Anda di halaman 1dari 143

Tanda dan gejala

ABORTUS

Abortus adalah pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup diluar
kandungan. Dikatakan abortus bila berat badan janin <500g atau usia
kehamilan < 20mg.
Penyebab:
1. Kelainan pertumbuhan hasil konsepsi
2. Kelainan pada plasenta
3. Penyakit pada ibu
4. Kelainan traktus genetalis
- Retroversio uteri
- mioma uteri
- inkompeten servik

Abortus dapat dibedakan :


1. Abortus Imminens
Terjadinya perdarahan dari uterus sebelum usia kehamilan 20mg,hasil
konsepsi masih ada didalam uterus dan tanpa adanya delatasi servik.
Tanda dan gejala
1. Perdarahan disertai mules sedikit atau tidak disertai mules
2. servik tidak membuka
3. Uterus membesar sesuai usia kehamilan
4. Tes urine positif
Penanganan
1. Istirahat baring
2. Pemberian homon progesteron
3. Pemeriksaan USG

2. Abortus insipiens
Perdarahan uterus pada usia kehamilan <20mg dengan disertai adanya
delatasi servik tetapi hasil konsepsi masih ada dalam uterus
4. Abortus kompletus
Semua hasil konsepsi sudah di keluarkan

Tanda dan gejala


- perdarahan sedikit
- ostium uteri sudah menutup

Terapi
Tidak perlu pengobatan khusus bila anemi berikan sulfas ferosus

5. Missed abortion
Kematian janin berusia kurang 20 mg,tetapi janin matiitu tidak di keluarkan
selama 8mg

Penatalaksanaan
- Bila ada pembukaan pasang laminaria stif
- Berikan ocytocin drip
- Lakukan curetase
6. Abortus habiatualis
Abortus spontan yang terjadi 3 kali atau lebih berturut turut

Komplikasi abortus :
- Perdarahan
- Perforasi
- Infeksi
- Syok

KEHAMILAN EKTOPIK
Kehamilan ektopik terjadi bila telur yang di buahi berimplantasi dan tumbuh
di luar uterus.Kehamilan ektopik terganggu adalah telur yang dibuahi
berimplantasi dan tumbuh diluar uterus dan sudah pecah, KET terjadi pada
usia kehamilan 6-10mg
Faktor penyebab
1. Faktor dalam lumen tuba
- perlengketan endosalping
- hipoplasia uteri lumen tuba sempit dan berkelok kelok
- Sterilisasi yang tidak sempurna
2. Faktor dinding tuba
Endometriosis tuba
3. Faktor diluar dinding tuba
- Distorsi atau lekukan tuba dapat menghambat perjalanan telur
- Tumor yang menekan dinding tuba
4. Faktor lain
- migrasi luar ovum
- fertilisasi in vitro
Tanda dan gejala kehamilan ektopik
- kehamilan muda
- nyeri perut bagian bawah
- uterus membesar dan lunak,tdk sesuai dgn usia kehamilan

Tanda dan gejala kehamilan ektopik terganggu


- Perdarahan
- Nyeri perut secara tiba tiba
- Pada pemeriksaan dalam didapatkan nyeri goyang portio
- Teraba cavum douglas yang menonjol dan nyeri perabaan
- Kadar Hb menurun
- Syok

Pemeriksaan yang di perlukan


- Kadar Hb menurun
- pungsi cavum douglas

Diagnose diferensial
- Infeksi pelvik
- Abortus imminens
- Kiste folikel atau korpus luteum yang pecah
- kiste ovarium dengan torsi
- Appendisitis

Penanganan
pada umumnya laparatomi

T
Mola Hidatidosa

Suatu kehamilan yang berkembang tidak wajar di mana tidak ditemukan


janin dan hampir seluruh villi korialis mengalami perubahan hidropik

Tanda dan gejala


- Mual muntah
- pembesaran uterus lebih besar dari usia kehamilan
- perdarahan biasanya terjadi pada usia kehamilan 12-14 mg

Pegobatan
- Perbaikan keadaan umum
- Pengeluaran jaringan mola
- Terapi profilaksis dengan sitostatika
- Pemeriksaan tindak lanjut
Kelainan letak
1.letak kepala
a.presentasi puncak
defleksi kepala janin ringan
- bagian terendah ubun ubun besar
b. Presentasi dahi
- derajat defleksi lebih berat
- bagian terendah dahi
c. Presentasi muka
- derajat defleksi maksimal
- bagian terendah muka
2.Presentasi sungsang
keadaan dimana janin terletak memanjang
dengan kepala berada di fundus dan bokong
berada di bawah cavum uteri
Jenis letak sungsang :
- presentasi bokong
- presentasi bokong kaki sempurna
- presentasi bokong kaki tdk sempurna
- presentasi kaki
Penyebab
- hidramnion
- multiparitas
- hamil kembar , plasenta previa
- hidrosefalus , kelainan uterus , kelainan
panggul
Penanganan :
- pertolongan persalinan dg letak sungsang
- seksio cesaria
3.Letak lintang
Janin melintang dalam uterus kepala berada
berada pada sisi yang satu sedangkan bokong
berada pada sisi yang lain
Penyebab :
- multiparitas , kehamilan prematur
- hidramnion , janin kembar
- plasenta previa , panggul sempit
- tumor jalan lahir
Penangan
- persalinan dilakukan seksio cesaria
Macam macam kontrasepsi

1. Metode Amenore laktasi


Kontrasepsi yang mengandalkan pemberian
Air Susu ibu
MAL sebagai kontrasepsi
- menyususi secara penuh
- belum haid
- umur kurang 6 bulan
setelah 6 bulan harus dilanjutkan dengan
Cara kerja : penundaan /penekanan ovulasi
Keuntungan :
- efektivitas tinggi
- segera efektif
- tidak mengganggu sanggama
- tidak ada efek samping secara sistemik
- tidak perlu pengawasan medik
- tidak perlu obat atau alat
- tanpa biaya
Keuntungan :
Untuk Bayi
- mendapat kekebalanpasif
- sumber asupan gizi yang terbaik dan
sempurna
- terhindar dari keterpaparan terhadap
kontaminasi
Untuk ibu
- mengurangi perdarahan pasca persalinan
- mengurangi anemia
- meningkatkan hubungan psikologik ibu dan
bayi
Keterbatasan :
- perlu persiapan sejak kehamilan agar segera
menyusui dlm 30 menit pasca persalinan
- mungkin sulit dilaksanakan karena kondisi
sosial
- efektivitasnya tinggi hanya sampai
kembalinya haid atau 6 bulan
- tidak melindungi terhadap virus IMS,hepatitis
B dan HIV/AIDS.
Yang Dapat menggunakan MAL
Ibu yang menyusui secara efektif,bayinya umur kurang dari
6 bulan dan belum mendapat haid setelah melahirkan
Yang seharusnya tidak pakai MAL:
- sudah mendapat setelah bersalin
- tidak menyusui secara eksklusif
- bayinga sdh berumur lebh 6 bulan
- terpisah dg bayi lebih lama dari 6 jam
2. Metode keluarga berencana alamia ( KBA )
Mekanisme kerja :
Sanggama dihindari pada masa subur
Masa subur terjadi biasanya terjadi pada hari
ke 10-15.
Manfaat kontrasepsi :
- dapat digunakan untuk menghindari atau
mencapai kehamilan
- tidak ada resiko terhadapkesehatan
- tidak ada efek samping sistemik
- murah atau tanpa biaya
Manfaat nonkontrasepsi
- meningkatkan keterlibatan suami dalam KB
- menambah pengetahuan tentang sistim
reproduksi oleh suami dan istri
- memungkinkan meningkatkan relasi melalui
peningkatan komonikasi antara suami istri
Keterbatasan :
- keefektifan tergantung dari kemauan dan
disiplin pasangan untuk mengikuti instruksi
- perlu pantang selama masa subur
- perlu pencatatan seriap hari
- infeksi vagina membuat lendir servik sulit
di nilai
- tidak terlindung dari IMS
Yang dapat menggunakan KBA
- semua perempuan semasa reproduksi
- semua paritas termasuk nulipara
- perempuan kurus atau gemuk
- perempuan yang merokok
- perempuan dgn alasan penyakit tertentu
- pasangan dengan alasan agama
- pasangan yg tidak dapat menggunakan metode
lain
Yang seharusnya tdk memakai metode KBA
- perempuan dari segi umur,paritas atau
masalah kesehatan membuat kehamilan
menjadi suatu resiko tinggi
- perempuan yang belum mendapat haid
- perempuan yang siklus haid tidak teratur
- perempuan yang pasangannya tidak mau
bekerja sama selama waktu tertentu dalam
siklus haid
- perempuan yang tidak suka menyentuh
daerah genetalianya.
3. Metode sanggama terputus
dimana pria mengeluarkan penis dari vagina
sebelum pria mencapai ejakulasi
Manfaat kontarasepsi :
- Efektif bila digunakan dgn benar
- tidak mengganggu produksi asi
- digunakan sbg pendukungmem metode KB lainnya
- tidak ada efek samping
- dapat digunakan setiap waktu
- tidak membutuhkan biaya
non kontrasepsi
- meningkatkan keterlibatan suami dlm ber KB
- memungkinkan hubungan lebih dekat dan
pengertian yang mendalam
Keterbatasan
- keefektifitas tergantung dari pasangan
- efektifitas jauh menurun bila sperma dalam waktu 24
jam sejak ejakulasi masih melekat pada penis
- memutus kenikmatan dalam dlm berhubungan
seksual
Tidak dapat digunakan :
- suami dengan pengalaman ejakulasi dini
- suami yang sulit melakukan sanggama terputus
- suami yang mempunyai kelainan fisik atau
psikologi
- pasangan yang sulit diajak kerjasama
- pasangan yang kurang dapat diajak
komonikasi
- pasangan yg tidak bersedia melakukan
sanggama terputus
4. Metode Kondom
Cara kerja :
- menghalangi tjdnya pertemuan sperma dan
dan sel telur dengan mengemas sperma di
ujung karet
- mencegah masuknya mikroorganisme dari pasangan
kepada pasangan yang lain
Efektifitas :
kondom cukup efektif bila digunakan dg benar
Keterbatasan :
- efektifitas tdk terlalu tinggi
- cara penggunaan dapat mempengaruhi
keberhasilan kontrasepsi
- agak mengganggu hubungan seksual
- kesulitsn untuk mempertahankan ereksi
- harus selalu siap sedia setiap mau
berhubungan
- beberapa klien malu untuk membeli
- pembuangan kondom bekas menimbulkan
masalah dalam hal limbah
5. Diafragma
Kap berbentuk bulat cembung,terbuat dari
lateks ( karet ) yang diinsersikan dalam vagina
sebelum hubungan seksualdan menutup servik
cara kerja :
menahan sperma agar tdk mendapatkan akses
mencapai saluran alat reproduksi bagian atas
Manfaat kontrasepsi
- efektif bila digunakan dengan benar
- tidak mengganggu prodoksi asi
- tidak mennganggu hubungan seksual karena
sdh terpasang 6 jam sebelumnya
- tidak mengganggu kesehatan klien
- tidak mempuyai pengaruh sistemik
non kontrasepsi
- salah satu perlindungan terhadap IMS
- bila digunakan saat haid menampung darah
darah menstruasi
Efek samping
- infeksi saluran uretra
- reaksi alergi
- rasa nyeri pada tekanan pada kandung kamih
atau rektum
- timbul cairan vagina dan berbau jika dibiarkan
lebih 24 jam
cara penggunaan
- gunakan diafragma setiap mau berhubungan
- pertama kosongkan kandung kemih dan cuci
tangan
- pastikan diafragma tdk berlubang
- oleskan sedikit spermisida atau jeli pada kap
diafragma
- posisi pemasangan diafragma
satu kaki dianggakat keatas kursi atau duduk
di kloset
sambil berbaring
sambil jongkok
6. Spermisida
Bahan kimia yang digunakan untuk
menonaktifkan atau membunuh sperma
Bentuk
- aerosol ( busa )
- tablet vaginal,suppositoria
- krim
Cara kerja :
memecah sel membran sperma terpecah,memperlambat pergerakan
sperma,
dan menurunkan kemampuan pembuahan sel
telur
Pilihan :
- busa efektif setelah insersi,dianjurkan bila
digunakan hanya sebagai metode kontrasepsi
- tablet vagina,suppositoria penggunaannya
disarankan menunggu10-15 menit setelah
dimasukkan sebelum coitus
- jenis spermida jeli biasanya digunakan dengan
diafragma
Manfaat kontrasepsi :
- efektif seketika ( busa dan krim )
- tidak mengganggu prodoksi asi
- bisa digunakan sebagai pendukung kontrasepsi
lain
- tidak mengganggu kesehatan klien
- tidak mempunyai pengaruh sistemik
- mudah digunakan
- tidakperlu pemeriksaan khusus dan resep
dokter
non kontrasepsi
merupakan salah satu perlindungan terhadap
IMS
Cara pemakaian
- cuci tangan sebelum mengisi aplikator
jarak tunggu 10-15 menit setelah memasukkan
tablet atau suppositoria
- tidak ada jarak tunggu setelah memasukkan
busa
- penting untuk mengikuti aturan pakai
- spermisida ditempatkan jauh di dalam vagina
sehingga servik terlindung dgn baik
7. Pil kombinasi
Jenis :
- Monofasik : pil yang tersedia dalam kemasan
21 tablet mengandung hormon aktif
estrogen/progestin dalam dosis yang sama,dgn
7 tablet tanpa hormon aktif
- Bifasik : pil yg tersedia dlm kemasan 21 tablet
mengandung hormon aktif estrogen/progestin
dgn dosis yg berbeda,dgn 7 tablet tanpa
hormon aktif
- Trifasik : pil yg tersedia dlm kemasan 21
tablet mengandung hormon aktif estrogen/
progestin dengan tiga jenis yg berbeda
dgn 7 tablet tanpa hormon aktif
Cara kerja :
- menekan ovulasi
- mencegah implantasi
- lendir servik mengental shg sulit dilalui
sperma
- pergerakan tuba terganggu sehingga
transportasi shg transportasi telur terganggu
Manfaat :
- Memiliki efektifitas tinggi
- tidak mengganggu coitus
- siklus haid teratur,banyaknya darah haid
berkurng,tidak terjadi nyeri haid
- dapat digunakan jangka panjang
- dapat di gunakan mulai remaja hingga
menopouse
- mudah dihentikan setiap saat
- kesuburan segera kembali
- dapat digunakan sbg kontrasepsi darurat
- membantu mencegah :
kehamilan ektopik,kiste ovarium
kanker endometrium,kiste ovarium
penyakit radang panggul,dismenore
kelainan jinak pada payudara,akne
Keterbatasan :
- mahal dan membosankan
- mual terutama pada 3 bulan pertama
- perdarahan bercak atau perdarahan sela terutama 3
bulan pertama
- pusing,nyeri payudara
- berat badan naik
- berhenti haid , mengurangi asi
- perubahan suara hati sehingga keinginan
untuk oitus berkurang
- dapat meningkatkan tekanan darah dan retensi
cairan
- tidak mencegah IMS
Yang dapat menggunakan Pil KB
- usia reprodoktif
- telah memiliki anak atau belum memiliki anak
- gemuk atau kurus
menginginkan metodekontrasepsi dgn
efektifitas tinggi
- setelah melahirkan dan tdk menyusui
- setelah melahirkan 6 bulan yang tidak
memberikan asi eksklusif
- pasca keguguran
- anemia krn mens berlebihan
- nyeri haid hebat,siklus haid tdk teratur
- riwayat kehamilan ektopik
- kencing manis tanpa komplikasi
- penyakit teroid,radang panggul
- menderita TBC,varices
Yang tidak boleh menggunakan
- hamil atau dicurigai hamil
- menyusui eksklusif
- perdarahan pervaginam yg blm diketahui
penyebabnya
- hepatitis,perokok dgn usia >35th
- riwayat peny jantung,strok atau tekanan darah
> 180/110mmHg
- gangguan pembekuan darah,DM >20th
- kamker payudara
- migrain,gejala neurologik
- tdk dapat menggunakan pil secara teratur
Waktu menggunakan :
- setiap saat selagi haid
- hari pertama sampai hari ke 7 siklus haid
- boleh menggunakan hari ke 8 tapi perlu
menggunakan metode kontra sepsi lain
- setelah melahirkan
setelah 6 bln pemberian asi eksklusif
setelah 3 bulan dan tdk menyusui
paska keguguran segera atau dlm waktu 7hr
- bila berhenti menggunakan kontrasepsi injeksi
dan ingin menggantikan dgn pil kombinasi,pil
dpt segera di berikan tanpa menunggu haid
Instruksi :
- diminum seiap hari pada saat yg sama setiap
hari
- pil yg pertama dimulai pada hari pertama
sampai hari ke 7 siklus haid
- sangat dianjurkan penggunaannya pd pertama
haid
- bila paket pil 28 mulai minum pil dri paket
yang baru,bila paket pil 21 habis tunggu 1mg
baru mulai minum pil yg baru
- bila muntah setelah 2 jam minum pil ambilla
pil yg lain atau menggunakan metode lain
- bila lupa minum pil sebaiknya segera minum
pil setelah ingat biarpun haruminum 2 pil dihari
yang sama,bila lupa minum pil 2 atau
lebih sebaiknya minum pil setiap hari sampai
skedul yang di tetapkan
- bila tdk haid segera datang ke klinik
8. Suntikan kombinasi
Jenis suntikan :
- cyclofem ( 25mg depo medroksiprogesteron
asetat dan 5mg estradiol sipionat ) di berikan
IM ,1 bulan sekali
- 50mg noretindron enantat dan 5mg estradiol
valerat diberikan IM sebulan sekali
Cara kerja :
- menekan ovulasi
- membuat lendir servik menjadi kental
- perubahan pada endometrium ( atrofi )
- menghambat transportasi gamet oleh tuba
Efektifitas :
sangat efektif selama tahun pertama
Keuntungan
- resiko terhadap kesehatan kecil
- tidak berpengaruh pada coitus
- tidakperlu di lakukan pemeriksaan dalam
- jangka panjang,efek samping sangat kecil
- klien tdk perlu menyimpan obat suntik
keuntungan non kontrasepsi
- mengurangi jumlah perdarahan,nyeri haid
- mencegah anemia,kehamilan ektopik
- pencegahan thd pencegahan kanker ovarium,
endometrium
- mengurangi penyakit payudara jinak dan
kiste ovarium
- melindungi klien dari jenis-jenis tertentu
penyakit radang panggul
Kerugian:
- terjadi perubahan pola haid
- mual,sakit kepala,nyeri payudara ringan ,
keluhan ini akan hilang setelah suntikan ke
dua atau ke tiga
- ketergantungan klien thd pelayanan kesh
- efektifitas berkurang bila digunakan dengan
obat obat epilepsi
obat TBC
- dapat terjadi efek samping yang serius seperti
serangan jantung,strok,bekuan darah pada
paru atau otak dan timbul tumor hati
- penambahan berat badan
- tidak menjamin perlindungan IMS atau
hepatitis
- kemungkinan ketrlambatan pemulihan
kesuburan
Yang boleh menggunakan :
- usia reprodoktif
- telah memiliki anak atau belum
- ingin mendapatkan kontrasepsi dgn efektifitas
tinggi
- menyusui paskapersalinan >6 bulan
- paskapersalinan dan tidak menyusui
- anemia,nyeri haid hebat,haid teratur
- riwayat kehamilan ektopik
- sering lupa menggunakan pil
Yang tidak boleh :
- hamil atau diduga hamil
- menyusui di bawah 6mg paskapersalinan
- perdarahan pervag yg belum jelas
penyebabnya
- penyakit hati akut
- usia >35 th yang merokok
- riwayat penyakit jantung,strok, tekanan
darah >180/110mmHg
- riwayat kelainan tromboemboli atau
DM >20 tahun
- kelainan pembuluh darah yang menyebabkan
sakit kepala atau migrain
- keganasan tumor payudara
Cara pengunaan :
- di berikan setiap bulan dengan suntikan IM
- klien diminta datang tiap 4 mg
- suntikan ulang dapat diberikan 7 hr lebih awal
Efek samping :
amenorea,mual,pusing,muntah, spoting
9. Suntikan progestin
Jenis :
- Depo medroksiprogesteron asetat ( DMPA )
mengandung 150mg DMPA diberikan 3
bulan sekali dengan cara disuntikan IM
- Depo noretisteron enantat ( Depo noristerat)
mengandung 200mg noretindron enantat
disuntikan 2 bulan dgn cara IM
Cara kerja :
- mencegah ovulasi
- mengentalkan lendir servik sehingga
menurunkan kemampuan penetrasi sperma
- menjadikan selaput lendir rahim tipis dan
atropi
- menghambat transportasi gamet oleh tuba
Efektifitas :
kedua kontrasepsi suntik mempunyai efektifitas tinggi
Keuntungan :
- pencegahan kehamilan jangka panjang
- tidak pengaruh pada coitus
- tidak mengandung estrogen sehingga tidak
berdampak serius pada peny jantung dan
gangguan pembekuan darah
- tidak berpengaruh terhadap asi
- klien tdk perlu menyimpan obat suntik
- dapat di gunakan pada perempuan usia >35th
sampai premenopause
- membantu mencegah tumor endometrium
dan kehamilan ektopik
- menurunkan tumor jinak payudara
- mencegah beberapa penyebab radang panggul
Keterbatasan :
- sering ditemukan gangguan haid
siklus haid yang memendek atau memanjang
perdarahan yang banyak atau sedikit
perdarahan tdk teratur atau perdarahan
bercak
tidak haid sama sekali
- klien harus kembali suntik
- tidak dapat dihentikan sewaktu waktu
sebelum suntikan berikutnya
- permasalahan berat badan merupakan efek
samping yang tersering
- tidak menjamin penularan IMS
- terlambatnya kembalinya kesuburan
- pada penggunaan jangka panjang dapat
sedikit menurunkan kepadatan tulang
- pada penggunaan jangka panjang dapat
menimbulkan kekeringan pada vagina
menurunkan libido,gangguan emosi ( jarang )
sakit kepala,jerawat
Yang dapat menggunakan :
- usia prodoktif
- nulipara atau yang telah memiliki anak
- menghendaki kontrasepsi jangka panjang
- menyusui dan membutukan kontrasepsi yang
sesuai
- setelah melahirkan dan tdk menyusui
- setelah abortus , perokok
- telah banyak anak tapi belum mau tubektomi
- sering lupamenggunakan pil
- anemia defisiensi besi
- tidak bisa memakai kontrasepsi estrogen
Yang tidak boleh menggunakan :
- hamil ataudicurigai hamil
- perdarahan pervag yg belum jelas
penyebabnya
- kanker payu darah,DM disertai kom[likasi
10. Pil progestin ( mini Pil )
Cara kerja :
- menekan sekresi gonadotropin dan sintesis
steroid sekas di ovarium
- endometrium mengalami tranformasi lebih
awal
- mengentalkan lendir servik
- mengubah motilitas tuba
Keuntungan :
- tidak mengganggu coitus
- tidak menggangu coitus
- tidak mempengaruhi asi
- kesuburan cepat kembali
- dapat di hentikan setiap saat
keterbatasan
- peningkatan / penurunan BB
- bila lupa 1 pil kegagalan menjadi lebih besar
- payudara menjadi tegang,mual,muntah,
pusing
- tdk melindungi dari IMS
Yang boleh :
- usia reproduktif
- telah atau belum mempunyai anak
- pasca persalinan atau keguguran
- tdk boleh menggunakan estrogen
- perokok segala usia
Yang tidak boleh :
- perdarahan yg blm diketahui penyebabnya
- menggunakan obat epilepsi atau TBC
- mioma uterus
- kanker payudara atau riwayat kanker
payudara
- mioma uteri , strok
11.Kontrasepsi Implan
Jenis :
- Norplant terdiri dari 6 batang isinya 36 mg
Levonorgestrel,lama kerja 5 tahun
- Implanon terdiri 1batang isinya 68mg
3-keto-desogestrel , lama kerja 3 tahun
- Jadena dan indoplan terdiri dari 2 batang
diisi dengan 75 mg levonorgestrel lama kerja
3 tahun
Cara kerja :
- lendir servik menjadi kental
- mengganggu proses pembentukan
endometrium
- mengurangi transportasi sperma
- menekan ovolasi
Keuntungan :
- perlindungan jangka panjang
- tidak mengganggu asi
- bebas dari estrogen
- dapat di cabut setiap saat
- menguranginyeri haid dan jumlah darah haid
Keterbatasan :
perubahan pola haid berupa perdarahan bercak
atau meningkatkan jml perdarahan haid ,
amenorea
Keluhan :
- pusing,mual,nyeri payudara,peningkata BB
- klien tdk dapat menghentikan sendiri
- tidak melindungi terhadap IMS
Jadwal kunjungan
- amenorea disertai dgn nyeri perut bawah
- perdarahan yang banyak
- rasa nyeri pada lengan
- luka bekas insisi keluar darah atau nanah
- ekspulsi dari batang implan
- sakit kepala dan nyeri dada hebat
- dugaan ada kehamilan
12.Alat Kontra Sepsi Dalam Rahim (AKDR )
Jenis :
- AKDR CuT-380A ,berbentuk huruf T
diselubungi oleh kawat halus yg terbuat dari
tembaga
- Nova T
Cara kerja ;
- menghambat kemampuan sperma untuk
masuk ke tuba falopii
- mempengaruhi fertilisasi sebelum ovum
mencapai cavum uteri
- mencegah sperma dan ovum bertemu
- mencegah implantasi telur dalam uterus
Keuntungan :
- efektifitas tinggi
- efektif segera setelah pemasangan
- tidak mempengaruhi coitus
- tdk ada efek samping hormonal
- tdk mempengarui produksi asi
- dpt dipasang segera setelah melahirkan
- tidak ada interaksi dengan obat obatan
Kerugian :
- perubahan siklus haid pd 3 bulan pertama
- haid lebih banyak dan lama
- perdarahan antar haid ( spoting )
- saat haid lebih sakit
- tdk mencegah IMS
- tdk baik di gunaka pd penderita IMS
- mungkin AKDR keluar dari uterus
- klien tidak dpt melepas AKDR sendiri
Yang tidak boleh
- sedang hamil
- perdarahan pervag yg tidak diketahui
penyebabnya
- sedang menderita infeksi genetalia
- tiga bulan terakhir mengalami atau sering
mengalami penyakit radang panggul atau
abortus septik
- kelainan uterus atau ada tumor dlm uterus
- ukuran rongga uterus kurang 5 cm
- kanker alat genetalia
- menderita TBC pelvik
Waktu penggunaan :
- setiap waktu dalam siklus haid
- hari pertama sampai ke 7 siklus haid
- segera setelah melahirkan selama 48 jam atau
setelah 4 mg pascapersalinan
- setelah menderita abortus segera atau 7 hari
bila tdk ada gejala infeksi
- selama 1 sampai 5 hari setelah coitus yang
tidak dilindungi
Petunjuk :
- kembali periksa 4 sampai 6 mg setelah
pemasangan AKDR
- kembali ke klinik apabila :
tidak dapat meraba benang
AKDR terlepas
siklus terganggu
terjadi pengeluara cairan dari vagina
adanya infeksi
13. Tubektomi
Jenis :
- Minilaparatomi
- Laparaskopi
Cara kerja :
Dengan mengoklusi tuba falopii sehingga
sperma tiak bisa bertemu ovum
Manfaat :
- sangat efektif , permanen
- tidak mempengaruhi proses menyusui
- tidak ada efek samping dlm jangka panjang
- baik bagi klien apabila hamil akan menjadi
resiko kesehatan yg serius
- tidak ada perubahan dalam fungsi coitus
Yang dapat menjalani :
- usia > 26 tahun
- paritas >2
- pascapersalinan atau keguguran
- pada kehamilannya akan menimbulkan risiko
kesehatan yang serius
- paham dan sukarela setuju dgn prosedur ini
Yang sebaiknya tidak menjalani
- hamil, infeksi sistemik atau pelvik akut
-tidak boleh menjalani pembedahan
- belum memberikan persetujuan
- kurang pasti dng keinginannya
- perdarahan pervag yg blm jelas penyebabnya
dilakukan :
- setiap waktu selama siklus haid
- hari ke6 hingga ke 13 dari siklus haid
- dalam waktu 2 hari atau 6 mg atau 12mg
pascapersalinan
- 7 hari pasca keguguran tidak ada infeksi
pelvik
14. Vasektomi
Menghentikan kapasitas reprodoksi pria
dengan jalan melakukan oklusi vasa
deferensia sehingga alur transpotasi sperma
terhambat dan proses fertilisasi tidak terjadi
Yang perlu diperhatikan :
- infeksi kulit pada daerah
- infeksi sistemik
- hidrokel atau varikokel yang besar
- hernia inguinalis , filariasis
- undesensus testikularis
- massa intraskrotalis
- anemia berat , gangguan pembekuan darah
atau sedang menggunakan antikoagulansia
Konseling :
- tidak mengganggu hormon pria dan tidak
mengurangi kemampuan coitus
- setelah prosedur vasektomi gunakan salah satu
kontrasepsi terpilih sampai sperma yang
tersisa dikeluarkan semua
informasi :
- pertahankan band aid selama 3 hari
- luka jangan di garuk atau ditarik tarik
- boleh mandi setelah 24 jam
- pakai penunjang skrotum , usakan kering
- hindari mengangkat berat
- bila ada nyeri beri analgesik
- boleh sanggama sesudah hari 2-3 ,
untuk mencegah kehamilan pakai kontrasepsi
lain selama 3 bulan atau sampai ejakulasi
15 20 kali
Komplikasi :
syok anafilaksis , abses pada testis,epididimitis
kongestif , perdarahan kronik,granuloma
PENYULIT PADA KALA I
1. Riwayat bedah sesar
2. Perdarahan pervaginam
3. Persalinan kurang bulan (uk kurang dari37mg)
4. Ketuban pecah disertai dg mekonium kental
5. Ketuban pecah lama ( lebih dari 24 jam )
6. Ketuban pecah pada uk kurang bulan (<37mg)
7. Ikterus
8. Anemia berat
9. Tanda/gejala infeksi
10. Preeklamsi/Hypertensi dalam kehamilan
11. Tinggi fundus uteri 40cm atau lebih
12. Gawat janin
13. Primipara dalam kala satu fase aktif kepala
janin masih 5/5
14. Presentasi bukan belakang kepala
15. Presentasi ganda ( majemuk )
16. Kehamilan ganda atau gemeli
17. Tali pusat menumbung
18. Syok
PENYULIT PADA KALA II
1. Syok
Tanda dan gejala
- nadi cepat,lemah ( 110x/menit atau lebih )
- tekanan darah sistolik kurang dari 90mmHg )
- pucat,keluar keringat dingin
- nafas cepat lebih dari 30x/menit
- cemas,bingung atau tidak sadar
- prodoksi urine kurang 30cc/jam
Penatalaksanaan
- baringkan ibu miring kekiri
- posisikan ibu kaki lebih tinggi dari kepala
- pasang infus dan rujuk
- dampangi ibu ketempat rujukan
2. Dehidrasi
Tanda dan gejala
- nadi 100x/menit atau lebih
- urine pekat
- produksi urine kurang dari 30cc/jam
Penatalaksanaan
- anjurkan untuk minum
- pasang infus dan lakukan rujukan
- dampingi ibu ke tempat rujukan

3. Infeksi
Tanda/gejala
- nadi cepat ( 110x/menit atau lebih )
- suhu lebih dari 38c
- air ketuban atau cairan vagina yg berbau
4. Preeklamsi ringan
Tanda /gejala
- kenaikan tekanan diastolik 15mmHg atau
> 90mmHg dalam pengukuran berjarak 1 jam
atau tekanan diastolik sampai 110mmHg
- protein urin +2
Penatalaksanaan
- Pantau tekanan darah,reflek patela,protein
urin,keadaan janin
- lebih banyak istirahat
- bila tekanan darah naik / gejala lebih berat
tatalaksana sebagai preeklamsi berat
5. Preeklamsi berat
Tanda /gelala
- tekanan darah diasolik 110mmHg atau lebih
- tekanan darah sistolik 160mmhg atau lebih
- protein urin +2
- penglihatan kabur,nyeri epigastrium,pusing
- oliguria
- hiperfleksia
Penatalaksanaan
- baringkan ibu miring kiri
- pasang infus ringer lactat 125cc/jam
- berikan MgSO4 40% 4 gram IV pelan-pelan
- segera di rujuk dan dampingi ibu sampai ke
tempat rujukan
6. Eklamsia
Tanda/ gejala
- sama dgn preeklamsi berat diikuti dengan
kejang
Penatalaksanaan
sama dengan preeklamsia berat
7. Inersia uteri ( his lemah )
Tanda / gejala
- kontraksi utrus dalam 10 menit kurang dari
3x lamanya kurang dari 40 detik
Penatalaksanaan
- anjurkan untuk mengubah posisi
- anjurkan makan dan minum
- jika selaput ketuban masih utuh pecahkan
selaput ketuban
- stimulasi puting susu
- bila ibu dipimpin 1 jam pada multipara, 2jam
pada primipara bayi belum lahir lakukan
rujukan dan dampingi ibu sampai di
8. Gawat janin
Tanda/gejala
- DJJ kurang dari 120 atau lebih dari
160x/menit waspada tanda awal gawat janin
- DJJ kurang dari 100 atau lebih dari
180x/menit
Penatalaksanaan
- baringkan ibu mmiring kekiri
- nilai ulang DJJ setelah 5 menit,jika normal
lanjutkan ibu untuk meneran , pastikan ibu
tidak berbaring terlentang
- jika DJJ tidak normal rujuk ibu dan dampingi sampai ketempat
rujukan
9. Penurunan kepala bayi
Tanda / gejala : kepala bayi tidak turun
Penatalaksanaan
- anjurkan meneran dgn jongkok atau berdiri
- jika sudah meneran 1jam pada multipara dan
2 jam pada primipara bayi tidak lahir lakukan
rujukan,dampingi ibu sampai tempat rujukan
10.Distosia bahu
Tanda/gejala
- kepala bayi tidak segera putar paksi luar
- kepala bayi keluar kemudian tertarik kembali
dalam vagina ( kepala kura-kura )
- bahu bayi tidak lahir
Penatalaksanan
- Perasat Mc Robert
- Prone Mc Robert ( menungging )
11. Ketuban bercampur mekonium
Tanda/gejala: cairan ketuban berwarna hijau
( mengandung mekonium )
Penatalaksanaan :
- jika DDJ normal minta ibu meneran
- jika tidak normal tangani sebagai gawat janin
- setelah bayi lahir tangani bayi baru lahir dgn
ketuban mekonial,lakukan langkah awal
resusitasi
PENYULIT PADA KALA III IV
1. Retensio plasenta
Plasenta tidak lahir dalam waktu 30 menit
setelah bayi lahir
Penatalaksanaan :
- berikan oksitosin 10 unit IM 15 menit
setelah pemberian oksitosin yang pertama
- lakukan penegangan tali pusat terkendali
setiap ada kontraksi,bila ada tanda plasenta
lepas segera lahirkan ,bila sdh lahir segera
lakukan masase
- bila dalam waktu 15 menit setelah pemberian
oksitosin ke 2 blm ada tanda pelepasan
plasenta bila ada perdarahan segera lakukan
manual,bila tdk ada perdarahan segera rujuk
2. Avulsi tali pusat ( terputus )
Tanda/gejala
- tali pusat putus
- plasenta belum lahir
Penatalaksanaan :
- palpasi utrus untuk menilai kontraksi
- lakukan pemeriksaan dalam dan keluarkan
plasenta
- setelah plasenta lahir segera lakukan masase
- jika dalam waktu 30 menit tdk lahir lakukan
penatalaksanaan Retensio plasenta
3.Sisa plasenta atau selaput plasenta
Tanda dan gejala
- bagian permukaan plasenta yg menempel ke
ibu ada yang tertinggal
- selaput ketuban robek/ hilang ( tertinggal )
- perdarahan pasca persalinan
- kontraksi uterus baik
Penatalaksanaan :
- Lakukan pemeriksaan dalam dan keluarka
selaput ketuban/jaringan plasenta dan
gumpalan darah di keluarkan
- Lakukan masase uterus
- Jika uterus tidak berkontraksi lakukan
penatalaksanaan atonia uteri
4. Atonia uteri
uterus di masase selama 15 detik tidak terjadi
kontraksi
Tanda dan gejala
- uterus lembek ( tdk berkontraksi )
- perdarahan pasca persalinan
Penatalaksanaan
1. Lakukan evakuasi bekuan darah
2. Pastikan kandung kencing kosong
3. lakukan kompresi bimanual interna selama
5menit
4. bila ada kontraksi keluarkan tangan perlahan
lahan lakukan evaluasi kala IV
5. bila tdk ada kontraksi minta bantuan keluarga
untuk melakukan kompresi bimanual eksterna
6. berikan ergometri 0,2mg IM bila ibu
hipertensi berikan mesoprostol 600-1000mcg
7. pasang infus ringer lactat 500ml + oksitosin
20 unit tetesan di grojok ( selama 10 menit
8. ulangi kompresi bimanualminterna selama
2 menit
9. bila tdk ada kontraksi rujuk
10. dampingi ibu sampai ditempat rujukan
bila infus habis ganti RL + 20 unit oksitosin
dihabiskan selama 1 jam bila habis
dilanjutkan RL flesw ke III + 20 unit
oksitosin dalam 1 jam 125cc
5. Robekan jalan lahir
Tanda dan gejala
- Perdarahan pasca persalinan
- Plasentalengkap
- Kontraksi uterus baik
Penatalaksanaan
- jika terjadi laserasi derajad 1dan 2 lakukan
penjahitan
- jika terjadi laserasi derajad 3,4 atau serviks
pasang infus dan rujuk ibu
6. Inversio uteri
Tanda dan gejala
- perdarahan pasca persalinan
- uterus tdk teraba
Penatalaksanaan :
- pasang infus
- segera rujuk dan dampingi ibu sampai
ketempat rujukan
LAKTASI
Manajemen Laktasi :
Suatu tata laksana menyeluruh yang
menyangkut laktasi dan penggunaan ASI,
yang menuju suatu keberhasilan menyusui
untuk pemeliharaan kesehatan ibu dan bayi
Manajemen laktasi dibagi menjadi 3 periode :
1. Periode prenatal
- pendidikan dan penyuluhan pada pasien dan
keluarga tentang menyusui dan rawat
gabung
- Adanya dukungan keluarga
- Adanya dukungan dan kemampuan petugas
kesehatan
- Pemeriksaan payudara
- persiapan payudara dan puting susu antara
lain :
a. penggunaan air untuk membersihkan
puting susu,jangan menggunakan sabun
b. pemeliharaan dan mempersiapkan
putting susu
c. pemakaian BH yang memadahi
d. gizi yang bermutu
- gizi yang bermutu antara lain ;
a. 300 kalori/hari terutama protein
b. pemberian preparat besi dan asam folat
c. tidak melakukan diit,penambahan berat
badan 11-13kg
- cara hidup sehat
2.Periode nifas dini
- ibu dan bayi harus siap menyusui
- segera menyusu setelah bayi lahir
- teknik menyusu yang benar
- menyusui harus sering,berdasarkan
kebutuhan
- tidak memberikan susu formula
- tidak memakai putting buatan
- pergunakan ke dua payudara
- perawatan payudara dengan cara:
a. bersikan putting susu sebelum dan sesudah
meneteki dengan air
b. setelah menyusui payudara dibersikan
c. memakai BH yang memadai
- memeliharaan fisik dan psikis
- makanan yang bermutu terdiri dari :
a. ekstra kalori 500/hari
b. kalsium 1200mg/hari ( susu atau yang lain )
c. minum yang banyak
d. vitamin
e. tidak ada pembatasasan makanan
f. penurunan berat badan tdk boleh lebih
500gram/minggu
- istirahat cukup
3. Periode nifas lanjut
- setelah 7 hari ibu diminta kontrol atau bidan
melakukan kunjungan
- memberikan KIE bila ibu mendadak
mengalami kesulitan laktasi dan menyusui
Masalah yang sering timbul :
1. Puting yang rata
dapat dilakukan dg menarik-narik puting
susu sejak hamil,harus terus menyusui
2. Puting lecet
disebabkan cara menetek atau perawatan
yang salah
Pengobatan :
a. cara meneteki yang benar
b.puting susu harus kering
c. pemberian vitamin E
d. pengobatan pada monilia
e. meneteki pada payudara yang tidak lecet
Pencegahan :
a. jangan membersihkan putting dengan sabun
b. teknik menyusu harus benar
c. setelah meneteki putting dan areola harus
kering
d. jangan memakai lapisan plastik pada BH
3. Payudara yang bengkak
Disebabkan karena pengeluaran ASI tidak
lancar atau adanya gangguan let down reflek
Pengobatan :
a. meneteki lebih sering
b. kompres air hangat
c. ASI dikeluarakan dengan pompa
d. bila perlu analgetik
4. Saluran tersumbat
Terjadi statis pada saluran ASI secara lokal
Pengobatan sama dengan bendungan ASI
5. Infeksi payudara
Pengobatan :
a. tetap meneteki jangan dipijat
b. kompres hangat/dingin
c. minum yang banyak
d. berikan antibiotika dan analgesik
6. Abses payudara
Pengobatan :
a. stop meneteki pada payudara yang abses,
ASI harus tetap di pompa
b. insisi abces
c. berikan antibioti dan analgesik
d. istirahat
7. Bayi yang tidak suka menetek
Penyebab :
a. pancaran asi yang terlalu kuat
b. nipple confusion ( bingung putting )
c. bayi yang mengantuk
Menoragia ( hipermenorea )
Perdarahan haid yang lebih banyak dari normal
atau lebih lama dari normal ( lebih 8 hari )
kelainan ini terdapat pada :
- mioma uteri
- polip endometrium
- gangguan pelepasan endometrium pd wkt haid
penanganan :
- mioma uteri
Menometroragia
Perdarahan yang terjadi dalam masa antara dua
haid
Penyebabnya :
- polip servik,erosi porsio,ulkus porsio,
karsinoma servik
- polip endometrium. Abortus
- kehamilan ektupik terganggu,radang tuba
- radang ovarium,tumor ovarium
Penanganan :
- pemberian estrogen dosid tinggi
- pemberian progesteron untuk mengimbangi
pengaruh estrogen pada endometrium

Bartolinitis
infeksi pada glandula bartholini
Disebabkan :
1 tersering karena gonorea
2.streptokokus . Basil koli
tanda dan gejala
- kelenjar membesar
- merah,nyeri dan lebih panas dari daerah
sekitar
penanganan
- bila belum menjadi abses di beri antibiotika
- bila sdh menjadi abses dilakukan sayatan
Vaginitis
Penyebab :
- kuman streptokokus,stapilokokus,basil koli
- Trikomoniasis
gejala : gatal ,leukorea mulai encer sampai
kental berwarna kekuningan dan
berbau.
terapi : metronidazole peroral dibantu dgn
metronidazole suppositoria
- kandidiasis sejenis jamur gram positif
gejala : leukorea berwarna keputihan dan
sangat gatal
terapi nystatin
Hemofilus vaginalis vaginitis
disebabkan oleh hemofilus vaginalis suatu basil
kecil gram negatif
gejala : leukorea berwarna putih kelabu kadang
kekuningan,bau kurang sedap,sangat
gatal
terapi : berikan ampisilin pada suami istri dan
di berikan betadin vaginal douche
pada istri
Servisitis
Servisitis akuta sering ditemukan pada gonorea
atau postpartum
tanda dan gejala
- servik memerah dan membengkak
- mengeluarkan cairan mukopurulen
terapi : pemberian antibiotika
Servisitis kronik ditemukan pada wanita yang
pernah melahirkan atau abortus
Gambaran patologi :
- ditemukan infiltrasi leukosit
- porsio kemerahan dan mengeluarkan sekret
bercampur nanah
- servik bisa menjadi hipertrofi dan mengeras
sekret mokopurulen bertambah banyak
Pengobatan :
- lokal dengan nystatin
- yang baik dengan kauterisasi-radial
Ca Ovarium
letak tumor tersembunyi dalam rongga perut
dapat menjadi besar tanpa disadari penderita
gejala :
- makan sedikit terasa menjadi kenyang
- sering kembung , nafsu makan menurun
klasifikasi tumor ovarium
1. tumor epitelial ovarium
ada 2 jenis : - serosa
- musinosa
perubahan kearah ganas adala jenis serosa
2. tumor Stroma Sex-Cord
3. tumor Lipid cell
4. tumor germ cell
Karsinoma ovarium metastatik
Tumor yang bilateral dan solid mungkin ganas
gejala awal sering tidak ada pend datang sdh
terlambat , hasil sitologi usapan servik yang
positif , diagnose sering di buat setelah
Dilakukan laparatomi
terapi :
- pembedahan
- khemoterapi

Miomam Uteri
Neoplasma jinak berasal dari otot uterus dan
jaringan ikat
Menurut letak :
1. mioma submukosum berada dibawah
endometrium dan menonjol dalam rongga
uterus
2. mioma intramural terdapat pada dinding
uterus diantara serabut miometrium
3. mioma subserosum tumbuh keluar dinding
uterus sehingga menonjol pada permukaan
uterus diliputi oleh serosa
Mioma submukosum dapat tumbuh bertangkai menjadi
polip dilahirkan melalui serviks
disebut myomgeburt
Tanda dan gejala
- perdarahan abnormal
- nyeri panggul
- retensio urin , obstipasi
- oedema tungkai
myoma dapat menyebakan infertil bila menekan
atau menutup parsinterstisialis tuba dan myoma
submukosum dapat menyebabkan abortus
Myoma uteri dalam kehamilan dapat
menyebabkan :
- mempengaruhi letak janin
- inersia uteri
- atonia uteri
Diagnose :
- adanya benjolan pada perut
- ditegakkan dengan USG
terapi
- pembedahan
- bila ada keganasan dilakukan kemoterapi
Pemeriksaan laboratorium HIV

Standar: serologi HIV


ELISA: enzyme immunoassay (EIA)

Skrining awal

Jika reaktif, konfirmasi dengan tes Western blot
Western Blot: tes konfirmasi baku
Tes Optional
Rapid/Expedited Testing:
Mudah, tidak perlu peralatan canggih
Pengaruh HIV pada kehamilan
Pregnancy Outcome Relationship to HIV Infection
Spontaneous abortion Limited data, but evidence of possible increased risk

Stillbirth No association noted in developed countries;


evidence of increased risk in developing countries
Perinatal mortality No association noted in developed countries, but
data limited; evidence of increased risk in developing
countries
Newborn mortality Limited data in developed countries; evidence of
increased risk in developing countries
Intra-uterine growth Evidence of possible increased risk
retardation

Anderson 2001.
Faktor yang mempengaruhi transmisi HIV
dari ibu ke bayi
Faktor Maternal
Kadar HIV-1 RNA (viral load)
Kadar CD4 lymphocyte
Infeksi lain, Hepatitis C, CMV, Bacterial Vaginosis
Narkoba
Tidak mendapat ARVselama kehamilan
Faktor Obstetrik
KPP
Persalinan pervaginam
Prosedur invasif
Faktor bayi
Prematuritas
Strategi
Mencegah penularan HIV pada wanita usia
reproduktif
Mencegah kehamilan tidak diinginkan pada
pasangan HIV
Mencegah penularan HIV dari ibu ke bayi
Dukungan sosial
Prinsip : ABCD!!!
A: Abstinence
B: Be faithful
C: Condom
D: Drugs no
ARV SC No Breastfeeding

Tujuan:
Menekan viral load
Meningkatkan imunitas
Pencegahan transmisi vertikal
Intervensi untuk Mengurangi
Transmisi dari Ibu ke Bayi
Test HIV selama kehamilan
Antiretroviral agents (ARV)
Tindakan obstetri:
Hindari amniotomi
Hindari : Forceps/tarikan vakum, scalp
electrode, scalp blood sampling
Hindari episiotomy
Elective cesarean section
Newborn feeding: Breastmilk vs. formula
Tes HIV selama
Kehamilan
Keuntungan:
Dapat melakukan terapi bagi ibu dengan HIV
positif
Menurunkan risiko transmisi HIV ke anak
Perencanaan metode KB

Konseling (VCT) sangat penting!


Regimen profilaksis pemberian
ARV: ACTG 076 Trial

Antepartum Mulai usia kehamilan 14-34 minggu


dilanjutkan sampai persalinan
PACTG 076 regimen: ZDV 5 tab/hari
regimen alternati: ZDV 2 or 3x/hari

Intrapartum Selama persalinan, ZDV IV dalam 1 jam,


diikuti infus kontinyu sampai persalinan
Postpartum Pemberian ZDV secara oral pada bayi baru
lahir untuk 6 minggu pertama, dimulai 812
jam setelah lahir
Terapi & Profilaksis ARV
Terapi ARV
Penggunaan obat antiretroviral jangka
panjang untuk mengobati perempuan hamil
HIV positif dan mencegah MTCT

Profilaksis ARV
Penggunaan obat antiretroviral jangka
pendek yang digunakan perempuan hamil
HIV positif selama masa kehamilan untuk
mengurangi risiko penularan HIV ke janin
yang dikandungnya
Manfaat Terapi ARV
Memperbaiki status kesehatan dan
kualitas hidup
Menurunkan rawat inap akibat HIV
Menurunkan kematian terkait AIDS
Menurunkan angka MTCT
Pemberian ARV Selama
Kehamilan, Persalinan & Setelah
Melahirkan
Protokol pemberian ARV mengikuti
Pedoman Nasional Pengobatan ARV di
Indonesia (CD4/Limfosit)
Untuk PMTCT semua ibu hamil diberi
ARV pencegahan tanpa melihat
CD4/Limfosit
Pemberian ARV melalui jalur RS Rujukan
Odha yang telah ditentukan Pemerintah
Persalinan: Cesarean vs persalinan
pervaginam
Risiko transmisi HIV ke anak meningkat 2%
setiap jam setelah ketuban pecah
Operasi Caesar sebelum tanda persalinan dan
atau ketuban pecahmengurangi risiko
transmisi HIV ke ibu 5080%
Operasi Caesar, meningkatkan morbiditas dan
kemungkinan mortalitas pada ibu
Perlunya antibiotik profilaksis

International Perinatal HIV Group 1999; Semprini 1995.