Anda di halaman 1dari 87

CRS (Clinical Report Session)

Obesitas
Presentan : Henny Oktavianti Wijaya
Preceptor : dr. Diet Sadiah R,Sp.A (K)

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI DOKTER ILMU KESEHATAN ANAK


RS AL ISLAM BANDUNG
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM BANDUNG
2017
IDENTITAS PASIEN

Nama: An.A
Jenis Kelamin : Laki-laki
Tanggal Lahir : 28 - 6 - 2008
Umur : 8 tahun 10 bulan
Anak ke : 2 dari 2 bersaudara
Alamat :Cileunyi
Tanggal Masuk poliklinik : Senin 15 Mei 2017
Tanggal Pemeriksaan : Senin 15 Mei 2017
Identitas Orangtua

Ibu Ayah
Nama : Ny. C Nama : Tn. K
Umur : 46 tahun Umur : 49 tahun
Pekerjaan : Karyawan Pekerjaan : Pensiunan
Pendidikan : SMA Pendidikan : SMA
Alamat : SDA Alamat : SDA
ANAMNESIS

ALOANAMNESIS
KELUHAN UTAMA :
Kegemukan
Riwayat Penyakit Sekarang :
Pasien datang ke poliklinik anak RS Al Islam dengan
keluhan kegemukan yang dirasakan sejak 3 tahun terakhir.
Hal tersebut terjadi karena pola makan pasien yang sulit
berhenti apabila sudah makan dan pasien biasanya marah
apabila diberhentikan makan oleh orang tuanya. Semakin
lama ibu pasien menyadari bahwa berat badan pasien
semakin bertambah. Kegemukan dikeluhkan pasien dan
orang tuanya karena semakin lama semakin mengganggu
aktivitas sehari-hari.
.
Keluhan tersebut disertai dengan adanya malas beraktivitas, pasien
lebih senang duduk atau tiduran daripada bermain atau melakukan
aktivitas di luar ruangan rumah. Pasien dulu merupakan anak yang aktif
dan menyenangi aktivitas di luar rumah seperti bermain futsal, tetapi
akhir-akhir ini pasien sering merasa mudah capek dan tidak seaktif
biasanya. Selain itu orang tua pasien mengeluhkan tinggi badan pasien
terlihat lebih pendek dengan teman-teman sekolahnya.
Pasien menyangkal sering terbangun saat tidur di malam
hari, kesilitan bernafas di malam hari, nyeri perut, nyeri
kepala, Tidak terdapat garis keunguan pada pinggul, nyeri
perut dan lutut. Ibu pasien menyangkal bahwa pasien
menyangkal lebih suka di tempat panas.
Orang tua pasien mengatakan bahwa sebelumnya
keluhan ini belum pernah di obati dan belum mencoba cara
apapun untuk mengurangi keluhannya tersebut. Keluhan
seperti ini sudah dialami pasien sejak beberapa tahun
terakhir.
Riwayat penyakit keluarga:
Pada keluarga pasien terdapat keturunan gemuk yaitu
pada ibu pasien. Riwayat penyakit jantung, darah tinggi,
kolesterol, disangkal oleh ibu pasien.
Riwayat penyakit dahulu:
Sejak pasien berusia 3 bulan pasien sering keluar masuk
rumah sakit infeksi yang diderita pasien. Tetapi ibu pasien
tidak mengetahui lebih lanjut tentang penyakit yang diderita
oleh pasien
Riwayat Kehamilan dan Persalinan
Pasien dilahirkan dari ibu P2A0, usia kehamilan
cukup bulan (9 bulan) dengan SC atas indikasi
gagal induksi. Saat hamil, ibu pasien rutin kontrol
kehamilannya ke dokter kandungan dan rutin
mengkonsumsi makanan bergizi. Tidak terdapat
penyulit pada proses kelahiran pasien. Pasien lahir
dan langsung menangis dengan berat badan lahir
2,8 Kg dengan panjang badan 46cm.
Riwayat Makanan

Sehari hari pasien makan nasi disertai dengan lauk pauk


seperti daging sapi, ikan, daging ayam dan telur, pasien juga
suka mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan. Pasien juga
sering mengkonsumsi mie instan dalam 1 hari pasien
biasanya 1x mengkonsumsi mie. Pasien makan nasi 2x dalam
sehari dengan porsi sama dengan ayahnya, tetapi pasien
juga sering jajan di sekolahnya seperti makan makanan
ringan dan minum minuman yang manis saat istirahat dan
pulang sekolah
Riwayat Kebiasaan & Lingkungan
Pasien tinggal bersama kedua orang tua dan kakanya.
Sejak kecil pasien sering dititipkan oleh ibunya di rumah
neneknya karenya ibu pasien harus bekerja. Di rumah
neneknya, pasien sering dimanjakan, apapun yang
diinginkan pasien selalu diberikan. Pasien sering meminta
uang lebih kepada neneknya untuk jajan dan meminta
dibuatkan mie instan untuk makan nya. Pasien tidak bisa
berhenti mengunyah makanan, setelah pasien makan
biasanya pasien mengantuk dan tertidur.
Asupan Makanan
0-3 bulan : ASI eksklusif
>3-8 bulan : ASI + susu formula +
bubur susu
8 bulan-1 tahun : ASI+ Susu formula +
nasi tim
1 tahun- sekarang : makanan keluarga.
Riwayat Imunisasi
0 bulan : Hepatitis B0
1 bulan : BCG, polio 1
2 bulan : DPT, HepB, polio2
3 bulan : DPT, HepB, polio3
4 bulan : DPT, HepB, polio4
9 bulan : Campak
Riwayat Tumbuh Kembang
Saat ini pasien bersekolah di salah satu SD di kelas
3. Pasien dikenal aktif dan mudah bergaul dengan
teman-teman di sekolahnya, prestasi pasien di sekolah
juga baik.
Keadaan Umum dan Tanda-
tanda Vital

Keadaan Umum : tampak tidak sakit


Kesadaran : Compos mentis
GCS : Eyes=4 , Verbal=5, Movement=6 (15)
Tanda-tanda Vital
Nadi : 90 x permenit, regular, equal, isi cukup
Respirasi : 22 x permenit, torakoabdominal
Suhu : 36,50C
Tekanan Darah : 110/80
ANTROPOMETRI
Umur : 8 tahun 8 bulan
Berat badan : 45,5 kg
Tinggi badan : 127 cm
Lingkar perut : 51 cm
BMI : 28,2 kg/m
BB/U (WHO) : Diatas 3 SD
TB/U (WHO) : 0-(-1) SD
BMI/U (WHO) : Diatas 3 SD
Kesan : Obesitas perawakan normal
Pemeriksaan
Fisik

KEPALA
Kepala : normocephal, simetris, rambut hitam, tidak mudah
dicabut. Wajah membulat, pipi tembem, dagu rangkap.
Mata : letak simetris, konjunctiva anemis -/-, sclera ikterik
-/-, pupil bulat isokor, reflek cahaya +/+, mata cekung (-)
Hidung : simetris, deviasi (-), PCH (-), sekret (-),
Telinga : simetris, serumen (-)
Mulut : Mukosa mulut tidak kering, perioral sianosis (-)
Faring : tidak hiperemis
Tonsil : T1-T1
Pemeriksaan
Fisik
LEHER :
Deviasi trakea (-)
Pembesaran kelenjar tiroid (-)
Pembesaran KGB (-)
JVP tidak meningkat
Leher pendek

Pulmo :
Inspeksi : bentuk dan pergerakan simetris, retraksi intercostal (-)
dada yang membusung, payudara membesar.
Palpasi : tidak ada pelebaran sela iga
Perkusi : sonor
Auskultasi : VBS kiri=kanan, wheezing -/-, ronkhi -/-
Pemeriksaan
Fisik

Jantung

Inspeksi : Ictus Cordis tidak Tampak,


Palpasi : Ictus Cordis Teraba Di ICS 4 LMCS, Tidak Kuat Angkat, Thrill (-)
Perkusi : batas atas ICS II , batas kanan ICS V midclavicula kiri, batas
kanan ICS V parasternal kiri
Auskultasi : S1-S2 murni reguler, S3 & S4 (-), murmur (-),gallop (-)
ABDOMEN
Inspeksi :Cembung, dinding perut berlipat
Palpasi : nyeri tekan (-), turgor kulit tidak melambat
Hepar : Tidak teraba pembesaran
Lien : Tidak teraba pembesaran
Perkusi : tympani (+) pekak pindah (-), pekak samping (-)
Auskultasi : BU (+) normal

Anogenital : tidak ada kelainan. Penis kecil (-) (tidak


dilakukan)
Ekstremitas : akral hangat, capillary refill < 2 detik
PEMERIKSAAN
NEUROLOGIS

Meningeal Sign
Kaku kuduk : (-),
Burdzinski I, II, III, IV : (-),
Laseque Sign : (-),
Kernigs Sign : (-),

Refleks Fisiologis
BTR : (+/+),
TTR : (+/+),
KPR : (+/+),
Refleks Patologis
Babinski : (-/-),
Chaddock : (-/-).
RESUME

Pasien dengan status gizi obesitas perawakan normal


datang dengan keluhan kegemukan yang dirasakan 3
tahun terakhir ini dengan adanya berat badan yang terus
bertambah. Keluhan disertai dengan adanya malas
beraktivitas dan lebih mudah capek.
Pemeriksaan fisik didapatkan dari wajahnya bulat,
dengan chubby cheeks, leher pendek, dagu rangkap,
abdomen yang membuncit disertai apple shape body.
DIAGNOSIS BANDING

Obesitas idiopatik
USULAN PEMERIKSAAN

Pemeriksaan darah lengkap (Hb, Ht,


leukosit, thrombosit, kolesterol, GDS)
DIAGNOSIS KERJA

Obesitas idiopatik
Penatalaksanaan

1. Pengaturan Diet

2. Pengaturan Aktifitas Fisik

3. Modifikasi perilaku

4. Peran orangtua, keluarga, teman


dan guru

5. Terapi intensif
1. Pengaturan Diet

1. Menggunakan diet RDA


.70 x 45,5 kg = 3185 kkal
.Karbohidrat = 50% x 3185 = 1592 kkal / 4 = 398gr
.Lemak = 30% x 3185 = 955 kkal / 4 = 238gr
.Protein = 20% x 3185 = 637 kkal / 9 = 70gr

Berat badan ideal = 28 kg


Target penurunan BB =BB ideal + 20% BB Ideal =33,6 kg
Target penurnan = 0,5 kg/minggu
Pengurangan kalori berkisar 200500 sehari
Makanan dengan kandungan garam = 5gr/hari
METODE PENGATURAN DIET
ANAK THE TRAFFIC LIGHT
DIET
Serat

Rumus pemberian
serat :
(umur dalam
tahun+5)g / hari
Pada pasien :
8 + 5 = 13gr/hari
2. AKTIVITAS FISIK

Latihan fisis dengan keterampilan otot seperti


bersepeda, berenang, menari, karate, senam,
sepak bola, dan basket.

Dianjurkan aktifitas fisik 20-30 menit/hari


3. Modifikasi perilaku

Pengawasan sendiri terhadap berat badan, masukan


makanan, dan aktivitas fisis, serta mencatat
perkembangannya
Kontrol terhadap rangsangan/stimulus, misalnya pada
saat menonton televisi diusahakan untuk tidak makan
karena menonton televisi dapat menjadi pencetus makan.
Mengubah perilaku makan, misalnya belajar mengontrol
porsi dan jenis makanan yang dikonsumsi, serta
mengurangi makanan camilan
Penghargaan terhadap program gizi yang diberikan,
berat badan turun, dan mau melakukan olahraga
Pengendalian diri
4 Peran orangtua, anggota
keluarga, teman dan guru

Seluruh anggota keluarga ikut berpartisipasi dalam


program diet, mengubah perilaku makan dan aktivitas
yang mendukung keberhasilan anak, serta menjadi
bagian dari keseluruhan program komprehensif
tersebut.

Guru dan teman sekolah juga diharapkan ikut


mendukung tata laksana obesitas,
misalnyamemberikan pujian bila anak yang gemuk
berhasil mengikuti program diet atau menurunkan
berat badannya, dan sebaliknya tidak mengejek anak
gemuk.
PROGNOSIS

Quo ad vitam : ad bonam


Quo ad functionam : dubia ad bonam
Quo ad sanationam : dubia ad bonam

OBESITAS
DEFINISI

Overwei
Obesitas Obesitas
ght
Kelebihan erat
badan yang Suatu
dibandingkan kelainan
dengan berat yang
Berasal dari badan ideal ditandai
bahasa latin yang dapat
disebabkan
dengan
yang berarti
olehpenimbun penimbunan
banyak an jaringan jaringan
makan lemak atau lemak tubuh
jaringan non secara
lemak.
berlebihan
Contoh :
binaragawan
(WHO)
EPIDEMIOLOGI

Data Riskesdas 2013 didapatkan


prevalensi obesitas pada

(1) anak balita di tahun 2007,


2010, dan 2013 berdasarkan
berat badan menurut tinggi
badan lebih dari Z score 2
12,2%, 14,0%, dan 11,9%

(2) anak berusia 5-12, 13-15,


dan 16-18 tahun berturut-turut
8,8%, 2,5%, dan 1,6%
berdasarkan indeks massa
tubuh menurut umur lebih dari
Z score 2
KAPAN
DIKATAKAN
OBESITAS??
KRITERIA OBESITAS

Klinis

Fisik

Antropome
tri
Secara Klinis

Tanda Gejala yang khas :


Wajah membulat
pipi tembem
dagu rangkap
leher relatif pendek
dada yang membusung
dengan payudara yg
membesar
perut membuncit
dinding perut yang berlipat
Tungkai berbentuk X dengan
pangkal paha bagian dalam
bergesekan
Pada anak laki-laki : penis
kecil
Secara Fisik

Bentuk fisik dibedakan menurut distribusi lemak yaitu :


Apple Shape body (android) = Lemak > di bagian atas
tubuh
Pear shape body (gynoid) = Lemak > dibagian bawah
tubuh
Intermediate
SECARA ANTROPOMETRI

1. Ukur 3. Ukur
2. BMI
BB/TB TLK
1. UKUR BB/TB

Mengukur berat badan/


Tinggi badan
Obesitas =BB/TB >
90% / 120%
dibandingkan berat
badan ideal.
Superobesitas = BB >
140%
2. BMI

BMI persentil 95 = Gemuk/obesitas

Klasifikasi berdasarkan Z score :


Untuk anak 0-5 tahun +3 Z Score =
Obesitas
Untuk 5-19 tahun 2 Z Score = Obesitas
3. TLK

Mengukur Tebal
Lipatan Kulit
Bisa dengan 4 macam :
biseps, triseps,
subskapular,
suprailiaka
TLK > 85% = obesitas
RUMUS
INDEKS
MASSA
TUBUH
Dikutip dari Direktorat Gizi,
Departemen Kesehatan RI
BERAT BADAN MENURUT
TINGGI BADAN (0-5 tahun)
ETIOLOGI

Ketidak-seimbangan antara asupan energi dan keluaran


energi
(energy expenditures), sehingga terjadi kelebihan energi
yang selanjutnya disimpan dalam bentuk jaringan lemak.
Etiologi

OBESITAS IDIOPATIK OBESITAS ENDOGEN


> 90% kasus < 10% kasus
Perawakan tinggi (umumnya >50th persentil Perawakan pendek (umumnya <5th
TB/U) persentil TB/U)
Riwayat obesitas keluarga umumnya positif Riwayat obesitas keluarga umumnya
negatif
Fungsi mental normal Fungsi mental seringkali retardasi
Usia tulang: normal atau advance Usia tulang: terlambat (delayed)
Pemeriksaan fisis umumnya normal Tredapat stigmata pada pemeriksaan
fisis
Penyebab Hormonal Bukti-bukti Diagnostik

Hipotiroidism Kadar TSH , kadar thyroxine

Hiperkortisolism Uji supresi deksametason abnormal, kadar kortisol bebas


urin 24-jam
Hiperinsulinism primer Kadar insulin plasma , kadar c peptide

Pseudohipoparatiroidism Hipokalsemia, hiperfofatemia, kadar PTH

Lesi hipotalamus didapat Adanya tumor, infeksi, sindrome, trauma, lesi vaskular
hipotalamus
Sindrome Genetik Karakteristik klinis

Prader-Willi Obesitas, hiperfagia, retardasi mental, hipogonadism,


strabismus
Laurence-Moon / Bardet Biedl Obesitas, retardasi mental, retinopati pigmentosa,
hipogonadism, paraplegia spastik
Alstrm Obesitas, renitis pigmentosa, tuli, diabetes melitus
Brjeson-Forssman- Obesitas, retardasi mental, hipogonadism,
Lehmann hipometabolism, epilepsi

Cohen Obesitas trunkal, retardasi mental, hipotonia,


hipogonadism

Turners Perawakan pendek, amigus genitalia, kalainan jantung


bawaan, webbed neck, obesitas

Familial lipodystriphy Hipertrofi otot, akromegali, hepatomegali, acanthosis


nigricans, insulin resisten, hipertrigliseridemia, retardasi
mental
Beckwith-Wiedemann Gigantisme, exomfalos, makroglosia, organomegali

Weaver Infant overgrowth syndrome, percepatan pematangan


tulang rangka, unusual facies

Ruvalcaba Retardasi mental, mikrosefal, abnormaliass tulang,


hipogonadism, brachymetapody
PATOGENESIS

DIAGNOSIS
Anamn
esis

Pemeri
ksaan
Fisik

Pemeri
ksaan
Penunj
ang
Umum

Khusus

Riwayat Keluarga

Riwayat Sosial/Psikologis
ANAMNESIS

ANAMNESIS
UMUM
Periode mulai timbulnya obesitas: Tanda dan gejala yang terkait obesitas
Prenatal anak: mengorok, sering terbangun pada
Early adiposity rebound, yaitu saat tidur di malam hari, menstruasi dini,
indeks massa tubuh (IMT) terendah nyeri panggul, dsb
Pola makan : kebiasaan makan
yang terjadi lebih dini dan cepat (<5
(apakah menerapkan food rules),
tahun)
perilaku abnormal terkait makanan
Remaja Pola aktivitas fisis :
Riwayat tumbuh-kembang untuk frekuensi/minggu, durasi/hari, jenis
mencari obesitas yang disebabkan (terstruktur/tidak terstruktur)
faktor endogen, sebagai contoh: Riwayat obesitas di dalam keluarga
Evaluasi kemungkinan sindrom Riwayat risiko kesehatan yang
Cushing yang disebabkan pemberian terkait obesitas di dalam keluarga,
steroid seperti penyakit kardiovaskular dini
Evaluasi kemungkinan kerusakan (< 55 tahun), peningkatan
hipotalamus yang disebabkan tumor kolesterol, hipertensi, atau diabetes
otak, iradiasi, atau trauma melitus tipe-2
Riwayat kebiasaan hidup santai di
dalam keluarga (sedentary life
ANAMNESIS

Temuan Kelainan yang berkaitan


ANAMNESIS
Delayed Development Kelainan genetik KHUSUS

Perawakan pendek Hipertiroidisme, sindrom Cushing,


sindrom Prader-Willi
Nyeri kepala Pseudotumor serebri

Kesulitan bernafas di malam hari Sleep apnea, obesity


hyperventilation syndrome
Somnolen di siang hari

Nyeri perut Penyakit kandung empedu

Nyeri panggul atau lutut Slipped capital femoral epiphysis

Oligomenore atau amenore Polycystic ovary syndrome


ANAMNESIS

RIWAYAT KELUARGA
Obesitas
NIDDM
Penyakit kardiovaskular
Hipertensi
Dislipidemia
Penyakit kandung
RIWAYAT
empedu
SOSIAL/PSIKOLOGIS
Merokok
Depresi
PEMERIKSAAN FISIK
ANAMNESIS
DIAGNOSA BANDING

SINDROM GENETIK PENYEBAB ENDOKRIN


Sindrom Turner Sindrom Cushing
HIpotiroidisme
Sindrom Laurence-Moon-
Hiperinsulinemia
Biedl
Definisi Hormon pertumbuhan
Sindrom Alstrom-Hallgren
Disfungsi hipotalamus
Sindrom Prader-willi
SINDROM LAIN Sindrom Stein-Leventhal
Sindrom Cohen Pseudohipoparathiroidisme
Sindrom Carpenter tipe 1
KOMPLIKASI/KOMORBIDITAS
KARDIOVASKULER KOLELITHIASIS
Tekanan darah naik PARU-PARU
Obstructive sleep apnea
Kolesterol total naik
Sindrom hipoventilasi obesitas
Trigliserid serum naik
LDL (low density Lipoprotein) naik
TULANG
VLDL (very low density lipoprotein) turun Blount disease / tibia vera
Slipped capital femoral epiphysis
ENDOKRIN
Hipotiroid KULIT
DM tipe-2 Akantosis nigrikans
Sindrom cushing Sindrom polikistik ovarium
DEPRESI
Pubertas prekoks
Pseudotumor serebri
PENCEGAHAN
DAN
PENGOBATAN

Modifikasi Diet dan Kandungan Kalori

Penggunaan program latihan yang sesuai

Modifkasi perilaku untuk anak

Farmakoterapi

Terapi bedah
1. MODIFIKASI DIET
Pola makan 3x/hari dan camilan 2x/hari (buah segar), diberikan air putih di
antara jadwal makan utama dan camilan

Tidak memaksa anak untuk mengonsumsi makanan tertentu dan jumlah


makanan ditentukan oleh anak.

Pemberian makan sesuai dengan kebutuhan kalori berdasarkan RDA

Penurunan berat badan mencapai 20% di atas


berat badan ideal
TRAFFIC
LIGHT DIET
Green food Yellow food Red food

Definisi Makanan yang boleh dimakan setiap Makanan yang boleh di konsumsi Makanan yang boleh dimakan
hari dalam porsi kecil, tetapi tidak 1x/seminggu
dianjurkan untuk di konsumsi setiap
hari
Komposisi Makanan yang mengandung tinggi Makanan yang mengandung vitamin, Makanan yang mengandung redah
vitamin, mineral, dan serat, tetapi inera, energy, lemak jenuh, gula, dan vitamin dan mineral, tetapi tinggi
rendah energy, lemak jenuh, gula, aram dalam jumlah sedang. energy, lemak jenuh, gula, dan gram
dan garam

Jenis kelompok makanan - Buah-buahan dan sayur- - Daging olahan rendah lemak - Makanan yang digoreng da
sayuran dan garam kentang olahan
- Daging tanpa lemak dan ikan - Roti dan sereal olahan - Daging olahan yang
- Kacang-kacangan, biji-bijian, - Produk susu tinggi lemak mengandung tinggi lemak
buncis - Kue dan biskuit rendah - Makanan penutup yang
- Roti gandum, sereal, beras, lemak/gula berbahan dasar susu
dan pasta - Susu dan jus buah rendah - Kue manis dan biscuit
- Air dan susu tanpa tambahan gula - Coklat dan minuman manis

contoh Yoghur rendah lemak, sandwich Sereal olahan, roti, keju, pancakes, Kentang goring, sosis, pie, hot dogs,
gandum, bubur, kacang panggang, atau biskuit manis nugget ayam, keripik kentang,
jus buah kalengan, ikan tuna makanan manis seperti kue coklat,
kalengan, buah dan sayuran segar muffins, donat, soft drink
atau beku, daging sapi, daging
kambing tanpa lemak, ayam tanpa
kulit
Pengurangan kalori berkisar 200500 kalori sehari dengan target
penurunan berat badan 0,5 kg per minggu.

Diet seimbang dengan komposisi karbohidrat 50-60%, lemak 30%,


dan protein cukup untuk tumbuh kembang normal (15-20%).

Pada anak di atas 2 tahun dianjurkan pemberian serat dengan


rumus (umur dalam tahun + 5) g/hari.
2. PROGRAM LATIHAN FISIK
AKTIVITAS AEROBIK

tiga kali dalam satu minggu.


3. MODIFIKASI
PERILAKU

Pengawasan sendiri
Mengubah perilaku
dan Pengendalian
makan (belajar
diri terhadap berat Kontrol terhadap
mengontrol porsi
badan, masukan rangsangan/stimulu
dan jenis makanan Penghargaan
makanan, dan s keinginan untuk
yang dikonsumsi,
aktivitas fisis, serta makan
serta mengurangi
mencatat
makanan camilan)
perkembangannya
4.
FARMAKOTERAPI

Penekan nafsu makan


(sibutramin)
Penghambat absorbsi zat-zat
gizi (orlistat) atau
Rekombinan leptin
5. TERAPI BEDAH

SYARAT

Remaja yang mengalami kegagalan menurunkan berat badan setelah menjalani


program yang terencana 6 bulan serta memenuhi persyaratan antropometri,
medis, dan psikologis

Superobes (sesuai dengan definisi World Health Organization jika IMT 40)

Secara umum sudah mencapai maturitas tulang (umumnya perempuan 13 tahun


dan laki-laki 15 tahun)

Menderita komplikasi obesitas yang hanya dapat diatasi dengan penurunan berat
badan
Prinsip :

Mengurangi asupan Mengurangi absorbsi


makanan atau makanan dengan cara
memperlambat membuat gastric bypass
pengosongan lambung dari lambung ke bagian
dengan cara gastric akhir usus halus
banding
PENCEGAHAN

PRIMER
1. Mendorong susu asi ekslusif sampai 6 bulan

2.a. menawarkan makanan baru secara berulang serta menghindari


minuman manis
b. Tidak membatasi jumlah makanan dan selingan yg di konsumsi anak

3. Menghindari TV di dalam kamar tidur, Anak harus bermain aktif


4. Menghindari minuman susu yg berlebih >480-720mL/hari . Minuman
manis dan konsumsi jus

Orang tua harus berperan selektif dan aktif menjadi contoh


Sekunder

Nilai IMT paling rendah adalah


disebut sebagai adiposity rebound.
Waktu terjadinya adiposity
rebound merupakan periode kritis
untuk perkembangan obesitas
pada masa anak. Adiposity
rebound yang terjadi lebih dini dan
cepat (<5 tahun) berhubungan
dengan peningkatan risiko
obesitas
Mendeteksi early dan sindrom
adiposity rebound.metabolik di
kemudian
Anak mengalami hari
peningkatan IMT pada tahun pertama
kehidupan. Indeks massa tubuh menurun setelah usia 9-
12 bulan dan mencapai nilai terendah pada usia 5-6
tahun.
Tersier

Mencegah komorbiditas
Prinsip tatalaksana harus dipertimbangkan jarena
faktor pertumbuhan tumbuh kembang pada anak
terutama pada masa emas pertumbuhan otak.
Biasanya karena sulit sehingga melakukan jalan
pintas yaitu dier tendah lemak dan kalori, atau obat
1.Diet
2.Peningkatan aktivitas fisik
3.Modifikasi perilaku

PEMBAHASAN
KASUS
Anamnesis Teori

Pasien dengan status gizi obesitas Obesitas :


perawakan normal datang Suatu kelainan yang ditandai dengan
dengan keluhan kegemukan penimbunan jaringan lemak tubuh
yang dirasakan 3 tahun secara berlebihan.
terakhir ini dengan adanya
berat badan yang terus
bertambah. Keluhan disertai
dengan adanya malas
beraktivitas dan lebih mudah
capek. Keluhan riwayat
keluarga terdapat pada ib
pasien.
Teori
Pemeriksaan Fisik

Ditandai dengan :
Pemeriksaan fisik
Wajah membulat
didapatkan dari pipi tembem
wajahnya bulat, dagu rangkap
dengan chubby cheeks, leher relatif pendek
leher pendek, dagu dada yang membusung dengan
rangkap, abdomen
payudara yg membesar
yang membuncit perut membuncit
disertai apple shape dinding perut yang berlipat
body. Tungkai berbentuk X dengan
pangkal paha bagian dalam
bergesekan
Pada anak laki-laki : penis kecil
Bentuk fisik dibedakan
Apple Shape body (android) =
Lemak > dibagian atas tubuh
Pear shape body (gynoid) =
Lemak > dibagian bawah tubuh
Intermediate
TERIMAK

ASIH