Anda di halaman 1dari 17

Dibuat Oleh :

Devi Gusvita Sari


(021150063)
PENGAWETAN
Sri Arianti Surbakti
MAKANAN (021150067)
DENGAN CARA Angga Hutri Dwi Saputro
PEMANISAN (021150071)
Rizka Ari Nurhasti
(021150078)
Muh Dzikra Afnanta
Teknologi Bahan
Makanan
(021150084)
A. Pengertian Pengawetan Makanan

Pengawetan makanan adalah cara yang digunakan untuk


membuat makanan memiliki daya simpan yang lama dan
mempertahankan sifat-sifat fisik dan kimia makanan. Dalam
melakukan pengawetan makanan perlu memperhatikan beberapa
hal, yaitu jenis bahan makanan yang diawetkan, keadaan bahan
makanan dan cara pengawetan yang dipilih.
B. Tujuan Pengawetan Makanan

1. Memperpanjang umur simpan bahan makanan (lamanya suatu produk


dapat disimpan tanpa mengalami kerusakan).

2. Mempertahankan sifat fisik dan kimia bahan makanan.

3. Mencegah atau memperlambat laju proses dekomposisi bahan


makanan.

4. Mencegah pertumbuhan mikroba yang menggunakan pangan sebagai


substrat untuk memproduksitoksin didalam pangan.

5. Mencegah kerusakan yang disebabkan oleh faktor lingkungan


termasuk serangan hama.
6. Mencegah atau memperlambat kerusakan mikrobial, dilakukan
dengan cara:

. Mencegah masuknya mikroorganisme (bekerja dengan


aseptis);

. Mengeluarkan mikroorganisme, misalnya dengan proses


filtrasi;

. Menghambat pertumbuhan dan aktivitas mikroorganisme


misalnya dengan penggunaan suhu rendah, pengeringan,
penggunaan kondisi anaerobik atau penggunaan pengawet
C. Cara-CaraPengawetan makanan

1. Pengawetan makanan secara Biologi

2. Pengawetan makanan secara Kimia

3. Pengawetan makanan secara Fisika


1. Pengawetan makanan secara Biologi

Dengan Fermentasi

Pengawetan secara biologis, misalnya peragian (fermentasi)


adalah proses produksi energi dalam sel dalam keadaan anaerobik
(tanpa oksigen). Gula adalah bahan yang umum dalam fermentasi.
Beberapa contoh hasil fermentasi adalah etanol, asam laktat, dan
hidrogen. Ragi dikenal sebagai bahan yang umum digunakan
dalam fermentasi untuk menghasilkan etanol dalam bir, anggur
dan minuman beralkohol lainnya.
2. Pengawetan makanan secara Kimia

Bahan pengawet dari bahan kimia berfungsi membantu mempertahankan


bahan makanan dari serangan mikroba pembusuk dan memberikan
tambahan rasa sedap. Pengawetan bahan makanan secara kimia
menggunakan bahan-bahan kimia, seperti gula pasir, garam dapur, nitrat,
nitrit, natrium benzoat, asam propionat, asam sitrat, garam sulfat, dan
lain-lain. Apabila jumlahpemakaiannya tepat, pengawetan dengan bahan-
bahan kimia dalam makanansangat praktis karena dapat menghambat
berkembang biaknya mikroorganismeseperti jamur atau kapang, bakteri,
dan ragi
Pemanisan

Penambahan gula adalah suatu proses pengolahan yang dilakukan


dengan cara pemberian gula dengan tujuan untuk mengawetkan karena
air yang ada akan mengental pada akhirnya akan menurunkan kadar air
dari bahan pangan tersebut. Konsentrasi gula yang ditambahkan
minimal 40% padatan terlarut sedangkan di bawah itu tidak cukup
untuk mencegah kerusakan karena bakteri, apabila produk tersebut
disimpan dalam suhu kamar atau normal (tidak dalam suhu rendah).
Contoh makanan dengan pengawetan pemanisan adalah manisan buah.
Manisan buah adalah buah-buahan yang direndam dalam larutan
gula selama beberapa waktu. Teknologi membuat manisan
merupakan salah satu cara pengawetan makanan yang sudah
diterapkan sejak dahulu kala. Perendamanan manisan akan
membuat kadar gula dalam buah meningkat dan kadar airnya
berkurang. Keadaan ini akan menghambat pertumbuhan mikroba
perusak sehingga buah akan lebih tahan lama.
Pada awalnya manisan dibuat dengan merendam pada larutan
gula hanya untuk mengawetkan. Ada beberapa buah yang hanya
dipanen pada musim-musim tertentu. Saat musim itu, buah akan
melimpah dan kelebihannya akan segera membusuk apabila tidak
segera dikonsumsi. Untuk itu manusia mulai berpikir untuk
mengawetkan buah dengan membuat manisan. Manisan juga
dibuat dengan alasan memperbaiki cita rasa buah yang tadinya
masam menjadi manis.
Macam-macam Jenis Pemanis
Makanan
Bahan Pemanis Alami

Pemanis alamimerupakan bahan pemberi rasa manis yang


diperoleh dari bahan-bahan nabati maupun hewani. Contoh :
Gula tebu
Gula merah
Madu
Kulit kayumanis
Bahan Pemanis Buatan

Pemanis buatanadalah senyawa hasil sintetis laboratorium yang


merupakan bahan tambahan makanan yang dapat menyebabkan rasa manis
pada makanan.
Pemanis buatan tidak atau hampir tidak mempunyai nilai gizi. Sebagaimana
pemanis alami, pemanis buatan juga mudah larut dalam air. Beberapa
pemanis buatan yang beredar di pasaran di antaranya adalah sebagai berikut.
Aspartan
Sakarin
Siklamat
Sorbitol
Asesulfam K, dll
Perbedaan Pemanis Alami dengan Pemanis Buatan
Dampak Penggunaan Pemanis

Dampak Positif

- Pemanis dapat di gunakan dalam berbagai produk makanan dan minuman.

- Pemanis dapat meningkatkan cita rasa dan aroma, memperbaiki sifat sifat
fisik, sebagai pengawet, memperbaiki sifat sifat kimia.

- Merupakan salah satu sumber kalori bagi tubuh.

- Pemanis buatan dapat membantu dalam manajemen mengatasi kelebihan


berat badan, control glikosa darah dan kesehatan gigi.
Dampak Negatif

- Pemanis sintetis dipasarkan sebagai satu produk diet, tapi ini sama sekali bukanlah
produk untuk diet. Kenyataannya, ini dapat menyebabkan berat tubuh bertambah
karena dapat membuat kecanduan karbohidrat.Membuat berat tubuh Anda
bertambah hanyalah sebuah hal kecil yang dapat dilakukan oleh pemanis sintetis

- Pemanis sintetis adalah bahan kimia beracun yang dapat merubah kimiawi pada
otak dan sungguh mematikan bagi orang yang menderita parkinson.

- Bagi penderita diabetes, hati-hatilah bila mengkonsumsi untuk jangka waktu lama
atas produk yang mengandung pemanis dengan kadar gula tinggi karena dapat
menyebabkan koma, bahkan meninggal.
THANK

YOU