Anda di halaman 1dari 28

(BIOTEKNOLOGI)

INSEMINASI BUATAN

Oleh:

Prof. DR. H. Soehartojo Hardjopranjoto.,


M.Sc., drh
ANATOMI ALAT KELAMIN JANTAN

I F

K
H

J
D

A
E

A : SCROTUM E : GLAND PENIS I : KELENJAR ASESORIS


B : TESTES F : TULANG PELVIS J : LEKUK SIGMOID
C : PREPUTIUM G : ANUS H : OTOT (m. retractor penis)
D : PENIS H : VESICA URINARIA
INSEMINASI BUATAN
(PEMBUAHAN BUATAN)

Inggris : Artificial Insemination


Belanda : Kunsmatige Inseminatie
Jerman : Ksliche Besamung
Awam : Kawin Suntik

Artificial = Buatan = Tiruan


Insemination berasal dari kata Latin INSEMINATUS.
Inseminatus ; In = Ke dalam, Memasukkan, Deposit.
Semen = Air Mani.

Inseminatus : Memasukkan Air Mani ke dalam Alat Kelamin


INSEMINASI BUATAN

1. Merupakan Teknologi Baru Dibidang Peternakan


2. Cepat dalam Menyebarluaskan Bibit Unggul Disuatu
Wilayah
3. Kesempatan Bereproduksi Sebanyak-banyaknya Bagi
Pejantan
4. Menghemat Biaya dan Tenaga (Efisiensi Reproduksi
yang Tinggi)
5. Dapat dipakai untuk Mengarahkan Program
Peternakan pada Suatu Tujuan Produksi Tertentu
(Susu, Daging, dsb)
SEJARAH INSEMINASI BUATAN (IB)
1914 : G. Amantea
Vagina buatan yang pertama untuk anjing.
1936 : Pelaksanaan IB besar-besaran di Rusia
1938 : Koperasi IB yang pertama di Denmark dan USA

Sejarah IB:
1677 : Antonio Van Leuwenhoek dan Johan Ham
1780 : Spallanzani
1803 : Pengaruh pendinginan terhadap lama hidup sel mani oleh
Spallanzani
1884-1896 : Hyape dari Inggris
1890 : IB pada Kuda oleh Rapiquet (Perancis)
1922 : E. I Ivanoff (Rusia) pada sapi dan domba.

IB di Indonesia:
1952 : oleh Prof. Seit di Bogor
1953 : Pusat-pusat IB di Jawa dan Bali
1969 : Di Pengalengan (Bandung) dan Nongkojajar
1971 : Sumatera Utara dan Barat.
INSEMINASI BUATAN
Inseminasi Buatan :
- Deposisi / Pemasukan Air Mani ke dalam Alat Kelamin Betina
dengan Memakai Alat-Alat Buatan Manusia, bukan Secara Alam

Perkawinan Alam:
Air Mani dari Alat Perkawinan Deposit ke dalam Alat
Kelamin Betina Kelamin Betina

Inseminasi Buatan:
Air Mani
Dari Alat Pengolahan Alat2 Deposit ke Alat
Kelamin Mani Kelamin Betina
Jantan
INSEMINASI BUATAN PADA TERNAK

TAHAPAN :
1.PENAMPUNGAN
2.PEMERIKSAAN
3.PENGOLAHAN (PENGENCERAN)
4.PENYIMPANAN
5.INSEMINASI
6.RECORDING
7.EVALUASI
KEUNTUNGAN INSEMINASI BUATAN

1. Peningkatan Mutu Genetik dari Sapi-Sapi Setempat (Lokal)


2. Pejantan bisa digunakan untuk mengawini ribuan sapi dalam 1
tahun/Efisiensi Pemakaian Pejantan Unggul (Proven Stres)
3. Biaya Murah
4. Resiko Penyebaran Penyakit Kelamin Menular dapat Dicegah
5. Merangsang Pembuatan Recording
6. Hubungan Petugas dan Masyarakat Peternak Lebih Erat
7. Perluasan Pemakaian Pejantan dalam Arti Radius Pelayanannya
8. Kesempatan Seleksi yang Baik
9. Mempertinggi Efisiensi Reproduksi
10. Memungkinkan Perkawinan antara Hewan-hewan yang
Terpisah dalam Waktu dan Tempat
KERUGIAN INSEMINASI BUATAN

1.Diperlukan Tenaga Teknis yang Terampil.


2. Penyebaran Penyakit Menular Kelamin yang Lebih
Meluas bila Pemeriksaan Air Mani Tidak Teliti
3. Penyebaran Sifat-sifat Genetik yang Jelek Lebih Luas
bila Recording System Tidak Baik
4. IB Intrauterina pada Sapi yang Gravid dapat
Mengakibatkan Abortus
PERSYARATAN KEBERHASILAN
INSEMINASI BUATAN (IB)

1. Betina aseptor
2. Peternak
3. Kualitas semen
4. Ketrampilan inseminator
a. Meng-IB betina yang baik
b. Mengelola semen
c. Meyakinkan peternak tentang program IB:
- Paling cepat
- Paling murah
KEGIATAN LAIN YANG MENUNJANG
KEBERHASILAN PROGRAM IB

1. Pemeriksaan kebuntingan pasca inseminasi


2. Pencatatan hasil IB
3. Penanggulangan gangguan reproduksi
4. Pembinaan makanan ternak hijauan
5. Pembinaan pemasaran ternak dan hasil
ternak
INSEMINASI BUATAN

SPESIES JUMLAH PER VOL. INSEMINASI JUMLAH


EJAKULASI SETELAH SPERMATOZOA
(EKOR) PENGENCARAN MOTIL
(ml)

SAPI 400 0,25 1,0 5 15

DOMBA 40 60 0,05 0,20 50

BABI 15 30 50 - 100 2000


DATA FISIOLOGI SAPI BETINA

Birahi muncul setiap 21 hari


Lama birahi 18 jam
Ovulasi terjadi 10 jam setelah akhir birahi
IB dilakukan 6-18 jam setelah birahi dimulai
- Induk sapi birahi pagi hari IB sore hari
- Induk sapi birahi siang hari IB paginya sebelum jam 10
PRA BIRAHI BIRAHI OVULASI FERTIL LIFE SEL
TELUR
6-10 jam 18 jam 10 jam 6-10 jam
Terlalu IB IB
Cepat Di IB saat ini Terlalu Lambat
DATA FISIOLOGI BABI BETINA

Birahi muncul setiap 21 hari


Lama birahi 72 jam
Ovulasi terjadi 48 jam setelah dimulainya birahi
IB dilakukan pada hari ke-3 dari masa birahi
(Perhatikan Betul Mulainya BIRAHI)

PRA-BIRAHI BIRAHI (1-5 HARI) PASCA BIRAHI


(3-4 HARI) OVULASI (2-3 HARI)

IB SELAMA WAKTU INI

TERLALU CEPAT BAGUS PALING BAGUS TERLAMBAT


GEJALA BIRAHI

1. A3 B2 C2
a. Alat kelamin luar Merah, Bengkak, Hangat
b. Bersuara, tidak tenang
c. Antar betina saling menaiki
2. Bulu dibagian pinggang kotor
3. Pada babi bila dipegang bagian depan ekor
(pinggul) tetap tenang
4. Keluar cairan/lendir yang kental menggantung ke
bawah
BIOLOGI SEL MANI

SEL MANI :
2 bagian 1. Kepala (nucleus & acrosomal CAP)
2. Ekor : - Leher
- Middle Piece
- Principal Piece
- End Piece
BAGIAN KEPALA
1.Oval
2.Nucleus gepeng / rata berisi chromatin kompak yg dilindungi oleh selaput non
porous terdiri : DNA
3.Jumlah kromosom : sel somatic hasil reduksi spermatocytogenesis

Spermatozoa X Jumlah kromosom HAPLOID


Spermatozoa Y
Sapi 30 Kambing 30
Kuda 33 Domba 27
Babi 20
SPERMATOGENESIS
I. SPERMATOCYTOGENESIS
A
S A FSH
B
(R.S. Gonia) B

S.P. Cyte I MITOSIS S.P Cyte I

TESTOSTERON SP II SP II
SP II SP II
MIOSIS

FSH S. TID S. TID S. TID S. TID

II. SPERMIOGENESIS
S. ZOA S. ZOA S. ZOA S. ZOA

A
MORFOLOGI SEL MANI

KEPALA : - Panjang : 9
- Lebar : 4,5
LEHER : 14
EKOR : 45 50
PANJANG SELURUHNYA : 50 80
KRITERIA UNTUK MENILAI KUALITAS SEMEN

1. Volume
2. Konsentrasi SEMEN SEGAR
3. Hidup/Mati
4. Morfologi

1. Motilitas
2. Hidup/Mati SEMEN BEKU
3. Morfologi
4. Resistensi
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS
DAN KUANTITAS AIR MANI

1. Makanan
2. Temperature dan Musim
3. Frekwensi pengambilan air mani
4. Perlakuan terhadap pejantan
5. Penyakit
6. Bakteria
7. Transportasi
8. Umur
9. Heriditer
10. Exercise
PENAMPUNGAN SEMEN PADA TERNAK

1. Vagina Buatan
2. Massage Kel. Ampula
3. Elektro Ejakulator
4. Lain :
- Vagina hewan betina
- Kondom
- Spons
- Tetesan terakhir
setelah kopulasi
EJAKULASI SEMEN

SPESIES VOL. KONSISTENSI JUMLAH


EJAKULASI SEMEN SPERMA PER
SEMEN (ml) (x 106 /ml) EJAKULASI
(x 109)

SAPI 48 1200 1800 4 -14

DOMBA 0,8 1,2 2000 3000 24

BABI 150 - 500 250 - 350 40 - 50


KEBAIKAN & KEBURUKAN ELEKTRO EJAKULATOR

KEBAIKAN :
1.Tidak perlu Libido yang tinggi
2.Volume semen tinggi
3.Dapat dipakai hewan liar
4.Dapat dipakai pejantan yang menderita sakit pada kakinya

KEBURUKAN :
1.Pejantan yang mempunyai libido rendah, kualitas semen rendah
2.Kondisi semen kotor karena di campuri kotoran dari preputium
3.Dapat menurunkan libido bila dipakai dalam waktu yang lain
HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM
PENGENCERAN AIR MANI

1. Suhu 35-37C
2. Tekanan osmotis
3. pH netral (7,0)
4. Sumber energi (Fructosa)
5. Kontrol bakteri Penicillin & Streptomisin
6. Menghilangkan zat toxin
7. Besar pengenceran tergantung konsentrasi
8. Komponen udara
PERLAKUAN TERHADAP SEMEN

1. Pengumpulan Semen
- Vagina Buatan
- Elektro Ejakulasi
- Massage Kelenjar Ampula
2. Pemeriksaan Semen
- Makroskopis
- Mikroskopis
- Biologis
Makroskopis, meliputi: Mikroskopis, meliputi:
1. Volume 1. Konsentrasi
2. Konsistensi 2. Daya Tahan
3. Bau 3. Persentase (%) Hidup/Mati
4. Warna 4. Persentase (%) Abnormal
5. pH 5. Motilitas
Biologis: Kadar Vit.C dalam semen
PERLAKUAN TERHADAP SEMEN

3. Pengolahan semen
a. Pengenceran
- bahan pengencer : 1. kuning telur (sitrat)
2. Skim Milk
3. Antibiotik
4. Bahan anti beku
b. Pemasukan dalam straw/ampul
- dosis 10-15 juta spermatozoa hidup dlm straw
c. Pendinginan
PERLAKUAN TERHADAP SEMEN

4. Penyimpanan semen
a. Suhu kamar segera dipakai
b. Suhu dingin beberapa hari
c. Suhu beku lebih setahun
Di tambah bahan anti beku (Gliserol dan DMSO)
5. Pelaksanaan IB
a. Sinkronisasi birahi betina aseptor
b. Tawing straw mani beku GUN
c. Eksplorasi rektal betina aseptor :
- servik difiksasi
- masukkan gun inseminasi dlm vagina pertengahan
servik
- semprotkan mani / semen
- masage serviks + corpus dan cornua uteri