Anda di halaman 1dari 27

Criticalreview

Ellysa Bella Sukma Ramdhani


135060501111053
B
Kajian Koordinasi Sistem Pencahayaan
Alami dan Buatan pada Ruang Baca
Perpustakaan (Studi Kasus: Perpustakaan
Pusat Universitas Haluoleo)

Pengoptimalan Pencahayaan Alami Untuk Efisiensi Energi pada Interior Ruang


Baca
Perpustakaan Pusat Universitas Brwaijaya
BAB 1
RESUME
1.1 Pendahuluan

Isu Global Warming

Konservasi Energi
Indonesia berpotensi
menerima penyinaran Sumber
matahari seanjang pencahayaan:
- Pencahayaan alami
tahun secara - Pencahayaan
maksimal
buatan
Pengoptimalan pencahayaan Alami

Menunjang aktifitas
(fungsi: perpustakaan)
PERMASALAHAN
Koordinasi
Cahaya alami kurang pencahaya
optimal
Pencahayaan tidak merata an alami
Penggunaan pencahayaan
buatan cenderung boros dan buatan
Bagaimana pengaruh luas bukaan jendela
1 sebagai sistem penerangan alami
terhadap tingkat pencahayaan dalam
ruang baca Perpustakaan Pusat
Universitas Haluoleo?
Koordinasi
Bagaimana pembagian saklar penyalaan
pencahaya 2 dan jalur lampu yang ada sebagai sistem
an alami penerangan buatan terhadap tingkat
dan buatan pencahayaan dalam ruang baca
Perpustakaan Pusat Universitas Haluoleo?

Bagaimana koordinasi antara sistem pencahayaan alami


3 dan buatan yang efisien untuk pemerataan pencahayaan
yang memenuhi standar untuk ruang baca Perpustakaan
Pusat Universitas Haluoleo?
1.2 Kajian teori

Faktor pencahayaan alami siang hari terdiri dari 3 komponen meliputi, Sky component (SC),
Externally reflected component, Internally reflected component (SNI 03-2001)
Energi cahaya tersebut terdiri dari terang cahaya matahari (sinar langsung) dan terang langit
(diffuse). Energi cahaya yang bersumber dari terang langit (diffuse) perlu kita manfaatkan secara
optimal di dalam bangunan dengan memperhatikan aspek kuantitas dan kualitas cahaya yang
dibutuhkan (Szokolay et al, 2001)
Unsur lain yang tidak dapat terpisahkan dari aspek kuantitas serta kualitas cahaya di dalam suatu
ruang adalah:
Room index, merupakan proporsi dari suatu ruang
Tinggi dari bidang plafond
Keadaan warna dan tekstur yang dipakai sebagai elemen pembentuk ruang.

Standart tingkat pencahyaan minimal pada ruang baca pada gedung perpustakaan ditentukan
standar penerangan yaitu 300 Lux di meja baca/belajar (Sumber:Badan Standarisasi
Nasional. Konservasi Energi Sistem Pencahayaan pada Bangunan Gedung, SNI
03-6197-2000)
1.3 M etode

Metode yang dipakai pada penelitian ini adalah dengan


metode deskriptif-
menggunakan
eksploratif. Yakni mengamati gejala yang timbul
di lapangan serta mengevaluasi data-data yang ada
berdasarkan hasil pengukuran dan untuk selanjutnya
diuraikan deskripsi permasalahannya yang didasarkan
pada kajian teoritis yang berlaku.

1.4 Pem bahasan

TUJUAN
Kajian ini bertujuan untuk melihat intensitas cahaya yang memenuhi standar pencahayaan
yang direkomendasikan Badan Standarisasi Nasional untuk ruang baca serta mencari
koordinasi sistem pencahayaan yang paling efisien dalam pemakaian energi.
METODE
Setelah mendapatkan hasil pengukuran lapangan lalu disintesakan dengan simulasi software
untuk memperlihatkan distribusi tingkat iluminasi dengan bentuk kontur dalam ruangan.
HASIL
Hasil pengukuran menunjukkan bahwa koordinasi yang paling tepat adalah untuk pagi hari
menggunakan tirai untuk menutup seluruh bukaan jendela sedangkan yang jauh dari bukaan
jendela dikoordinasikan dengan menyalakan beberapa titik lampu. Untuk siang hari yaitu
menggunakan tirai untuk menutup seluruh bukaan jendela tanpa dikoordinasikan dengan
sistem pencahayaan buatan. Sedangkan pada sore hari yaitu dengan membuka seluruh
bukaan jendela/tanpa tirai dan yang terletak jauh dari bukaan jendela dikoordinasikan dengan
penyalaan lampu.
BAB 2
ANALISIS
2.1 Biografipenulis

Nama : Kurnati Ornam


Perguruan Tinggi : Universitas Halu Oleo
Program Studi : Arsitektur
Jenis Kelamin : Perempuan
Jabatan
: Lektor
Fungsional
Pendidikan
: S2
Tertinggi
Riw ayat Pendidikan

Riwayat pendidikan
2002 Universitas Muslim Indonesia (S1)
2004 Institut Teknologi Bandung (S2)
Riwayat penelitian
Kajian Koordinasi Sistem Pencahayaan Alami dan
Buatan pada Ruang Baca Perpustakaan (Studi kasus:
Perpustakaan Pusat Universitas Haluoleo), Unity, Jurnal
Arsitektur Vol 1, No 1, 2010
Kajian Terhadap Penerapan Sistem Keselamatan Jiwa
terhadap Bahaya Kebakaran pada Perancangan Pusat
Perbelanjaan Mall Mandonga Kendari, Unity, Jurnal
Arsitektur Vol 1, No 2, 2010
Riw ayat Publikasi

Kurniati Ornam, Dwi Rinnarsuri, Santi. The Aplication of Hollow Brick Filled Husk for Low Cost
Housing Project. Makassar International Conference on Civil Engineering, 2010.
Kurniati Ornam, Natural and Performed Lighting System Coordination for Carryin Out the Balancing
Distribution of Lighting Room (A Case Study Of Class Room No. 102 Of Physics Department Of Halu
Oleo University). The11th International Conference on Sustainable Environmental Architecture,
Surabaya, Indonesia 2010
Kurniati Ornam, Evaluasi Sistem Pencahayaan Alami Dan Buatan Untuk Memperoleh Pemerataan
Cahaya Dalam Ruang. Metropilar Ft. Uho Issn : 1693-6205 Vol. 8 No. 1 Januari 2010
Kurniati Ornam, Kajian Koordinasi Sistem Pencahayaan Alami Dan Buatan Pada Ruang Baca
Perpustakaan (Studi Kasus: Perpustakaan Pusat Uho). Unity Jurnal Ilmiah Arsitektur Uho Vol.1 No.1
2010
Santi, M. Arzal Tahir, Kurniati Ornam, Land Use Pattern On River Banks Area To Increase Land
Valueson Wawotobi Dam Of Konaweha River. Celebes International Conference On Earth Science
(Cices), 2014
Kurniati Ornam, Masykur Kimsan, La Ode Ngkoim, Physical And Mechanical Properties Of Reed Filler
Modified Brick. The Celebes International Conference On Diversity At Wallacea's Line (Cicwdl), 2015
2.2 U rgensidan Lokus Study

Penelitian ini dilatar belakangi oleh isu


global yang akhir akhir ini sering
diperbincangkan yaitu global warming.
Dimana salah satu penyebabnya adalah
penggunaan energi yang berlebih pada
bangunan. Konservasi energi menjadi salah
satu cara untuk mengendalikan lingkungan
salah satu strateginya adalah dengan
memanfaatkan pencahayaan alami pada
ruang. Namun muncul permasalahan
mengenai kurang optimalnya kinerja
pencahayaan alami sehingga harus dibantu
dengan pencahayaan buatan. Dalam hal ini
penulis mencoba memecahkan permasalahan
yang ada dengan solusi koordinasi antara
pencahayaan alami dan pencahayaan buatan
2.3 O riginalitas

Evaluasi Sistem Pencahayaan Alami Dan Buatan Untuk Memperoleh


Pemerataan Cahaya Dalam Ruang (Metropilar Ft. Uho Issn : 1693-6205 Vol.
8 No. 1 Januari 2010)

PENGEMBANGAN

Kajian Koordinasi Sistem Pencahayaan Alami dan Buatan pada Ruang Baca
Perpustakaan (Studi Kasus: Perpustakaan Pusat Universitas Haluoleo)
2.4 Alur Pem ikiran Penulis
Identifikasi
masalah

tujuan
penelitian

pengumpul DATA
an data

pengukura tinjauan standa


pengukuran rt
n lapangan
simulasi
teori
ANALISIS


evaluasi
HASIL
PEMBAHASAN
KESIMPULA
N dan
saran
2.5 KontribusiStudi

Secara umum, penelitian ini diharapkan dapat


memberikan manfaat terhadap keilmuan arsitektur
khususnya terkait dengan koordinasi pencahayaan
alami dan pencahayaan buatan di dalam ruang.
Tentunya penelitian ini akan bermanfaat bagi masyarakat
khususnya para arsitek, mahasiswa dalam
perancangan ruang dan bangunan kedepannya.
Selain itu secara tidak langsung penelitian ini juga turut
berkontribusi dalam upaya konservasi energi dalam
pengendalian lingkungan.
BAB 3
SINTESIS
D iskusiteoritik

Berdasarkan data diatas dapat disimpulkan bahwa tinjauan teori dibagi menjadi
tiga yaitu tinjauan teori umum (mengenai pencahayaan alami), tinjauan teori
berupa standart sebagai acuan dasar penentuan hasil penelitian dan tinjauan
teori mengenai elemen atau variabel tertentu yang akan diuji. Selain itu teori
penelitian sebelumnya juga dapat digunakan sebagai pembanding guna
menunjang kedalaman analisis pada penelitian.

Umum Spesifik Standa


Jenis cahaya terang Pencahayaan alami bisa meningkatkan kualitas rt ukur pengukuran
Titik
alami (Szokolay et al, bangunan dengan cara (Lyons and Lee, 1994) luxmeter (Frick,2008)
2001) Kriteria Penentuan Selubung Bangunan Klasifikasi kualitas
pertimbangan- Penghematan energi pada selubung bangunan pencahayaan adalah
pertimbangan pemilihan dapat diperoleh dengan (SNI sebagai berikut
strategi pencahayaan (Frick,2008) :
6389-2011)
(Kroelinger, 2005). SNI No.03-6575-2001
Faktor Pencahayaan strategi pencahayaan alami berupa orientasi,
tentang Standar
Alami(SNI 03-2001) pencahayaan melalui atap, bentuk, perencanaan Pencahayaan Minimum
ruang, dan warna (Lechner, 2007)
Strategi yang perlu dilakukan untuk menyiapkan
desain alami menurut Manurung (2012)
Luden (2006)
Irianto (2006),
D iskusiM etodelogi

Metode penelitian yang digunakan pada


Artikel
pendukung
METODE artikel utama adalah metode deskriptif-
1 Deskriptif-korelasional eksploratif.
Pengukuran persepsi
pengguna
Kurang sesuai
2 Kuantitatif-deskriptif
3 Kuanttatif-deskriptif
4 Kuantitatif -deskriptif
Dalam meneliti tingkat
5 Kuantitatif-deskriptif
pengoptimalan pencahyaan alami,
6 kuantitatif- metode kuantitatif deskriptif lebih
eksperinmental banyak digunakan karena dianggap
7 Kuantitatif -deskriptif lebih terstruktur dan memiliki fokus
penelitian tertentu. Namun metode
8 Kuantitatif deskriptif
deskriptif eksperimental lebih
9 Kuantitatif dapat dipertanggungjawaban
eksperimental hasilnya karena dapat diperoleh
10 Deskriptif simpulan berupa rekomendasi
eksperimental desain yang tepat dan sudah teruji.
BAB 4
EVALUASI
Keunggulan

Penjabaran pendahuluan hingga tujuan


penelitian dijelaskan secara runtut dan
sistemati

Kesesuaian permasalahan, tujuan dan hasil


pembahasan.

Kemudahan dalam memahami isi penelitian


karena penggunaan bahasa masih dapat
dipahami oleh orang awam.

Metode pengumpulan data melalui pengukuran


lapangan disintesakan dengan hasil simulasi
menggunakan program software Program
Surfer-8 untuk memperlihatkan distribusi
tingkat iluminasi dengan bentuk kontur dalam
ruangan.
Kelem ahan
Ketidaksesuaian metode penelitian Solusi: berdasarkan hasil pembahasan
yang dihasilkan, metode yang tepat
Penggunaan metode deskriptif- adalah metode kuantatif-deskriptif.
ekploratif sebenarnya cukup Sehingga perlu penyesuaian langkah
menantang dan tentunya dapat langkah penelitan yang lebih
sistematik
menghasilkan analisis yang lebih
tajam, namun hal ini tidak tergambar
dalam penelitian ini. Karena dalam
penelitian ini yang di teliti hanya
melalui ada tidaknya tirai pada suatu Solusi: mencantukan sumber pada
bukaan. kutipan terkait.

Beberapa kutipan pada tinjauan teori


Solusi: untuk mengetahui kinerja dari
tidak dilengkapi dengan sumber
has rekomendasi desain dapat
dilakukan dengan metode deskriptif-
Penyelesaian dan rekomendasi terlalu eksperimental guna mendapatkan
subjektif dan tidak disertai kajian rekomendasi yang paing efektif
mengenai kinerja pencahayaan saat
menggunakan elemen yang
direkomendasikan Solusi: Memperdalam teori yang
merujuk pada variabel dan element
yang ditentukan.
Pada kajian teori belum mengarah
pada variabel yang ingin diteliti.
BAB 5
KESIMPULAN
Kesim pulan

Berdasarkan hasil analisis, sintesis dan evaluasi pada bab sebelumnya dapat
disimpulkan bahwa artikel penelitian yang berjudul Kajian Koordinasi Sistem
Pencahayaan Alami dan Buatan pada Ruang Baca Perpustakaan (Studi Kasus:
Perpustakaan Pusat Universitas Haluoleo) sudah cukup baik. Karena hasil
penelitian didukung dengan data valid dengan menggunakan pengukuran
lapangan maupun simulasi program software. Namun perlu adanya perbaikan dan
pendalaman teori serta sintesa hasil penelitian. Berdasarkan hasil pembahasan,
metode penelitian dapat lebih merujuk pada metode kuantitatif-deskriptif,
sehingga perlu adanya penyesuaian kembali terhadap sistematika penulisan.
Dalam pengembangan selanjutnya perlu adanya riset lanjutan untuk
meyempurnakan penelitian ini, hal tersebut bisa terkait dengan pengujian hasil
rekomendasi desain menggunakan metode deskriptif eksperimental atau
pengembangan topik terhadap elemen pengoptimalan pencahayaan alami
lainnya.

D AFTAR PU STAKA
Achsani, R., Thojib, J., Handajani. Optimalisasi Kinerja Pencahayaan Alami pada Interior Kantor Jasa di Jakarta Selatan

Kurniawan, A. Analisis Tingkat Pencahyaan Alami( Studi kasus Ruang Kelas SMA Negeri 9 Makasar).

Malik, S., Setyowati, E. dan Setiabudi. 2015. Tingkat Pencahyaan Alami pada Tata Letak Interior Area Baca Perpustakaan (Studi kasus Ruang
Layanan Referensi Perpustakaan Daerah Provinsi Jawa Tengah). 150 Jurnal Tenik Sipil dan Perencanaan, II (17).

Ornam, K. 2010. Kajian Koordinasi Sistem Pencahayaan Alami dan Buatan pada Ruang Baca Perpustakaan. Unity Jurnal Arsitektur. I (1).

Pinangki, S et al. Analisis dan Evaluasi Faktor Pencahayaan pada Ruang Kuliah (Studi Kasus di Jurusan Teknik Mesin dan Industri Universitas
Gadja Mada Yogyakarta).

Putri, R., Thojib, J., Mustikawati. Pengolahan Side Lighting sebagai Strategi Optimasi Pencahayaan Alami pada Ruang Pamer Museum Brawijaya
Malang

Setiawan, A. 2013. Optimasi Distribusi Pencahayaan Alami Terhadap Kenyamanan Visual Pada Toko Oen di Kota Malang Jurnal Intra, I (2): 1-10

Sukawi., Dwiyanto, A. 2013. Kajian Optimasi Pencahayaan Alami pada Ruang Perkuliahan (Studi Kasus Ruang Kuliah Jurusan Arsitektur FT
UNDIP). LANTING Journal of Architecture, II (1).

Susanto, B., Seno, A. Optimalisasi Pencahayaan Alami pada Ruang Baca Perpustakaan (Studi kasus : sekolah alam madinah school, Jl. Jelupang
Utama Raya No.2 Serpong )

Sushanti, A., Thojib, J., Asikin. Pengaruh Fasade Bangunan terhadap Pencahayaan Alami

Thojib, J. dan Muhammad. 2013. Kenyamanan Visual melalui Pencahyaan Alami pada Kantor (Studi kasus Gedung Dekanat Fakultas Teknik
Universtas Brawijaya Malang). Jurnal RUAS. XI (2).
TERIMAKASIH