Anda di halaman 1dari 16

GEMAR MENGKONSUMSI MIE DAN

NASI
MIE INSTAN
Mie instan merupakan makanan cepat
saji yang paling banyak di konsumsi
oleh masyarakat, karena cara
pembuatannya yang sangat mudah.
Di dunia ada sekitar 43,7 triliun bungkus mie
yang tercatat di konsumsi setiap tahun
Tahun 2013, Cina menduduki urutan pertama
dengan 46,2 milyar bungkus mie, Indonesia 14,9
milyar bungkus, dan jepang 5,5 milyar bungkus.
Indonesia berada pada urutan ke-2 dengan rata-
rata konsumsi mie instan dari tahun 2011-2015
adalah 14,1 milyar pertahunnya.
KANDUNGAN MIE INSTAN
Mie merupakan makanan yang berbahan
dasar tepung, yang dalam proses
pembuatannya ditambahkan minyak sayur,
garam, natrium polifosfat (pengemulsi,
penstabil dan pngental), natrium karbonat
dan kalium karbonat (pengatur keasaman),
tartrazine (pewarna kuning).
Bumbu mie instan ada garam, cabe, dan
bumbu lainnya yang tak lepas dari zat aditif
seperti MSG (Monosodium glutamat) sebagai
penguat rasa.
NILAI GIZI MIE INSTAN
Mie instan sangat praktis, tapi kandungan
gizinya tidak lengkap.
Kandungan utama dari mie instan adalah
karbohidrat. Ada juga protein tepung
(gluten), dan lemak.
Tinggi kalori, kurang zat gizi seperi vitamin,
mineral, dan serat.
1 takar mi instan (80 gram) menghasilkan
energi sekitar 400 kkal (20% dari kebutuhan
harian total = 1.800 2.400 kkal)
Energi dari minyak sekitar 170-200 kkal
KEKURANGAN MIE INSTAN
Memiliki kandungan natrium yang tinggi, yang
berasal dari garam dan bahan pengembangnya
(natrium Tripolifosfat).
Makan mie instan lebih cepat lapar dibanding
makan nasi, karena nasi mengandung
karbohidrat kompleks yang memberi efek
kenyang lebih lama, sedangkan karbohidrat
dalam mie instan sifatnya lebih sederhana
sehingga lebih mudah diserap, sehingga menjadi
cepat lapar.
Natrium tidak baik untuk penderita maag dan
hipertensi
Maag = natrium menetralkan asam lambung ,
jadi lambung akan mengeluarkan asam yang
lebih banyak untuk mencerna makanan, tapi
banyaknya asam lambung akan berakibat
pada pengikisan dinding lambung rasa
perih
Hipertensi = natrium akan meningkatkan
tekanan darah karena ketidak simbangan
antara natrium dan kalium dalam darah dan
jaringan.
NASI
Merupakan salah satu makanan
pokok, yang mengandung
karbohidrat, vitamin D,
kalsium, serat, besi, dan
sodium.
Megandung karbohidrat yang
merupakan sumber energi
utama
1 porsi nasi (105 gr) = 135 kkal
MIE INSTAN + NASI
Mie 400 kkal + nasi 1 porsi (105 gr) 135 kkal =
535 kkal (>20% kebutuhan energi total)
Kebutuhan energi total perhari=
wanita dewasa = 1,800 2,000 kkal
pria dewasa = 2,200 2,400 kkal
RESIKO
Kandungan natrium dalam mie instan sangat
tinggi yang bila dikonsumsi terus menerus akan
mengakibatkan ketidak seimbangan natrium
dan kalium dalam tubuh sehingga bisa memicu
peningkatan tekanan darah dan penyakit
jantung.
Mie instan mengandung MSG, bila
mengkonsumsi MSG >12 gr , mengakibatkan
mual-mual ataupun terjadi reaksi alergi jika
konsumsi terlalu banyak
MSG juga memicu hipertensi, asma, kanker,
diabetes, penurunan kecerdasan
Secara normalnya, makanan yg masuk
kedalam tubuh dicerna akan menjadi gula
dan menyebabkan pankreas menghasilkan
hormon insulin. Makan banyak+ kalori tinggi ,
maka hormon insulin tinggi, mengakibatkan
pankreas mengalami gangguan, sehingga
timbullah penyakit diabetes atau kencing
manis.
Karbohidrat yang bertumpuk akan dipecah
menjadi lemak, dan bila lemak bertumpuk
tidak hanya dihati. Jika lemak jahat yang
diproses di sistem pencernaan dan dikirim ke
hati, maka akan berakibat gangguan pada
organ hati. Dan juga dapat berakibat
obesitas.
PENYAKIT YANG DIAKIBATKAN
Diabetes
Hipertensi
Stroke
Gagal jantung
Gangguan ginjal
Kerusakan hati
RUMOR
Banyak yang bilang mie dilapisi oleh lilin, sehingga mie
menjadi tidak lengket dan tidak menggumpal.
Benarkah ?

Jawabannya, tidak benar.


Karena setelah diperiksa, badan POM mengatakan
tidak ditemukan adanya bahan lilin pada mie instan.
Yang membuat mie tidak lengket dan menggumpal
adalah minyak sayur yang ditambahkan dalam mie
pada saat pembuatan mie.
Walaupun tidak di lapisi lilin, bukan berarti
mie baik untuk kesehatan. Mie mengandung
bahan pengawet, penguat rasa dan garam
yang berlebih dapat beresiko menyebabkan
berbagai penyakit.
Jadi jika ingin mengkonsumsi mie instan,
disarankan 1 kali saja dalam seminggu, dan
mengkonsumsumsinya tidak dengan nasi.
TERIMA KASIH
ATAS
PERHATIANNYA