Anda di halaman 1dari 37

Pendahuluan

PHARMACEUTICAL CARE
tanggung jawab pemberian terapi obat
untuk mencapai outcome tertentu yang
memperbaiki kualitas hidup pasien

Aktivitas :
Identifikasi pasien rw. penyakit, obat,
komplikasi
Identifikasi problema terkait obat
Pencegahan-solusi problema obat
(rencana asuhan kefarmasian
implementasi)
Follow up - monitoring
KUNCI DASAR PHARMACEUTICAL CARE

Keyakinan dan komitmen praktisi farmasi akan


tanggung jawab atas outcome terapi

Mampu ciptakan komunikasi profesional yang


dapat dipercaya

Mampu melakukan dokumentasi formal- bukti


kesinambungan pharmaceutical care
FARMAKOTERAPI
Batasan (desease state definition)
Klasifikasi tipe/sub tipe penyakit
Etiologi : penyebab penyakit
Patogenesis : proses penyakit
Patofisiologi: perubahan faal/fungsi faal karena
penyakitkomplikasi penyakit
Tanda-tanda klinis utama
Data patofisiologi/biokimia klinis/data lab
Konfirmasi diagnosa-diagnosa banding (differential diagnosa)
dokter
Tujuan terapi
Hasil (outcome)/tolok ukur
Terapi non obat
Terapi obat
Tanda-tanda respons/hasil terapi
Prognosis
PHARMACEUTICAL CARE
Salah satu bekal

FARMAKOTERAPI
-ETIOLOGI - PATOFISIOLOGI
-KOMPLIKASI
-MANIFESTASI KLINIK

TERAPI
5
PREVALENSI DIABETES MELLITUS

-Meningkat dari tahun ke tahun utama daerah urban

-Data epidemiologi
1980 1,2 2,3 % dari jumlah penduduk
1982 Jakarta 1,7%
1993 Jakarta 5,7%

-Diabetes Atlas 2000 dengan prevalensi DM 4,6%


Penderita DM
2000 5,6 juta penderita DM
2020 8,2 juta penderita DM

BERBAGAI KOMPLIKASI
6
DIABETES MELLITUS

Sekelompok gangguan metabolik kronik,


ditandai oleh hiperglikemia yang berhubungan
dengan abnormalitas metabolisme karbohidrat,
lemak, protein,disebabkan oleh defek sekresi
insulin, sensitivitas insulin atau keduanya dan
mengakibatkan terjadinya komplikasi kronis
termasuk mikrovaskular, makrovaskular dan
neuropati
7
BATASAN DIABETES MELLITUS
. GDA 200 mg/dl ( 11,1 mmol/L)
2. GDP 126 mg/dl (7 mmol/L).
3. GD 200 mg/dl sesudah TTGO

Gejala DM: poliuri, polidipsi, polifagi dan


penurunan berat badan tanpa sebab yan
jelas

8
Klasifikasi Diabetes
Melitus
Klasifikasi dan
Karakteristik
Diabetes Melitus

Diabetes melitus tipe I:


Destruksi sel beta,
umumnya menjurus ke
defisiensi insulin absolut
baik melalui proses
imunologik maupun
idiopatik.
Pasien diabetes tipe ini
mewarisi kerentanan
genetik yang merupakan
predisposisi untuk
kerusakan autoimun sel
beta pankreas. Respon
autoimun dipacu oleh
aktivitas limfosit, antibodi
terhadap sel pulau
Diabetes melitus tipe II:

Bervariasi mulai yang


predominan resistensi
insulin disertai defisiensi
insulin relatif sampai yang
predominan gangguan
sekresi insulin bersama
resistensi insulin.
Jumlah insulin normal,
tetapi jumlah reseptor
insulin yang terdapat pada
permukaan sel yang kurang
sehingga glukosa yang
masuk ke dalam sel sedikit
dan glukosa dalam darah
menjadi meningkat.
Patofisiologi

proses kimia/
karbohidrat metabolisme
saluran
makanan glukosa energi
pencerna
protein asam
an amino insulin
lemak asam
lemak
Tanda dan Gejala
Diabetes Melitus
poliuria, polidipsia, polifagia
DM TIPE II
1. Sukar terjadi ketoasidosis
2. Pengobatan tidak harus
dengan insulin
3. Onset lambat
4. Gemuk atau tidak gemuk
5. Biasanya terjadi pada umur >
45 tahun
6. Tidak berhubungan dengan
DM TIPE I HLA
1. Mudah terjadi ketoasidosis 7. Tidak ada antibodi sel islet
2. Pengobatan harus dengan 8. 30%nya ada riwayat diabetes
insulin pada keluarga
3. Onset akut 9. 100% kembar identik
4. Biasanya kurus terkena
5. Biasanya terjadi pada umur
yang masih muda
6. Berhubungan dengan HLA-
DR3 dan DR4
7. Didapatkan antibodi sel islet
8. 10%nya ada riwayat
diabetes pada keluarga
estational Diabetes Melli
Preexixting Diabetes yaitu diabetes didiagnosis
sebelum kehamilan.
Jarang terjadi, kasus ditemukan selama ANC. Untuk
perawatan selanjutnya sama dengan Gestasional
Diabetes Mellitus.

Gestasional Diabetes Mellitus(GDM) didefinisikan


sebagai derajat intoleransi glukosa selama kehamilan,
terjadi ketika hormon kehamilan atau faktor lain
mengganggu kemampuan tubuh menggunakan
insulin. Biasanya tidak bergejala, berkembang selama
paruh kedua kehamilan dan hilang setelah melahirkan
EFEK FISIOLOGIK INSULIN

-LIVER : ambilan glukosa


sintesis glikogen
lipogenesis
OTOT : ambilan glukosa
sintesis glikogen
ambilan asam amino
sintesis protein
JARINGAN : ambilan glukosa
sintesis lipid
ambilan trigliserida

20
21
KOMPLIKASI AKUT
DIABETES MELLITUS

HIPOGLIKEMIA KETOASIDOSIS

HIPERGLIKEMIA-
HIPEROSMOLAR

TERAPI
OBAT???
22
HIPERTENSI

INFARK JANTUNG
RETINOPATI

KOMPLIKASI
KRONIK STROKE
GANGREEN DM

INFEKSI NEFROPATI

NEUROPATI
OTONOM
PERIFER
23
DATA LABORATORIUM

-Glukosa darah
-HbA1C
-Peptida C
-Elektrolit
-Profil lipid
-Complete Blood Cell
-Fungsi ginjal
-Urinalisis

24
TERAPI - DIABETES MELLITUS

TUJUAN TERAPI

- Pengendalian kadar glukosa darah sepanjang hari


pada rentang acceptable

- Menghindarkan gejala DM

-Meminimalkan dan mencegah komplikasi

-Menghindarkan hipoglikemia-

25
GOALS OF THERAPY
Parameter ADA ACE dan
AACE
Preprandial plasma glucose 90-130 110
(mg/dl)

Postprandial plasma glucose <180 <140


(mg/dl)

Hemoglobin A1C <7 <6,5

ADA - American Diabetes Association


ACE - American College of Endocrinology
AACE-American Association of Endocrinologist
26
TERAPI DIABETES MELLITUS

NON OBAT
a. latihan/excersise
b. diet
e. restriksi alkohol/rokok

OBAT
Insulin Oral Anti Diabet
ultrashort acting sulfonil urea
short acting glinid
intermediate acting biguanid
long acting alfa glukosidase inhibitor
preemixed

27
Pharmacokinetics of Various Insulins Administered
Subcutaneusly
Type of Insulin Onset (h) Peak (h) Effective
Duration (h)
Rapid acting
Aspart 0.5 1-2 3.5
Lispro < 0.25 0.5-1.5 3-4
Short acting
Regular 0.5-1.0 2-3 3-6
Intermediat acting
NPH 2-4 6-10 10-16
Lente 3-4 6-12 12-18
Long acting
Ultra lente 6-10 10-16 18-20
Glargine 4 - 24

31
Nonpharmacological therapy
Algorithm for Type 2 Diet,Exercise
Diabetes Mellitus
Glycemic goals not achieved
Preprandial glucose > 140 mg/dL
Bedtime glucose > 160 mg/dL
HbA > 8 %

Monotherapy
Sulfonylurea, metformin
Troglitazone, or acarbose,
Insulin may be considered

Glycemic goals not achieved

Combination therapy
Sulfonylurea + metformin
Alternative Alternative
Sulfonylurea + troglitazone
FPG Postprandial
> 250 mg/dL Glycemic goals not achieved hyperglycemi

Sulfonylurea + insulin Sulfonylurea+ acarbose


Insulin
(BIDS)
Intermediate BID or
> 3 injections or
Continous insulin infusion pump 34