Anda di halaman 1dari 29

KOMUNIKASI PADA

LANJUT USIA
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BANYUWANGI
PENDAHULUAN

Komunikasi merupakan alat yang efektif untuk


mempengaruhi tingkah laku manusia, sehingga
komnikasi perlu di kembangkan dan dipelihara
secara terus menerus.
Beberapa alasan yang mempengaruhi
seseorang untuk melakukan komunikasi
adalah : mengurangi ketidakpastian,
memperoleh informasi, menguatkan
keyakinan, dan menggungkapkan perasaan.
Lanjutan

Dalam komunikasi dengan klien, perawat harus


menggunakan tehnik pendekatan khusus agar
tercapai pengertian dan perubahan prilaku klien.
Masalah yang sering timbul prilaku dalam
komunikasi antara lain karena komunikator
kurang menguasai tehnik komunikasi, komunikasi
mempunyai pandangan, emosi, suasana yang
otoriter, ketidak mampuan berubah walaupun
salah, dan egosentris.
Lanjutan.

Perawat sebagai kompunen yang penting dan


orang yang terdekat dengan klien sangat
dituntut untuk mampu berkomunikasi dengan
baik secara verbal dan non verbal.
Perubahan yang terjadi baik secara fisik,psikis,
interaksi,sosial maupun spiritual dari lansia
membutuhkan pendekatan dan tehnik
tersendiri dalam berkomunikasi.
Lanjutan

Untuk itu agar dapat berinteraksi khususnya


berkomunikasi pada lansia secara baik perawat
perlu memahami tentang karakteristik lansia,
penggunaan tehnik komunikasi yang tepat, dan
model model komunikasi yang memungkinkan
dapat diterapkan sesuai dengan kondisi klien.
DEFINISI KOMUNIKASI

Komunikasi adalah proses penyampaian pesan


dari komunikator kepada komunikan dengan
dengan atau tidak menggunakan media yang
mempunyai tujuan untuk menyamakan
persepsi dan merubah perilaku kearah yang
lebih baik.
UNSUR-UNSUR KOMUNIKASI

1. Komunikator
2. Decoding
3. Pesan
4. Media
5. Incoding
6. Komunikan
7. Timbal balik ( feed back )
KARAKTERISTIK LANSIA

Berdasarkan usianya, WHO mengelompokkan


lansia menjadi empat macam, meliputi :
1. Usia pertengahan ( 45-59 th )
2. Usia lanjut ( 60-70 th )
3. Usia lanjut usia ( 75-90 th )
4. Usia tua ( > 90 th )
Lanjutan

Meskipun batasan usia sangan beragam untuk


menggolongkan lansia namun perubahan akibat
dari usia tersebut telah dapat di identifikasi
misalnya perubahan pada aspek fisik, berupa
perubahan neurologis dan sesnsori, perubahan
visual, perubahan pendengaran.
Lanjutan

Perubahan tersebut dapat menghambat proses


penerimaan, dan interprestasi terhadap
maksud komunikasi.
Perubahan ini juga menyebabkan klien lansia
mengalami kesulitan dalam berkomunikasi.
Belum lagi perubahan kognitif yang
berpengaruh pada tingkat intelegensi, daya
memori dan motivasi klien.
PENDEKATAN PERAWATAN DALAM
KONTEKS KOMUNIKASI

1. Pendekatan fisik
2. pendekatan psikologis
3. Pendekatan sosial
4. Pendekatan spiritual
PENDEKATAN FISIK

Mencari tentang kesehatan obyektif,


kebutuhan, kejadian yang dialami, perubahan
fisik organ tubuh, tingkat kesehatan yang
masih bisa di capai dan dikembangkan serta
penyakit yang dapat dicegah progresifitasnya.
Pendekatan ini relatif lebih mudah
dilaksanakan dan dicarikan solusinya karena
mudah di observasi.
PENDEKATAN PSIKOLOGIS

Karena pendekatan ini bersifat abstrak dan


mengarah pada perubahan perilaku, maka
umumnya membutuhkan waktu yang lebih
lama untuk melaksanakan pendekatan ini .
Perawat sebagai konselor,advokat, suporter,
interprener, terhadap segala sesuatu yang
asing atau sebagai penampung masalah
rahasia, yang pribadi dan sebagai sahabat yang
akrab bagi lansia.
PENDEKATAN SOSIAL

Pendekatan ini dilaksanakan untuk


meningkatkan ketrampilan berinteraksi dengan
lingkungan, mengadakan diskusi, tukar pikiran,
bercerita, bermain, atau mengadakan kegiatan
kelompok merupakan inplementasi pendekatan
agar klien dapat berinteraksi dengan sesama
lansia.
PENDEKATAN SPIRITUAL

Perawat harus bisa memberi kepuasan batin


dalam hubungannya dengan tuhan atau agama
yang dianutnya, terutama bila klien dalam
keadaan sakit, atau mendekati kematian,
pendekatan spiritual ini cukup efektif
terutama bagi klien yang mempunyai
kesadaran yang tinggi dan latar belakang
keagamaan yang baik.
TEHNIK KOMUNIKASI PADA LANSIA

1. Tehnik asertif
2. Responsif
3. Fokus
4. Supportif
5. Klarifikasi
6. Sabar dan ikhlas
TEHNIK ASERTIF

Asertif adalah sikap yang dapat menerima ,


memahami pasangan berbicara dengan
menunjukkan sikap perduli, sabar untuk
mendengarkan, dan memperhatikan ketika
pasangan bicara agar maksud komunikasi atau
pembicaraan dapat dimengerti.
RESPONSIF

Reaksi petugas kesehatan terhadap fenomena


yang terjadi pada klien merupakan bentuk
perhatian petugas kepada klien.
Ketika perawat mengetahui adanya perubahan
sikap atau kebiasaan klien sekecil apapun
hendaknya segera menanyakan atau klarifikasi
tentang perubahan tersebut.
FOKUS

Sikap ini merupakan upaya perawat untuk


tetap konsisten terhadap materi komunikasi
yang di inginkan.
Ketika klien mengungkapkan pernyataan-
pernyataan diluar materi yang diinginkan,
maka perawat hendaknya mengarahkan
maksud pembicaraan.
SUPORTIF

Perubahan yang terjadi pada lansia, baik pada


aspek fisik maupun psikis secara bertahap
menyebabkan emosi klien relatif menjadi labil.
Perubahan ini perlu disikapi dengan menjaga
kestabilan emosi klien lansia, misalnya dengan
mengiyakan, senyum, dan menganggukkan
kepala ketika lansia mengungkapkan
perasaannya.
KLARIFIKASI

Klarifikasi dengan cara mengajukan


pertanyaan ulang dan memberi penjelasan
lebih dan satu kali perlu dilakukan oleh
perawat agar maksud pembicaraan kita dapat
diterima dan di persepsikan sama oleh klien.
SABAR DAN IKHLAS

Seperti diketahui sebelumnya bahwa klien


lansia umumnya mengalami perubahan yang
terkadang merepotkan dan kekanak-kanakan.
Perubahan ini bila tidak disikapi dengan sabar
dan ikhlas maka akan dapat menimbulkan
perasaan jengkel bagi perawat sehingga
komunikasi yang dilakukan tidak efektif.
HAMBATAN BERKOMUNIKASI
DENGAN LANSIA

1. Agresif
. Berusaha mengontrol dan mendominasi
orang lain atau lawan bicara.
. Meremehkan orang lain.
. Mempertahankan haknya dengan menyerang
orang lain.
Lanjutan

2. Non asertif
Menarik diri bila diajak bicara
Merasa tidak sebaik orang lain
Merasa tidak berdaya
Tidak berani mengungkapkan keyakinan
Membiarkan orang lain membuat keputusan untuk dirinya
sendiri
Tampil diam
Mengikuti kehendak orang lain.
dll
TIPS KOMUNIKASI PADA LANSIA

1. Selalu memulai komunikasi dengan


mengecek fungsi pendengaran klien.
2. Keraskan suara anda bila perlu.
3. Dapatkan perhatian klien sebelum berbicara,
pandanglah dia sehingga dapat melihat
mulut anda.
4. Atur lingkungan sehingga menjadi kondusif
5. Pastikan adanya pencahayaan yang cukup
Lanjutan

6. Ketika merawat lansia dengan gangguan


komunikasi, ingat kelemahannya jangan
menganggap kemacetan komunikasi
merupakan hasil bahwa klien tidak kooperatif.
7. Jangan berharap untuk berkomunikasi dengan
cara yang sama dengan orang yang tidak
mengalami gangguan.
8. Berbicara dengan pelan dan jelas
Lanjutan

9. Bantulah kata-kata anda dengan insyarat visual


10. Serasikan bahasa tubug anda dengan
pembicaraan anda.
11. Ringkaslah hal-hal yang paling penting dalam
pembicaraan tersebut.
12. Jadilah pendengar yang baik.
13. Berikan waktu yang benyak pada klien untuk
bertanya dan menjawab pertanyaan anda.
Lanjutan

14. Biarkan ia membuat kesalahan, jangan


menegurnya secara langsung.
15. Arahkan ke suatu topik pada suatu saat.
16. Jika mungkin ikutkan keluarga atau yang
merawat dalam ruangan bersama anda.
TERIMA
KASIH