah dan bank-
bank, yaitu seluruh uang Kartal dan uang Giral
yang beredar.

Sumber permintaan uang, 3 macam kebutuhan akan uang:


Kebutuhan transaksi,
Kebutuhan berjaga-jaga,
Kebutuhan berspekulasi,
TEORI EKONOMI KEYNES

Permintaan masyarakat total akan


uang MD akan uang tunai adalah
permintaannya untuk transaksi
ditambah permintaannya untuk i MS M
spekulasi.
S

MD = P [k.Q + Ls.i]

Permintaan uang untuk


berjaga-jaga diabaikan i1 MD = (Q,r)
Permintaan total ini disebut Liquidity
Preference. Di Pasar Uang, Liquidity
Preference bertemu dengan
penawaran akan uang dan 0 M
menentukan harga dari penggunaan
uang, yaitu Tingkat Bunga
TEORI EKONOMI KEYNES

Tingkat bunga merupakan penghubung


utama antara pasar uang dengan pasar
barang, sebab tingkat bunga menentukan
berapa pengeluaran investasi yang
direncanakan oleh investor dan
selanjutnya pengeluaran investasi ini
menentukan tingkat permintaan agregat.
Penghubung lain antara kedua pasar ini
adalah tingkat harga (P) dan output (Q),
karena variabel ini mempengaruhi
Tingkat Bunga (i)
Liquidity
Pasar
Preference
Barang
(MD). Jadi hubungan antara Pasar
kedua pasar tersebut adalah
Harga & Kuantitas (P,Q) balik.Uang
timbal
output
TEORI EKONOMI KEYNES

Proses Teori Makro Keynes


Saling keterkaitan dan mempengaruhi
diantara macam-macam pasar untuk
menuju keseimbangan umum
Q
(general Q = Produksi (GDP)
ekuilibrium).
Z
Y = Pendapatan

Y Z = Pengeluaran/permintaan
agregat
TEORI EKONOMI KEYNES

Kurva IS berslope negatif, sebab pada


tingkat bunga (i) tinggi maka investasi
(I) rendah sehingga permintaan
i
agregat (Z) rendah maka P dan Q
juga i rendah. Atau sebaliknya.
i
1
2

in
IS

0 Q1 Q2 Qn Q atau Y
TEORI EKONOMI KEYNES

Kurva LM berslope positif, melalui


mekanisme pasar uang diketahui
adanya hubungan
i searah antara
LM
i
output produksi (Q) dengan tingkat
1

bunga (i).
i2

in

0 Qn Q2 Q1 Q atau Y
TEORI EKONOMI KEYNES

Keseimbangan umum IS LM
Merupakan titik pertemuan IS dan LM
yang menggambarkan keseimbangan
pasar barang
i dan pasar uangLMsecara
bersama-sama (simultan).
E
ie

IS

0 Qe Q atau Y
TEORI EKONOMI MONETARIST

Aliran monetaris pada prinsipnya menekankan


bahwa perkembangan moneter merupakan unsur
penting dalam perkembangan produksi,
kesempatan kerja dan harga harga.
Pertumbuhan jumlah uang beredar merupakan
unsur yang paling dapat diandalkan dalam
perkembangan moneter dan bahwa perilaku
otoritas moneter menentukan jumlah uang
beredar.
Tokoh aliran monetaris Milton Friedman
menekankan bahwa perilaku dalam
pertumbuhan jumlah uang beredar sangat
mempengaruhi aktivitas aktivotas ekonomi.
TEORI EKONOMI MONETARIST

Aliran Monetaris sangat menarik untuk di bahas


karena inti pokok pandangan golongan monetaris
membahas tentang :
1. Sebab terjadinya perubahan pendapatan nasional
2. Kebijaksanaan moneter
3. Pasok uang harus
mencerminkan kebutuhan dunia usaha
Bagi kaum moneteris, jumlah uang beredar
merupakan faktor penentu utama dari tingkat
kegiatan ekonomi dan harga-harga di dalam suatu
perekonomian. Dalam jangka pendek (short run),
jumlah uang beredar mempengaruhi tingkat output
dan kesempatan kerja; sedangkan dalam jangka
panjang (long run) jumlah uang beredar
mempengaruhi tingkat harga atau inflasi.
TEORI EKONOMI NEO-KLASIK

Neo-klasik adalah istilah yang digunakan untuk


mendefinisikan beberapa aliran pemikiran ilmu
ekonomi yang mencoba menjabarkan pembentukan
harga , produksi, dan distribusi pendapatan melalui
mekanisme permintaan dan penawaran pada suatu
pasar. Asumsi maksimalisasi utilitas mendekatkan
mazhab ini pada aliran ekonomi marginalis yang
lahir pada akhir abad 19. Tiga penggagas utama
mazhab ini adalah Leon Walras, Carl Menger dan
William Stanley Jevons.
Istilah neo-klasik sendiri diperkenalkan pertama kali
oleh Thorstein Veblen pada tahun 1990 untuk
meng-kategori-kan segolongan ekonom yang
mendukung revolusi marginalis yang digagas oleh
William Stanley Jevons.
TEORI EKONOMI NEO-KLASIK

Teori yang ia kemukakan dalam Quarterly Journals of


Economics terbitan Febuari 1956 dalam tulisan yang berjudul A
Contribution of The Theory of Economics Growth.
Beberapa ciri-ciri teori ekonomi neo-klasik adalah :
Perkembangan faktor-faktor produksi dan kemajuan teknologi
merupakan faktor utama yang akan menentukan tingkat
pertumbuhan ekonomi pada suatu masa tertentu dan
perkembangannya dari waktu ke waktu lainnya
Pemerintah sudah ikut campur tangan dalam perekonomian
negara
Sudah diterapkannya sistem pajak dan kemungkinan akan
terjadi inflasi
Melihat bagaimana setiap faktor produksi dan perkembangan
teknologi mempengaruhi pertumbuhan ekonomi
Menganalisis sumbangan dari perkembangan stok modal dan
perkembangan teknologi dalam pembangunan ekonomi
TEORI EKONOMI NEO-KLASIK

Adapun pendapat para ahli mengenai aliran neo-klasik yaitu sebagai


berikut:
~ Robert Solow
Beliau berpendapat bahwa pertumbuhan ekonomi merupakan
rangkaian kegiatan yang bersumber pada manusia, akumulasi modal,
pemakaian teknologi modern dan hasil input maupun output.
Pertumbuhan penduduk yang terjadi dapat berdampak positif dan
negatif. Oleh karena itu, pertambahan penduduk haruk dimanfaatkan
sebagai sumber daya yang positif. Adapun yang tergolong sebagai
modal adalah bahan baku, mesin, peralatan, komputer, bangunan dan
uang. Dalam memproduksi ouptut, faktor modal dan tenaga kerja dapat
dikombinasikan dalam berbagai model kombinasi. Sehingga dapat
dituliskan dalam rumus sebagai berikut:
Q = f (C.L)
Keterangan:
Q = Jumlah output yang dihasilkan
f = Fungsi
C = Capital (modal)
L = Labour (tenaga kerja)
TEORI EKONOMI NEO-KLASIK

~Harrord Domar
Harrord Domar beranggapan bahwa modal
harus dipakai secara efektif karena
pertumbuhan ekonomi sangat dipengaruhi
oleh peranan pembentukan modal terebut.
Teori yang dikemukakan beliau juga
membahas tentang pendapatan nasional dan
kesempatan kerja.
TEORI EKONOMI KEYNESIAN BARU

Pemikir yang masih tetap memberi sokongan kepada pandangan


Keynesian digolongkan kepada mazhab Keynesian Baru. Pada
dasarnya mereka belum bisa menerima kritik golongan ekspektasi
rasional yang berkeyakinan sistem psaran adalah sempurna dan
dapat sendirinya membuat penyesuaian sehingga perekonomian
cenderung akan mencapai kesempatan kerja penuh. Mereka
menunjukkan kelemahan mekanisme dalam pasaran barang dan
pasaran faktor yang mengakibatkan penyimpangan yang
berkepanjangan dari kesempatan kerja penuh mungkin berlaku.
Mereka menunjukkan kemungkinan berlakunya kekakuan yang
akan mempengaruhi efisiensi pasaran barang. Hal ini menyebabkan
perubahan harga tidak terlalu fleksibel sehingga timbul
kemungkinan berlakunya keadaan dimana terdapat kelebihan
permintaaan barang atau penawaran barang.
TEORI EKONOMI KEYNESIAN BARU

Tingkat Harga dan Pendapatan Nasional


Analisis keseimbangan Keynesian yang menunjukkan
peranan pengeluaran agregat dalam menentukan tingkat pendapatan
nasional mempunyai dua kelemahan sebagai berikut:
i. Analisis tersebut tidak memperhatikan efek perubahan tingkat
harga terhadap keseimbangan pendapatan nasional.
ii. Dalam menentukan keseimbangan, analisis Keynesian tidak
memperhatikan penawaran agregat yaitu sikap para pengusaha
dalam perekonomian dalam menghasilkan barang dan
menjualnya ke pasar.
Dalam analisis itu digunakan kurva permintaan
agregat (Agregat demand) atau kurva AD, kurva penawaran
agregat (agregat supplay) atau kurva AS.
TEORI EKONOMI KEYNESIAN BARU

Ciri Kurva AD
i. Nilai pengeluaran agregat yang ditentukan oleh empat
komponen perbelanjaan: konsumsi rumah tangga, pengeluaran
pemerintah, investasi dan ekspor neto.Pengeluaran tersebut
sangat erat kaitannya dengan pendapatan nasional, yaitu
semakin tinggi pendapatan nasional, semakin tinggi pula
pengeluaran agregat.
ii. Permintaan dan penawaran uang. Permintaan dan penawaran
uang akan menentukan suku bunga. Suku bunga akan
menentukan tingkat investasi yang akan dilakukan dalam
perekonomian.
TEORI EKONOMI KEYNESIAN BARU

Kurva Permintaan Agregat (AD)


TEORI EKONOMI KEYNESIAN BARU

Ciri Kurva AS
Kurva penawaran agregat dibedakan dalam dua bentuk yaitu kurva
SRAS (AS saja) dan kurva LRAS (krva pendapatan nasional pada
kesempatan kerja penuh).
o Kurva SRAS adalah kurva penawaran barang dalam perekonomian
apabila tingkat harga saja yang berubah, sedangkan harga faktor-
faktor produksi termasuk upah tenaga kerja, tidak mengalami
perubahan.
o Kurva LRAS adalah kurva penawaran agregat dalam jangka
panjang yaitu pada periode mana harga barang maupun harga
faktor-faktor produksi mengalami perubahan.
TEORI EKONOMI KEYNESIAN BARU

Kurva Penawaran Agregat (AS)


TEORI EKONOMI KEYNESIAN BARU

Kurva AD da AS
TEORI EKONOMI RATIONAL
EXPECTATION
Pandangan golongan ekspektasi rasional didasarkan dua pemisalan
penting.
1. Teori ini menganggap bahwa semua pelaku kegiatan ekonomi
bertindak secara rasional, mengetahui seluk beluk kegiatan ekonomi
dan mempunyai informasi yang lengkap mengenai peristiwa-peristiwa
dalam perekonomian. Akibat dari pemisalan ini teori ekspektasi
rasional mengembangkan analisisnya berdasarkan prinsip-prinsip
yang terdapat dalam teori mikroekonomi yang juga bertitik tolak dari
anggapan bahwa pembeli, produsen, dan pemilik faktor produksi
bertindakk secara rasional dalam menjalankan kegiatannya.
2. Sesuai dengan pendapat ahli-ahli ekonomi klasik teori ekspektasi
rasional berpendapat bahwa semua jenis pasar beroperasi secara
efisien dan dapat dengan cepat membuat penyesuaian-penyesuaian ke
atas perubahan yang berlaku.
TEORI EKONOMI SUPPLY SIDE

Ekonomi Supply Side (Ekonomi Segi Penawaran)


Pandangan yang mengembangkan pemikiran mengenai
segi penawaran datangnya bukan dari kalangan akademisi tetapi
oleh penasihat-penasihat ekonomi dalam pemerintah Ronald
Reagan (yang terpilih sebagai Presiden Amerika Srikat tahun
1980). Menurut pemikiran ekonomi segi penawaran didorong
oleh dua perkembangan penting yang berlaku dalam tahun
1970an dan permulaan tahun 1980an. Faktor yang pertama
adalah berlakunya stagflasi di d alam tahun 1970an di berbagai
perekonomian negara industri. Faktor kedua adalah terpilihnya
Ronald Reagan sebagai presiden Amerika Serikat. Kedua faktor
ini menyebabkan penasehat dan perumus kebijakan ekonomi
dalam pemerintah Reagan menumpukan perhatian yang lebih
kepada mempengaruhi segi penawaran dalam merumuskan
kebijakan-kebijakan ekonomi.
TEORI EKONOMI SUPPLY SIDE

Pada dasarnya kebijakan-kebijakan ekonomi segi penawaran


bertujuan untuk:
Mempertinggi efisiensi kegiatan perusahaan sehinggga
kegiatan ekonomi dapat ditingkatkan.
Pendapatan nasional riil dan kesempatan kerja bertambah dan
tingkat harga dapat distabilkan.
Untuk mencapai tujuan ini, kebijakan ekonomi segi
penawaran berusaha mewujudkan keadaan berikut:
i. Para pekerja akan bekerja lebih giat dan lebih efisien.
ii. Efisiensi kegiatan usaha dapat ditingkatkan dan biaya produksi
dikurangi.
iii. Mengembangkan peranan pihak swasta dan mendorong lebih
banyak persaingan.
TEORI EKONOMI SUPPLY SIDE

Tujuan-tujuan di atas dicapai dengan cara:


a. Mengurangi pengeluran pemerintah.
b. Menurunkan tingkat pajak dari golongan masyarakat yang
berpendapatan tinggi.
c. Penswastasaan perusahaan-perusahaan pemerintah yang tidak
penting peranannya kepada masyarakat.
d. Mendorong persaingan yang lebih sempurna di pasaran barang
dan pasaran faktor.
PERTANYAAN

1.Faktor-faktor apa yang menentukan


tinggi-rendahnya kegiatan ekonomi
makro?
Faktor yang menentukan tingkat kegiatan ekonomi makro
adalah pengeluaran agregat (permintaan agregat) dan penawaran
agregat. Dalam suatu perekonomian modern komponen dari
pengeluaran agregat dibedakan kepada empat golongan:
i. Pengeluaran konsumsi rumah tangga
ii. Investasi perusahan-perusahaan
iii. Pengeluaran konsumsi
iv. Ekspor (pembelian barang buatan dalam negeri oleh penduduk
negara-negara lain)
PERTANYAAN

Analisis mengenai penentuan tingkat kegiatan dalam


perekonomian perlu dibedakan kepada tiga bentuk abstraksi atau
penyederhanaan. Ketiga jenis analisis tersebut adalah:
1. Analisis penentuan kegiatan perekonomian yang memisalkan
bahwa harga tetap dan suku bunga tetap.
2. Analisis penentuan kegiatan perekonomian yang memisalkan
harga mengalami perubahan.
3. Analisis menentukan kegiatan perekonomian yang memisalkan
harga dan suku bunga mengalami perubahan.
Selain pengeluaran agregat faktor yang menentukan tingkat
kegiatan ekonomi adalah penawaran agregat. Dalam suatu
perekonomian, keseimbangan pendapatan nasional akan dicapai
apabila penawaran agregat sama dengan pengeluaran.
PERTANYAAN

2.Akankah setiap ekonomi makro selalu mencapai tingkat


kesempatan kerja penuh (full employment)?
Berdasarkan kepada keyakinan bahwa kesempatan
kerja penuh akan selalu tercapai, ahli-ahli ekonomi
klasik seterusnya berkeyakinan bahwa tingkat output
negara (pendapatan nasional) ditentukan oleh
kemampuan faktor-faktor produksi menghasilkan
barang dan jasa, semakin besar pula pendapatan
nasional yang diciptakan. Kemampuan suatu negara
dalam menghasilkan pendapatan nasional dapan
dinyatakan dengan menggunakan persamaan berikut:
Y= f(K, L, R, T)
33
PERTANYAAN

Dimana
K = Jumlah barang modal yang tersedia
L = Jumlah dan kualitas tenaga kerja
R = Kekayaan alami dan sumber alam lain yang digunakan
T = Tingkat teknologi

3.Apakah pengaruh dari perubahan jumlah uang yang beredar


terhadap ekonomi makro?
Jumlah uang yang beredar mempengaruhi perekonomian,
karena jika uang yang beredar terlalu banyak, maka akan terjadi
inflasi di Indonesia. Sebaliknya, jika uang yang beredar di luar
sangat sedikit, maka akan terjadi deflasi. Sehingga, uang yang
beredar diluar harus dikendalikan dengan sebaik-baiknya. Jadi
dapat disimpulkan dari variabel makro ini adalah uang yang
beredar diluar tidak boleh terlalu banyak dan tidak boleh terlalu
sedikit. Agar perekonomian dapat stabil.
PERTANYAAN

4.Untuk terjadinya stabilitas dan pertumbuhan ekonomi makro sebaiknya


dilakukan melalui sistem pasar bebas atau kebijakan-kebijakan
pemerintah?
Sistem pasar bebas
Secara umum sistem pasar bebas adalah kegiatan-kegiatan dalam perekonomian
sepenuhnya diatur oleh mekanisme pasar atau invisible hand.
Ciri Sistem Ekonomi Liberal:
Setiap orang bebas memiliki barang, termasuk barang modal
Setiap orang bebas menggunakan barang dan jasa yang dimilikinya
Aktivitas ekonomi ditujukan untuk memperoleh laba
Semua aktivitas ekonomi dilaksanakan oleh masyarakat (Swasta)
Pemerintah tidak melakukan intervensi dalam pasar
Persaingan dilakukan secara bebas
Peranan modal sangat vital
PERTANYAAN

Kebijakan Pemerintah
1. Definisi Kebijakan Fiskal (Fiscal Policy)
Kebijakan Fiskal adalah kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah
dalam rangka mendapatkan dana-dana dan kebijaksanaan yang
ditempuh oleh pemerintah untuk membelanjakan dananya tersebut
dalam rangka melaksanakan pembangunan. Atau dengan kata lain,
Kebijakan Fiskal adalah suatu kebijakan ekonomi dalam rangka
mengarahkan kondisi perekonomian untuk menjadi lebih baik
dengan jalan mengubah penerimaan dan pengeluaran pemerintah.
Kebijakan ini mirip dengan kebijakan moneter untuk mengatur
jumlah uang beredar, namun kebijakan fiskal lebih menekankan pada
pengaturan pendapatan dan belanja pemerintah. Instrumen kebijakan
fiskal adalah penerimaan dan pengeluaran pemerintah yang
berhubungan erat dengan pajak.
PERTANYAAN

Tujuan kebijakan fiscal adalah untuk mempengaruhi jalannya


perekonomian. Hal ini dilakukan dengan jalan memperbesar dan
memperkecil pengeluaran komsumsi pemerintah (G), jumlah
transfer pemerntah (Tr), dan jumlah pajak (Tx) yang diterima
pemerintah sehingga dapat mempengaruhi tingkat pendapatn
nasional (Y) dan tingkat kesempatan kerja (N).
2. Definisi Kebijakan Moneter (monetary policy)
Kebijakan Moneter adalah suatu usaha dalam mengendalikan
keadaan ekonomi makro agar dapat berjalan sesuai dengan
yang diinginkan melalui pengaturan jumlah uang yang beredar
dalam perekonomian. Usaha tersebut dilakukan agar terjadi
kestabilan harga dan inflasi serta terjadinya peningkatan
outputkeseimbangan.
PERTANYAAN

Dengan kata lain,Kebijakan moneter adalah proses di mana pemerintah,


bank sentral, atau otoritas moneter suatu negara kontrol suplai (i) uang, (ii)
ketersediaan uang, dan (iii) biaya uang atau suku bunga untuk mencapai
menetapkan tujuan berorientasi pada pertumbuhan dan stabilitas ekonomi.
Kebijakan Moneter bertumpu pada hubungan antara tingkat bunga dalam
suatu perekonomian, yaitu harga di mana uang yang bisa dipinjam, dan
pasokan total uang. Kebijakan moneter menggunakan berbagai alat untuk
mengontrol salah satu atau kedua, untuk mempengaruhi hasil seperti
pertumbuhan ekonomi, inflasi, nilai tukar dengan mata uang lainnya dan
pengangguran.

Jenis-jenis kebijakan moneter


1. Inflasi penargetan
2. Harga Penargetan Tingkat
3. Agregat Moneter
4. Nilai Tukar Tetap
38
PERTANYAAN

Kebijakan moneter dapat digolongkan menjadi dua, yaitu :


1. Kebijakan Moneter Ekspansif / Monetary Expansive Policy
Adalah suatu kebijakan dalam rangka menambah jumlah uang
yang beedar.
2. Kebijakan Moneter Kontraktif / Monetary Contractive Policy
Adalah suatu kebijakan dalam rangka mengurangi jumlah uang
yang beredar. Disebut juga dengan kebijakan uang ketat (tight
money policy).
Kebijakan moneter dapat dilakukan dengan menjalankan
instrumen kebijakan moneter, yaitu antara lain :
1. Operasi Pasar Terbuka (Open Market Operation)
2. Fasilitas Diskonto (Discount Rate)
3. Rasio Cadangan Wajib (Reserve Requirement Ratio)
4. Himbauan Moral (Moral Persuasion)
PERTANYAAN

Kebijakan fiskal dan moneter adalah kebijakan yang di lakukan dengan tujuan
untuk mengelola isi permintaan barang dan jasa, untuk mempertahankan produksi
Yang mendekati full employment dan untuk mempertahankan tingkat harga
barang dan jasa agar inflasi dan deflasi tidak terjadi.
Hubungan Antara Kebijakan Fiskal Dan Moneter
Sebagaiman kita ketahui bahwa kebijakan moneter akan mempengaruhi
pasar uang dan pasar surat berharga, dan pasar uang dan surat berhargta itu akan
menentukan tinggi rendahnya tingkat bunga, dan tingkat bunga akan
memperngaruhi tingkat agregat. Kebijakan fiskal akan mempunyai pengaruh
terhadap permintaan dan penawaran agregat, yang pada giliranya permintaan dan
penawaran agregat itu akan menentukan keadaan di pasar barang dan jasa.
Kondisi di pasar barang dan jasa ini akan menentukan tingkat harga dan
kesempatan kerja akan menentukan tingkat pendapatan dan tingkat upah yang di
harapkan. Keduanya akan memiliki umpan balik yaitu pendapatan akan
memberikan umpan balik terhadap permintaan agregat dan upah harapan
mempunyai umpan balik terhadap penawaran agregat dan pasar uang serta pasar
surat berharga.
PERTANYAAN

Kebijakan fiskal dan moneter adalah kebijakan yang di lakukan dengan tujuan
untuk mengelola isi permintaan barang dan jasa, untuk mempertahankan produksi
Yang mendekati full employment dan untuk mempertahankan tingkat harga
barang dan jasa agar inflasi dan deflasi tidak terjadi.
Hubungan Antara Kebijakan Fiskal Dan Moneter
Sebagaiman kita ketahui bahwa kebijakan moneter akan mempengaruhi
pasar uang dan pasar surat berharga, dan pasar uang dan surat berhargta itu akan
menentukan tinggi rendahnya tingkat bunga, dan tingkat bunga akan
memperngaruhi tingkat agregat. Kebijakan fiskal akan mempunyai pengaruh
terhadap permintaan dan penawaran agregat, yang pada giliranya permintaan dan
penawaran agregat itu akan menentukan keadaan di pasar barang dan jasa.
Kondisi di pasar barang dan jasa ini akan menentukan tingkat harga dan
kesempatan kerja akan menentukan tingkat pendapatan dan tingkat upah yang di
harapkan. Keduanya akan memiliki umpan balik yaitu pendapatan akan
memberikan umpan balik terhadap permintaan agregat dan upah harapan
mempunyai umpan balik terhadap penawaran agregat dan pasar uang serta pasar
surat berharga.
PERTANYAAN

5.Apabila melewati kebijakan pemerintah maka melalui kebijakan fiskal atau kebijakan
moneter?
1. Definisi Kebijakan Fiskal (Fiscal Policy)
Kebijakan Fiskal adalah kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah
dalam rangka mendapatkan dana-dana dan kebijaksanaan yang
ditempuh oleh pemerintah untuk membelanjakan dananya tersebut
dalam rangka melaksanakan pembangunan. Atau dengan kata lain,
Kebijakan Fiskal adalah suatu kebijakan ekonomi dalam rangka
mengarahkan kondisi perekonomian untuk menjadi lebih baik dengan
jalan mengubah penerimaan dan pengeluaran pemerintah. Kebijakan
ini mirip dengan kebijakan moneter untuk mengatur jumlah uang
beredar, namun kebijakan fiskal lebih menekankan pada pengaturan
pendapatan dan belanja pemerintah. Instrumen kebijakan fiskal
adalah penerimaan dan pengeluaran pemerintah yang berhubungan
erat dengan pajak.
PERTANYAAN

Tujuan kebijakan fiscal adalah untuk mempengaruhi jalannya


perekonomian. Hal ini dilakukan dengan jalan memperbesar dan
memperkecil pengeluaran komsumsi pemerintah (G), jumlah
transfer pemerntah (Tr), dan jumlah pajak (Tx) yang diterima
pemerintah sehingga dapat mempengaruhi tingkat pendapatn
nasional (Y) dan tingkat kesempatan kerja (N).
2. Definisi Kebijakan Moneter (monetary policy)
Kebijakan Moneter adalah suatu usaha dalam mengendalikan
keadaan ekonomi makro agar dapat berjalan sesuai dengan
yang diinginkan melalui pengaturan jumlah uang yang beredar
dalam perekonomian. Usaha tersebut dilakukan agar terjadi
kestabilan harga dan inflasi serta terjadinya peningkatan
outputkeseimbangan.
PERTANYAAN

Dengan kata lain,Kebijakan moneter adalah proses di mana pemerintah,


bank sentral, atau otoritas moneter suatu negara kontrol suplai (i) uang, (ii)
ketersediaan uang, dan (iii) biaya uang atau suku bunga untuk mencapai
menetapkan tujuan berorientasi pada pertumbuhan dan stabilitas ekonomi.
Kebijakan Moneter bertumpu pada hubungan antara tingkat bunga dalam
suatu perekonomian, yaitu harga di mana uang yang bisa dipinjam, dan
pasokan total uang. Kebijakan moneter menggunakan berbagai alat untuk
mengontrol salah satu atau kedua, untuk mempengaruhi hasil seperti
pertumbuhan ekonomi, inflasi, nilai tukar dengan mata uang lainnya dan
pengangguran.

Jenis-jenis kebijakan moneter


1. Inflasi penargetan
2. Harga Penargetan Tingkat
3. Agregat Moneter
4. Nilai Tukar Tetap
PERTANYAAN

Kebijakan moneter dapat digolongkan menjadi dua, yaitu :


1. Kebijakan Moneter Ekspansif / Monetary Expansive Policy
Adalah suatu kebijakan dalam rangka menambah jumlah uang
yang beedar.
2. Kebijakan Moneter Kontraktif / Monetary Contractive Policy
Adalah suatu kebijakan dalam rangka mengurangi jumlah uang
yang beredar. Disebut juga dengan kebijakan uang ketat (tight
money policy).
Kebijakan moneter dapat dilakukan dengan menjalankan
instrumen kebijakan moneter, yaitu antara lain :
1. Operasi Pasar Terbuka (Open Market Operation)
2. Fasilitas Diskonto (Discount Rate)
3. Rasio Cadangan Wajib (Reserve Requirement Ratio)
4. Himbauan Moral (Moral Persuasion)
PERTANYAAN

Kebijakan fiskal dan moneter adalah kebijakan yang di lakukan dengan tujuan
untuk mengelola isi permintaan barang dan jasa, untuk mempertahankan produksi
Yang mendekati full employment dan untuk mempertahankan tingkat harga
barang dan jasa agar inflasi dan deflasi tidak terjadi.
Hubungan Antara Kebijakan Fiskal Dan Moneter
Sebagaiman kita ketahui bahwa kebijakan moneter akan mempengaruhi
pasar uang dan pasar surat berharga, dan pasar uang dan surat berhargta itu akan
menentukan tinggi rendahnya tingkat bunga, dan tingkat bunga akan
memperngaruhi tingkat agregat. Kebijakan fiskal akan mempunyai pengaruh
terhadap permintaan dan penawaran agregat, yang pada giliranya permintaan dan
penawaran agregat itu akan menentukan keadaan di pasar barang dan jasa.
Kondisi di pasar barang dan jasa ini akan menentukan tingkat harga dan
kesempatan kerja akan menentukan tingkat pendapatan dan tingkat upah yang di
harapkan. Keduanya akan memiliki umpan balik yaitu pendapatan akan
memberikan umpan balik terhadap permintaan agregat dan upah harapan
mempunyai umpan balik terhadap penawaran agregat dan pasar uang serta pasar
surat berharga.