Anda di halaman 1dari 44

EVALUASI POLISOMNOGRAFI

PADA PASIEN DENGAN OBSTRUCTIVE


SLEEP APNEA DAN SPEECH DELAYED
PASKA ADENOTONSILEKTOMI

Nila Santia Dewi


Pembimbing : Dr. Farokah, Sp.THT-KL, MSi. Med.

DEPARTEMEN IK THT-KL FK UNDIP / SMFK THT-KL


RSUP Dr.KARIADI SEMARANG
2016
Pendahuluan

Obstructive Sleep Apnea (OSA) sumbatan total/sebagian jalan nafas


OSA atas yang terjadi secara berulang pada saat tidur sehingga menyebabkan
aliran udara ke paru menjadi terhambat terbangun saat tidur.

Speech Gangguan yang berhubungan dengan intensitas dan penekanan


bunyi dengan kesulitan menghasilkan bunyi yang spesifik untuk
delayed bicara atau gangguan dalam kualitas suara.

Alat uji diagnostik (baku emas) untuk mengevaluasi gangguan tidur,


PSG dilakukan pada saat malam hari di laboratorium tidur.
Tujuan Penulisan

Menambah pengetahuan mengenai


evaluasi penatalaksaan adenotonsilektomi
pada pasien dengan OSA khususnya pada
pasien speech delayed yang di evaluasi
dengan menggunakan PSG sebagai alat
uji baku emas pada pasien dengan OSA
sebelum dan sesudah dilakukan
adenotonsilektomi.
Laporan Kasus

Seorang pasien perempuan, 2th 7


bln, berat badan 12 kg, dengan
diagnosis :
Pasca Adenotonsilektomi e.c
adenotonsilitis kronik hipertrofi,
OSA, dan speech delayed.
Anamnesis

Melanjutkan program Keluhan saat ini : - Belum dapat


pemeriksaan PSG - Batuk berdahak +
menghubungkan
sebagai evaluasi. kadang-kadang, pilek
- 2 bulan lalu kata kalimat
encer +/+, demam -, tidur - Perkembangan
dilakukan operasi mengorok -, sesak nafas -,
motorik anak baik
adenotonsilektomS nafsu makan baik.
- Sebelum operasi sesuai dg
- Hanya dapat berkata
perkembangan
telah dilakukan ayah, ibu, emmoh, mba,
anak seusianya.
pemeriksaan PSG iya, ya, mam
Selama hamil selalu kontrol ke spesialis
Riwayat kandungan di RS Permata Medika
Tidak mengkonsumsi obat diluar resep
kehamilan dokter kandungan
Riwayat sakit berat saat hamil disangkal

Lahir cukup bulan dengan operasi sesar, di


Riwayat bantu oleh dr.Sp.OG di RS Permata Medika,
BB lahir 3,1kg
kelahiran Langsung menangis, sesak nafas -, kejang -,
demam -, kuning -

Ayah dan ibu bekerja


Anak diasuh oleh bude
Lain-Lain

Pasien merupakan anak ke2 dari 2 saudara
Tidak ada keluarga yang menderita sakit
seperti ini
Pemeriksaan Fisik

KU baik, kesadaran CM

Tanda vital : DBN

Ekstremitas baik, anak bisa berjalan

Hidung : discaj +/+, serous.


Tenggorok: arcus farng simetris,
Tonsil T0-T0.
Telinga : dbn
PSG sebelum dilakukan Adenotonsilektomi
(16 Feb 2016)

Hasil polisomnografi : fase tidur pasien


Hasil polisomnografi : Tipe sleep apnea pasien
Hasil polisomnografi : Gambaran saturasi oksigen
Polisomnografi

arsitektur tidur abnormal, dengan fase REM sangat


minimal
Apnea Hipopnea Index (AHI) sebesar
Rekomendasi : 1,1
Respiratory Disturbance Index (RDI) sebesar 1
Respiratory Effort hygiene
Perbaiki sleep Rlated Arousals
pasien (RERA) 0
Snoring
Memperbaiki faktor173,7
index sebesar risiko penyebab OSA
termasuk
Nilai saturasifaktor
oksigenanatomi
rata-rata 98%, terendah 67%
Denyut
Evaluasi OSArata-rata
jantung denganselama
Positivi Airway
tidur Pressure
102 kali/menit
(PAP)
Didapatkan adanya central apnea, obstructive apnea,
mixed apnea dan hipopnea. Didapatkan adanya pediatric
limb movement.
PSG setelah 2 bulan paska Adenotonsilektomi
(2 April 2016)

Hasil polisomnografi : fase tidur pasien


Hasil polisomnografi : Tipe sleep apnea pasien
Hasil polisomnografi : Gambaran saturasi oksigen
Arsitektur tidur sulit dinilai, krn waktu perekaman sangat
minimal, pasien tdk kooperatif. fase tidur REM 4 menit.
Apnea Hipopnea Index (AHI) menjadi 0
Respiratory Disturbance Index (RDI) menajdi 0
Respiratory Effort Rlated Arousals (RERA) 0
Snoring index sebesar 83,4
Nilai saturasi oksigen rata-rata 100%
Denyut jantung rata-rata selama tidur 87 kali/menit
Tidak didapatkan adanya central apnea, obstructive
apnea, mixed apnea dan hipopnea serta pediatric limb
movement.
(a) OAE (b) Timpanometri
Dari hasil pemeriksaan :
- Timpanometri telinga kanan dan kiri adalah tipe A pada
kedua telinga.
- OAE telinga kanan dan kiri pass.
- BERA telinga kanan dan kiri didapatkan gelombang V
terdeteksi hingga 20 dB, masa latensi absolut gelombang V
dalam batas normal, interpeak latensi gelombang I-III, III-V,
I-V dalam batas normal, malformasi dan amplitude
gelombang dalam batas normal.

Kesan : ambang pendengaran kedua telinga cenderung


normal
Saran : stimulasi suara
PEMBAHASAN

Obstructive Sleep Apnea (OSA) keadaan apnea


( penghentian aliran udara selama 10 detik atau lebih
sehingga menyebabkan 2-4% penurunan saturasi oksigen )
dan hipopnea ( pengurangan aliran udara > 30% untuk
minimal 10 detik dengan desaturasi oksihemoglobin > 4%
atau pengurangan dalam aliran udara > 50% untuk 10 detik
dengan desaturasi oksihemoglobin > 3%) dengan sumbatan
total atau sebagian jalan nafas atas yang terjadi secara
berulang saat tidur NREM atau REM sehingga
menyebabkan aliran udara ke paru menjadi terhambat
Obstructive Sleep Apnea dibagi menjadi 3 tipe
tipe sentral
tipe obstruksi
tipe campuran
Prevalensi OSA di negara-negara maju diperkirakan
mencapai 2-4% pada pria dan 1-2% pada wanita,
sedangkan pada anak-anak sekitar 3% dengan frekuensi
tertinggi pada usia 2-5 tahun
Kelainan yang berhubungan dengan OSA pada anak
meliputi
a) adenotonsilar hipertrofi
b) obstruksi nasal kronik termasuk stenosis koana,
septum deviasi berat, rinitis alergi, polip nasi dan tumor
nasofaring Anak perempuan usia 2th 7
bln Adenotonsilar hipertrofi
c) Down syndrome
d) obesitas
e) Achondroplasia
f) Laryngomalacia
g) Cerebral palsy, dan lain-lain
Gejala
Mendengkur
mengantuk yang berlebihan pada siang hari
rasa tercekik waktu tidur
Apnea
Mendengkur, sering terbangun
Nokturia karena sesak nafas, terlihat
sakit kepala pada pagi hari seperti tercekik saat tidur,
mudah tersinggung henti nafas.
Depresi
kelelahan yang luar biasa
insomnia
KUESIONER

Berlin Questionnaire

STOP Questionnaire

STOP-Bang Questionnaire

Epworth Sleepiness Scale

Pediatric Sleep Questionnaire


Pediatric Sleep Questionnaire digunakan untuk
mendiagnosis OSA dan Excessive Daytime Sleepiness
pada anak usia 2-18 tahun
Kuesioner ini memiliki sensitivitas 81-85% dan spesifitas
87%
Pada pasien ini tidak bisa dilakukan screening dengan
kuesioner karena interaksi sulit
Keterlambatan bicara adalah istilah yang dipergunakan
untuk mendeskripsikan hambatan pada kemampuan
bicara, dan perkembangan bahasa pada anak-anak, tanpa
Ada beberapa
disertai literatur yang
keterlambatan aspekmengatakan, anak yang
perkembangan lainnya.
menderita adenoid hipertrofi dapat menyebabkan
Beberapa laporan menyebutkan
keterlambatan bicara.angka kejadian gangguan
bicara dan bahasa berkisar 2,3%-24,6%.
Salah satu faktor risiko yang menyebabkan keterlambatan
bicara adalah faktor lingkungan, termasuk peran ibu.
Selain itu kelainan organ bicara seperti lidah pendek,
kelainan bentuk gigi dan mandibula (rahang bawah),
kelainan bibir sumbing, deviasi septum nasi, adenoid atau
kelainan laring.
Anak perempuan usia
2 tahun 7 bulan
Adenotonsilar
hipertrofi
Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan fisik dilakukan pada hidung, orofaring,


Pada hipofaring dapat ditemukan kolapsnya
hipofaring, laring, leher untuk menentukan adanya
dinding faring lateral, tumor hipofaring, hipertrofi
obstruksi pada bagian tersebut
tonsil lingual, retrognathia dan micrognathia

PadaPada hidung
orofaring dapat
dapat ditemukan
dijumpai deviasi
palatum septum, hipertrofi
molle
adenoid, tonsila
yang besar, hipertrofi tumor atau polip nasal
palatina,
makroglosia, penebalanhipertrofi
(banding)konka
dinding
posterior faring
Pada laring tampak paralisis pita suara dan tumor
laring
pada leher perlu diukur lilit leher
Nasofaringoskopi serat optik adalah teknik yang
digunakan untuk evaluasi jalan nafas.
Alat iniPasien
adalahinipenting
tidak dilakukan nasoendoskopi
untuk identifikasi seratdan
tempat
optik. Dilakukan X-Foto Ran
lokasi obstruksi : nasal, retropalatal atau retrolingual
kesandaerah
Dengan tujuan mencari adenotonsilar
potensial obstruksi saluran
nafas
hipertrofi
Diagnosis pasti penderita OSA ditegakkan melalui
polisomnografi.
Polisomnografi adalah pemeriksaan gold standard untuk
mendiagnosis OSA yang digunakan untuk melihat
episode berhentinya aliran udara yang berulang diikuti
dengan hilangnya upaya ventilasi dan berhentinya
gerakan nafas karena hilangnyahilangnya pergerakan
tulang iga, abdomen dan aktivitas elektromiografi
diafragma.
Polisomnografi merupakan alat uji diagnostik untuk
mengevaluasi gangguan tidur yang dilakukan pada
malam hari di laboratorium tidur.
Pemeriksaan terdiri dari elektro ensefalogram (EEG),
elektro miogram (EMG), elektrookulogram (EOG),
parameter respirasi, elektrokardiogram (ECG), saturasi
oksigen dan mikrofon untuk merekam dengkuran.
Penderita dimonitor selama 6 jam 10 menit
OSA paling banyak diklasifikasikan
Apnea Hipopnea Index menurut
(AHI) sebesar 1,1
American Academy of Sleep Medicine yaitu :

Kriteria Dewasa Anak (1-12


tahun)
AHI >5 >1
Saturasi Oksigen < 85% <92%
minimun
Klasifikasi lain yang dihubungkan dengan
Respiratory Disturbance Index (RDI) dan beratnya
hipoksemi seperti berikut :

RDI Sa02 (%)


ringan 5-20 >85
sedang 21-40 >65-84
berat >40 <65

Respiratory Disturbance
Index (RDI) sebesar 1
Nilai saturasi oksigen rata-
rata 98%
Ringkasan

Obstructive Sleep Apnea (OSA) adalah sumbatan total


atau sebagian jalan nafas atas yang terjadi secara
berulang saat tidur.
Adenotonsilar hipertrofi merupakan kelainan yang
berhubungan dengan OSA pada anak.
Polisomnografi adalah pemeriksaan gold standard
untuk mendiagnosis OSA.
Tata laksana OSA pada anak adalah
adenotonsilektomi guna memperbaiki faktor anatomi.
Ringkasan
NO Penilain Pre ATE Post ATE

1 Arsitektur tidur Abnormal Sulit dinilai

2 Fase REM Sangat minimal Minimal


3 Nilai AHI 1,1 0
4 Nilai RDI 1 0
5 Nilai RERA 0 0
6 Arousal 1x tanpa didahului -
sesak nafas
7 Arousal index 0,1 -
8 Snoring index 173,7 83,4
NO Penilain Pre ATE Post ATE

9 Saturasi O2 rata-rata 98% 100%

10 Saturasi terendah 67% -


11 Saturasi tertinggi 100% -
12 Nadi ata-rata selama tidur 102x/menit 87x/meit
13 Nadi terendah 52x/menit 61x/menit
14 Nadi tertinggi 127x/menit 127x/menit
15 Central apnea + -
16 Obstructive apnea + -
17 Mixed apnea + -
18 Pediatric limb movement + -
Pediatric Daytime Sleepiness Scale (PDSS)
Scoring:
4= Very often, Always
3=Often, Frequently
2=Sometimes
1=Seldom
0=Never
Please answer the following questions as honestly as you can by
circling one answer.
1. How often do you fall asleep or get drowsy during class periods?
Always Frequently Sometimes Seldom Never
2. How often do you get sleepy or drowsy while doing your
homework?
Always Frequently Sometimes Seldom Never
3. *Are you usually alert most of the day?
Always Frequently Sometimes Seldom Never
4. How often are you ever tired and grumpy during the day?
Always Frequently Sometimes Seldom Never
5. How often do you have trouble getting out of bed in the
morning?
Always Frequently Sometimes Seldom Never
6. How often do you fall back to sleep after being awakened in
the morning?
Always Frequently Sometimes Seldom Never
7. How often do you need someone to awaken you in the
morning?
Always Frequently Sometimes Seldom Never
8. How often do you think that you need more sleep?
Always Frequently Sometimes Seldom Never
*reverse score this item
Abnormal values: 6th and 7th grade: >26, 8th grade >30
PERBEDAAN OSA PADA ANAK & DEWASA

Pediatric OSA Adult OSA


Age Preschool Elderly
Gender Equal M>F
Etiology Adenoid/ Tonsil hypertrophy Obesity
Weight Normal, or obese Obese
Behavioral Hyperactive Somnolent
Sleep
architecture Normal Decreased delta and REM sleep
Surgical Rx Adenotonsilectomy Uvulopalatopharyngopla
Medical Rx CPAP (rarely) CPAP
4 types of PAP

CPAP (Continuous Positive Airway Pressure)


BPAP (Bi-level Positive Airway Pressure)
APAP (Auto titrating Positive Airway Pressure)
ASV (Adaptive Servo Ventilator)