Anda di halaman 1dari 24

MORNING

REPORT
MIOMA UTERI
Oleh:
Ayu Puspitaning Dewi (201320401011

Pembimbing:
dr. Prima Isnaeni

RSU AMINAH BLITAR


KASUS MORNING REPORT
Nama: Ny. S
Usia : 45 tahun
Alamat : Maron RT 03/ RW 07, Kademangan
Pendidikan : SLTP
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Agama : Islam
IDENTITAS
Suku : Jawa
MRS : 07/10/2015
Jam MRS : 06.40 wib
SUBYEKTIF

KU : Menstruasi lama dan banyak


RPS:
Pasien datang dengan keluhan menstruasi lama dan banyak pada bulan Agustus 2015,
lama menstruasi 15 hari dan setiap hari ganti pembalut sebanyak 3 kali selalu penuh,
darah mens berwarna merah segar dan kadang disertai gumpalan, nyeri dirasakan saat
keluar gumpalan banyak, nyeri terasa seperti saat menstruasi biasanya. Lemas badan
(-), mual (-), muntah (-), BAK dan BAB normal. Px. mengatakan sudah
memeriksakan pada bulan Agustus dan diberikan obat kemudian perdarahan berhenti,
kemudian bulan September kembali mengeluh mens lama dan banyak.
RPD : DM (-), HT (-)
RPK : DM (-), HT (-)

Riwayat Haid
Menarche: 14 tahun
Siklus: 28 hari
Lama: 5-6 hari
Disminorhea (+)
Riwayat Menikah :
1 x selama 25 tahun
Riwayat KB : suntik 3 bulan

Riwayat ANC :
-
Riwayat Haid :
HPHT : 20 9 2015
TP : -
UK : -
Riwayat Persalinan :
P 30003 A000
OBYEKTIF
Status Generalis
Kesadaran : CM
TD : 120/90 mmHg RR : 20 x/mnt
N: 84 x/mnt tax : 36,3C
K/L : a+/i-/c-/d-
C/P : dbn
Ext : AHKM +/+, edema -/- , CRT < 2 dtk
Status Ginekologi
VT : uterus kesan membesar
Vulva/ vagina : fluksus (+), fluor (-)
Portio : licin, tertutup, nyeri goyang (-)
Adnexa kiri : massa (-), nyeri (-)
CU : AF ~ normal
CD : tidak menonjol
Adnexa kanan: massa (-), nyeri (-)
Pemeriksaan Penunjang
Plano Test: (-)
USG : USG menunjukkan uterus letak
AF, 62 x 56 mm, endometrium tebal
normal, massa (+) intramural 5 x 6 cm
dan adneksa D/S tidak didapatkan masa
(-) kesimpulan : mioma uteri
intramural
Assessment :
Mioma uteri intramural

Rencana :
- Konsul Sp. Obg pro histerektomi
TEORI
MIOMA UTERI
PENDAHULUAN
Mioma uteri merupakan tumor
pelvis yang terbanyak pada organ
reproduksi wanita.
Jarang sekali ditemukan pada
wanita berumur 20 tahun dan
belum pernah dilaporkan terjadi
sebelum menarche, paling banyak
ditemukan pada wanita berumur 35-
45 tahun. Setelah menopause
hanya kira-kira 10% mioma masih
DEFINISI
Mioma uteri adalah tumor jinak otot
polos uterus yang terdiri dari sel-sel
jaringan otot polos, jaringan pengikat
fibroid dan kolagen.
Mioma uteri disebut juga dengan
leiomioma uteri atau fibromioma
uteri
BATASAN
Suatu tumor jinak lapisan
miometrium, dengan sifat:
1. Konsistensi padat kenyal
2. Berbatas jelas dan memiliki
pseudokapsul
3. Bisa soliter atau multiple dengan
ukuran mulai dari mikroskopis
sampai > 50 kg
KLASIFIKASI
Submukusa
Intramural
Subserosa
Intraligamenter
Serviks
Bertangkai
(pedunculated)
Parasitik
(wandering)
DEGENERASI
Atrofi : sesudah menopause ataupun sesudah
kehamilan mioma uteri menjadi kecil
Hialin : perubahan ini sering terjadi pada mioma
yang sudah matang kemudian pertumbuhannya
terhenti akibat kehilangan pasokan nutrisi,
warnanya menjadi kekuningan, melunak atau
melebur menjadi cairan gelatin.
Kistik : setelah mengalami hialinisasi, berlanjut
dengan cairan gelatin sehingga konsistensi
menjadi kistik.
Kalsifikasi : pengendapan kalsium karbonat dan
fosfat sehingga mioma menjadi keras dan
memberikan bayangan pada foto roentgen.
DEGENERASI
Septik : defisit sirkulasi mioma menyebabkan
neksrosis yang berlanjut dengan infeksi.
Kaneus : akibat trombosis yang diikuti bendungan
dan perdarahan perubahan warna mioma.
Miksomatosa : terjadi setelah proses degenerasi
hialin dan kistik.
Degenerasi ganas
Transformasi ke arah keganasan (miosarkoma)
PATOLOGI
Mioma merupakan sebuah tumor
monoklonal yang dihasilkan dari
mutasi somatik dari sebuah sel
neoplastik tunggal Tumbuh mulai
dari benih multiple yang sangat kecil
dan tersebar pada miometrium sangat
lambat tetapi progresif. Faktor-faktor
yang mempengaruhi pertumbuhan
mioma uteri: Etrogen
Progester
on
cont..
Mioma uteri kaya akan reseptor estrogen
dengan konsentrasi lebih tinggi dari pada
di miometrium sekitarnya, tetapi lebih
rendah dibanding pada endometrium
teori Meyer menyatakan bahwa untuk
terjadinya mioma uteri harus terdapat dua
komponen penting yaitu: sel nest ( sel
muda yang terangsang) dan estrogen
(perangsang sel nest secara terus
menerus).
Cont...
Progesteron dianggap sebagai
penyeimbang estrogen tetapi efek
terhadap pertumbuhan mioma tidak
konsisten, yaitu:
- Progesteron menghambat pertumbuhan
tumor dengan dua cara yaitu:
mengaktifkan 17 - Beta
hidroxydesidrogenase dan menurunkan
jumlah reseptor estrogen pada tumor.
- Progesteron meningkatkan mitosis
down-regulasi apoptosis.
GEJALA KLINIS
Perdarahan uterus abnormal
Nyeri panggul
Penekanan
Disfungsi reproduksi
DIAGNOSIS
Gejala Subjektif
Anamnesis gejala klinis
Gejala Objektif
Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan penunjang
Penatalaksanaan
Pengobatan Konservatif
Bila anemia beri zat besi tiap 8 jam/
hari
Pemberi kombinasi vitamin sehari 1 kali
Makanan tinggi kalori tinggi protein
Pengawasan lanjutan secara berkala
setiap 3-6 bulan untuk melihat tumor
dan keluhan.
Cont...
Dalam dekade terakhir ada usaha untuk
mengobati mioma uterus dengan
Gonadotropin releasing hormone (GnRH)
agonis. Mengurangi ukuran mioma
dengan mengurangi produksi estrogen.
Cont...
Tindakan operatif
1. Pada yang masih menginginkan anak
miomektomi :
Selama pengawasan, tumor membesar > 8
cm (USG)
Keluhan perdarahan dan nyeri tidak
teratasi dengan medikamentosa
2. Pada usia 35-45 thn histerektomi +
unilateral salpingooforektomi
3. Pada usia >45 thn histerektomi +
bilateral salpingooforektomi.
Terimakasih....