Anda di halaman 1dari 58

DIABETES MELITUS

Dipresentasikan pada Rabu 15 April 2015


RSAM Bukittinggi

Dr. Hj. YUNITA SpPD FINASIM


LEARNING OBJECTIVES

Memahami peranan KH pada peningkatan GD


Menghitung BEE dan kandungan KH dalam
makanan
Merencanakan diet pada pasien diabetes
Mengimplementasikan prosedur
penghitungan KH counting (carbing) sebagai
tata laksana diet pada diabetes dan dosis
insulin prandial
DIABETES MELITUS
Definisi Diabetes Melitus
Definisi :
menurut American Diabetes Association (ADA)
tahun 2010 DM merupakan suatu kelompok
penyakit metabolik dengan karakteristik
hiperglikemia yang terjadi karena kelainan
sekresi insulin, kerja insulin, atau kedua-
duanya
Prevalensi IGT dan DM di
Indonesia

Kurang lebih 10 juta orang dengan DM di Indonesia

Riskesdas, 2007
PREVALENSI DM DI INDONESIA
Prevalensi DM di Indonesia

NASIONAL

5.7%

1.7%

1985 2007
WHO, Study Group 1985
RISKESDAS, 2007
Meningkatnya Populasi Diabetes

Diperkirakan akan ada 285 juta orang di


dunia menderita Diabetes pada tahun
2010.
Dan akan terus meningkat hingga lebih
dari 50% dalam jangka waktu 20 tahun
ke depan
Bagaimana dengan Indonesia ?
Diperkirakan lebih dari 12 juta penduduk
Indonesia menyandang Diabetes pada
tahun 2030
Meningkatnya Populasi Diabetes
PREVALENSI DM BERDASARKAN
Prevalensi DM di Indonesia
PROPINSI (Riskesdas 2007)
Apa penyebab utamanya ?
90% penyandang Diabetes dipengaruhi oleh
pola hidup yang tidak sehat, terutama karena
konsumsi karbohidrat yang berlebih

Sumber : WHO, factsheet no 312, Nov 2009


Anatomi

Click to add text


Patofisiologi
Second
Phase

InsulinSecretion IGT
FirstPhase Normal
Type2DM

Basal

051015202530(minute)
Insulin secretion : normal and in beta
cell dysfunction ( Ward, 92)
Gejala Klinis
Sering haus
Sering bak trias
Sering lapar
Cepat lelah
BB turun
Luka sulit sembuh
Kulit kering dan gatal
Kebal rasa di kaki atau kesemutan
Pandangan kabur
PERKENI Guidelines 2011
FBG = Fasting Blood Glucose
Diabetes Symptoms RBG = Random Blood Glucose
IGT = Impaired Glucose
Tolerance
IFG = Impaired Fasting
Diabetes Classic Symptoms Diabetes Classic Symptoms Glucose
(+) (-)

FPG 12 <12 GDP 12 100-125 <10


atau 6 6 atau 6 0
RBG >20 <20 GDS >20 140- <14
0 0 0 199 0

FBG and
PPG

FPG >12 <12


atau 6 6 OGTT 2 hour
RBG 20 <20 BG
0 0
>20 140- <14
0 199 0
Diabetes Mellitus
IGT IFG Norma
l

Evaluation of Nutritional Status Education


Evaluation Diabetic Complications Dietary Planning
Evaluation Dietary Need and Dietary Physical Exercise
Planning Achieving Ideal Body Weight
Diagnosis
Gejala klasik DM + glukosa darah
sewaktu 200 mg/dl (11,1 mmol/L)
atau,
Gejala klasik DM + kadar glukosa darah
puasa 126 mg/dl (7,0 mmol/L)
Kadar glukosa darah 2 jam pada TTGO
200 mg/dl (11,1 mmol/L)
Pengelolaan DM

Manajemen
DMT2

Kendali GD Kelainan Pengelolaan


-Diet /gaya hidup komorbid komplikasi
sehat -Dislipidemia - Retinopati
-Latihan jasmani - Hipertensi - Nefropati
(OR) - Obesitas - Neuropati
-Obat/insulin - PJK - PKV
Pilar Penatalaksanaan DM
4

OBAT & INSULIN

TERAPI GIZI MEDIK


2 OLAH RAGA
EDUKASI

* Konsensus Pengelolaan Diabetes Melitus di Indonesia, Perkeni 2011.


Stepwise Approach Blood Glucose Control

5 Pilar Penanganan DM plus


Edukasi sebagai Landasan
PERKENI Guidelines 2011

DM Phase - I Phase - II Phase - III


Lifestyle
Lifestyle
Modification
Modification
+ Lifestyle
Modification
OAD Lifestyle
Monotherapy + Modification
2 OADs +
Combination
2 OADs
Alternative: Combination
Insulin not available
Patient preference Lifestyle +
Glucose control not Modification
optimal Basal Insulin
+
Notes: 3 OADs Intensive
Fail: not achieving A1c target < 7% after 2-3
months of treatment Combination Insulin
(A1c = average blood glucose conversion, ADA
PERKENI Guidelines 2011

A1c < 7% 7 8% 8 - 9% > 9% 9 - 10% > 10%


Lifestyle Lifestyle
Modificatio Modificatio
Lifestyle
n n
Modificatio
+ n Lifestyle
Modificatio
Monothera + Lifestyle
n
py Modificatio
2 OADs +
n
Met, SU, AGI, Combinati
on 3 OADs +
Glinid, TZD,
DPP-IV
Combinati
on 2 OADs
Met, SU, AGI,
Glinid, TZD, Combinati
DPP-IV Met, SU, AGI, on
Glinid, TZD,
DPP-IV Met, SU, AGI,
Glinid, TZD, Lifestyle
DPP-IV Modificatio
Notes: +
n
Fail: not achieving A1c target < Basal +
7% Insulin
after 2-3 months of treatment Intensive
(A1c = average blood glucose Insulin
conversion, ADA 2010)
Kriteria Pengendalian DM

Baik Sedang Buruk


Click to add text
GDP (mg/dl) 80- <100 100 - 125 126
GD2jpp 80-144 145 - 179 180

A1c < 6,5 6,5 - 8 >8


Kolesterol < 200 200 - 239 240
Total < 100 100-129 130
LDL > 40 , > 50
HDL < 150 150-199 200
Trigliserida
IMT (kg/m2) 18,5 - < 23 23-25 > 25
Tekanan darah 130/80 > 130-140/ > 140/90
> 80-90
Kriteria Pengendalian DM
Risk CVD Risk CVD
(-) (+)
BMI (kg/m2) 18.5 <23 18.5 <23
Blood Glucose
FPG (mg/dL) <100 <100
Post Prandial BG <140 <140
(mg/dL)
A1C (%) <7.0 <7.0
Blood Pressure <130/80 <130/80
Lipid
Total Cholesterol <200 <200
(mg/dL)
Triglyceride (mg/dL) <150 <150
HDL Cholesterol (mg/dL) >40 / >50 >40 / >50
LDL Cholesterol (mg/dL) <100 <70

PERKENI GUIDELINES 2011


Tujuan Terapi Nutrisi pada DM

Mencapai target kadar GD, TD dan lipid.


A1c <7%
TD <140/80 mmHg
LDL <100 ; trigliserida <150 ; HDL >40
pada laki-laki ; HDL >50 mg/dl pada wanita
Mencapai dan mempertahankan target BB
Menunda atau mencegah komplikasi DM
Komplikasi DM
Macroangiopathy
Microangiopathy
Stroke
Diabetic 2-4 -fold increase
Retinopath in
cardiovascular
yeading cause
L mortality and
of blindness stroke5
in adults1,2
Cardiovascular
Diabetic Disease
Nephropathy 8/10 individuals with
Leading cause of diabetes die from
end-stage CV events6
renal disease3,4
Peripheral
Diabetic Arterial
Neuropathy Disease

Leading cause of
non-traumatic
lower extremity
amputations7,8
BASIC
CARBOHYDRATE
COUNTING
SECTION 2
Diabetes Update
Saat ini di negara barat terutama AS ada
kecenderungan penggunaan insulin (kombinasi
insulin basal dan analog seperti rapid insulin)
pada DMT1 maupun DMT2 ketimbang OAD/OHO
sehingga problemnya bukan lagi hiperglikemia
tetapi hipoglikemia dan obesitas (sumber: CME
Medscape)
Akibatnya terjadi perkembangan obat baru dan
metode diet diabetes yang baru
Obat baru: Inhibitor DPP4 (contoh sitagliptin,
vildagliptin [Galvus], saxagliptin [Onglyza]) dan
inhibitor SGLT-2 (contoh dapaglifozin, serglifozin)
Diet baru: BASIC CARB COUNTING (untuk DMT2
dan pemakai OHO spt di Indonesia) & ADVANCED
CARB COUNTING (untuk DMT1 dan pemakai
3 Langkah Penting Perencanaan Makan agar
Kadar Gula Darah Terjaga

3
1 Memperhatikan Komposisi
a
Makanan yang Dianjurkan
PERKENI
1 Memperhatikan Komposisi
b
Makanan yang Dianjurkan
Cara Mudah Mengukur Porsi
Karbohidrat dengan Idaho Plate
Method

1/3
1/3
1/3
1c Memperhatikan Komposisi
Makanan yang Dianjurkan
Sumber KH paling banyak ditemukan dalam
makanan, antara lain :
Roti, Crackers, Sereal
Mie, bihun, soun, pasta
Biji-bijian dan sereal (beras, havermut)
Umbi atau sayuran berzat tepung (kentang, jagung)
Makanan/minuman yang manis: cake, tart, puding, es
krim, biskuit, permen, cokelat, susu, yoghurt, jus
Buah-buahan t.u. yang manis
Makanan/camilan yang digoreng dgn tepung (tempe,
tahu susur, bakwan, pisang molen, kacang atom)
Pilihan Makanan Sehat
1 Takaran Saji Karbohidrat

Contoh 1 takaran saji KH 15 gr


Pati : 1 potong roti, 1/3 mangkok pasta matang,
mangkok sereal kering, atau 4-6 crackers
Buah : 1 potong kecil buah atau mangkok jus
buah
Susu : 1 mangkok susu non fat (skim) atau
mangkok yogurt
Dessert : 2 biskuit kecil atau cup es krim
2 Menghitung Kebutuhan Energi Harian
IMT Orang Indonesia
Kategori IMT (Kg/m2)

Kegemukan
Gender
Kurus Normal
Tingkat Tingkat
ringan berat

<18 18 25 >25 27
Pria
kg/m2 kg/m2 kg/m2
>27
kg/m2
<17 17 23 >23 27
Wanita
kg/m2 kg/m2 kg/m2
Penghitungan Kebutuhan Kalori

Harris Bennedict

Laki- BMR = 66.4730 + (13.7516 x BB) +


laki (5.0033 x TB cm) (6.7550 x umur)
Wanita BMR = 655.0955 + (9.5634 x BB) +
(1.8496 x TB cm) (4.6756 x umur)

PA = Physical activity coefficient


PA = 1.0 if PAL is estimated to be 1.0 < 1,4 (sedentary)
PA = 1.12 if PAL is estimated to be 1.4 < 1,6 (sedentary)
PA = 1.29 if PAL is estimated to be 1.6 < 1,6 (sedentary)
PA = 1.59 if PAL is estimated to be 1.9 < 2,5 (sedentary)
Menghitung Kebutuhan Kalori
Harian
Menghitung Kebutuhan Kalori Harian
Tabel Klasifikasi Aktivitas Harian
Menghitung Kebutuhan Kalori Harian

Langkah 4 : Mengurangi perhitungan kalori basal pada


kondisi kelebihan BB dan disesuaikan dengan usia

Klasifikasi penyesuaian perhitungan kalori


berdasarkan usia
3 Be Carb Smart
Cerdas Dalam Memilih KH
ADVANCED
CARBOHYDRATE
COUNTING
SECTION 3
Dimaksudkan bagi penderita DM
dengan terapi insulin
Prinsipnya :
Mengintegrasikan pemberian insulin dengan pola
makan
Konvensional
Menyesuaikan makanan dengan terapi insulin
Menggunakan pola makan standar
Paradigma baru
Menyesuaikan dosis insulin berdasarkan KH
counting (carbing), takaran saji, exercise dan pola
hidup
Insulin Karbohidrat Rasio (ICR)
Rasio insulin-KH dapat dianggap 1 unit
insulin / 15 gr (atau takaran saji) KH. Sering
ditulis sebagai rasio 1 : 15
Untuk memperkirakan ICR, gunakan catatan
makanan selama sehari untuk menghitung
total KH yang dimakan, termasuk snak selama
minimal 3 hari pencatatan.
Bila seseorang makan 75 gr KH, ambil 5 unit
rapid acting insulin dan GD akan kembali ke
nilai normal
NGT

Insuli Insuli Insuli Insuli Insuli Insuli


n n n n n n

Wakt 7.0 10.0 13.00 16.0 19.00 22.0


u 0 0 0 0
220 cc 220 cc 220 cc 220 cc 220 cc 220 cc

Makanan cair
220 cc (per takaran saji = 220
kkal
Kandungan KH : 34 gr
ICR counting dosis insulin
Makan di luar

Pasien DM boleh makan di luar seperti di


restoran, di hotel, di pesta, dll
Namun pasien DM harus menghitung jumlah
KH dari makanan tersebut
Selanjutnya gunakan insulin prandial sebelum
makan berdasarkan jumlah KH dalam
makanan dan IRC (sebagai dosis koreksi)
1 unit insulin 15 gr KH (7 20 gr
KH)
Case Study 1

Introduction

Mr. J., a 48-year-old IT programmer in


Jakarta, has recently been diagnosed with
diabetes.
He never eats breakfast, and eats large
amounts of rice at other meals. He rarely
has time to exercise.

Case Study
Introduction

On physical examination you note a BMI of


26 kg/m2; all other physical parameters are
within normal limits. His last A1C was 7.9%,
his fasting BG was 104 mg/dL, and his post
prandial BG was 230 mg/dL. He had normal
renal and liver function tests, and no
proteinuria.
Case Study

Discussion Questions

What is this patients health status?


How would you manage Mr. J.?
Would you consider medical nutrition
therapy (MNT) for this patient? How would
you assess his needs?
Case Study

Discussion Questions, contd

What types of foods should he incorporate


into his diet?
How would you demonstrate the use of the
food model?
Case Study 2
Seorang pria 19 tahun, datang dengan keluhan
penurunan berat badan. Penurunan dirasakan sejak 6
bulan terakhir, dengan BB yang turun dari 59 kg
menjadi 48 kg
Pada pemeriksaan fisik : GCS 4-5-6. TB 160 cm, BB 48
kg. PF lain t.a.k
Lab GDS 416 mg/dl
Lab lengkap
GDP/ GD2jpp : 210/ 410 mg/dl
Kolesterol 120; TG 100; HDL 46; LDL 100
Foto Ro dada dbn; EKG dbn
Case Study
Permasalahan yang ada pada pasien adalah :
Bagaimana perencanaan terapi nutrisi medis
untuk pasien ini ?
Berapa perkiraan dosis awal insulin basal
untuk terapi ?
Berapa perkiraan dosis insulin pre-meal untuk
terapi?
Apabila pada hari Minggu akan melakukan OR
intensitas sedang, apa saja yang perlu
diperhitungkan dan edukasi yang perlu
diberikan?
Langkah Penerapan CARBING
Tentukan jumlah kalori
Tentukan persentase kalori pada setiap waktu makan
(dengan membuat catatan kebiasaan pola makan
dalam beberapa hari)
Buatlah daftar makanan yang mengandung KH (pada
setiap porsi makan/snack)
Hitung berapa banyak KH yang terkandung pada
setiap porsi makan
Lakukan perhitungan kebutuhan pre-meal insulin
Lakukan SMBG (beberapa kali/hari)
Lakukan penyesuaian dosis insulin pre-meal
TERIMA KASIH