Anda di halaman 1dari 11

MUNTAB

ER
KLINIK AS
FIYAK GRA
HA MEDIK
A
2017
APA ITU MUNTABER ?
Penyakit Muntaber / Vibrio Parahaemolyticus
Enteritis :
adalah keadaan di mana seseorang
menderita muntah-muntah disertai buang air
besar berkali-kali (dapat berulang 3-10x
dalam sehari), terjadi perubahan bentuk dan
konsistensi dari tinja, melembek sampai
mencair, yang kadang juga mengandung
darah atau lendir
SEBABNYA APA?
Muntaber bisa disebabkan oleh
kuman, bakteri, atau virus.

Akan tetapi, yang paling sering menyebabkan


muntaber adalah bakteri Eschericia coli (E.coli)
yang menyerang usus.

Biasanya muntaber terjadi karena seseorang


mengkonsumsi makanan yang sudah tercemar
dengan bakteri E.coli dan saat itu daya tahan
tubuhnya sedang turun (tidak fit)
FAKTOR RESIKO
1. Usia :
penyakit muntaber memang menyerang
anak-anak (2-8 tahun).
2. Jenis Kelamin :
laki-laki dan juga perempuan
3. Ras :
Di negara yang lingkungannya kurang
bersih, seperti negara berkembang
4. Lingkungan :
Kondisi lingkungan yang kurang bersih dan sehat,
sistem sanitasi yang tidak terjaga dengan baik,
Hujan yang terus menerus sehingga menimbulkan
banjir dan lingkungan menjadi kotor, sangat
potensial menimbulkan wabah muntaber
BAGAIMANA
PENULARANNYA?
Muntaber mudah
menular, Terutama
melalui air. Sehingga
bila ada salah satu
anggota keluarga
yang sakit muntaber
atau tetangga yang
kena muntaber
usahakan untuk
mencegah penularan
tersebut.
GEJALA
0 Perut kembung

0 Sakit perut

0 Mual / muntah

0 Demam tinggi

0 Lemas Elastisitas kulit menurun

0 Tidak nafsu makan

0 Kepala pusing
BAGAIMANA
MENCEGAHNYA?
1. Menkonsumsi makanan bergizi
seimbang dan dalam jumlah
yang cukup.
2. Penggunaan air bersih untuk
minum.
3. Mencuci tangan sebelum
makan dan sesudah buang air
besar.
4. Membuang tinja, termasuk tinja
bayi pada tempatnya.
5. Menjaga kebersihan jamban
keluarga.
BAGAIMANA
MENCEGAHNYA?
6. Menjaga kebersihan rumah, terutama kamar
mandi, WC dan dapur.
7. Menjaga kebersihan peralatan makan.
8. Mencuci sayuran, buah, dan bahan makanan
sebelum dimasak.
9. Memisahkan perangkat anggota keluarga yang
terkena muntaber supaya tidak menular kepada
yang lain.
10. Jika kita mempunyai bayi, maka berikan asi
ekslusif sampai dengan 6 bulan dan melanjutkan
pemberian ASI sampai 2 tahun pertama kehidupan
serta sebisa mungkin menghindari susu botol.
PENANGANAN
AWAL
1.Pemberian cairan oralit
Pertolongan pertama untuk penderita muntaber adalah
dengan memberinya sebanyak mungkin cairan,
sebelum dibawa berobat ke dokter atau Rumah Sakit.
Selama penderita masih sadar dan dapat minum,
berikanlah cairan oralit untuk mengganti cairan tubuh
yang hilang.
2.Tetap berikan makanan dan minuman lain.
Bagi bayi yang masih menyusu ibunya terus berikan
ASI,jika yang menderita adalah bayi
3.Segera bawa kedokter, apabila pertolongan pertama
YANG PERLU DIHINDARI
SAAT MUNTABER
0 Makanan Pedas
0 Makanan Berserat
0 Makanan Berkafein
0 Makanan Asam
0 Makanan dan Minuman Dingin
0 Makanan bersantan