Anda di halaman 1dari 58

DISTOSIA

Agnes Amelia Elim


Maya Septiani

Pembimbing:
dr. David Allorante, Sp.OG
Kelancaran persalinan
dipengaruhi 3 faktor
utama, yaitu:
1. Power
2. Passage
3. Passenger

Dan 3 faktor lain yang


Jika terdapat satu
ikut mempengaruhi: kelainan pada faktor-
1. Psychology faktor diatas, akan
2. Physician terjadi persalinan
3. Position sulit/DISTOSIA

PENDAHULUAN
Kata distosia berasal dari bahasa Yunani
Dys / Dus = jelek
Tocia / tocos = persalinan
Distosia = persalinan lama, persalinan
yang sulit, atau persalinan yang membawa
akibat buruk bagi janin maupun ibu

Istilah
lain = dysfunctional labor, failure to
progress.

DEFINISI
POWER
Kelainan kekuatan & sifat his
PASSAGE
Kelainan tulang panggul dan jaringan lunak
panggul
PASSENGER
Kelainan ukuran, jumlah, dan malposisi-
malpresentasi janin

ETIOLOGI
His normal :
Dimulai dari fundus, merambat ke korpus
Simetris
Makin menguat kemudian menghilang
Relaksasi baik

ETIOLOGI-POWER
1. Hypotonic uterine contraction

.His lebih aman, jarang, durasi lebih singkat


pembukaan serviks tidak adekuat, dan tidak
bisa mendorong janin

.Faktor
resiko : anemia, polihidramnion, janin
makrosomia, multipara

.Klasifikasi : primer dan sekunder

ETIOLOGI-POWER
2. Hypertonic uterine contraction

His lebih sering, durasi lebih cepat


Ibu kesakitan karena mulas terus-
menerus
Faktor resiko : pemberian oksitosin
berlebihan, ketuban pecah lama + infeksi
Komplikasi : ruptur perineum, hipoksia
janin, perdarahan intrakranial pada janin

ETIOLOGI-POWER
3. Incoordinate uterine action
His tidak dimulai dari fundus, melainkan dari
korpus atau bagian uterus lainnya tidak
adekuat untuk mengadakan pembukaan dan
penurunan janin
Menyebabkan spasmus sirkuler setempat, yaitu
lingkaran konstriksi
Terkait dengan distosia servikalis

ETIOLOGI-POWER
Kelainan bentuk panggul, yang tidak
gynecoid, misalnya panggul jenis android,
anthropoid, platypeloid, Naegele, rachitis,
skoliosis, kifosis, Robert, dan lain-lain.

PASSAGE-KELAINAN TULANG
PANGGUL
Gynecoid Anthropoid Android Platypeloid

Bundar dengan Panggul jenis ini Panggul android Panggul dengan


diameter transversa memiliki diameter memiliki ciri pintu diameter
yang sedikit lebih anteroposterior yang atas panggul anteroposterior yang
panjang daripada lebih panjang berbentuk segitiga lebih pendek daripada
diameter daripada diameter dengan spina diameter transversa
anteroposterior dan transversa dan dengan ischiadika menonjol pada pintu atas
panggul tengah serta arkus pubis kedalam dan arkus panggul dan dengan
pintu bawah panggul menyempit. Spina pubis menyempit. arkus pubis yang luas.
yang cukup luas. ischiadika pada Dinding samping Sudut panggul
Dinding samping panggul jenis ini biasanya konvergen, anterior sangat lebar
panggul lurus, spina cenderung menonjol spina ischiadika dan kelengkungan os
tidak menonjol, dan dan dinding samping menonjol, dan os sakrum biasanya
diameter transversa panggul cenderung sakrum tidak cukup.
spina ischiadika 10 berbentuk konvergen. melengkung tetapi
cm atau lebih. lurus dan maju ke
depan.

PASSAGE-KELAINAN TULANG
PANGGUL
Kelainan ukuran panggul, yaitu ukuran rata-rata
panggul ibu kurang dari normal, berikut ukuran
rata-rata panggul normal:
Pintu atas panggul Pintu tengah Pintu bawah
(pelvic inlet) panggul (mid panggul (pelvic
pelvic) outlet)
Diameter Transversa Distansia Diameter
(DT) : 13,5 cm interspinarum (DI) anteroposterior (AP)
10,5 cm 7,5 cm
Conjugata vera (CV) : Diameter Distansia
12,0 cm anteroposterior (AP) intertuberosum
11,0 cm 10,5 cm
Jumlah rata-rata Jumlah rata-rata Jumlah rata-rata
kedua diameter kedua diameter kedua diameter
minimal 22,0 cm minimal 20,0 cm minimal 16,0 cm

PASSAGE-KELAINAN TULANG
PANGGUL
Yang tersering adalah tumor ovarium
yang mengisi rongga panggul, kelainan
uterus, kelainan serviks, septum vagina,
dan edema vulva karena ibu mengedan
sebelum waktunya.

PASSAGE-KELAINAN JARINGAN
LUNAK PANGGUL
Makrosomia
Janin diperkirakan memiliki berat > 4000 gram.
Berat janin yang bisa dilahirkan panggul
seorang ibu normal: 2500-4000 gram,
selebihnya akan menyebabkan distosia,
terutama distosia bahu dan CPD.
Faktor resiko: ibu penderita diabetes melitus,
riwayat melahirkan janin besar sebelumnya, ibu
obesitas, multiparitas, dan kehamilan postterm.

PASSENGER-KELAINAN UKURAN
JANIN
Kehamilan multipel/kembar
Gemelli, triplet, kuadruplet, quintiplet,
dst.
Penyebab distosia pada kehamilan
multipel : presentasi janin yang
bervariasi, contohnya kepala-bokong,
bokong-bokong
Dimana presentasi terstabil adalah
kepala-kepala

PASSENGER-KELAINAN JUMLAH
JANIN
Malpresentasiadalah semua presentasi janin selain
belakang kepala dan malposisi adalah posisi abnormal
ubun-ubun kecil relatif terhadap panggul ibu.

Normalnya: presentasi janin adalah belakang kepala


dengan penunjuk ubun-ubun kecil dalam posisi
transversal (saat masuk pintu atas panggul) dan posisi
anterior (setelah melewati pintu tengah panggul).
Dengan presentasi tersebut kepala janin akan masuk
panggul dalam ukuran terkecilnya dan hal ini dapat
dicapai jika sikap janin fleksi. Sikap selain fleksi akan
menimbulkan malpresentasi dan malposisi pada janin.

PASSENGER-MALPOSISI &
MALPRESENTASI JANIN
Presentasi Dahi
Terjadi ketika kepala janin
dalam sikap ekstensi
sedang
Bila menetap janin tidak
dapat lahir pervaginam
karena besarnya diameter
oksipitomental yang tidak
dapat melewati panggul,
tetapi jika janin kecil dan
punggungnya berada di
posterior masih dapat
dilahirkan pervaginam

PASSENGER-MALPOSISI &
MALPRESENTASI JANIN
Presentasi Muka
Terjadi apabila sikap
janin ekstensi maksimal
sehingga oksiput
mendekat kearah
punggung janin dan
presentasi janin menjadi
presentasi dagu
Presentasi muka masih
dapat dilahirkan
pervaginam apabila
posisi dagu janin di
anterior

PASSENGER-MALPOSISI &
MALPRESENTASI JANIN
Presentasi Majemuk
Adalah terjadinya
prolaps satu atau
lebih ekstremitas pada
presentasi kepala
ataupun bokong.
Misalnya: prolaps
lengan pada
presentasi kepala dan
prolaps kaki pada
presentasi bokong

PASSENGER-MALPOSISI &
MALPRESENTASI JANIN
Presentasi Bokong
Adalah janin letak
memanjang dengan bagian
terendahnya bokong, kaki,
atau kombinasi keduanya
Malpresentasi tersering
Faktor resiko: prematuritas,
abnormalitas struktur uterus,
polihidramnion, plasenta Masih mungkin
previa, multiparitas, mioma
uteri, kehamilan multipel, dilahirkan
anomali janin (anensefali, pervaginam dengan
hidrosefalus) dan riwayat
presentasi bokong
maneuver
sebelumnya tertentu/manual aid
PASSENGER-MALPOSISI &
MALPRESENTASI JANIN
POPP
Posisi oksipitalis
posterior persisten
Normal: bagian yang
pertama sampai ke
dasar panggul :
oksiput, lalu
berputar
Pada POPP, oksiput
tidak berputar dan
tetap di posterior
DIAGNOSIS
Hypotonic uterine Hypertonic uterine Incoordinate
contraction contraction uterine action
keadaan ibu baik, Ibu mengeluh Sering terjadi
tidak terlalu mulas kesakitan berbarengan
CTG terlihat CTG dengan hypertonic
gambaran his yang uterine contraction,
timbul dominan di ditandai dengan:
fundus, tetapi peningkatan
kontraksi lebih tekanan uterus,
singkat dari kontraksi yang
biasanya tidak sinkron,
peningkatan tonus
otot di segmen
bawah uterus dan
frekuensi yang
lebih sering

DIAGNOSIS-POWER
Anamnesis detail mengenai riwayat
trauma contohnya fraktur pelvis, rachitis,
infeksi, dan tumor pada ibu
Pelvimetri klinik: untuk menilai daya
akomodasi panggul ibu
Foto Rontgen panggul & MRI

DIAGNOSIS-KELAINAN TULANG
PANGGUL
Pemeriksaan
Pelvic inlet/PAP Mid pelvic Pelvic outlet/PBP
Pengukuran Dianggap luas: pada Diameter
konjugata diagonalis pemeriksaan dalam intertuberosum lebih
yang diukur dari didapati spina dari 8 cm, caranya
simfisis pubis sampai ischiadika tidak dengan meletakkan
ke promontorium os menonjol dan tangan terkepal pada
sacrum. kecekungan os perineum diantara
PAP dianggap cukup sacrum tidak dangkal kedua tuberositas
luas: promontorium ischiadikum
tidak menonjol atau
tidak teraba dan
ukuran konjugata
diagonalis lebih besar
dari 11,5 cm.

DIAGNOSIS-KELAINAN TULANG
PANGGUL
Dapat didiagnosis dengan USG atau MRI.
Jika dicurigai adanya karsinoma serviks
dapat dilakukan pemeriksaan inspekulo
dan pap smear.

DIAGNOSIS-KELAINAN JARINGAN
LUNAK PANGGUL
Diagnosis makrosomia dapat ditegakkan dari
tanda-tanda terjadinya distosia bahu, yaitu:
Kepala janin telah lahir namun masih menekan
vulva dengan kencang
Dagu tertarik dan menekan perineum
Turtle sign: suatu keadaan dimana kepala sudah
dilahirkan tetapi gagal melakukan putaran paksi
luar dan tertahan akibat adanya tarikan yang
terjadi antara bahu posterior dengan kepala.
Traksi pada kepala tidak berhasil melahirkan bahu

DIAGNOSIS-KELAINAN UKURAN
JANIN
ditemukan tinggi fundus uteri yang masih
tinggi walaupun kehamilan sudah lama
USG didapati taksiran berat janin yang
besar yaitu diatas 4000 gram
Cek lab ibu : HbA1c, TTGO

DIAGNOSIS-KELAINAN UKURAN
JANIN
Kehamilan Multipel
Anamnesis: ditanyakan riwayat kehamilan
kembar sebelumnya, riwayat kehamilan
kembar dalam keluarga, gerakan janin
yang terlalu sering dan penambahan berat
badan ibu yang mencolok ketika sudah
disingkirkan kemungkinan obesitas dan
edema

DIAGNOSIS-KELAINAN JUMLAH
JANIN
Pemeriksaan Leopold: teraba dua atau lebih
kepala janin yang berada di kuadran uterus yang
berbeda, banyak didapatkan bagian kecil janin,
teraba dua atau lebih bagian besar, tinggi fundus
uteri lebih besar pada kehamilan umumnya, dan
denyut jantung janin yang terdengar lebih dari
satu di tempat yang berbeda

USG: dua bayangan janin atau lebih dalam satu


atau lebih kantong amnion

DIAGNOSIS-KELAINAN JUMLAH
JANIN
Presentasi dahi: dari pemeriksaan dalam
teraba pangkal hidung, tepi atas orbita,
sutura frontalis, dan ubun-ubun besar,
tetapi tidak teraba mulut dan dagu janin

Presentasimuka: dari pemeriksaan dalam


teraba mulut, hidung, tepi orbita, dan
dagu. Dimana penunjuknya adalah dagu.

DIAGNOSIS-MALPOSISI &
MALPRESENTASI
Presentasi majemuk:
dapat dipikirkan ketika Presentasi bokong
terjadi kelambatan dapat diketahui
kemajuan persalinan melalui palpasi
pada persalinan fase abdomen setiap
aktif padahal ketuban
sudah pecah, saat
antenatal care bila
pemeriksaan dalam usia kehamilan 34
yang awalnya hanya minggu. Dapat
presentasi kepala atau dilengkapi pula
bokong kemudian dengan pemeriksaan
teraba lengan atau kaki dalam dan USG
DIAGNOSIS-MALPOSISI &
MALPRESENTASI
Hypotonic uterine contraction
Observasi tekanan darah setiap empat jam, denyut jantung
janin dicatat tiap setengah jam, tanda dehidrasi, tanda
asidosis.
Ibu jangan diberi makan seperti biasa melainkan dalam
bentuk cairan, yaitu infus D5% atau NaCl secara
bergantian.
Analgesik: pethidine 50 mg. Lalu dilakukan pemeriksaan
dalam untuk menentukan adanya CPD atau tidak.
Apabila didapati CPD, dilakukan persiapan untuk sectio
secarea
Jika tidak didapati CPD maka perbaiki dulu keadaan umum
pasien, lalu nilai pembukaan serviks. Jika pembukaan paling
sedikit 3 cm persalinan sudah mulai dan dapat
diteruskan pervaginam.

PENATALAKSANAAN-POWER
Hypertonic uterine contraction
Berhubung kondisi ini menyebabkan partus
presipitatus (partus yang selesai kurang dari 3
jam), tidak banyak yang bisa dilakukan
biasanya janin sudah lahir tanpa pertolongan.

Jika kita mencurigai seorang pasien dengan


his terlalu kuat ibu dirawat sebelum
persalinan agar bisa diawasi ketat kemajuan
persalinannya dan dapat mencegah komplikasi

PENATALAKSANAAN-POWER
Incoordinate uterine action
Belum ada obat yang bisa memperbaiki koordinasi
fungsional bagian-bagian uterus.

Yang dapat dilakukan: mengurangi kontraksi dan rasa


nyeri pasien dengan pemberian morfin dan pethidin.

Persalinan tidak boleh berlangsung terlalu lama


apalagi jika ketuban sudah pecah. Dan karena kondisi
ini berkaitan dengan terbentuknya distosia servikalis
akibat munculnya lingkaran konstriksi, disarankan
untuk dilakukan sectio secarea.

PENATALAKSANAAN-POWER
Kelainan tulang panggul
Persalinan dengan kelainan tulang panggul
baik bentuk dan ukurannya disarankan
untuk sectio secarea. Walaupun sebenarnya
bisa dilakukan persalinan pervaginam tetapi
resiko kegagalannya cukup besar dan dapat
menimbulkan cedera pada bagian-bagian
janin.

PENATALAKSANAAN-KELAINAN
TULANG PANGGUL
Penatalaksanaan distosia bahu pada makrosomia: ALARM
Ask for help
Meminta bantuan asisten untuk melakukan pertolongan
persalinan.
Lift the legs and buttocks
Melakukan maneuver McRoberts yang dimulai dengan
memposisikan ibu dalam posisi McRoberts: ibu terlentang,
memfleksikan kedua paha sehingga posisi lutut menjadi
sedekat mungkin dengan dada, dan merotasikan kedua kaki
ke arah luar. Minta asisten untuk melakukan penekanan
suprasimfisis ke arah posterior menggunakan pangkal tangan
(maneuver Massanti). Penekanan ini bertujuan untuk
menekan bahu anterior agar mau masuk ke simphisis.
Sementara itu lakukanlah tarikan pada kepala janin ke arah
posterokaudal.

PENATALAKSANAAN-KELAINAN
UKURAN JANIN
Maneuver McRoberts
Anterior shoulder disimpaction
Melakukan disimpaksi bahu depan dengan dua cara:
eksternal dan internal. Disimpaksi bahu depan secara
eksternal maneuver Massanti, sedangkan disimpaksi
bahu depan secara internal maneuver Rubin.
Maneuver Rubin dilakukan dengan cara (masih dalam
maneuver McRoberts) memasukkan tangan pada bagian
posterior vagina, tekanlah daerah ketiak bayi sehingga
bahu berputar menjadi posisi oblik atau transversal dan
dengan bantuan penekanan simfisis maka akan
membuat bahu bayi semakin abduksi diameternya
mengecil.
Rotation of posterior shoulder
Melakukan rotasi bahu belakang dengan
maneuver Woods. Caranya: memasukkan
tangan penolong sesuai dengan punggung
bayi (jika punggung kanan gunakan tangan
kanan, dan sebaliknya) ke vagina dan
diletakkan di belakang bahu janin. Bahu
kemudian diputar 180 derajat ke anterior
dengan gerakan seperti membuka tutup botol.
Maneuver Woods
Manual remove of posterior arm
Pelahiran bahu belakang secara manual
dengan menggunakan maneuver Shwartz.
Maneuver ini dilakukan dengan cara
memasukkan tangan ke vagina sepanjang
humerus posterior janin yang dipisahkan ketika
lengan disapukan ke arah dada, namun tetap
terfleksi pada siku. Tangan janin digenggam
dan ditarik sepanjang sisi wajah dan kemudian
lengan belakang dilahirkan dari vagina
Tergantung dari presentasi janin-janin tersebut,
jika janin pertama presentasinya kepala lalu yang
kedua kepala atau bokong, mungkin masih dapat
dilakukan persalinan pervaginam.
Tetapi jika janin pertama presentasinya bokong
akan menyulitkan proses persalinan dan terdapat
resiko munculnya prolaps tali pusat sehingga
pilihan tindakannya adalah sectio secarea. Letak
salah satu janin melintang juga sudah
merupakan indikasi dilakukannya sectio secarea.

KEHAMILAN MULTIPEL
Umumnya presentasi dahi bersifat sementara untuk kemudian
dapat berubah menjadi presentasi belakang kepala, muka atau
presentasi dahi menetap, jika tidak ada gawat janin, menunggu
kemajuan persalinan dapat dilakukan.

Persalinan pada presentasi dahi menyerupai persalinan pada


presentasi muka masih bisa dilahirkan pervaginam apabila
punggungnya berada di posterior.

Tetapi persalinan pervaginam meningkatkan mortalitas perinatal


pada kasus ini karena peningkatan resiko prolaps tali pusat,
ruptur uteri, dan infeksi pasca persalinan. Untuk menghindari
resiko tersebut sebagian besar presentasi dahi akan dilahirkan
dengan sectio secarea.

PRESENTASI DAHI
Pertama harus dipastikan pembukaan lengkap,
setelahnya barulah kita memeriksa apakah posisi dagu
di anterior, jika ya, persalinan pervaginam dapat
dilanjutkan.
Sectio secarea dilakukan apabila setelah pembukaan
lengkap posisi dagu masih di posterior.
Melahirkan janin presentasi muka dengan ekstraksi
vakum tidak diperkenankan, merubah posisi dagu yang
semula posterior menjadi anterior juga tidak
diperkenankan karena lebih banyak menimbulkan
bahaya.

PRESENTASI MUKA
Presentasi majemuk harus ditangani sebagai berikut:
nilai terlebih dahulu apakah ada prolaps tali pusat atau
tidak, karena hal ini menimbulkan keadaan emergensi
bagi janin. Jika tidak ada prolaps tali pusat, lakukan
observasi kemajuan persalinan dengan seksama

Jika persalinan macet, perubahan posisi mengedan ibu


menjadi knee chest position dapat melonggarkan
tekanan ekstremitas yang prolaps oleh bagian terendah
janin

Jika reposisi gagal dilakukan sectio secarea

PRESENTASI MAJEMUK
Versi luar mulai usia kehamilan 34 minggu
Partus pervaginam dengan maneuver
tertentu
Sectio secarea

PRESENTASI BOKONG
Melahirkan bokong dan kaki
1. Biarkan persalinan berlangsung dengan sendirinya
hingga bokong tampak di vulva.
2. Pastikan bahwa pembukaan benar-benar lengkap
sebelum memimpin ibu mengedan.
3. Perhatikan hingga bokong membuka vulva.
4. Lakukan episiotomi bila perlu, gunakan anestesi lokal
sebelumnya.
5. Biarkan bokong lahir, bila tali pusat sudah tampak,
kendorkan. Perhatikan hingga tampak skapula janin
sudah tampak di vulva, dan jangan lakukan tarikan pada
tahap ini.
6. Dengan lembut pegang bokong janin dengan kedua
ibu jari penolong sejajar sumbu panggul, dan jari-jari
lain memegang belakang pinggul janin.
7. Tanpa ditarik, angkat kaki, bokong dan badan janin
disesuaikan dengan sumbu panggul ibu agar berturut-
turut lahir perut, dada, bahu, lengan, dagu, mulut, dan
seluruh kepala.
8. Bila pada langkah no. 7 tidak ada kemajuan atau
tungkai tidak lahir secara spontan, lahirkan kaki satu per
satu dengan cara: dengan telunjuk dan jari tengah di
belakang paha sebagai bidai lakukan eksorotasi paha
sampai tungkai lahir.
9. Tentukan posisi lengan janin dengan cara merabanya
di depan dada, di atas kepala, atau di belakang leher.
10. Selanjutnya lakukan langkah melahirkan lengan dan
kepala spontan.
b) Melahirkan lengan di depan dada
1. Biarkan bahu dan lengan anterior lahir
sendirinya dengan cara bokong ditarik ke
arah berlawanan. Bila tidak bisa lahir
spontan keluarkan lengan dengan cara
mengusap lengan atas janin menggunakan
dua jari penolong berfungsi sebagai bidai.
2. Angkat bokong janin kearah perut ibu
untuk melahirkan bahu dan lengan posterior.
c) Melahirkan lengan di atas kepala atau di belakang leher
(maneuver Lovset)
1. Pegang janin pada pinggulnya.
2. Putarlah badan bayi setengah lingkaran dengan arah
putaran mengupayakan punggung yang berada di anterior.
3. Sambil melakukan gerakan memutar, lakukan traksi ke
bawah sehingga lengan posterior berubah menjadi anterior,
dan melahirkannya dengan menggunakan dua jari penolong
di lengan atas bayi.
4. Putar kembali badan janin kearah berlawanan (punggung
tetap berada di atas) sambil melakukan traksi kearah bawah.
Dengan demikian lengan yang awalnya anterior kembali ke
posisi anterior untuk dilahirkan dengan cara yang sama.
d) Melahirkan kepala (maneuver Mauriceau-Smellie-Veit)
1. Janin dalam posisi telungkup menghadap ke bawah, letakkan tubuhnya di tangan
dan lengan penolong sehingga kaki janin berada di kiri kanan tangan tersebut.
2. Tempatkan jari telunjuk dan jari manis di tulang pipi janin.
3. Gunakan tangan yang lain untuk memegang bahu dari arah punggung dan
dipergunakan untuk melakukan traksi.
4. Buatlah kepala janin fleksi dengan cara menekan tulang pipi janin kearah
dadanya.
5. Bila belum terjadi putaran paksi dalam, penolong melakukan gerakan putaran
paksi dengan tetap menjaga kepala tetap fleksi dan traksi pada bahu mengikuti arah
sumbu panggul.
6. Bila sudah terjadi putaran paksi dalam, lakukan traksi ke bawah dengan
mempertahankan fleksi kepala janin, mintalah asisten untuk menekan daerah
suprasimfisis.
7. Setelah suboksiput lahir di bawah simfisis, badan janin sedikit demi sedikit
dielevasi ke atas dengan suboksiput sebagai hipomoklion. Berturut-turut akan lahir
dagu, mulut, dan seluruh kepala.
Janin POPP dapat dilahirkan pervaginam
tetapi membutuhkan proses yang lama
dan pengawasan ketat. Tindakan sectio
secarea dilakukan apabila kala II terlalu
lama dan ada tanda gawat janin. POPP
pun dapat menyebabkan ruptur perineum
yang lebih luas.

POPP
Infeksiintrapartum
Ruptur uteri
Pembentukan fistula
Cedera otot-otot dasar panggul

KOMPLIKASI PADA IBU


Caput succedaneum
Molase kepala janin

KOMPLIKASI PADA JANIN


TERIMA KASIH