Anda di halaman 1dari 23

Agu

R s
idh Ah
Sa a y
fa Mu ari
ru
dd tia
in

PENGEMBANGAN
STANDAR
AKUNTANSI
PEMERINTAHAN

Kelompok 3
introduction

Dalam rangka menciptakan tata kelola


pemerintahan yang baik (good governmen
governance), Pemerintah Indonesia terus
melakukan berbagai usaha untuk
meningkatkan transparansi dan akuntabilitas
pengelolaan keuangan negara, yang salah
satunya dengan melakukan pengembangan
kebijakan akuntansi Pemerintahan berupa
standar akuntansi Pemerintahan (SAP)
Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP)

SAP adalah prinsip-prinsip akuntansi


yang diterapkan dalam menyusun dan
menyajikan laporan keuangan
pemerintah dalam rangka
transparansi dan akuntabilitas
penyelenggaraan akuntansi
pemerintahan, serta peningkatan
kualitas laporan keuangan
pemerintah.
l a h p
da nsi g
, a pri an m
P - y a
SA nsip nsi dal
i
pr unta kan dan
ak erap sun n
dit nyu jika
me nya n
n me ora an h.
Berdasarka g
lap uan inta
peraturan ke mer
r inta h nomor
pe m e pe
010
71 tahun 2
t (3)
pasal 1 aya
andar
Tentang St
Akuntansi
an
Pemerintah
Prinsip Dasar Standar
Akuntansi Pemerintahan (SAP)

Substa
Basis Nilai nsi
Realis Mengu
Akunt Histori ngguli
asi
ansi s Bentuk
Formal

Pengun
Penyaji
Periodi Konsist gkapan
an
sitas ensi Lengka
Wajar
p
SEJARAH AKUNTANSI PEMERINTAH DI INDONESIA

Tahun 1975
Pada tahun ini belum ada sistem akuntansi, yang ada baru sebatas sistem administrasi atau dikenal dengan
istilah tata usaha .

Tahun 1979-1980
Sistem administrasi pemerintahan masih dilakukan secara manual, belum dikenal sistem komputerisasi
yang terintegrasi.

Tahun 1986
Dibuat desain pengembangan Sistem Akuntansi Pusat dan Sistem Akuntansi Instansi

Tahun 1987-1988
Mulai dilakukan simulasi sistem manual pada Departemen Pekerjaan Umum, Sosial, Perdagangan pada
wilayah Jakarta, Medan, dan Surabaya.

Tahun 1992
Dibentuk Badan Akuntansi Keuangan Negara (BAKUN) yang mempunyai fungsi sebagai Central
Accounting Office,

Tahun 2001-2002
1 Januari 2001 otonomi daerah dan desentralisasi fiskal serentak dilaksanakan di Indonesia
FASE I: FASE II: 2003/2004
Sebelum
FASE III 2005-
2003
Lahirnya UU KN DAN UU sekarang
PN

AKUNTANSI
AKUNTANSI MODERN
TRADISIONA
L
TONGGAK
REFORMASI
AKUNTANSI BASIS
SINGLE KAS
ENTRY MENUJU
DAN AKRUAL
BASIS
KAS
BASIS
AKRUAL
PENUH

SEJARAH AKUNTANSI PEMERINTAH DI


Pra Reformasi Keuangan
Negara (sebelum 2003)
1. Laporan Keuangan hanya Perhitungan
Anggaran Negara (PAN)
2. Sistem pencatatan akuntansi single entry;
3. Pelaporan keuangan berdasarkan basis kas;
4. Standar Akuntansi Pemerintahan belum
ditetapkan;
5. Pengolahan data belum terintegrasi secara
memadai, penyusunan laporan keuangan
bersifat sentralisasi;
6. Transaksi keuangan disajikan tidak
berdasarkan data-data yang telah
direkonsiliasi;
7. Adanya time lag yang panjang antara
pengelolaan dan pertanggungjawaban
keuangan negara.
Reformasi
Keuangan
Negara
UU 17/2003
Keuangan
Negara

UU 1/2004
Perbendaharaan
Negara

UU 15/2004
Pemeriksaan
Pengelolaan dan
Tanggung Jawab
Keuangan
Negara
Reformasi
Pengelolaan
Keuangan
1. Menteri Keuangan selaku BUN -
Chief Financial Officer (CFO)
menyelenggarakan akuntansi dan
pelaporan keuangan (SA-BUN);

2. Menteri/Pimpinan Lembaga selaku


Pengguna Anggaran - Chief
Operational Officer (COO)
menyelenggarakan akuntansi dan
pelaporan keuangan (SAI)

3. Menteri Keuangan selaku


pengelola fiskal menyusun LKPP
untuk disampaikan kepada
Presiden (selaku CEO) dalam
rangka memenuhi
pertanggungjawaban
REFORMASI AKUNTANSI
PEMERINTAH
1. 2. Pemerintah Daerah
Kementerian mengembangkan sistem
Keuangan akuntansi yang diatur dengan
mengembangk Peraturan Kepala Daerah
an sistem
akuntansi 3. Sistem akuntansi
pemerintah yang dibangun
pusat setidaknya harus
menghasilkan (1)
Laporan Realisasi
Anggaran, (2) Neraca,
(3) Laporan Arus Kas,
dan (4) Catatan atas
Laporan Keuangan
Dasar Hukum Akuntansi
Pemerintahan:
UU Nomor 1/2004, psl 51:

Menteri Keuangan/PPPKD selaku BUN/BUD


menyelenggarakan akuntansi atas transaksi
keuangan, aset, utang, dan ekuitas dana,
termasuk transaksi pembiayaan dan
perhitungannya

Menteri/pimpinan lembaga/kepala SKPD


selaku Pengguna Anggaran
menyelenggarakan akuntansi atas transaksi
keuangan, aset, utang, dan ekuitas dana,
termasuk transaksi pendapatan dan belanja,
yang berada dalam tanggung jawabnya.

Akuntansi sebagaimana dimaksud pada ayat


(1) dan ayat (2) digunakan untuk menyusun
laporan keuangan Pemerintah Pusat/Daerah
sesuai dengan standar akuntansi
pemerintahan.
LINGKUNGAN AKUNTANSI PEMERINTAHAN

Lingkungan operasional organisasi


pemerintah berpengaruh terhadap
karakteristik tujuan akuntansi dan
pelaporan keuangannya

a. Ciri utama struktur pemerintahan


dan pelayanan
Bentuk umum pemerintahan dan
pemisahan kekuasaaan
Sistem pemerintahan otonomi
dan transfer pendapatan antar
pemerintahan
adanya pengaruh proses poltik
Hub. Antara pembayar pajak dgn
pelayanan pem
b. Ciri keuangan pemerintah
Anggaran sbg pernyatan publik,
target fiskal dan sebagai alat
pengendalian
Investasi aset tidak langsung
menghasilkan pendapatan
Kemungkinan Penggunaan
akuntansi dana
DASAR HUKUM STANDAR
AKUNTANSI
PEMERINTAHAN
UU No.17/2003 pasal 32 :
Bentuk dan isi LPJ pelaksanaan
APBN/APBD disusun dan disajikan
sesuai dg Standar Akuntansi
Pemerintahan (SAP)
Standar Akuntansi disusun oleh
suatu Komite Independen dan
ditetapkan dgn PP
KOMPONEN LAPORAN KEUANGAN

KAS MENUJU AKRUAL VS


N KAS MENUJU
AKRUAL AKRUAL
O AKRUAL
1 Laporan Realisasi Laporan
. Anggaran Realisasi
Anggaran
2 Neraca Neraca
.
3 Laporan Arus Kas Laporan Arus
. Kas
4 Catatan Atas Catatan Atas
. Laporan Keuangan Laporan
Keuangan
5 - Laporan
. Operasional
6 - Laporan
. Perubahan SAL
7 - Laporan
. Perubahan
Ekuitas
Pernyataan Standar
Akuntansi Pemerintahan(PSAP)

PSAP
No. 01 Penyajian Laporan Keuangan
PSAP
No. 02 Realisasi Anggaran
PSAP
No. 03 Laporan Arus Kas
PSAP
No. 04 Catatan atas Laporan Keuangan
PSAP
No. 05 Akuntansi Persediaan
PSAP
No. 06 Akuntansi Investasi
PSAP
No. 07 Akuntansi Aset Tetap
PSAP
No. 08 Akuntansi Konstruksi dalam Pengerjaan
PSAP
No. 09 Akuntansi Kewajiban
PSAP
No. 10 Koreksi Kesalahan, Perubahan
Kebijakan Akuntansi, dan Peristiwa Luar Biasa
PSAP No. 11 Laporan Keuangan Konsolidasian
Komite Standar
akuntansi
Pemerintahan,
selanjutnya disebut
KSAP

Interpretasi
Pernyataan Standar
Akuntansi
Pemerintahan,
selanjutnya disebut
IPSAP, adalah klarifikasi,
penjelasan dan uraian
lebih lanjut atas
pernyataan SAP yang
diterbitkan oleh KSAP
KSAP terdiri dari:

1. Komite Konsutatif
Bertugas memberikan konsultasi
dan/atau pendapat dalam
rangka perumusan konsep
Rancangan Peraturan
Pemerintah tentang Standar
Akuntansi Pemerintahan.

2. Komite Kerja
Bertugas mempersiapkan,
merumuskan dan menyusun
konsep Rancangan Peraturan
Pemerintah tentang Standar
Akuntansi Pemerintahan
Tujuan dan Strategi KSAP

KSAP bertujuan meningkatkan


akuntabilitas dan keandalan
pengelolaan keuangan pemerintahan
melalui penyusunan dan
pengembangan standar akuntansi
pemerintahan, termasuk mendukung
pelaksanaan penerapan standar
tersebut
Ruang Lingkup
SAP diterpakan dilingkup pemerintah,
yaitu pusat, daerah, dan satuan
organisasi di lingkungan pemerintah
pusat/daerah, jika menurut peraturan
perundang-undangan satuan
organisasi dimaksud wajib
menyajikan laporan keuangan.

Keterbatasan dari penerapan SAP


akan dinyatakan secara eksplisit pada
setiap standar yang diterbitkan
Proses Penyiapan SAP

1. Identifikasi topik untuk dikembangkan


menjadi standar
2. Pembentukan kelompok kerja (Pokja) di
dalam KSAP
3. Riset terbatas oleh kelompok kerja
4. Penulisan draf SAP oleh kelompok kerja
5. Pembahasan draf oleh komite kerja
6. Pengambilan keputusan draf untuk
dipublikasikan
7. Peluncuran draf publikasian SAP
8. Dengar pendapat terbatas dan Dengar
pendapat publik
9. Pembahasan tanggapan dan masukkan
terhadap draf publikasian
10. Finasilsasi standar
Komite
Penetapan Standar Konsultatif
Akuntansi Pemerintahan selanjutnya
mengusulkan
kepada
Sebelum ditetapkan menjadi Presiden draf
Peraturan Pemerintah, KSAP SAP final
melalui pemerintah, meminta melalui
pertimbangan BPK RI atas draf SAP menteri
Keuangan
untuk
ditetapkan
menjadi PP