Anda di halaman 1dari 10

PENGARUH ISLAM TERHADAP RELEVANSI BUDAYA SUNDA

Perlu dibedakan pengertian Dien, Agama, dan religi


dalam kaitannya dengan kebudayaan
kata agama dipahami A berarti tidak dan Gama
berarti kacau, dengan maksud orang yang beragama
maka hidupnya tidak akan kacau.
Agama dalam bahasa Latin adalah Religi asal kata dari
Relegere, yaitu Re berarti kembali dan Ligere berarti
terkait/terikat, maknanya religi mempunyai sifat
mengikat bagi pemeluknya.
Dien, sempurnanya Ad-Dien ( ) masdar dari - ,
Pengertian umum yang dapat dipahami, Ad-Dien artinya
Undang-undang atau peraturan Allah yang mesti ditaati
dan dipatuhi oleh manusia.
Dr. Rauf Syalabi dalam bukunya Yaa
Ahlal Kitab Taalau ila Kalimatin Sawa
mengartikan Dien dari sudut etimologis
maupun terminologis yang komprehensif
menyimpulkan bahwa Dinullah adalah
ajaran yang menyeluruh (sempurna), yang
tidak saja mencakup perorangan dan
keluarga,tapi juga masyarakat umum dan
negara (politik), jadi bukan hanya ritual
ibadah, bukan hanya ajaran kerohanian,
namun ajaran komprehensif yang
mencakup fisik dan metafisik, serta duniawi
dan ukhrowi (akhirat) secara serentak".
Dien (Islam: Ar Ruum :22),
Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan
kamu dari seorang laki-laki dan seorang
perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-
bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling
mengenal. (Q S Al Hujuraat : 13)
Dan di antatara tanda-tanda kekuasaanNya
ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-
lainan bahasamu dan warna kulitmu.
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-
benarv terdapat tanda-tanda bagi orang-orang
yang mengetahui (QS: Ar Ruum :22),
Hasil dari Budaya/kebudayaan akan
mewujudkan PERADABAN (civilization)
yaitu kualitas kehidupan masyarakat yang
sejahtera lahir-batinnya.
Inti sari dari peradaban adalah MORAL
(Akhlak). Suatu bangsa disebut
berperadaban luhur bila kehidupan
masyarakatnya menampakkan moral yang
luhur (Akhlakul Karimah), maka disebut
masyarakat yang BERADAB yaitu
masyarakat MADANI yang MARDOTILLAH.
Ada lima penanda MORAL manusia
yang harus dijadikan acuan
berperilaku hidup agar menjadi
masyarakat yang berperadaban
luhur yaitu:

MORAL MANUSIA terhadap TUHANNYA (MMT) ditandai dengan


kualitas IMTAQ
MORAL MANUSIA terhadap PRIBADINYA (MMP) ditandai dengan
kualitas SDM.
MORAL MANUSIA terhadap MANUSIA lainnya (MMM) ditandai dengan
kualitas silaturahmi-kemanusiaannya.
MORAL MANUSIA terhadap ALAMNYA (MMA) ditandai dengan
kesadaran ekologi/lingkungan hidupnya.
MORAL MANUSIA dalam mencapai kebahagiaan LAHIR BATINNYA
(MMLB) ditandai dengan etikanya, tahu batas, menghargai Hak Azasi
Manusia (HAM) dan melaksanakan Kewajiban Azasi Manusia (KAM).
Masyarakat yang tidak BERPERADABAN
(tidak bermoral/tidak berahklak) akan
disebut sebagai masyarakat yang
BIADAB. (tidak beradab).
Pesan-pesan atau kandungan kelima moral di
atas akan diwudjukan dalam karya-karya budaya
bangsa itu, dalam bentuk karya seni, ilmu
pengetahuan dsb. Jadi pesan moral akan
dibungkus dengan kemasan fisik, yaitu beragam
seni-budaya yang dapat diindra. Oleh karena itu
untuk dapat mengetahui PESAN MORAL yang
dikandungnya, harus lebih dulu mengenal
aspek-aspek SENI BUDAYA tsb (untuk kita adalah
seni-budaya SUNDA), selanjutnya mampu
mengambil dan memanfaatkan kandungan nilai
moralnya dengan kaidah 5 M di atas.
Bila kita telah mampu mengambil dan
memanfaatkan nilai-nilai moral yang
terkandung dalam Seni-Budaya Sunda,
serta mampu melaksanakannya dalam
perilaku kehidupan kita,maka diharapkan
dapat terwujud masyarakat / dengan
penanda jati diri yang:
CAGEUR , sehat dan sejahtera lahir
batinnya.
BAGEUR, perilakunya tidak melanggar
hukum agama, hukum positif dan hukum.
BENER, jelas dan terarah tujuan hidupnya
sebagai manusia yang bermoral.
PINTER, mampu mengatasi perjuangan
hidupnya dengan cara yang baik dan benar.
(Karakter pelengkap lainnya : Teger, Wanter,
, Cangker, Jujur dsb)
Nilai kearifan Moral yang
terkandung dalam Budaya Sunda

Adat Istiadat : tentang kearifan Lingkungan Hidup di


Masyarakat Baduy/ Rawayan/Kp.Naga
Religi/ Nilai-nilai Religi Sunda yang sesuai dengan Kaidah
Islam.
Bahasa : sebagai alat komunikasi dengan masyarakat lokal
serta perekam kebudayaan.
Seni : sebagai ungkapan rasa keindahan dan religi, contoh
dalam Ibing, Penca, TS Cianjuran, makanan, dsb
Sistem Masarakat : contoh sistem masyarakat Baduy.
Leadership Prabu Siliwangi. Proses bermasyarakat yang
silih asih silih asah dan silih asuh, meremaweh
Sistem Ilmu pengetahuan: berladang, arsitektur. dsb.
Sitem Peralatan : panday besi dsb.