Anda di halaman 1dari 25

Hafni Bachtiar

HIPOTESIS (1)

Hiphotheses are your eyes as you try to approach


problems in scientific manner. Through them you
look into the disorder that is aproblem and see
the possibilities of order.

Edward Hodnet
HIPOTESIS (2)
Hipotesis adalah kesimpulan
sementara, jawaban sementara atau
pernyataan sementara yang logis
terhadap ciri populasi
Hipotesis perlu diuji apakah terbukti
benar atau tidak
Hipotesis yang baik bersifat simpel,
spesifik dan jelas
Hipotesis tidak harus ada pada
setiap penelitian.
HIPOTESIS (3)

Hipotesis mengandung:
dasar penalaran
perumusan sistematik dan mengguna-kan
penalaran induktif
relasi antara dua atau lebih variabel yang dapat
diukur dan diperbandingkan
penjelasan sementara
memerlukan pengujian secara empiris
JENIS HIPOTESIS

1, Hipotesis kerja (working hiphotesis)


Menyatakan hubungan antara variabel
secara operasional.
Jika .. maka .
2. Hipotesis nihil (null hiphothesis)

Menyatakan cara pengujian statistik


yang akan ditempuh.
Tidak ada perbedaan antara ..
dengan .
UJI HIPOTESIS
Uji hipotesis adalah prosedur statistik untuk
menunjukkan kesahihan suatu hipotesis.
Uji statistik dilakukan pada sampel dan
hasilnya digeneralisasi kepada populasinya
(inferensial)

POPULASI SAMPEL
Faktor-faktor yang perlu
diperhatikan

Besar sampel
Varian populasi diketahui atau tidak
Parameter apa yang akan diuji
Jenis pengujian hipotesis
Kesalahan dalam uji hipotesis

Kesalahan alpha () atau kesalahan tipe I


Hipotesis nol ditolak, padahal keadaan
sebenarnya di populasi tidak berbeda
Kesalahan beta () atau kesalahan tipe II
Hipotesis nol diterima, padahal keadaan
sebenarnya di populasi terdapat perbedaan

Biasanya = 0,01 - 0,1 dan = 0,05 - 0,2


Keadaan dalam Populasi
U
j Berbeda Tidak berbeda
i

h Ho
i ditolak Tidak ada
p kesalahan
o
t
e
s Ho
i diterima Tidak ada
s perbedaan
ARAH PENGUJIAN

2 arah
Ho diterima Ho: . . . = . . . .
Ha: . . . . . . .

1 arah
Ho diterima Ho: . . . . . . .
Ha: . . . . . . .
1 arah
Ho diterima
Ho: . . . . . . .
Ha: . . . . . . .
PENDAHULUAN

Analisis data merupakan kegiatan yang sangat


penting dalam penelitian,
Analisis data mempunyai arti/makna
memecahkan masalah penelitian
Jawaban penelitian tidak dapat langsung
didapatkan
Interpretasi : Deskriptif & Analitik
DATA

Data adalah informasi yang berbentuk kata-


kata dan angka
Data kategorikal: laki-laki, perempuan, kaya dsb.
Data numerik: data yang berbentuk bilangan
data diskrit: data yang diperoleh dengan
menghitung dan selalu bilangan bulat; 2 orang, 3
buah dst.
data kontinyu: data yang diperoleh dengan
mengukur dan selalu berada diantara bilangan
bulat; 12,6 gr%, 162,5 cm dst.
Variabel adalah fenomena yang bervariasi dan
dapat diukur
SKALA VARIABEL

JARAK NOL
SKALA BEDA URUTAN SAMA MUTLAK

NOMINAL + - - -

ORDINAL + + - -
INTERVAL + + + -

RATIO + + + +
TUJUAN ANALISIS DATA

Memperoleh gambaran/deskripsi masing-


masing variabel
Membandingkan dan menguji teori atau
konsep dengan informasi yang ditemukan
Menemukan adanya konsep baru dari
data yang dikumpulkan
Mencari penjelasan apakah konsep baru
yang diuji berlaku umum atau hanya
berlaku pada kondisi tertentu
Penggunaan analisis

Seberapa jauh analisis suatu


penelitian dilaksanakan
tergantung dari :
Jenis penelitian
Jenis sampel
Jenis data/variabel
Asumsi kenormalan distribusi data
Analisis data menurut jenis
penelitian
Penelitian kuantitatif
Ingin mengetahui secara angka suatu variabel yang ada
Penelitian kualitatif
Ingin mendapatkan gambaran yang mendalam tentang suatu
fenomena, dilakukan dengan FGD (Focus Group Discussion)
dan Indepth Interview
Analisis data menurut jenis sampel

Jika ingin diketahui beda rata-rata 2 buah sampel,


apakah sampel tersebut dependent atau independent
contoh :
ingin diketahui beda rata-rata berat badan bayi antara ibu
perokok dan ibu tidak merokok
perbedaan rata-rata tekanan darah sebelum dan setelah
pemberian obat antihipertensi A
Analisis data menurut jenis
data/variabel
Nilai proporsi untuk menjelaskan data kategori, nilai
rata-rata untuk menjelaskan data kontinu/numerik
Analisis hubungan dua variabel :
Uji beda 2 proporsi : chi-kuadrat
Uji beda 2 rata-rata : uji T
Uji beda 3 rata-rata : anova
Jenis analisis data

Analisis univariat, mendeskripsikan karakteristik


masing-masing variabel yang diteliti
Analisis bivariat, ingin diketahui hubungan antara dua
variabel
Analisis multivariat, ingin diketahui hubungna beberapa
variabel
Analisis data menurut asumsi
kenormalan
Jenis analisa sangat tergantung dari
bentuk distribusi datanya, bila distribusi
datanya tidak normal digunakan uji non
parametrik, bila normal uji parametrik
Biasanya bila data berupa data kategorik
maka distribusinya tidak normal
(digunakan uji non parametrik), bila
datanya berupa data kontinu maka
distribusinya diasumsikan normal
(dilakukan uji parametrik)
Contoh
Tabel 1. Distribusi Frekuensi Pendidikan Responden

Pendidikan frekuensi %
SD 10 20
SLP
Data kategori 25 50
SLTA/PT 15 30
Total 50 100
Contoh

Distribusi umur responden

Variabel Mean/ SD Min-max 95% CI


median
Umur 25.10/ 4.85 19-35 23.72-
Data kontinu 24.0 26.48
Contoh

Distribusi rata-rata kadar Hb ibu perokok dan tidak


merokok

Status ibu Rata-rata SD Nilai p Jumlah


merokok kadar Hb

Tidak 11.012 1.174 0.002 50


Ya 10.674 0.999
Contoh
Distribusi Responden Menurut Berat Badan Bayi Lahir dan
Status Merokok Ibu

Variabel BBLNormal BBLRendah Total

Ibu tdk merokok 18 (69.2%) 8 (30.8%) 26 (100%)

Ibu merokok 8 (33%) 16 (66.7%) 24 (100%)

Total 26 (52%) 24 (48%) 50 (100%)

X2=6.443 NILAI p =0.011


Persentase BBLR lebih tinggi pada ibu yang merokok
dibandingkan dengan ibu yang tidak merokok yaitu
66,7% : 30,8%. Secara statistik hubungannya bermakna.