Anda di halaman 1dari 24

KONSTIPASI PADA

HIPERKALSEMIA AKIBAT
KEGANASAN
PEMBIMBING: dr. ADLIN HERRY SP.PD KGEH
FINASIM
KONSTIPASI
konsistensi feses
yang keras

frekuensi BAB 2 mengejan


kali seminggu Menurut dengan keras
atau kurang.1 Holson: saat BAB

rasa tidak tuntas


saat BAB, meliputi
25% dari
keseluruhan BAB
FAKTOR RISIKO KONSTIPASI
Faktor-Faktor Risiko Konstipasi

Obat-obatan
Golongan analgetik, Golongan diuretic
NSAID, Antasida alumunium

Kondisi Neurologis
Stroke
Trauma medulla spinalis
Gangguan Metabolik
Hiperkalsemia
Hipokalemia
Hipotiroid

Kausa Psikologis
Psikosis
Dimensia
Depresi

Penyakit-penyakit Saluran Cerna


Kanker colon, Divertikel
Ileus, Hernia
PROSES DEFEKASI
gerakan peristaltic usus Feses masuk dan
besar yang menghantarkan meregangkan ampula
feses ke rectum untuk dari rectum diikuti
dikeluarkan relaksasi dari sfingter
anus interna

Otak menerima rangsang


keinginan untuk BAB dan
sfingter anus eksterna reflex kontraksi dari
sfingter anus eksterna
diperintahkan untuk dan konstraksi otot
relaksasi. sehingga dasar pelvis yang
rectum mengeluarkan dipersarafi oleh saraf
pudendus
isinya dengan bantuan
konstraksi otot dinding
perut.
DIAGNOSIS

Px. Penunjang
- px.
Laboratorium
Anamnesa Px. fisik - Anuskopi
- ro. Polos
abdomen
PENATALAKSANAAN
FARMAKOTERA
NON FARMAKOTERAPI PI
Memperbesar dan
melunakkan massa feses
(Ex. Methyl selulose)
Latihan Usus Melunakkan dan melicinkan
Besar feses (ex. Decusate)
Golongan osmotic yang
Diet tinggi serat tidak diserap, aman untuk
penderita ginjal (ex.
Olahraga Lactulose)
Merangsang peristaltic (ex.
Bisakodil)
HIPERKALSEMIA
MEKANISME TERJADI
HIPERKALSEMIA

peningkatan absorpsi
kalsium dari traktus
gastrointestinal

penurunan ekskresi
kalsium ginjal

peningkatan resorpsi
kalsium tulang
PENYEBAB HIPERKALSEMIA

Hiperparatiroidi Insufisiensi
sme Adrenal
Intoksikasi
Tumor ganas
vitamin A
Intoksikasi
Sarkoidosis
Vitamin D
HIPERKALSEMIA PADA KEGANASAN
Hiperkalsemia terjadi
MANIFESTASI KLINIS
pada 20% sampai
30% dari pasien
yang memiliki Neurologis:kelelahan, kelesuan
keganasan Umum:dehidrasi, polidipsia,
poliuria, pruritis. Kelemahan dan
nyeri tulang
GI:anoreksia, mual dan muntah,
sekitar 50% dari pasien penurunan berat badan, konstipasi,
tersebut meninggal ileus dan sakit perut.
dalam waktu 30 hari Jantung: interval QT memendek,
atau 2-6 bulan setelah interval PR yang memanjang,
didiagnosa. gelombang T melebar, ventrikel
dan aritmia atrium dan bradikardia
PENATALAKSANA
AN
KOREKSI KALSIUM
Bifosfonat
(Zoledronic Acid)
Kalsitonin
Diukur serum total Plicamycin
kalsium (mg/dL) + Gallium nitrat
{4,0-serum albumin Glukokortikoid
(g/dL) x 0,8} Fosfat
Dhenosumab
Dialisis
LAPORAN KASUS
Nama : Ny. Amna
Umur : 60 Tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Status Menikah : Menikah
Agama : Islam
Pekerjaan : Guru
Alamat : Dedalu, Aceh Tengah
Tanggal Masuk : 23 Desember 2016
Tanggal Pemeriksaan : 30 Desember 2016
No. RM : 120438
ANAMNESA

KELUHAN UTAMA KELUHAN TAMBAHAN


Pasien datang dengan keluhan lemas sejak tadi
pagi, lemas dirasakan setelah pasien
mengkonsumsi obat fleet enema, kemudian
disertai menggigil. Pasien juga mengeluhkan
Lemas dan tidak bisa buang air besar, keluhan tersebut
tidak bisa sudah berlangsung selama 15 hari yang lalu,
keluhan disertai mual, nyeri perut, nyeri tulang,
buang air
dan nafsu makan berkurang. Nyeri perut
besar dirasakan terus menerus pada seluruh lapangan
perut. Sedangkan nyeri tulang hanya terasa
pada bahu kanan dan kedua tungkai atas, nyeri
tulang dirasakan hilang timbul dalam beberapa
hari ini. Buang air kecil dalam batas normal.
R. PENYAKIT
R. PENYAKIT DAHULU KELUARGA

Pasien pernah didiagnosa Ca.


Mammae dengan metastase ke
Kanker : Tidak Ada
hati pada kedua lobus pada Hipertensi : Tidak Ada
tahun 2014 dan telah
dilakukan kemoterapi sebanyak
Diabetes Melitus :
18 kali, 6 kali di siklus pertama Disangkal
dan kedua serta 12 kali di Asma : Disangkal
siklus ketiga, sedangkan
pasien harus melaksanan
kemoterapi sebanyak 24 kali,
namun karena kondisi pasien
sangat lemah tidak
memungkinan untuk
melanjutkan kemoterapi.
Riwayat penyakit lain seperti
hipertensi, diabetes melitus,
dan asma tidak ada.
R. PENGGUNAAN
OBAT STATUS PRESENT

Fleet Enema tanggal 23 Keadaan Umum : Lemas


Desember 2016 Kesadaran : Compos mentis
Kemoterapi siklus I protokol Vital Sign
trastuzumab + docetaxel Tekanan Darah : 130/70 mmHg
pada tanggal 19 januari Heart Rate : 90 x/i
2015, berupa: ondancetron,
: 20 x/i
RR
dexamethason, ranitidin, T : 38,9 O C
difenhidramin, herceptin, Status Gizi
taxotere. Pada siklus II dan
Berat Badan : 71 kg
III pasien tidak ingat obat
yang digunakan. Tinggi Badan : 165 cm
IMT : 26,1 kg/ (Obesitas I)
PEMERIKSAAN FISIK

Kepala: Normochepali
Rambut : Rambut putih ( faktor usia), sedikit rontok (efek kemoterapi)
Mata : Conjungtiva palpebra inferior anemis (-/-), sklera ikterik (-/-), refleks cahaya (+/+), pupil
isokor (+/+)
THT : Dalam batas normal
Bibir : Sianosis (-)
Leher: JVP (-), Pembesaran KGB (-), Deviasi Trakea (-)
Thorax
Inspeksi : Bentuk dada normal, pergerakan dinding dada simetris (-), tipe pernafasan thoracal
abdominaln, retraksi intercostal (-)
Palpasi : Stem fremitus simetris
Perkusi : Sonor
Auskultasi : Vesikuler (+/+), wheezing (-/-), rhonki (-/-)
Cor
Inspeksi : Ictus cordis tidak terlihat
Palpasi : Ictus cordis tidak teraba
Perkusi : Dalam batas normal
Auskultasi : Dalam batas normal
Abdomen :
Inspeksi : Distensi (-), jaringan parut (-)
Palpasi : Nyeri tekan di Regio Hipocondriaca dextra dan Epigastrium
Perkusi : Timpani
Auskultasi : Peristaltik (+)
KGB : Dalam Batas Normal
Extremitas : Udem (-/-), akral dingin (-/-)
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Hb : 14,4 gr/dl 22 05 Januari 07 10
LED : 35 mm/jam
Desember 2017 Januari Januari
21 Leukosit : 6.000/
Desember Trombosit : 230.000/ 2016 2017 2017
Kalium : Kalium : 3 Kalsium Kalium : 2,5
2016
22 SGOT : 161 U/L
3,3 mmol/L Total mmol/L
Desember SGPT: 85 U/L
2016 mmol/L :14,1

mg/dL
22 Desember 2016 Ureum : 68
mg/dL Kalsium : Natrium : 126 Natrium :
Creatinin : 1,8
15,1 mmol/L 128
03 Januari 2017 Colonoscopy dalam
mg/dL
batas normal mg/dL mmol/L
Kalsium

Ion: 2,4
11 Januari 2017 Ro. Thorax dalam
batas normal mmol/L
Diagnosis Differensial
1. Konstipasi e.c DD Hiperkalsemia akibat keganasan
Hipokalemia
Hiponatremia
Ileus
Divertikel
Hernia
2. Ca. Mammae metastase liver and bone
3. ISPA
Diagnosa Utama
Konstipasi e.c Hiperkalsemia keganasan + ca. Mammae metastase
liver and bone + hipokalemia + hiponatremia
Penjajakan
a. Darah rutin
b. Pemeriksaan Elektrolit
c. Pemeriksaan Fungsi Ginjal
d. Pemeriksaan Fungsi Hati
e. Colonoscopy
Terapi
Diit Tinggi Serat
IVFD NaCl 0,9% 20 gtt/i
IVFD Paracetamol 1 FLS/12j
IVFD Ciprofloxacin 1 FLS/ 12j
Fleet Enema 1 FLS/hari
Inj. Alinamin F 1A/12j
Inj. Ondancetron 1A/12j
Liver prime 1x1
Prognosis
Hiperkalsemia pada pasien dengan kanker
menandakan prognosis yang sangat buruk
dengan sekitar 50% dari pasien tersebut
meninggal dalam waktu 30 hari dari
diagnosis,atau 2-6 bulan setelah didiagnosa.
FOLLOW UP HARIAN PASIEN
Tanggal Perjalanan Penyakit Tindakan/Terapi

30/12/2016 S/ lemas(+), BAB (-) 7 hari, menggigil (+), demam (-), mual (+), nyeri perut (+), nyeri tulang IVFD NaCl 0,9% 20 gtt/i

(H-8) (+), dan nafsu makan berkurang (+). IVFD Aminofusin Hepar 1 FLS/hari

O/ KU: Lemas IVFD Paracetamol 1 FLS/8j

TD: 110/70mmHg Inj. Alinamin F 1A/12j

HR: 80x/i Inj. Ondancetron 1A/12j

RR: 20x/i Liver prime 1x1

T: 36,4 C
O
KSR 1x1

Px. Fisik Laxadyn Syr 3xC1

Mata: anemis(-), ikterik (-) Fleet enema Syr 3xC1

Thorax: Ves(+)

Abdomen: Distensi (-), NT Hipocondriaca Dextra, timpani, peristaltik (+)

Extremitas: edema (-)

A/ konstipasi e.c hiperkalsemia + ca. Mammae metastase hepar

31/12/2016 S/ lemas(+), BAB (-) 8 hari, menggigil (+), demam (-), mual (+), nyeri perut (+), nyeri tulang O2 2-4 L/i

(H-9) (+), sesak (+), dan nafsu makan berkurang (+). IVFD NaCl 0,9% 20 gtt/i

O/ KU: Lemas IVFD Aminofusin Hepar 1 FLS/hari

TD: 120/80mmHg IVFD Paracetamol 1 FLS/8j

HR: 80x/i Inj. Alinamin F 1A/12j

RR: 20x/i Inj. Ondancetron 1A/12j

T: 36,7 C
O
Liver prime 1x1

Px. Fisik KSR 1x1

Mata: anemis(-), ikterik (-)

Thorax: Ves(+)

Abdomen: Distensi (-), NT Hipocondriaca Dextra, timpani, peristaltik (+)

Extremitas: edema (-)

A/ konstipasi e.c hiperkalsemia + ca. Mammae metastase hepar


01/01/2017 S/ lemas(+), BAB (+) 6 kali, menggigil (+), demam (-), mual (+), nyeri Diit bubur kecap

(H-10) perut (+), nyeri tulang (+), sesak (+), dan nafsu makan berkurang O2 2-4 L/i

(+). IVFD NaCl 0,9% 20 gtt/i

O/ KU: Lemas IVFD Aminofusin Hepar 1 FLS/hari

TD: 120/80mmHg IVFD Paracetamol 1 FLS/8j

HR: 80x/i Inj. Alinamin F 1A/12j

RR: 20x/i Inj. Ondancetron 1A/12j

T: 37,4O C Liver prime 1x1

Px. Fisik KSR 1x1

Mata: anemis(-), ikterik (-)

Thorax: Ves(+) P/ Colonoscopy selasa

Abdomen: Distensi (-), NT Hipocondriaca Dextra, timpani, peristaltik

(+)

Extremitas: edema (-)

A/ konstipasi e.c hiperkalsemia + ca. Mammae metastase hepar

17.00 Wib Konsul : setiap infus aminofusin hepar pasien merasa

gelisah dan panas.

Instruksi: tetesan dikecilkan, jika tetap tidak tahan maka di aff

sementara
02/01/2017 S/ lemas(+), BAB (-) 1 hari, menggigil (+), demam (+), mual (-), nyeri perut Diit bubur kecap

(H-11) (+), nyeri tulang (+), sesak (-), dan nafsu makan berkurang (+). IVFD NaCl 0,9% 20 gtt/i

O/ KU: Lemas IVFD Aminofusin Hepar 1 FLS/hari

TD: 110/70mmHg IVFD Paracetamol 1 FLS/8j

HR: 82x/i Inj. Alinamin F 1A/12j

RR: 20x/i Inj. Ondancetron 1A/12j (K/P)

T: 39,0 O
C Liver prime 1x1

Px. Fisik KSR 1x1

Mata: anemis(-), ikterik (-)


10/01/2017 S/ lemas(+), BAB (-) 9 hari, menggigil (-), demam (-), mual (-), nyeri perut (+), nyeri tulang (+), nyeri

(H 20) pinggang (-), sesak (+), batuk kering (+), pilek (+) dan nafsu makan berkurang (+).

O/ KU: Lemas

TD: 120/80mmHg

HR: 80x/i

Na: 128 RR: 20x/i

K : 2,5 T: 36,4 O
C

Px. Fisik

Mata: anemis(-), ikterik (-)

Thorax: Ves(+)

Abdomen: NT (-)

Extremitas: edema (-)

A/ konstipasi e.c hiperkalsemia + ca. Mammae metastase hepar dan bone + Hiponatremia + Hipokalemia +

ISPA
11/01/2017 S/ lemas(+), BAB (+) 6 kali, menggigil (-), demam (-), mual (-), nyeri perut (+), nyeri tulang (+), nyeri pinggang (-), sesak

(H 20) (+), batuk kering (+), pilek (+) dan nafsu makan berkurang (+).

O/ KU: Lemas

TD: 90/60mmHg

HR: 80x/i

RR: 20x/i

T: 36,9 O
C

Px. Fisik

Mata: anemis(-), ikterik (-)

Thorax: Ves(+)

Abdomen: NT (-)

Extremitas: edema (-)

A/ konstipasi e.c hiperkalsemia + ca. Mammae metastase hepar dan bone + Hiponatremia + Hipokalemia + ISPA
COLONOSCOPY RO. THORAX
TERIMA KASIH