Anda di halaman 1dari 26

IMUNISAS

I CAMPAK
Disusun oleh : Kelompok 1
Suherman
22020115183001
Susi Septyati Ningsih
22020115183002
Dwi Istiyaningsih
22020115183003
Dyas Rahmi Jamila
22020115183023
Fachrudin AR
22020115183026
LATAR BELAKANG
Pentingnya imunisasi adalah karena adanya data
bahwa setiap tahun, 1,7 juta anak meninggal karena
penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin yang
sudah tersedia.
Imunisasi diberikan pada anak untuk melindungi dari
penyakit-penyakit berbahaya, yang sering kali dapat
mengakibatkan cacat atau kematian.
Data WHO sejak tahun 1970 penyakit campak sudah
mendapat perhatian khusus yaitu sejak terjadi wabah
campak yang cukup serius. Terjadi 330 kematian
diantara 12.107 kasus di Pulau Lombok dan 65
kematian 407 kasus di Pulau Bangka. WHO
menganjurkan untuk memberikan imunisasi campak
pada bayi berumur 9 bulan karena angka kejadian
campak yang masih di Negara berkembang (Yuliasti,
2009).
TUJUAN
Tujuan Umum
Mampu memahami tentang bagaimana pemberian vaksin

Campak yang baik dan benar.


Tujuan Khusus
Dapat mengetahui definisi dan pentingnya dari Imunisasi Campak

Dapat mengetahui tujuan dan manfaat pemberian imunisasi

Campak
Dapat mengetahui Indikasi dan Kontra indikasi imunisasi Campak

Dapat mengetahui Cara Pemberian dari Imunisasi Campak

Dapat menjelaskan Jadwal pemberian pada imunisasi Campak

Dapat mengetahui Analisa Perbedaan Jadwal Pemberian Vaksinasi

Campak Pada Tahun 2004,2010,2014


Mampu menjelaskan cara pemberian dan dosis mengenai

pemberian imunisasi Campak


Mampu mengetahui tentang gejala klinis Kejadian Ikutan Pasca

Imunisasi (KIPI).
Mampu mengetahui tentang efek samping dan cara penanganan

mengatasi Pasca pemberian imunisasi.


DEFINISI
Imunisasi berasal dari kata imun"
yang berarti kebal atau resisten.
Imunisasi adalah pemberian kekebalan
tubuhterhadap suatu penyakit dengan
memasukkan sesuatu ke dalam tubuh
agar tubuhtahan terhadap penyakit.
(MT Indiarti, 2007).
Imunisasi merupakan upaya
pencegahan yang telah berhasil
menurunkanmorbiditas (angka
kesakitan) dan mortalitas (angka
kematian) penyakit infeksi padabayi
PENGERTIAN IMUNISASI DAN VAKSIN CAMPAK
Imunisasi campak adalah
imunisasi yang diberikan untuk
menimbulkan kekebalanaktif
terhadap penyakit campak
morbili/measles).

Imunisasi Campak adalah upaya pencegahan penyakit


tertentu ( Campak ) dengan memasukan bibit penyakit
( Campak ) ke dalam tubuh, tubuh akan membuat zat
. anti ( Campak ).
Vaksin campak adalah vaksin virus hidup yang

dilemahkan, merupakan vaksin beku kering berwarna


kekuningan pada vial gelas yang harus dilarutkan
hanya dengan pelarut vaksin campak kering produksi
PT Bio Farma yang telah disediakan secara terpisah.
Vaksin campak ini berupa serbuk injeksi
PENGERTIAN IMUNISASI DAN VAKSIN CAMPAK

Vaksin campak diberikan sebanyak 2


kali, 1 kali di umur 9-11 bulan dengan
dosis 0,5 ml yang diberikan secara
subcutan dan yang kedua pemberian
ulangan (booster) pada usia 5-6 tahun.
TUJUAN IMUNISASI
untuk mencegah terjadinya
penyakit tertentu pada
seseorang, dan menghilangkan
penyakit tertentu pada
sekelompokmasyarakat
(populasi) atau bahkan
menghilangkan penyakit tertentu
daridunia seperti pada imuni

diharapkan anak menjadi kebalterhadap penyakit


sehingga dapat menurunkan angka morbiditas
dan mortalitasserta dapat mengurangi kecacatan
akibat penyakit penyakit yang dapat
dicegahdengan imunisasi (Hidayat, 2007).sasi
TUJUAN IMUNISASI CAMPAK
Imunisasi campak
adalah tindakan
imunisasi dengan
memberi vaksin campak
pada anak yang
bertujuan memberi
kekebalan dari penyakit
campak (AnikMaryunani,
2007).
MANFAAT IMUNISASI CAMPAK
Menambah kekebalan yang dihasilkan
oleh vaksin campak akan berlangsung
seumur hidup, sama dengan kekebalan
yang diperoleh secara alamiah yaitu
setelah terkena penyakit campak.
INDIKASI IMUNISASI CAMPAK
Menambah kekebalan terhadap
penyakit campak yang menurun.
Sebenarnya, bayi sudah mendapat
kekebalan campak dari ibunya. Namun
seringbertambahnya usia, antibody
dari ibunya semakin menurun
sehinggatubuh antibody tambahan
lewat pemberian vaksin campak.
KONTRA-INDIKASI IMUNISASI
CAMPAK
Dengan penyakit infeksi akut yang
disertai demam.
Dengan penyakit gangguan kekebalan.
Dengan penyakit TBC tanpa
pengobatan
Dengan kekurangan gizi berat.
Dengan penyakit keganasan
CARA PEMBERIAN
1. Cara melarutkan imunisasi Campak
Cek label flakon vaksin berapa cc yang dibutuhkan

Ambil spuit 5cc

Spuit yang digunakan hanya untuk oplos vaksin

dan bukan untuk menyuntik


Buka ampul/flakon yang diperlukan

Sedot pelarut kedalam spuit

Bersihkan tutup flakon dengan kapas alcohol dan

masukan pelarut dalam vaksin campak


Kocoklah sampai vaksin benar-benar tercampur
CARA PEMBERIAN
2. Mengatur posisi
a. Pada bayi 9-11 bulan
Dudukan bayi dipangkuan ibunya

Lengan kanan bayi dilipat diketiak ibunya

Ibu menopang kepala bayinya

Tangan kiri ibu memegang tangan kiri bayi

b. Pada anak usia 5-6 tahun


Anak disuruh duduk tenang/didampingi ibu

Lengan kiri anak dibuka


CARA PEMBERIAN
3. Mengisi semprit
Ambil spuit 1cc

Bersihkan tutup karet flakon yang akan digunakan

dengan kapas alcohol


Hisap 0,5cc vaksin kedalam spuit

Spuit ditegak luruskan keatas untuk melihat


gelembung udara apabila ada
Gelembung udara diketok-ketok pelan sehingga

gelembung udara naik keatas, lalu dorong pinston


agar udara keluar. Vaksin segera disuntikan kepada
anak
CARA PEMBERIAN
4. Cara penyuntikan vaksin campak
Tempat yang disuntikan adalah 1/3 bagian lengan
atas
Ambil sedikit kapas alcohol lalu bersihkan tempat
yang akan disuntikkan
Jepitlah lengan yang akan disuntik dengan jari-jari
tangan kiri
Masukan jarum kedalam kulit yang dijepit dengan
sudut kira-kira 300 terhadap lengan, jangan
masukkan jarum terlalu dalam dan control jarumnya
dengan cara menarik pinstonya untuk meyakinkan
jarum tidak mengenai pembuluh darah. Bila ada
darah maka jarumnya dicabut dan dipindahkan
ketempat lain dan masukan vaksin sebanyak 5cc
DOSIS
Komposisi vaksin campak tiap dosis (0,5
ml) vaksin yang sudah dilarutkan
mengandung zat aktif Virus Campak
Strain CAM 70 tidak kurang dari 1.000
CCID50 (Cell Culture Infective Dose 50).
Kemasan Dus: 10 vial @ 10 dosis +
pelarut campak dus @ 10 ampul @ 5ml
Dus: 10 vial @ 20 dosis + pelarut
campak dus @ 10 ampul @ 10ml
WAKTU/JADWAL PEMBERIAN IMUNISASI CAMPAK

1. TAHUN 2004

Campak diberikan
sebanyak 2 kali :
Campak I diberikan

pada umur 9 bulan


Campak II

merupakan program
BIAS (Bulan
imunisasi anak
sekolah) pada SD
kelas 1 umur 6
tahun.
WAKTU/JADWAL PEMBERIAN IMUNISASI CAMPAK

2. TAHUN 2010

Campak diberikan
sebanyak 2 kali
pemberian :
Campak I diberikan
pada umur 9 bulan
Campak II diberikan

pada umur 5-7 tahun.


Program BIAS (bulan
imunisasi anak
sekolah) disesuaikan
dengan jadwal
imunisasi Kemenkes.
WAKTU/JADWAL PEMBERIAN IMUNISASI CAMPAK

3. TAHUN 2014

Campak diberikan
sebanyak 3 kali :
Campak I diberikan pada

umur 9 bulan
Campak II diberikan

pada usia 2 tahun (24


bulan), tidak perlu
diberikan apabila
imunisasi MMR sudah
diberikan pada umur 15
bulan
Campak III diberikan

pada usia 6 tahun


ANALISA PERBEDAAN JADWAL PEMBERIAN
VAKSINASI CAMPAK PADA TAHUN 2004,2010,2014

Berdasarkan data dari Depkes tahun 2003, di Provinsi


Bali terdapat 32,5 per 100.000 balita/tahun, dan di
Jawa Barat terdapat 45 per 100.000 balita/tahun.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Sumsel pada
tahun 2005 terdapat 2.189 penyakit Campak , yaitu
42,5% di antaranya terjadi pada anak usia balita.
KLB Campak Tahun 2004 terjadi sebanyak 97 kali
dengan jumlah kasus sebanyak 2.818 dan 44
kematian atau CFR 1,56%.
Tingkat penularan infeksi campak sangat tinggi
sehingga sering menimbulkan KLB.
ANALISA PERBEDAAN JADWAL PEMBERIAN
VAKSINASI CAMPAK PADA TAHUN 2004,2010,2014

Untuk mengurangi jumlah kegagalan pemberian vaksin, jadwal


rutin pemberian vaksin campak 2 dosis, dengan dosis awal
diberikan pada umur 12-15 bulan atau sesegera mungkin setelah
usia itu.
Pada sidang CDC/PAHO/WHO tahun 1996 menyimpulkan bahwa
campak dimungkinkan untuk dieradikasi, karena satu-satunya
pejamu (host) atau reservoir campak hanya pada manusia dan
adanya vaksin dengan potensi yang cukup tinggi dengan effikasi
vanksin 85%
WHO mencanangkan beberapa tahapan dalam upaya
pemberantasan campak yaitu reduksi, eliminasi dan eradikasi
dengan strategi yang berbeda-beda pada setiap tahap.
Adanya kebijakan dan strategi reduksi campak di Indonesia. Salah
satu strategi adalah imunisasi tambahan (suplemen). Kegiatan
Imunisasi Tambahan untuk Pemberantasan Penyakit Campak
(Supplemental Immunisation Activities (SIAs) for Measles Control.
EFEK SAMPING PEMBERIAN IMUNISASI CAMPAK

Umumnya efek samping imunisasi


campak tergolong ringan, seperti
bengkak atau bekas berwarna
kemerahan di bagian yang disuntik,
demam,mual, nyeri,pusing, dan hilang
nafsu makan. Untuk efek samping yang
tergolong besar, sepertikejang, jarang
sekali terjadi.
EFEK SAMPING PEMBERIAN IMUNISASI CAMPAK

Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) adalah


semua kejadian sakit dan kematian yang terjadi
dalam masa 1 bulan setelah imunisasi.
5 Penyebab KIPI menurut klasifikasi lapangan
WHO Western Pacific (1999), yaitu:
Kesalahan program/teknik pelaksanaan

(programmic errors)
Reaksi suntikan

Induksi vaksin (reaksi vaksin)

Faktor kebetulan (koinsiden)

Penyebab tidak diketahui


GEJALA KLINIS KIPI & PENANGANAN MASALAH PASKA IMUNISASI

NO KIPI GEJALA TINDAKAN KETERANGAN

1. Reaksi lokal ringan Nyeri, eritema, bengkak Kompres hangat Pengobatan dapat
didaerah bekas suntikan < Jika nyeri mengganggu dilakukan oleh guru
1 cm dapat diberikan UKS atau orang tua
Timbul <48 jam setelah paracaetamol 10 Berikan pengertian
imunisasi mg/kgBB/ kali kepada ibu/ orangtua
pemberian. bahwa hal ini dapat
< 6bln : 60mg/ pemberian sembuh sendiri
1-3 tn : 120mg/ pemberian tanpa obat

2. Reaksi lokal berat Eritema > 8 cm Kompres hangat Jika tidak ada
(jarang terjadi) Nyeri, bengkak, Paracetamol perubahan hubungi
manifestasi sistemik puskesmas terdekat

3. Reaksi umum Demam, letih, nyeri otot, nyeri Berikan minum hangat
(sistemik) kepala dan menggigil dan selimut
Paracetamol
GEJALA KLINIS KIPI & PENANGANAN MASALAH PASKA IMUNISASI

NO KIPI GEJALA TINDAKAN KETERANGAN


4. Kolaps/ keadaan Episode hipotonik- Rangsang dengan
seperti syok hiporesponsif wangian atau bau yang
Anak tetap sadar tetapi merangsan
tidak bereaksi terhadap Bila belum dapat dilatasi
rangsangan dalam waktu 30 menit
Pada pemeriksaan nadi dan segera rujuk ke
tekanan darah tetap dalam puskesmas terdekat
batas normal

5. Syok Anafilaktik Terjadi mendadak Suntikan adrenalin 1: Setiap petugas ke


Gejala klasik: 1000, dosis 0,1-0,3 ml lapangan harus
kemerahan merata, secara sk/im membawa emergency
edema Jika pasien membaik kit yang berisi
Urtikaria, sembab pada dan stabil dilankutkan epinephrin,
kelopak mata, sesak, dengan suntikan dexamethasone dan
nafas berbunyi deksamethason antihistamine
Jantung berdebar secara iv/im 1 ampul
kencang Segera pasang infus
Tekanan darah menurun NaCL 0,9% 12 tts/mnt
Anak pingsan/ tidak Rujuk ke RS terdekat
sadar
Tekanan darah dapat
DAFTAR PUSTAKA
Alimul, A.Aziz. (2007). Hidayat ilmu Kesehatan Anak. Jakarta : Salemba Medica.
Eka Yuliasti. (2009). Buku Saku Penuntut Imunisasi Dasar. Yogyakarta: Fitra maya.
Gold. (2000). Kesehatan Ibu Dan Anak. Yogyakarta : Fitra maya.
Hidayat, A.Aziz Alimul. (2007). Asuhan Neonatus Bayi dan Balita. Jakarta: EGC.
Maryunani, Anik. (2010). Ilmu Kesehatan Anak Dalam Kebidanan. Jakarta: CV. Trans
Info Media.
Wahab, Samik. (2002).Sistem Imun, Imunisasi, dan PenyakitImun.Jakarta: Widya
Medika.
Mediskus.com diakses tanggal 22-3-2016 jam 12.00. PP Menkes RI no 42 thn 2013
tentang Penyelenggaraan Imunisasi
Hidayat, A.Aziz Alimul 2007. Asuhan Neonatus Bayi dan Balita. Jakarta : Buku
Kedokteran EGC.
Indiarti MT. 2007. Merawat, Membesarkan, Dan Mencerdaskan Bayi. Yogyakarta :
Maryunani ,Anik. 2010. Ilmu Kesehatan Anak Dalam Kebidanan. Jakarta: CV. Trans
Info Media.
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor.42 Tahun 2013 Tentang
Penyelenggaraan Imunisasi