Anda di halaman 1dari 32

Otitis Media Akut

By Yohannita Tengku

RS. Islam Malahayati


Medan
OMA by Dr,T,Yohanita, SpTHT 5/20/17 1
Pendahuluan :

Radang telinga tengah (otitis


media) adalah peradangan bagian
tengah telinga yang biasanya
disebabkan oleh penjalaran infeksi
dari tenggorok (faringitis) dan sering
pada anak anak. Pada semua jenis
otitis media juga dikeluhkan dengan
gangguan pendengaran (tuli)
konduktif.
OMA by Dr,T,Yohanita, SpTHT 5/20/17
2
ANATOMI
Telinga dapat di bagi menjadi:

1. Bagian luar telinga Pinna dan


saluran eksternal
2. Bagian tengah telinga gendang
telinga, rongga bagian tengah dan
strukturnya : tulang tulang
pendengaran Malleus, Incus dan
Stapes, tube Eustachian
3. Bagian dalam telinga koklea dan
labirin (saluran semi-circular)

OMA by Dr,T,Yohanita, SpTHT 5/20/17


3
Telinga terbagi menjadi tiga bagian:

Telinga luar :
Aurikula (pinna) dan kanalis auditorius
eksternus.
Fungsi : Aurikulus membantu pengumpulan
gelombang suara dan perjalanannya sepanjang
kanalis auditorius eksternus.
Kanalis auditorius eksternus panjangnya sekitar
2,5 cm dan berakhir di membrana timpani.
Kulit dalam kanal mengandung glandula
seruminosa, yang mensekresi substansi seperti
lilin yang disebut serumen.

OMA by Dr,T,Yohanita, SpTHT 5/20/17


4
Telinga tengah :
Dibatasi dengan dunia luar oleh gendang
telinga.
Fungsi : menghantarkan suara ke tulang
tulang pendengaran : maleus, incus dan
stapes dan meneruskan getaran ke kohlea
atau rumah siput.
Dijumpai tuba Eustachius yang
menghubungkan telinga tengah dengan
rongga hidung belakang dan tenggorokan
bagian atas.
OMA by Dr,T,Yohanita, SpTHT 5/20/17
5
Gendang telinga kanan

OMA by Dr,T,Yohanita, SpTHT 5/20/17


6
Telinga Tengah

OMA by Dr,T,Yohanita, SpTHT 5/20/17


7
Tuba Eustachius

1. Tuba Eustachius pada anak


mendatar.
2. Tuba Eustachius pada
dewasa lebih tinggi.

OMA by Dr,T,Yohanita, SpTHT 5/20/17


8
Fungsi tuba Eustachius :
Menjaga keseimbangan tekanan udara
di dalam telinga dan menyesuaikannya
dengan tekanan udara dg dunia luar.
Mengalirkan sedikit lendir yang
dihasilkan sel-sel yang melapisi telinga
tengah ke bagian belakang hidung.
sawar kuman yang mungkin akan
masuk ke dalam telinga tengah.

OMA by Dr,T,Yohanita, SpTHT 5/20/17


9
Anatomi Telinga Dalam

OMA by Dr,T,Yohanita, SpTHT 5/20/17


10
Telinga Dalam :
Berada di dalam tulang temporal terdiri dari : Organ untuk
pendengaran (koklea) dan keseimbangan (kanalis semisirkularis),
kranial VII (nervus fasialis) dan VIII (nervus koklea vestibularis). Koklea
dan kanalis semisirkularis bersama menyusun tulang labirint.
Ketiga kanalis semisirkularis posterior, superior dan lateral terletak
membentuk sudut 90 derajat satu sama lain dan mengandung organ
yang berhubungan dengan keseimbangan. Organ ahir reseptor ini
distimulasi oleh perubahan kecepatan dan arah gerakan seseorang.
Koklea berbentuk seperti rumah siput dengan panjang sekitar 3,5 cm
dengan dua setengah lingkaran spiral dan mengandung organ akhir
untuk pendengaran, dinamakan organ Corti

OMA by Dr,T,Yohanita, SpTHT 5/20/17


11
Gambar OMA
Hiperemis Supuratif Efusion OMA

OMA OMA Post OMA OMSK

OMA by Dr,T,Yohanita, SpTHT 5/20/17


12
Otitis Media Supuratif Akut (OMA)
Otitis media supuratif akut (OMA) adalah otitis media yang
berlangsung selama 3 minggu atau kurang karena infeksi
bakteri piogenik , sering diderita oleh bayi dan anak-anak.
Penyebabnya : infeksi virus atau bakteri
Berlangsungnya selama 3 minggu atau kurang Infeksi
bakteri piogenik. : yaitu
Streptokokus hemolitikus,
Stafilokokus aureus,
Pneumokokus.
Escheria colli,
Streptokokus anhemolitikus,
Proteus vulgaris,
Pseudomonas aerugenosa.
Hemofilus influenza merupakan bakteri yang paling sering kita
temukan pada pasien anak berumur dibawah 5 tahun.

OMA by Dr,T,Yohanita, SpTHT 5/20/17


13
Faktor pencetus terjadinya otitis media
supuratif akut (OMA), yaitu :
Infeksi saluran napas atas yang sering
terjadi terutama pada penderita anak-anak.
Gangguan faktor pertahanan tubuh :
seperti silia dari mukosa tuba Eustachius,
enzim, dan antibodi.
Tersumbatnya Tuba Eustachius.
Usia penderita :
Bayi lebih mudah menderita otitis media supuratif
akut (OMA) karena letak tuba Eustachius yang lebih
pendek, lebih lebar dan lebih horisontal.

OMA by Dr,T,Yohanita, SpTHT 5/20/17


14
5 stadium otitis media supuratif akut (OMA)
berdasarkan perubahan mukosa telinga tengah:

Oklusi tuba Eustachius.


Hiperemis (pre supurasi).
Supurasi.
Perforasi.
Resolusi.

OMA by Dr,T,Yohanita, SpTHT 5/20/17


15
1. Stadium Oklusi Tuba Eustachius
Stadium oklusi :
Sumbatan tuba Eustachius ditandai dengan
retraksi membrana timpani akibat tekanan
negatif dalam telinga tengah karena
terjadinya absorpsi udara.
Membrana timpani terkadang normal atau
hanya berwarna keruh pucat atau terjadi efusi.
Stadium oklusi sulit dibedakan dengan otitis
media serosa yang disebabkan virus dan
alergi.

OMA by Dr,T,Yohanita, SpTHT 5/20/17


16
2. Stadium Hiperemis (Pre Supurasi)
Stadium hiperemis (pre supurasi) :
Pelebaran pembuluh darah membran

timpani ditandai dengan :


Hiperemis,
Edema mukosa
Sekret eksudat serosa yang sulit terlihat.

OMA by Dr,T,Yohanita, SpTHT 5/20/17


17
3. Stadium Supurasi
Ditandai :
Sekret eksudat purulen (nanah)
Edema pada mukosa telinga tengah, sel epitel superfisial
hancur
Bulging
Pasien kesakitan, nadi & suhu meningkat dan rasa nyeri di
telinga bertambah hebat
Gelisah dan tidak bisa tidur nyenyak
Jika tidak ditanggulangi dengan baik akan menimbulkan ruptur
membran timpani akibat timbulnya nekrosis mukosa dan
submukosa membran timpani
Daerah nekrosis terasa lebih lembek dan berwarna
kekuningan
Kita atasi dengan melakukan Miringotomi
OMA by Dr,T,Yohanita, SpTHT 5/20/17
18
4. Stadium Perforasi
Ditandai :
Ruptur membran timpani :
Sekret / nanah mengalir dari telinga tengah ke liang
telinga luar.
Pengeluaran sekret bersifat pulsasi (berdenyut). S
Anak tenang, suhu menurun dan bisa tidur nyenyak.
Stadium ini terlambat diatasi :
Lebih 3 minggu disebut otitis media supuratif
subakut. Perforasi membran timpani utuh dan
pengeluaran sekret (nanah) tetap berlangsung.
Lebih 1,5-2 bulan keadaan ini tetap berlangsung
disebut otitis media supuratif kronik (OMSK).

OMA by Dr,T,Yohanita, SpTHT 5/20/17


19
5. Stadium Resolusi
Ditandai :
Perforasi Membran timpani menutup kembali dan

sekret purulen mengering, jika daya tahan tubuh


baik, dan virulensi kuman rendah.
Stadium resolusi gagal, :
Otitis media supuratif kronik (OMSK).
Membran timpani tetap perforasi dan sekret tetap keluar
secara terus-menerus atau hilang timbul.
Gejala sisa (sequele) berupa otitis media serosa dimana
sekret menetap di kavum timpani tanpa mengalami
perforasi membran timpani.

OMA by Dr,T,Yohanita, SpTHT 5/20/17


20
Gejala-Gejala Otitis Media Akut
Bayi dan Anak Balita:
Kebiasaan menarik-narik telinga
Gangguan Pendengaran
Menangis, mudah terganggu
Demam 39C (khas)
Muntah-muntah
Banyak kotoran telinga
Rewel,
gangguan masalah makan
Gangguan tidur.

Pada anak-anak, remaja dan dewasa :


Sakit telinga
Perasaan penuh atau tekanan
Gangguan pendengaran
Pusing-pusing dan kehilangan keseimbangan
Mual, muntah-muntah
Banyak kotoran telinga
Demam

OMA by Dr,T,Yohanita, SpTHT 5/20/17


21
DIAGNOSA
Ditegakkan berdasarkan :
Gejala dan hasil pemeriksaan telinga

dengan otoskop.
Menentukan organisme penyebabnya

dilakukan pembiakan terhadap nanah atau


cairan lainnya dari telinga.

OMA by Dr,T,Yohanita, SpTHT 5/20/17


22
Terapi Otitis Media Supuratif Akut
(OMA tergantung stadium penyakit :
Terapi stadium Oklusi tuba Eustachius :
obat tetes hidung & antibiotik
Terapi stadium Hiperemis (pre supurasi) :
antibiotik, obat tetes hidung, analgetik &
miringotomi.
Terapi stadium Supurasi: antibiotik &
miringotomi.
Terapi stadium Perforasi: antibiotik & obat
cuci telinga.
Terapi stadium Resolusi: antibiotik.
OMA by Dr,T,Yohanita, SpTHT 5/20/17
23
Aturan pemberian obat tetes hidung :
Bahan :

HCl efedrin 0,5% dalam larutan fisiologis untuk anak


berusia dibawah 12 tahun.
HCl efedrin 1% dalam larutan fisiologis untuk anak
berusia diatas 12 tahun dan orang dewasa.

Tujuan :

Untuk membuka kembali tuba Eustachius yang


tersumbat sehingga tekanan negatif dalam telinga
tengah akan hilang.

OMA by Dr,T,Yohanita, SpTHT 5/20/17


24
Aturan pemberian obat antibiotik :
Stadium hiperemis (pre supurasi).
Berikan golongan penisilin atau ampisilin selama minimal 7
hari. Golongan eritromisin dapat kita gunakan jika terjadi
alergi penisilin. Penisilin intramuskuler (IM) sebagai terapi
awal untuk mencapai konsentrasi adekuat dalam darah. Hal
ini untuk mencegah terjadinya mastoiditis, gangguan
pendengaran sebagai gejala sisa dan kekambuhan. Berikan
ampisilin 50-100 mg/kgbb/hr yang terbagi dalam 4 dosis,
amoksisilin atau eritromisin masing-masing 50 mg/kgbb/hr
yang terbagi dalam 3 dosis pada pasien anak.

OMA by Dr,T,Yohanita, SpTHT 5/20/17


25
Stadium resolusi. Lanjutkan
pemberiannya sampai 3 minggu bila
tidak terjadi resolusi. Tidak terjadinya
resolusi dapat disebabkan
berlanjutnya edema mukosa telinga
tengah. Curigai telah terjadi
mastoiditis jika sekret masih banyak
setelah kita berikan antibiotik selama
3 minggu.
OMA by Dr,T,Yohanita, SpTHT 5/20/17
26
Aturan tindakan miringotomi :
Stadium hiperemis (pre supurasi).
Bisa kita lakukan bila terlihat
hiperemis difus.
Stadium supurasi. Lakukan jika
membran timpani masih utuh

Keuntungannya yaitu gejala klinik


lebih cepat hilang dan ruptur
membran timpani dapat kita hindari.
OMA by Dr,T,Yohanita, SpTHT 5/20/17
27
Aturan pemberian obat cuci telinga :
Bahan.
Berikan H2O2 3% selama 3-5 hari.

Efek.
Bersama pemberian antibiotik yang
adekuat, sekret akan hilang dan
perforasi membran timpani akan
menutup kembali dalam 7-10 hari.

OMA by Dr,T,Yohanita, SpTHT 5/20/17


28
KOMPLIKASI
Komplikasi yang serius adalah:
Infeksi pada tulang di sekitar telinga tengah
(mastoiditis atau petrositis)
Labirintitis (infeksi pada kanalis
semisirkuler)
Kelumpuhan pada wajah
Tuli
Peradangan pada selaput otak (meningitis)
Abses otak.

OMA by Dr,T,Yohanita, SpTHT 5/20/17


29
Tanda-tanda terjadinya komplikasi:
sakit kepala

tuli yang terjadi secara mendadak

vertigo (perasaan berputar)

demam dan menggigil.

Dewasa ini, ketiga komplikasi diatas banyak


disebabkan :
Otitis media supuratif kronik (OMSK) karena
maraknya pemberian antibiotik pada pasien otitis
media supuratif akut (OMA).

OMA by Dr,T,Yohanita, SpTHT 5/20/17


30
Slideshow Anatomy Ear Infection
Anatomy of an Ear Infection
Slideshow
http://bit.ly/kquC4t
Slideshow Anatomi Telinga
http://bit.ly/iXNwNm
n

OMA by Dr,T,Yohanita, SpTHT 5/20/17


31
Terima kasih

OMA by Dr,T,Yohanita, SpTHT 5/20/17


32