Anda di halaman 1dari 33

ASPERGILLOSIS

INFECTION
ZENA ANZANI SUCI OCTAVIANTI
030.11.320
DEFINISI

Aspergillosis suatu penyakit jamur yang disebabkan oleh spesies Aspergillus,


biasanya A. fumigatus dan keadaan ini serng ditemukan pada pasien dengan
immunocompromised.
Aspergillosis dapat dibagi menjadi lima kategori
1. Saprophytic aspergillosis (aspergilloma)
2. hypersensitivity reaction (allergic bronchopulmonary aspergillosis)
3. Semi invasive (chronic necrotizing) aspergillosis
4. Airway invasive aspergillosis (acute tracheobronchitis, bronchiolitis,
bronchopneumonia, obstructing bronchopulmonary aspergillosis)
5. Angioinvasive aspergillosis.
MICROSCOPIC FEATURES OF A FUMIGATUS.

Aspergillus merupakan sebuah genus


jamur tanah yang mudah dijumpai
dimana-mana. Gambaran histologi,
klinis dan radiologi dari aspergilosis
paru ditentukan oleh jumlah dan
virulensi dari organisme dan respon
imun pasien
SAPROPHYTIC ASPERGILLOSIS
(ASPERGILLOMA)
Saprophytic aspergillosis (aspergilloma) merupakan infeksi Aspergillus tanpa
adanya invasi jaringan. Biasanya terjadi penumpukan hifa-hifa jamur yang
saling berkaitan satu sama lain dengan campuran mukus dan debris-debris
seluler di dalam kavitas paru atau bronkus yang berdilatasi
Penyebab yang mendasari paling umum adalah tuberculosis dan sarcoidosis
Other conditions that occasionally may be associated with aspergilloma
include bronchogenic cyst, pulmonary sequestration, and pneumatoceles
secondary to Pneumocystis carinii pneumonia in patients with acquired
immunodeficiency syndrome (AIDS)
Aspergilloma in a 54 year old man with a
history of tuberculosis. (a) Linear
tomogram (magnified view) shows
multiple fungus balls within a cavity in
the right upper lobe. (b) Photograph of
the corre- sponding gross surgical
specimen demonstrates mul- tiple
irregular fungus balls virtually filling the
pulmonary cavity.
Bilateral aspergillomas in a 71-year-old man with residual tuberculosis.
Chest computed tomographic (CT) scan (lung window) shows large
cavities bilaterally in the upper lobes containing fungus balls of
different sizes.
MANIFESTASI KLINIS

Hemoptisi
s
Pada gambaran radiografi ditandai
dengan adanya massa padat, bulat
atau oval dengan opasitas jaringan
lunak di kavitas paru. Biasanya
massanya terpisah dari dinding
kavitas oleh celah udara dalam
berbagai ukuran dan bentuk, yang
menghasilkan tanda air crescent
(a) Posteroanterior chest radiograph
obtained in a 56-year-old man in October
1994 demonstrates large cystic spaces that
are bilaterally marginated by lateral and
apical pleural thickening and by a poorly
defined infiltrate in the right upper lung. A
mass is also visible in the inferior aspect of
the left lung cavity (arrowheads). (b) CT
scan (mediastinal window) shows bilateral
pulmonary cavities in the upper lungs
surrounded by circumferential pleural
thickening and containing aspergillomas.
(c) On a posteroanterior chest radiograph
obtained 4 years later in August 1998, the
intracavitary aspergilloma in the right
upper lobe is no longer seen, and the right-
sided pleural thickening has spontaneously
regressed toward a normal size. The left
intracavitary aspergilloma has increased in
size without noticeable pleural changes.
(d) CT scan (mediastinal window) shows
normal pleural thickness in the right upper
lobe cavity as well as a left intracavitary
HYPERSENSITIVITY REACTION (ALLERGIC BRONCHOPULMONARY
ASPERGILLOSIS)

Salah satu bentuk penyakit akibat respons imun hipereaktif terhadap


Aspergillus fumigatus tanpa disertai jaringan invasi, sering ditemukan
pada penderita asma ataupun fibrosis kistik.
Berdasarkan analisis patologis, bentuk aspergilosis ini ditandai dengan
adanya penebalan sumbatan yang mengandung organisme Aspergillus
dan eosinofil. Hal ini menyebabkan dilatasi bronkus terutama bronkus
segmental dan subsegmental.
Gejala klinis akut meliputi wheezing berulang, malaise dengan demam
subfebris, batuk, produksi sputum, dan nyeri dada. Pasien dengan
aspergilosis bronkopulmoner alergika kronik mungkin juga memiliki
riwayat pneumonia rekuren.
Gambaran radiologis
menunjukkan daerah dengan
peningkatan opasitas corakan
bronkovaskular, homogen,
tubular, menyerupai jari, biasanya
atau hanya melibatkan lobus
Allergic
superior bronchopulmonary aspergillosis in a
32-year-old asthmatic patient. Linear
tomogram (magnified view) of the right lung
reveals multiple tubular shadows extending in
a distribution corre- sponding to the
bronchovascular bundles. These Y-shaped
shadows are caused by inspissated mucus
within markedly dilated bronchi.
Gambaran CT pada aspergilosis bronkopulmoner
alergika terdiri atas impaksi mukoid dan
bronkiektasis yang melibatkan bronkus
segmental dan subsegmental pada lobus
superior
SEMI INVASIVE (CHRONIC NECROTIZING)
ASPERGILLOSIS
Aspergilosis semi-invasif, yang juga dikenal sebagai aspergilosis nekrosis
kronik, digambarkan pada analisis histologi sebagai adanya nekrosis jaringan
dan inflamasi granular yang menyerupai temuan pada tuberkulosis reaktivasi.

Faktor-faktor yang berkaitan dengan perkembangan bentuk aspergilosis ini


adalah penyakit-penyakit kelemahan kronik, diabetes melitus, malnutrisi,
alkoholisme, usia lanjut, terapi kortikosteroid jangka panjang, dan penyakit
paru obstruktif kronik
Gejala klinisnya seringkali tersembunyi dan meliputi batuk kronik,
produksi sputum, demam, dan gejal-gejal konstitusi lainnya.
Gambaran radiologi pada aspergilosis semi-invasif meliputi daerah
konsolidasi segmental bilateral dengan atau tanpa kavitasi atau
penebalan pleura, dan nodul-nodul multipel dengan peningkatan
opasitas
Semi-invasive aspergillosis in a 68-year-old man with chronic bronchitis and recurrent episodes of mild
hemoptysis. (a) Thin-section CT scan (lung window) shows bilateral rounded areas of consolidation with
associated cavitation in both upper lobes. (b) Photograph of an autopsy specimen from the left upper
lobe shows an irregular cavitary lesion with regular margins and a dark brown appearance caused by
necrotic material and Aspergillus infec- tion.
Semi-invasive aspergilloma in a 54- year-old
alcoholic man with chronic bronchitis and
recurrent episodes of hemoptysis. (a) Linear
tomogram (magnified view) shows a large
cavity containing multiple fungus balls in the
left upper lobe with associated adjacent pleural
thickening. (b) Photograph of an autopsy
specimen from the left upper lobe shows an
irregular cavitary lesion with regular margins
and a dark brown appear- ance caused by
necrotic material and superimposed Aspergillus
infection. (c) High-power pho- tomicrograph
shows massive A niger with its char- acteristic
black appearance.
AIRWAY-INVASIVE ASPERGILLOSIS

Aspergilosis invasif-jalan napas pada pemeriksaan histologi ditandai


dengan adanya organisme Aspergillus jauh di dalam membran basalis
jalan napas

Biasanya paling sering terjadi pada pasien immunocompromised


dengan neutropenia dan pada pasien dengan AIDS

Manifestasi klinisnya meliputi trakeobronkitis akut, bronkiolitis, dan


bronkopneumonia.
Pasien-pasien dengan trakeobronkitis akut biasanya memiliki gambaran
radiologis yang normal. Terkadang dapat pula dijumpai penebalan
dinding trakea atau bronkus. Bronkiolitis pada pemeriksaan CT resolusi
tinggi ditandai dengan adanya nodul-nodul sentrilobular dan garis-garis
percabangan atau daerah nodul dengan peningkatan atenuasi dengan
gambaran tree-in-bud
INVASIVE BRONCHIOLAR ASPERGILLOSIS IN A PATIENT WHO HAD UNDERGONE BONE MARROW TRANSPLANTATION.
(A) THIN-SECTION CT SCAN (LUNG WINDOW) SHOWS PERIPHERAL BRANCH- ING STRUCTURES ASSOCIATED WITH
FOCAL AREAS OF CONSOLIDATION IN THE RIGHT LOWER LOBE. (B) PHO- TOGRAPH OF THE CORRESPONDING
AUTOPSY SPECIMEN SHOWS MULTIPLE YELLOWISH ACINAR NODULES. (C) HIGH-POWER PHOTOMICROGRAPH OF A
LUNG BIOPSY SPECIMEN DEMONSTRATES COMPLETE DESTRUCTION OF THE BRONCHIOLAR WALL BY ASPERGILLUS

INFECTION.
BRONCHOPNEUMONIA ASPERGILLOSIS. (A) CONVENTIONAL CT SCAN THROUGH THE UPPER LUNGS SHOWS A
SEGMENTAL AREA OF CONSOLIDATION IN THE RIGHT UPPER LOBE WITH VISIBLE AIR BRONCHOGRAM. (B)
PHOTOGRAPH OF THE CORRESPONDING AUTOPSY SPECIMEN SHOWS SEGMENTAL CONSOLIDATION. (C) HIGH-
POWER PHOTOMICROGRAPH OF A SMALL AREA OF CONSOLIDATION SHOWS TISSUE NECROSIS. SCATTERED
ASPERGILLUS ORGANISMS CAN BE IDENTIFIED IN THE NECROTIC TISSUE (ARROWS).
KARAKTERISTIK GAMBARAN CT PADA
ASPERGILOSIS BRONKOPULMONER
OBSTRUKTIF MENYERUPAI GAMBARAN
ASPERGILOSIS BRONKOPULMONER
ALERGIKA DAN MELIPUTI DILATASI
BRONKUS DAN BRONKIOLUS BILATERAL,
IMPAKSI MUKOID BESAR (TERUTAMA DI
LOBUS INFERIOR), DAN KONSOLIDASI
LOBUS INFERIOR DIFUS YANG
DISEBABKAN OLEH ATELEKTASIS PASCA-
OBSTRUKSI
Aspergilosis bronkopulmoner obstruktif merupakan suatu bentuk
aspergilosis non-invasif yang ditandai dengan pertumbuhan spesies
Aspergillus di dalam lumen secara masif, biasanya A fumigatus, pada
pasien-pasien dengan AIDS
ANGIOINVASIVE ASPERGILLOSIS

Aspergilosis angioinvasif terjadi nyaris hanya pada pasien-pasien


immunocompromised dengan neutropenia berat

Aspergilosis angioinvasif pada pemeriksaan histologi ditandai dengan


invasi dan oklusi arteri pulmonalis berdiameter kecil hingga sedang
oleh hifa jamur. Hal ini menyebabkan pembentukan nodul hemoragik
nekrotik atau infark hemoragik berbentuk setengah kerucut pada
pleura.
Karakteristik gambaran CT meliputi nodul-nodul yang dikelilingi oleh
halo dengan atenuasi ground-glass (tanda halo) atau daerah
konsolidasi berbentuk setengah lingkaran pada pleura
ANGIOINVASIVE ASPERGILLOSIS
IN A 42- YEAR-OLD MAN WITH
ACUTE MYELOGENOUS
LEUKEMIA. (A) CHEST CT SCAN
(LUNG WINDOW) REVEALS A 2-
CM NODULAR LESION WITH A
WIDE HALO OF GROUND-GLASS
ATTENUATION REPRESENTING
ADJACENT HEMORRHAGE.
Pada pasien dengan neutropenia berat, adanya tanda halo sangat
mengarahkan pada diagnosis aspergilosis angioinvasif. Namun,
gambaran serupa ditemukan juga pada sejumlah kondisi, seperti
infeksi akibat Mucorales dan Candida, herpes simpleks dan
sitomegalovirus, granulomatosis Wegener, sarkoma Kaporsi dan
metastasis hemoragik
(16) CUTANEOUS KAPOSI SARCOMA
IN A 34-YEAR-OLD HOMOSEXUAL MAN
WITH AIDS. THIN-SECTION CT SCAN
SHOWS MULTIPLE HEMORRHAGIC
PULMONARY NODULES WITH AN
ASSOCIATED HALO SIGN. (17)
HEMORRHAGIC METASTASES IN A 62-
YEAR-OLD MAN. HIGH-RESOLUTION
CT SCAN DEMONSTRATES MULTIPLE
LUNG NODULES, SOME OF THEM
WITH SURROUNDING HA- LOS OF
GROUND-GLASS ATTENUATION
REPRESENTING HEMORRHAGE.
Angioinvasive aspergillosis in a 54-
year-old man. (a) Thin-section CT
scan (lung window) shows a
cavitated nodule with air crescent
formation. (b) Photograph of the
pathologic specimen shows a thick-
walled cavity with corresponding air
crescent formation.
Pemisahanan fragmen paru yang
nekrotik (sekuestra paru) dari
parenkim paru menyebabkan
gambaran air crescent yang
dijumpai juga pada misetoma
Tanda air crescent pada aspergilosis angioinvasif biasanya dijampui
pada fase konvalesens (yaitu 2-3 minggu setelah dimulainya terapi dan
bersamaan dengan membaiknya neutropenia)
Angioinvasive aspergillosis in a
43-year-old woman who had
undergone bone marrow
transplantation. (a) CT scan
shows a peripheral Aspergillus
nodule in the right upper lobe.
(b) CT scan obtained 4 weeks
later shows cavitation of the
nodule with the air crescent sign.
CONCLUSION

Aspergilosis merupakan suatu komplikasi yang serius yang sering dijumpai


pada pasien-pasien immunocompromised. Ahli radiologi memainkan peran
penting dalam penegakkan diagnosis infeksi Aspergillus pada paru. Saat
pemeriksaan radiologis memberikan hasil yang tidak jelas, maka pemeriksaan
CT akan membantu proses identifikasi proses penyakit. Meskipun gambaran
pencitraan dari berbagai jenis aspergilosis paru mungkin tidak spesifik, pada
situasi klinis tertentu, pemahaman terhadap gambaran CT mungkin dapat
mengarahkan dan bahkan membantu dalam menegakkan diagnosis spesifik.
THANK YOU