Anda di halaman 1dari 72

Diagnosis Banding

Demam dengan Ruam


Preceptor : Lia Marlia, dr.,Sp.A

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI DOKTER ILMU KESEHATAN ANAK


RS AL ISLAM BANDUNG
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM BANDUNG
2017
Pendahuluan

Ruam pada anak sering terjadi akibat infeksi sistemik


dan disertai demam

Eksantema adalah suatu penyakit yang


bermanifestasi sebagai erupsi difus pada kulit yang
berhubungan dengan penyakit sistemik yang
biasanya disebabkan oleh infeksi.
Mekanisme terjadinya lesi kulit adalah kerusakan sel
akibat invasi organisme patogen, produksi toksin oleh
organisme, dan respons imun host.
Etiologi

Virus penyebab terbanyak


Diurutkan :
1st Disease : Campak / measles
2nd Disease : Rubella
3rd Disease : varicella-zooster
5th Disease : Parvovirus B19
6th Disease : Roseola infantum (virus
herpes 6 dan 7)
Diagnosis Banding 1. Riwayat
penyakit adanya
infeksi serta data
imunisasi

5. Hasil Lab Uji 2. Gejala


Diagnostik prodromal

3. Gambaran
4. Gejala /karakteristik ruam
patognomik (lokasi dan pola
penyebarannya)

Erythematous Rashes
1. Scarlet Fever
(Scarlatina)
Etiologi : Streptococcus grup A
Masa inkubasi : 1 7 hari, rata-rata 3 hari
Cara penularan: Melalui droplet dari pasien
yang terinfeksi atau karier.
Fokus infeksi : Faring dan tonsil, jarang
pada luka operasi atau lesi kulit.
Ciri : mirip dengan streptococal pharyngitis.
Manifestasi klinis :
Sakit kepala, nyeri abdomen, nyeri tenggorokan
Karakteristik :
Ruam nya sangat kecil, konfluens, ditemukan red papul di daerah
trunk dan ekstrimitas.
Keluhan pasien yang sering : ruam yang gatal di daerah lipatan
khususnya inguinal dan antecubital yang membentuk garis
kemerahan = Pastias line
Pada dahi dan pipi tampak merah dan halus, tapi didaerah sekitar
mulut sangat pucat (circumoral pallor).
Pada lidah didapatkan eritema dan edema sehingga memberikan
gambaran strawberry tongue (tanda patognomonik).
Kulit kasar
Setelah 7-10 hari : desquamasi
2.
Staphylococcal
Scarlet Fever
Tidak ada circumoral pallor/Strawberry
tongue.
Erytematous skin biasanya nyeri ketika
ditekan
Deskuamasi terjadi setelah 1 minggu
3. Toxic Shock
Syndrome
Disebabkan oleh Grup A streptrococcus / S.
Aureus
Manifestasi klinis : Demam, diare ringan,
dizziness, hypotension.
Lidah merah dan bengkak, generalized
scarlet fever-like rash; non purulent
conjunctivitis, kadang terdapat sub
conjungtival hemorage, dan subcutaneous
edema.
Lab :
WBC > 15.000 dengan terdapat banyak
neutrofil imatur
HB
ESR sangat
Urinalysis : proteinuria, pyuria, dan mild
hematuria
Treatment :
Penicillin (sambil menunggu hasil kultur)
Nafcillin/ vancomylin IV dan clindamycin
4. Erythema
infectiosum Fifth
Disease
Etiologi : human parvovirus B19
Infeksi parvovirus B19 memproduksi ruam yang
berkembang dalam 3 stage.
Early : eritemarash pada pipislapped cheeks atau
memiliki gejala sistemik malaise dan demam ringan.
Later : makular or makulopapular, pruritus red rash pada
extensor dan limb.
3rd Phase : Ruam nya terulang kembali (bisa ditrigger oleh
cahaya matahari / hot water)
5. Kawasaki Disease
Kawasaki disease (KD) atau
mucocutaneuous lymph node syndrome
adalah salah satu vaskulitis akut pada anak
yang paling banyak ditemui.

Etiologi : belum diketahui secara pasti.


Manifestasi Klinis KD

1. Fase Akut

2. Fase Subakut

3. Fase Konvalesens
Manifestasi klinis penyakit kawasaki
Strawberry Tongue
Lab :
Leukositosis (shift to the left)
Slight anemia
Thrombocytosis
CRP
ESR
Serum IgM dan IgE
serum amino transferase
Gambaran Klinis dan Laboratorium Lain

Cardiac : Other :
Nonpurulent meingitis
Acute myocarditis Hydrops of gallbladder
Acute mitral insufficiency Obstructive jaundice
Coronary artery Diare, abdominal pain, ileus
aneurism / trombosis Pancreatitis
Athralgia, arthritis
Pericardial effusion Sterile pyuria, urethritis
Uveitis, frequent and mild
parotitis
Hyponatremi, hypokalemi
Psoriatic Skin Lesion
Distal Limb Ischemia
Facial nerve palsy
Treatment

1. Aspirin 3. Kortikosteroid
Pada fase akut, aspirin
diberikan dengan dosis 80-
100 mg/kg/hari dalam 4
dosis, dikombinasi dengan
IVIG.
2. IVIG
Pasien KD diterapi
dengan IVIG 2 g/kg
dalam infus tunggal
bersamaan dengan
aspirin. Jika mungkin,
IVIG paling baik diberikan

Measles Like Illness
6. Campak
(measles/rubeola/morbil
i)
Etiologi : Morbillivirus (fam. Paramixoviridae)
Masa inkubasi : 8-12 hari.
Masa penularan : 2 hari sebelum gejala prodromal
sampai 4 hari timbulnya erupsi.
Cara penularan melalui droplet.
Gejala :
Demam dengan suhu 38,5C atau lebih
Ruam yang menetap 3 hari atau lebih
1 / lebih gejala : cough, conjungtivitis or
coryza
Manifestasi Klinis

Prodromal

Eruption

Convalesent
Prodromal :
Coryza,Cough, Conjungtivitis, Koplik spots, Demam
ringan-sedang, Konjungtivitis dengan fotofobia.
Erupsi :
ditandai dengan suhu tinggi 40 40,50C, ruam khas :
makulopapular eritromatosus di mulai dari kepala,
kemudian menyebar ke badan dan ekstremitas.
Kovalesens :
Ruam menjadi makula hiperpigmentasi dan skuama,
serta gejala-gejala hilang.
Treatment

Tidak ada pengobatan yang spesifik untuk morbili.


Simptomatik diberikan antipiretik dan terapi suportif: Vitamin
A dosis tinggi, untuk anak umur 6 bulan-1tahun : 100.000 unit
dosis tunggal peroral; untuk anak umur >1tahun :200.000
unit dosis tunggal peroral, kemudian diulangi pada hari ke-2
dan 4 minggu kemudian bila telah didapat tanda defisiensi
vitamin A.
Komplikasi

Common Respiratory Dissemination of


Complication : Tuberculosis / Fungal
Cervical lymphadenitis, infection
bacterial pharyngitis, Subacute Sclerosing
Otitis media non panencephalitis
bacterial Encelopaty in children
Intersititial pneumonia with malignancies
Acute Measles
Encephalitis
Fatal giant-cell pneumonia

Other Maculopapular Rash
7. Rubella
Etiologi : Rubivirus (fam. Togaviridae), virus RNA.
Masa inkubasi : 14 21 hari.
Masa penularan:
Sejak akhir masa inkubasi sampai 5 hari setelah timbulnya ruam.
Cara penularan melalui droplet.
Manifestasi klinis :
Masa prodromal 1-5 hari ditandai dengan demam subfebris,
malaise, anoreksia, konjungtivitis ringan, koriza, nyeri tenggorokan,
batuk dan limf denopati.
Gejala cepat menurun setelah hari pertama timbulnya ruam.
Demam berkisar 38 C 38,7 C. Biasanya timbul dan menghilang
bersamaan dengan ruam kulit.
Exantema pada rubela (Forschheimer Eksantema berupa makulopapular,
spots) ditemukan pada periode eritematosa, diskret. Pertama kali ruam
prodrodromal sampai satu hari setelah tampak di muka dan menyebar ke bawah
timbulnya ruam, berupa bercak pinpoint dengan cepat (leher,badan, dan
atau lebih besar, warna merah muda, ekstremitas) Ruam pada akhir hari
tampak pada palatum mole sampai pertama mulai merata di badan
uvula. Bercak Forsch heimer bukan tanda kemudian pada hari ke dua ruam di muka
patognomonik. mulai menghilang, dan pada hari ke tiga
ruam tampak lebih jelas di ekstremitas
Terdapat limfadenopati generalisata tapi sedangkan di tempat lain mulai
lebih sering pada nodus limfatikus menghilang.
suboksipital, retroaurikular atau
suboksipital.
Diagnosis

- Manifestasi klinis yaitu prodromal ringan, ruam


menghilang dalam 3 hari, limfadenopati retroaurikular
dan suboksipital.
- Isolasi virus, virus ditemukan pada faring 7 hari
sebelum dan 14 hari sesudah timbulnya ruam.
- Serologis dapat dideteksi mulai hari ke tiga
timbulnya ruam.
8. Roseola Infantum
(exanthema
subitum)
Etiologi

oleh human herpesvirus (HHV) type 6 (HHV-


6) dan pada 10% to 30% kasus oleh HHV-7.
HHV-6 and HHV-7 besar, berkapsul, virus
DNA rantai ganda, famili herpes virus.
Manifestasi klinis

Etiologi : Human herpes virus tipe 6 (HHV6)


Masa inkubasi : Sulit ditentukan karena kontak tidak
diketahui.
Manifestasi klinis:
- Perjalanan penyakit dimulai dengan demam tinggi
mendadak mencapai 40-40,60C, anak tampak iritabel,
anoreksia, biasanya terdapat koriza, konjungtivitis dan
batuk. Demam menetap 3-5 hari dan menurun secara
mendadak ke suhu normal disertai timbulnya ruam.
Ruam tampak pertama kali di punggung dan menyebar ke leher,
ekstremitas atas muka, dan ektremitas bawah.
- Ruam berwarna merah muda, makulopapular, diskret, jarang
koalesen sehingga mirip dengan lesi rubela.
- Lamanya timbul erupsi 1-2 hari, kadang dapat hilang dalam
beberapa jam. Ruam hilang tidak meninggalkan bekas berupa
pigmentasi atau deskuamasi.
Diagnosis:
Manifestasi klinis penurunan hitung leukosit.

Petechial-purpuric rashes
and Vasculitis
9. Meningococcemia
Etiologi : Neisseria meningitidis (kuman Gram negatif )
Masa inkubasi : 2-10 hari
Manifestasi klinis:
Infeksi nasofaring ringan
Bakteriemia tanpa sepsis
Meningokoksemia fulminan tanpa meningitis
Meningitis dengan/tanpa mening okoksemia
Meningokoksemia kronik
- Masa prodromal berupa nyeri tenggorokan, 2-8 jam kemudian diikuti
dengan demam tinggi, nausea dan diare.
- Ruam berupa petekie pada kulit, jarang di membran mukosa. Berwarna
merah, papula/ makula terdapat pada ekstremitas dan badan.
Diagnosis:
Pewarnaan Gram dan kultur dari darah, lesi kulit dan cairan serebrospinal.
Terapi:
- Inisial terapi dengan antibiotik ampisilin dan kloramfenikol atau
sefalosporin generasi ketiga.
Setelah hasil kultur positif maka diberikan penisilin G 250.000 300.000
U/kg/hari dibagi dalam 6 kali pemberian selama 7-10 hari. Jika alergi
terhadap penisilin, diberikan kloram fenikol 100mg/kg/hari (maksimal 4
gram/hari).

Vesicular and Bullous
Rashes
10. Varicella
(chickenpox)
Chickenpox disebabkan infeksi primer varicella zoster virus.
Secara klasik terdapat gejala prodormal pendek berupa nyeri
tenggorokan, demam.
Setelahnya varicella menyebabkan lesi vesikular yang bulat, gatal,
di scalp dan trunk. Lesi ini menjadi pustular lalu akan menjadi
krusta lalu akan menghilang tanpa membentuk scarring, jika tidak
terjadi superinfeksi. Membran mukosa dapat terlibat.
Jika varicella terjadi pada kuit yang luka/rusak seperti eczema
risiko penyakit serius menjadi lebih tinggi dan monitoring serta
pengobatan yang hati-hati diindikasikan.
Gejala Klinis

Stadium prodromal
Timbul setelah 14-15 hari masa inkubasi,
dengan timbulnya ruam kulit disertai
demam yang tidak begitu tinggi serta
malaise. Pada anak yang lebih besar ruam
didahului oleh demam selama 2-3 hari
sebelumnya, menggigil, malaise, nyeri
kepala, anoreksia, dan bisa juga ada nyeri
tenggorok dan batuk
Stadium erupsi
Ruam muncul di muka dan kulit kepala,
menyebar ke badan dan ekstremitas. Ruam
lebih jelas pada bagian badan yg tertutup .
Penyebaran bersifat sentrifugal. Gambaran
yg menonjol = perubahan dari erythema
makula mjd papul, vesicle, pustul, dan mjd
krusta dalam wkt 8-12 jam. Krusta lepas
dalam waktu 1-3 minggu.
11. Herpes Zooster
Disebabkan oleh virus yang sama oleh penyebab chickenpox
VZV tapi terjadi karena reaktivasi VZV, yang bertahan laten di
sel saraf.

Karakteristik ruam berupa erupsi vesikel pada distribusi


dermatomal, walaupun mungkin terdapat satu atau dua spot
diluar dermatom.
Karateristik ruam vesikular herpes zoster biasananya mengenai
single dermaom dan jarang melewati midline.
Rasa nyeri jarang terjadi pada anak-anak, walaupun anak yang
lebih tua terkadang memiliki lesi yang nyeri. Walaupun zoster
sering sering terjadi pada anak dengan imunokompromise, tapi
tidak sering terjadi pada anak normal.

12. Hand-Foot-
Mouth Disease
(HFMD)
Etiologi : Coxsackievirus
Cara penularan : droplets
Masa inkubasi : 4-6 hari.
Manifestasi klinis :
- Masa prodromal ditandai dengan panas subfebris, anoreksia, malaise dan
nyeri tenggorokan yang
timbul 1-2 hari sebelum timbul enantem.
Eksantem timbul lebih cepat dari pada enantem. Enantem adalah
manifestasi yang paling sering
pada HFMD.
Lesi dimulai dengan vesikel yang cepat menjadiulkus dengan
dasar eritem,ukuran 4-8 mm yang kemudian menjadi krusta,
terdapat pada mukosa bukal dan lidah serta dapat menyebar
sampai palatum uvula dan pilar anterior tonsil. Eksantema
tampak sebagai vesiko pustul berwarna putih keabu-abu an,
berukuran 3-7 mm terdapat pada lengan dan kaki termasuk
telapak tangan dan telapak kaki, pada permukaan dorsal atau
lateral, pada anak sering juga terdapat di bokong. Lesi dapat
berulang beberapa minggu setelah infeksi, jarang menjadibula
dan biasanya asimptomatik, dapat terjadi rasa gatal atau nyeri
pada lesi. Lesi menghilang tanpa bekas.
Diagnosis:
Manifestasi klinis dan isolasi virus dengan preparat Tzank.

Terimakasih