Anda di halaman 1dari 14

ALIRAN-ALIRAN

PENDIDIKAN
Happy Khoirunnisa 160220303005
Alfianita Imansari 160220303006
Alfin Rhizka F 160220303007

Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial


Program Pasca Sarjana
Universitas Jember
2016
Aliran-aliran klasik dalam
pendidikan

1.Aliran Empirisme
2.Aliran Nativisme
3.Aliran Konvergensi
4.Aliran Naturalisme
Aliran Empirisme
John Locke (1704-1932)

Tabula Rasa

Lingkungan berpengaruh dalam perkembangan


anak
Aliran Nativisme
Schopenhauer (1788-1860)

Dari kata natie yang berarti terlahir.

perkembangan individu ditentukan oleh faktor


keturunan atau bawaan sejak lahir.

hasil pendidikan ditentukan oleh bakat yang dibawa


sejak lahir.
Aliran Naturalisme
J.J. Rousseau (1712-1778)

Aliran naturalisme menyatakan bahwa semua anak yang


dilahirkan pada dasarnya dalam keadaan baik.Anak
menjadi rusak atau tidak baik karena campur tangan
manusia.
Pendidikan hanya memiliki kewajiban untuk memberikan
kesempatan kepada anak untuk tumbuh dengan
sendirinya. Pendidikan hendaknya diserahkan kepada
alam.
Dalam mendidik seorang anak hendaknya dikembalikan
kepada alam agar pembawaan yang baik tersebut tidak
dirusak oleh pendidik.
Aliran konvergensi
William Stern (1871-1939)

Empirisme Nativisme

Aliran konvergensi, mengemukakan bahwa


pembawaan dan lingkungan mempunyai peran
penting dalam perkembangan individu.
Aliran ini berpendapat bahwa anak telah
memiliki pembawaan baik dan buruk sejak lahir
kedunia, perkembangan selanjutnya
dipengaruhi oleh lingkungan.
Aliran Pendidikan Modern

Aliran Progresivisme

Aliran Esensialisme

Aliran Perenialisme

Aliran Konstruktivisme
Pengaruh Aliran-aliran Pendidikan
terhadap Pemikiran dan Praktek
Pendidikan di Indonesia
GERAKAN-GERAKAN BARU DALAM
PENDIDIKAN

Pengajaran alam sekitar


Pengajaran pusat perhatian (Centres
Dinteret)
Sekolah kerja
Pengajaran proyek
ALIRAN POKOK PENDIDIKAN
DI INDONESIA

Taman Siswa
INS (Indonesiche Nederlansce School)
Taman Siswa

Taman Siswa didirikan pada tanggal 3 Juli 1922


oleh Ki Hadjar Dewantara.
Taman Siswa memiliki asas-asas sebagai berikut:
- Asas merdeka untuk mengatur dirinya sendiri
- Asas kebudayaan (kebudayaan Indonesia)
- Asas kerakyatan
- Asas kekuatan sendiri (berdikari)
- Asas berhamba kepada anak
Taman Siswa memiliki dasar-dasar pendidikan yang
disebut Panca Dharma, yaitu:

1. Kemanusiaan
2. Kodrat hidup
3. Kebangsaan
4. Kebudayaan
5. Kemerdekaan/kebebasan
Ki Hadjar Dewantara juga mengajarkan
semboyan kepada pendidik yaitu:

1. Ing ngarsa sung tuladha : Memberikan teladan


kepada peserta didik ketika berada di depan.
2. Ing madya mangun karsa : Membangun
semangat kepada peserta didik ketika berada di
tengah.
3. Tut wuri handayani : Mengarahkan peserta didik
agar tidak salah bertindak ketika berada di
belakang.
INS
(Indonesiche Nederlansce School)
School)

Sekolah yang didirikan oleh Mohammad Syafei di


Kayutanam (Padang Panjang, Sumbar).
Sekolah ini mempunyai rencana pelajaran dan metode
sendiri yang hampir mirip dengan Sekolah Kerjanya
Kershensteiner.
Syafei berpendapat bahwa dengan belajar sendiri watak
peserta didik akan terbentuk dan di kemudian hari
dapat tumbuh menjadi orang dewasa yang merdeka,
tidak hanya dengan jalan menghafal saja di sekolah.