Anda di halaman 1dari 34

Blefaritis

Oleh : Ade Sesmiza


11 10070100 146
15100707360803073
Blefaritis adalah radang yang sering terjadi pada kelopak
merupakan radang kelopak dan tepi kelopak. Radang
bertukak atau tidak pada tepi kelopak biasanya melibatkan
folikel dan kelenjar rambut (Ilyas, 2010).

Defenisi
Anatomi Palpebra
infeksi dan alergi yang biasanya berjalan kronis atau menahun.
Alergi debu, asap, bahan kimia iritatif dan bahan kosmetik.
Infeksi Streptococcus alfa atau beta, Pneumococcus dan
Pseudomonas.
Demodex folliculorum selain dapat merupakan penyebab dapat
pula merupakan vektor untuk terjadinya infeksi Staphylococcus

Etiologi Blefaritis
Berdasarkan American
Optometric
Association 2002, Penyakit sistemik yang mendasarinya

Dermatitis seboroik

Akne rosasea

Dermatitis atopik dan psoriasis

Sika keratokojuntivitis

Faktor Resiko
Patofisiologi

Blefaritis anterior bakteri stafilokokk dan seborreik.


Blefaritis stafilokok Staphylococcus aureus, ulseratif
atau Staphylococcus epdiermidis(stafilokok koagulase-negatif).
Blefaritis seborreik (non-ulseratif) Pityrosporum
ovale meskipun organisme ini belum terbukti menjadi
penyebabnya.
Sering kali kedua jenis blefaritis ada secara bersamaan (infeksi
campur).
Seborrhea kulit kepala, alis, dan telinga sering menyertai
blefaritis seborreik.
Pada blefaritis posterior merupakan peradangan palpebra akibat
disfungsi kelenjar meibom.
Blefaritis anterior dan posterior bisa terjadi secara bersamaan.
Dermatitis seboroik umumnya disertai dengan disfungsi
kelenjar meibom.
Kolonisasi atau infeksi strain stafilokokok dalam jumlah
memadai sering disertai dengan penyakit kelenjar meibom dan
bisa menjadi salah satu penyebab gangguan fungsi kelenjar
meibom.
Lipase bakteri dapat menimbulkan peradangan pada kelenjar
meibom dan konjungtiva serta menyebabkan terganggunya film
air mata
iritasi

rasa
terbakar
gatal pada tepi
blefaritis palpebra
anterior
bertepi
merah
Granulasi di bulu mata
palpebra superior dan
inferior

Manifestasi Klinis
Blefaritis
posterior

Air mata
Perubahan Perubahan
berbusa atau
kelenjar meibom palpebra
berlemak

hiperemis &
Radang
talangiektasi

Sumbatan sekret
enteropion
Pelebaran kel.
Bakterial
Superfisial
Sebore
Skuamosa
Ulseratif

Angularis
Blefaritis Virus

Superfisial
Jamur Dalam
pedikulosis
Dermatitis kontak
Alergi
Urtikaria
1 Blefaritis Bakterial
Infeksi bakteri pada kelopak dapat ringan sampai sangat berat.
Diduga sebagian besar infeksi kulit superficial kelopak diakibatkan
Streptococcus. Bentuk infeksi kelopak dikenal sebagai folikulitis,
impetigo, dermatitis eskematoid. Pengobatan pada infeksi ringan ialah
dengan memberikan antibiotic lokal dan kompres basah dengan asam
borat, Pada blefaritis sering diperlukan pemakaian kompres hangat.
Infeksi yang berat diberikan antibiotic sistemik (Ilyas, 2010).
2 Blefaritis Superfisial
Bila infeksi kelopak superficial disebabkan oleh Staphylococcus
maka pengobatan yang terbaik adalah dengan salep antibiotic seperti
sulfasetamid dan sulfisoksazol. Sebelum pemberian antibiotic krusta
diangkat dengan kapas basah. Bila terjadi blefaritis menahun maka
dilakukan penekanan manual kelenjar Meibom untuk mengeluarkan
nanah dari kelenjar Meibom yang biasa menyertainya (Ilyas, 2010).
3. Blefaritis Sebore
Blefaritis sebore biasanya terjadi pada laki-laki usia lanjut (50
tahun) dengan keluhan mata kotor, panas, dan rasa kelilipan. Gejalanya
adalah sekret yang keluar dari kelenjar meibom, air mata berbusa pada
kantus lateral, hyperemia, hipertrofi papil pada konjungtiva. Pada
kelopak dapat terbentuk kalazion, hordeolum, madarosis, poliosis, dan
jaringan keropeng.
Dapat dilakukan pembersihan dengan nitras argenti 1%. Salep
sulfonamide berguna aksi keratolitiknya. Kompres hangat selama 5-
10 menit. Kelenjar meibom ditekan dan dibersihkan dengan
shampoo bayi. Pada blefaritis sebore antibiotik diberikan lokal dan
sistemik seperti tetrasiklin oral 4 kali 250 mg (Ilyas, 2010).
4. Blefaritis Skuamosa
Blefaritis skuamosa adalah blefaritis disertai terdapatnya skuama
atau krusta pada pangkal bulu mata yang bila dikupas tidak
mengakibatkan terjadinya luka kulit. Merupakan peradangan tepi
kelopak terutama yang mengenai kelenjar kulit di daerah akar bulu
mata dan sering terdapat pada orang dengan kulit berminyak.
Blefaritis ini berjalan bersama dengan dermatitis sebore (Ilyas, 2010).
Pengobatan blefaritis skuamosa ialah dengan membersihkan
tepi kelopak dengan shampoo bayi, salep mata, dan steroid
setempat disertai dengan memperbaiki metabolisme pasien.
Penyulit yang dapat terjadi pada blefaritis skuamosa adalah
keratitis dan konjungtivitis (Ilyas, 2010).
5. Blefaritis Ulseratif
Merupakan peradangan tepi kelopak atau blefaritis dengan
tukak akibat infeksi Staphylococcus. Pada blefaritis ulseratif
terdapat keropeng berwarna kekuning-kuningan yang bila
diangkat akan terlihat ulkus yang kecil dan mengeluarkan darah
disekitar bulu mata. Pada blefaritis ulseratif skuama yang
terbentuk bersifat kering dan keras, yang bila diangkat akan luka
dengan disertai perdarahan. Penyakit ini bersifat infeksius.
Ulserasi berjalan lanjut dan lebih dalam dan merusak folikel
rambut sehingga mengakibatkan rontok (madarosis) (Ilyas,
2010).
Pengobatan dengan antibiotic dan hygiene yang baik.
Blefaritis Angularis
Blefaritis angularis merupakan infeksi Staphylococcus pada
tepi kelopak di sudut kelopak atau kantus. Blefaritis angularis
yang mengenai sudut kelopak mata (kantus eskternus dan
internus) sehingga dapat mengakibatkan gangguan pada fungsi
pungtum lakrimal
disebabkan Staphylococcus aureus atau Morax Axenfeld.
Blefaritis angularis dapat diobati dengan sulfa, tetrasiklin dan
seng sulfat. Penyulit pada pungtum lakrimal bagian medial
sudut balik mata yang akan menyumbat duktus lakrimal (Ilyas,
2010).
1. Herpes Zoster
Virus herpes zoster dapat memberikan infeksi pada
ganglion gaseri saraf trigeminus. Biasanya herpes zoster
akan mengenai orang dengan usia lanjut. Bila yang
terkena ganglion cabang oftalmik maka akan terlihat
gejala-gejala herpes zoster pada mata dan kelopak mata
atas (Ilyas, 2010).

Blefaritis virus
Gejala tidak akan melampaui garis median kepala dengan
tanda-tanda yang terlihat pada mata adalah rasa sakit pada
daerah yang terkena dan badan terasa demam. Pada kelopak
mata terlihat vesikel dan infiltrate pada kornea bila mata
terkena. Lesi vesikel pada cabang oftalmik saraf trigeminus
superficial merupakan gejala yang khusus pada infeksi herpes
zoster mata (Ilyas, 2010)
Pengobatan herpes zoster simtomatik. Pengobatan steroid
superficial tanpa masuk ke dalam mata akan mengurangkan
gejala radang.
2. Herpes Simpleks
Vesikel kecil dikelilingi eritema yang dapat disertai dengan
keadaan yang sama pada bibir merupakan tanda herpes
simpleks kronik. Dikenal bentuk blefaritis simpleks yang
merupakan radang tepi kelopak ringan dengan terbentuknya
krusta kuning basah pada tepi bulu mata, yang mengakibatkan
kedua kelopak lengket (Ilyas, 2010).
1. Infeksi Superfisial
Infeksi jamur pada kelopak superficial biasanya diobati
dengan griseofulvin terutama efektif untuk
eipdermomikosis. Diberikan 0,5-1 gram sehari dengan
dosis tunggal atau dibagi rata. Pengobatan diteruskan 1-2
minggu setelah terlihat gejala menurun. Untuk infeksi
kandida diberi pengobatan nistatin topikal 100.000 unit
per gram (Ilyas, 2010).

Blefaritis Jamur
2. Infeksi Jamur Dalam
Pengobatan infeksi jamur dalam adalah secara sistemik. Infeksi
Actinomyces dan Nocardia efektif diobati dengan sulfonamid,
penisilin atau antibiotic spektrum luas. Amfoterisin B
dipergunakan untuk pengobatan Histoplasmosis, sporotrikosis,
aspergilosis, torulosis, kriptokokosis dan blastomikosis (Ilyas,
2010).
Pengobatan Amferoterisin B dimulai dengan 0,05-0,1 mg/Kg
BB, yang diberikan intravena lambat selama 6-8 jam.
Dilarutkan dalam dekstrose 5% dalam air. Dosis dinaikkan
sampai 1 mg/Kg BB, dosis total tidak boleh melebihi 2 gram
3. Blefaritis Pedikulosis
Kadang-kadang pada penderita dengan hygiene yang buruk
akan dapat bersarang tuma atau kutu pada pangkal silia
didaerah margo palpebra. Pengobatan pedikulosis adalah
dengan aplikasi salep merupakan ammoniated 3%. Salep
fisotigmin dan tetes mata DFP cukup efektif untuk tuma atau
kutu ini (Ilyas, 2010).
Dermatitis Kontak
Dermatitis kontak penyebabnya adalah bahan yang
berkontak pada kelopak, maka dengan berjalannya waktu
gejala akan berkurang. Pengobatan dengan melakukan
pembersihan kelopak dari bahan penyebab, cuci dengan
larutan NaCl, beri salep mengandung steroid sampai
gejala berkurang (Ilyas, 2010).

Alergi
Blefaritis Urtikaria
Urtikaria pada kelopak terjadi akibat masuknya obat atau
makanan pada pasien yang rentan. Untuk mengurangi keluhan
umum diberikan steroid topikal ataupun sistemik, dan dicegah
pemakaian steroid lama. Obat antihistamin untuk mengurangi
gejala alergi (Ilyas, 2010)
Penatalaksanaan
Pengobatan pada blefaritis akut adalah menjaga kebersihan dan
pemberian obat antibiotik Tidak ada pengobatan yang lengkap untuk
blefaritis kronik. Pengobatan blefaritis antara lain :
Menjaga higene (misalnya kompres)
Pemakaian shampoo anti ketombe misalnya selenium
Obat tetes mata atau salep antibiotik misalnya eritromisin, bacitracin,
polimiksin, gentamisin (American Optometric Association, 2002)
Peradangan yang jelas pada struktur-struktur mengharuskan
pengobatan aktif, termasuk terapi antibiotik sistemik dosis rendah
jangka panjang, biasanya doxycyline (100 mg dua kali sehari) atau
eritromisin (250 mg tiga kali sehari), tetapi juga berpedoman pada
hasil biakan bakteri dari tepi palpebra dan steroid topikal lemah
(sebaiknya jangka pendek) misalnya prednisolon 0,125% dua kali
sehari (Eva dan Whitcher, 2010)
Identitas Pasien
Nama : Arraafi Zikri
Umur : 8 th
Jenis Kelamin : Laki-laki
Alamat : Singkarak, Jr. Tampunik
Pekerjaan : Siswa
Tanggal berobat : 15 September 2015
No. Rekam Medis :112883

Laporan Kasus
Anamnesa
1. Keluhan Utama: Bengkak pada kelopak mata
2. Riwayat Penyakit Sekarang :
Bengkak pada kelopak mata kanan atas dan bawah sejak lebih kurang 2
minggu yang lalu
Bengkak disertai dengan merah dan gatal
3. Riwayat Penyakit Dahulu :
Pasien tidak pernah sakit seperti ini sebelumnya
4. Riwayat Penyakit Keluarga :
Tidak ada keluarga pasien yang sakit seperti ini
5. Riwayat Pengobatan :
Pasien belum pernah berobat sakit ini
Status Oftalmologi
Visus : OD: 6/12 OS: 6/10
Silia : Madarosis +, Trikhiasis +, Krusta +
Palpebra superior : pseudoptosis +, kalazion +, edema +, merah
+
Palpebra inferior : edema + merah +
Aparat lakrimalis : obstruksi, epifora
Konjungtiva tarsalis : Hiperemis
Konjungtiva bulbi : injeksi konjungtiva +
Sklera : warna putih
Kornea : tak ada kelainan
Kamera okuli anterior : tak ada kelainan
Iris :warna coklat
Pupil : bulat, reflek langsung +, tak langsung +
Lensa : Jernih
Korpus vitreus : jernih
Funduskopi : pemeriksaan tak dilakukan
Tekanan bulbus okuli : normal
Gerakan bulbus okuli : bebas ke segala arah
Posisi bulbus okuli : orthophoria
Diagnosa Kerja : Blefaritis Ulseratif OD
Diagnosa Banding : Blefaritis Superfisial, Blefaritis Skuamosa
Terapi :
Farmakoterapi
Kloramphenicol salep mata 1% 4x1 pada mata kanan.
Non farmakoterapi
Nasihat agar pasien rajin membersihkan mata terutama pada kelopak
mata sekitar bulu mata dengan menggunakan shampo bayi, sebelum
mengoles salep mata sebaiknya dibersihkan dulu kelopak mata dari
keropeng dengan kapas basah.
Blefaritis adalah radang yang sering terjadi pada kelopak
merupakan radang kelopak dan tepi kelopak. Radang bertukak
atau tidak pada tepi kelopak biasanya melibatkan folikel dan
kelenjar rambut. Blefaritis dapat disebabkan infeksi dan alergi
yang biasanya berjalan kronis atau menahun. Blefaritis alergi
dapat terjadi akibat debu, asap, bahan kimia iritatif dan bahan
kosmetik. Infeksi kelopak dapat disebabkan kuman
Streptococcus alfa atau beta, Pneumococcus dan Pseudomonas.

Kesimpulan