Anda di halaman 1dari 44

Laporan Kasus

Ketuban Pecah Dini


Mochamad Arga Zaqi Mubaraq
Pembimbing:
dr. Agriana Puspitasari Sp. OG
KEPANITRAAN KLINIK
BAGIAN ILMU KEBIDANAN DAN KANDUNGAN
RSUD BUDHI ASIH
PERIODE MEI JULI 2016
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TRISAKTI
JULI 2016
Pendahuluan
Ketuban pecah dini (KPD):
masalah penting dalam obstetri berkaitan
dengan penyulit kelahiran prematur dan
terjadinya infeksi korioamnionitis sampai sepsis,
yang meningkatkan morbiditas dan mortalitas
perinatal dan menyebabkan infeksi ibu
Insidensi ketuban pecah dini terjadi 10% pada
semua kehamilan. Pada kehamilan aterm
insidensinya bervariasi 6-19%, sedangkan pada
kehamilan preterm insidensinya 2% dari semua
kehamilan.
Laporan Kasus
IDENTITAS PASIEN
Nama : Ny. K
Nomor CM : 906261
Usia : 26 tahun
Alamat: Kp. Pondok Ranggon, Bekasi.
Pekerjaan : Perawat
Pendidikan : D3
Agama: Islam
Status Pernikahan : Menikah
Masuk Rumah Sakit : 29 Juni 2016
Anamnesis

Autoanamnesis

Sabtu 2 Juli 2016 pada pukul 06.00 WIB

Keluar air-air (+) dari jalan lahir sejak pukul 08.00


WIB

Mulas (+)
Anamnesis
Koitus Bidan:
terakhir tes
perut nitrazine
terasa (lakmus)
mulas (+)

4 hari 08.00 08.30 10.00


SMRS

Keluar UGD: tes


air-air nitrazine
(+), (lakmus)
mulas (+), DJJ
(+), flek baik (135
lendir dpm),
darah CTG baik
Anamnesis
Anamnesi Demam (-), nyeri perut (-), mual (-), muntah (-),
s keputihan (-)

HPHT: 24 September 2015; TPL: 1 Juli 2016

ANC >4x di RSUD Budhi Asih; USG dilakukan 4x


di RSUD Budhi Asih

RPD: Riwayat Trauma (-), riwayat keputihan


(flour albus) (-), Hipertensi (-), Diabetes Melitus
(-), Asma (+), Alergi makanan atau obat-obatan
(-)
Anamnesis
Anamnesi Riwayat Obstetri : I. Hamil ini. Pasien tidak
s pernah mengalami abortus.

Riwayat Ginekologi : menarche usia 14 tahun,


durasi menstruasi 7 hari, siklus 28 hari,
volume 1-3 pembalut/hari (85-250 cc/hari).
Nyeri haid dirasakan pada hari pertama dan
kedua.
Riwayat kebiasaan : OS merokok (-), alcohol
(-)
Pemeriksaan Fisik
Tanda
KU
Kesadaran : Vital
Compos 120/80
Mentis

Status gizi :
BB
BB 58
58 kg
kg
TB N: 80 x
TB 157 cm
157 cm

RR: 20x

Suhu: 36,6C
Status Generalis
Status Generalis
Pemeriksaan laboratorium
29 Juli 2016 30 Juli 2016
Jenis Hasil Satuan Nilai Rujukan
Pemeriksaan
Jenis Hasil Satuan Nilai
Hematologi
Darah Rutin Pemeriks Rujukan
Leukosit 11.200 /L 3800-10600 aan
Hb 10,9 g/dl 13,2-17,3
Ht 32 % 40-52
Hematologi
Trombosit 227.000 Ribu/L 150000-
450000
Faal Darah Rutin
Hemostatis
Waktu 3.00 menit 1-6
Leukosit 18.400 /L 3800-
Perdarahan
Waktu 12.00 menit 5-15 10600
Pembekuan Hb 10,3 g/dl 13,2-17,3
KIMIA KLINIK
GDS 68 Mg/dl <110
Ht 33 % 40-52
IMUNOSEROL
OGI
Anti-HIV Non Reaktif Non Reaktif
Trombosit 220 Ribu/L 150000-
(Screening/Ra 450000
pid Test)
HEPATITIS Non Reaktif Non Reaktif
HBsAg
Kualitatif
USG
USG dilakukan tanggal 27 Mei 2016:
Janin Tunggal hidup
Presentasi kepala, punggung kiri
Aktivitas janin normal, DJJ (+)
Diameter Biparietal (BPD) 88,9 mm
Panjang Femur (FL) 67,8 mm
Taksiran Berat Janin 2522 gram
Plasenta di corpus posterior
Cairan amnion cukup
Jenis kelamin laki-laki
Kesimpulan: Hamil 36 minggu presentasi kepala janin hidup
Anjuran: rencana ANC 1 minggu
Catatan Kemajuan
Persalinan
29 Juni 2016
14.00 Pasien G1P0A0 hamil 39-40 minggu datang dari UGD
dengan keluar air-air (+) sejak pukul 08.00 SMRS,
mulas (+) sejak pukul 08.30 WIB
Kesadaran : Compos Mentis
TD : 120/80 mmHg
HR : 84x
RR 20x
S : 36,5
St. Obs:
TFU 28cm
DJJ: 139-140 dpm
LI: Bokong
LII: Punggung kiri
LIII: Presentasi Kepala
LIV: Konvergen
Pemeriksaan dalam:
Portio: tebal lunak, pembukaan 1 cm
Ketuban: hijau
Kepala: H I

Terpasang infus drip ceftriaxone 1 gram 28 tpm
Catatan Kemajuan
15.30
Persalinan Drip habis Asering 500cc
Induksi persalinan:
Oksitosin 5 IU dalam asering 500cc 20 tpm

19.00 DJJ: 148-150 dpm


Vaginal Toucher:
Portio: tebal lunak diameter 1 cm longgar
Ketuban: hijau
Kepala: H I

21.00 Kesadaran : Compos Mentis


TD : 130/90 mmHg
HR : 72x
RR 20x
S : 36,5
St. Obs:
TFU 28cm
DJJ: 136-1138 dpm

Terpasang drip oksitosin 5 IU 20 tpm
Konsultasi dr Agriana P Sp. OG persiapkan SC

22.00 VT ulang:
Portio: tebal kaku, diameter 1 cm,
Ketuban: hijau
Kepala H I

Infus Oksitosin Asering 500cc 20 tpm
Pro SC

Rencana Penatalaksanaan

Non-Medikamentosa (Diagnostik):
Observasi KU TTV
Observasi His dan DJJ
Medikamentosa (Managemen Aktif)
Ceftriaxone 1 gram
Induksi Persalinan (Oksitosin 5 IU dalam
Asering 500cc 20 tpm)
Tindakan:
Jika induksi gagal Pro Sectio Cesarean
Prognosis

Ad Vitam : Ad Bonam
Ad Fungsionam : Ad Bonam
Ad Sanationam : Ad Bonam
Follow ups
30 Juni 2016
S Nyeri luka operrasi (+), BAB (-), Flatus (+), BAK terpasang kateter (1100cc) mual (-), demam (-)
Darah nifas 1x ganti pembalut penuh, ASI -/-

O TD: 130/80 Mata: CA -/- SI -/-


N : 80x Jantung: SI/II reg m- g-
RR: 20x Pulmo: SNV +/+ Rh-/- Wh-/-
S :36,7 Abd: Supel, BU 2x, NT -
Eks: oedem -/-
St. Obstetri:
ASI: -/-, nyeri (-), kemerahan (-), rasa panas (-),
benjolan (-)
TFU: 1 jari < pusat, kontraksi baik
Lochia: 1x ganti pembalut (penuh)
Luka: rembes (-), darah (-)

A P1A0 post SC a/I KPD 15 jam dan gagal induksi nifas hari pertama
P Observasi KU TTV Tab co amoxiclav 3x625 mg
Observasi Kontraksi Uterus Tab Asam Mefenamat 3x500mg
Observasi lochia Tab Ferofort 1x1 tab
Motivasi ASI
Follow ups
1 Juli 2016
S Nyeri luka operrasi (+), BAB (-), Flatus (+), BAK (N) mual (-), demam (-)
Darah nifas 4x ganti pembalut penuh, ASI </<

O TD: 130/80 Mata: CA -/- SI -/-


N : 84x Jantung: SI/II reg m- g-
RR: 18x Pulmo: SNV +/+ Rh-/- Wh-/-
S :36,7 Abd: Supel, BU 2x, NT -
Eks: oedem -/-
St. Obstetri:
ASI: </<, nyeri (-), kemerahan (-), rasa panas (-),
benjolan (-)
TFU: 2 jari < pusat, kontraksi baik
Lochia: 4x ganti pembalut (1/2 penuh)
Luka: rembes (-), darah (-)

A P1A0 post SC a/I KPD 15 jam dan gagal induksi nifas hari kedua
P Observasi KU TTV Tab co amoxiclav 3x625 mg
Observasi Kontraksi Uterus Tab Asam Mefenamat 3x500mg
Observasi lochia Tab Ferofort 1x1 tab
Motivasi ASI
Follow ups
2 Juli 2016

S Nyeri luka operasi berkurang, BAB (-), Flatus (+), BAK (N) mual (-), demam (-)
Darah nifas 2x ganti pembalut penuh, ASI </<

O TD: 120/80 Mata: CA -/- SI -/-


N : 80x Jantung: SI/II reg m- g-
RR: 18x Pulmo: SNV +/+ Rh-/- Wh-/-
S :36,7 Abd: Supel, BU 2x, NT -
Eks: oedem -/-
St. Obstetri:
ASI: +/+, nyeri (-), kemerahan (-), rasa
panas (-), benjolan (-)
TFU: 2 jari < pusat, kontraksi baik
Lochia: 2x ganti pembalut (1/2 penuh)
Luka: rembes (-), darah (-)

A P1A0 post SC a/I KPD 15 jam dan gagal induksi nifas hari ketiga

P Observasi KU TTV Tab Co amoxiclav 3x625 mg


Observasi Kontraksi Uterus Tab Asam Mefenamat 3x500mg
Observasi lochia Tab Ferofort 1x1 tab
Analisis Masalah
Keluar air-air
Nitrazine
Diagnosti test
Indikasi USG
ketuban k
pecah Observasi
kontraksi uterus tanda
Trauma & dan peregangan
infeksi (-) uterus mulas infeksi
(+)
Koitus 4
hari SMRS Antibiotik
ceftriaxone 1
Terapi gram
Induksi
persalinan
Analisis Masalah
ketuban berwarna hijau
Planning
Diagnostik:
Ketuban
bercampur
mekonium
observasi DJJ,
CTG ulang

Stress pada janin

Induksi
persalinan
Cairan amnion
kontraksi hindari
kegawatan janin
penekanan pada janin
dan tali pusat
Selaput Ketuban

Terdiri dari 2 lapis: Amnion & Korion


Amnion
lapisan terdalam, kontak dengan janin dan
cairan amnion
licin, tipis, ulet, dan transparan
kekuatan regang membrane
menutupi permukaan fetal plasenta
sampai insersio tali pusat, berlanjut
sebagai pembungkus tali pusat, tegak
lurus hingga umbilikus janin
Selaput ketuban
Korion
membrane eksternal
terbentuk dari vili-vili sel telur yang
berhubungan dengan desidua kapsularis
melekat pada
lapisan uterus
Cairan amnion
meningkat jumlahnya seiring dengan
perkembangan kehamilan
warna putih, agak keruh, serta
mempunyai bau yang khas, agak amis
dan manis
BJ1.008, 98% air, sisanya garam
anorganik dan bahan organik lain:
lanugo, sel-sel epitel dan verniks kaseosa.
Protein 2,6% g per liter (albumin)
Cairan amnion
Fungsi:
Proteksi : melindungi janin terhadap trauma dari
luar.
Mobilisasi : memungkinkan ruang gerak bagi janin.
Homeostasis: menjaga keseimbangan suhu dan
lingkungan asam basa (pH)
Mekanik : menjaga keseimbangan tekanan dalam
seluruh ruang intra uterin.
Pada persalinan, membersihkan atau melicinkan
jalan lahir dengan cairan steril sehingga melindungi
bayi dari kemungkinan infeksi jalan lahir.
Ketuban pecah dini

WHO: Rupture of the membranes


before the onset of labour
Etiologi

Pengaruh dari luar (infeksi) enzim


proteolitik
Serviks inkompeten
Faktor keturunan (ion Cu serum
rendah, vitamin C rendah dan kelainan
genetik)
Multipara, grandemultipara
gangguan embrionik
Overdistensi (hidramnion, gemeli,
trauma, CPD, makrosomia)
Mekanisme
Diagnosis

Anamnesis: keluar air-air (+), bau amis-


manis, tidak dapat ditahan, faktor
resiko: trauma, koitus, keputihan
Pemeriksaan fisik:
Adanya keluar cairan
Inspekulo:
Keluar cairan (+) pooling dengan
valsava
Keadaan serviks
Test nitrazine (+)
Diagnosis

Tes makroskopis: keringkan di gelas


objek gambaran ferning
Kultur: penyebab infeksi
Laboratorium:
AFP
Darah dan urine lengkap
Tes pakis
Lakmus
Diagnosis

USG:
Oligohiramnion

Tanda Infeksi:
Demam
Leukosit
Perubahan cairan ketuban
Penatalaksanaan
Konservatif
Tidak ada penyulit
Antibiotik
Usia kehamilan <32 rawat sampai Ketuban
tidak keluar
Usia kehamilan 32-37mgg pematangan
paru >37 mgg terminasi
Tanda inpartu (+)
Tanda infeksi (-) tokolitik
Tanda infeksi (+) antibiotik + induksi
persalinan
penatalaksanaan

Aktif
Usia kehamilan > 37 mgg induksi SC
Tanda infeksi (+) antibiotika dosis tinggi
KETUBAN PECAH 37 MINGGU
INFEKSI NON- INFEKSI NON-INFEKSI
INFEKSI
Penisilin Amoks Penisili Lahirkan bayi
Gentamisin ilin + n Berikan penisilin atau
Metronidazol Eritro Genta ampisilin
Lahirkan bayi misin misin
untuk Metron
7 hari idazol
Steroid Lahirk
untuk an
pemat bayi
angan
paru
Antibiotik setelah persalinan
PROFILAKSIS INFEKSI NON-INFEKSI
Stop antibiotik Lanjutkan untuk 24-48 Tidak perlu
jam setelah bebas antibiotik
panas
Komplikasi

Persalinan prematur
Infeksi korioamnionitis
Asfiksia dan Hipoksia janin
Sindroma deformitas janin
Prognosis

Diperngaruhi beberapa faktor:


Usia kehamilan
Adanya infeksi/sepsis
Faktor risiko/penyebab
Ketepatan diagnosis awal
Penatalaksanaan
Korioamnionitis

Definisi:
infeksi intraamniotik adalah inflamasi akut
pada membrane dan korion plasenta
Infeksi asenden membran intak / -
Infeksi hematogen
Etiologi

Berasal dari infeksi traktus urogenitalis


STI
mycoplasma saluran genitalia seperti
Ureplasma sp dan Mycoplasma hominis
Listeria monocytogenes
Epidemiologi

1-4 % kelahiran
Sekitar 40-70% KPD pada kehamilan
preterm
1-13% KPD pada kemahilan aterm
Faktor Resiko
KPD terutama KPD lama
Partus lama
Nulipara
Etnis
Pemeriksaan vagina multiple
Cairan ketuban yang terkontaminasi meconium
Merokok, alkoholisme dan penyalah gunaan obat-obatan
Imunne-compromised
Anestesi epidural
Kolonisasi streptococcus group B
Infeksi menular seksual
Patofisiologi
Infeksi retrograde
Infeksi anterograde
Responinflamasi
Pelepasan mediator inflamasi
Korioamnionitis
Sepsis ibu dan janin defisit neurologis
Faktor yang dapat mencegah:
Membran intak
Mucus serviks
Peroksida flora normal
Diagnosis
Tanda gejala: (utama pemeriksaan dalam
resiko)
Demam > 38C
Perabaan fundus lunak + Nyeri
Cairan amnion purulen dan berbau
Faktor resiko (KPD)
Penunjang:
Lab darah (leukosit )
CRP
Kultur cairan amnion
PA tali pusat
Tatalaksana

Tegakkan diagnosis segera


Antibiotik :
ampisilin 3x1000mg ,
gentamisin 5mg/kgBB/hari,
metronidazole 3x500mg
Klindamisin setiap 8 jam
Antipiretik
Uterotonika (post partum)