Anda di halaman 1dari 100

Sosialisasi

Materi bagi Peserta & Fasilitator


Kesehatan Kerja Terintegrasi

pada Nelayan, Penyelam dan


Keluarga

Dinas Kesehatan Kabupaten 1


I. Faktor Risiko/Bahaya dan Upaya Upaya Penanganan,
Kegawatdaruratan serta Tips Kesehatan dan Keselamatan pada
Nelayan
II. Faktor Risiko/Bahaya dan Upaya Upaya Penanganan,
Kegawatdaruratan serta Tips Kesehatan dan Keselamatan pada
Penyelam
III. Faktor Risiko dan Permasalahan Kesehatan di Daerah/Masyarakat
Nelayan dan Upaya Penanganan
IV. Penutup

Materi bagi Peserta dan Fasilitator


@2014 2
Materi I

FAKTOR RISIKO/BAHAYA, KEGAWATDARURATAN DAN


UPAYA UPAYA PENANGANAN SERTA TIPS KESEHATAN
DAN KESELAMATAN PADA NELAYAN

3
Perlukaan Karakteristik
Gigitan Ular Pembekakan di sekitar gigitan
Sengatan Jangan menarik penyengat keluar.
serangga Gunakan ujung tajam atau yang
serupa untuk merobek kantung
racun di permukaan kulit.
Sengatan Biasanya nyeri, ruam merah
ubur-ubur terbatas pada daerah kontak
langsung. Lesi bisa bertahan hari/
minggu. Sengatan parah dapat
menyebabkan kelemahan, sakit
kepala, muntah, demam,
menggigil, kejang otot, kesulitan
bernapas, dapat mengalami shock.
The box jellyfish's venom is among the most deadly in the world, containing toxins that attack the heart,
nervous system, and skin cells.
http://animals.nationalgeographic.com/animals/invertebrates/box-jellyfish/
Photograph by David Doubilet
Jellyfish envenomation . Pruritic and painful papules in a linear arrangement on the
leg, appearing after contact with jellyfish.
Fitzpatricks Color Atlas & Synopsis of Clinical Dermatology
Klaus Wolff, Richard Allen Johnson, Dick Suurmond
Copyright 2005, 2001, 1997, 1993 by The McGraw-Hill Companies. All Rights
reserved
Perlukaan Pertolongan Pertama
Gigitan Ular Perawatan langsung di rumah sambil
menunggu transportasi untuk ke gawat
darurat.
Tetap tenang dan mencoba untuk
beristirahat dengan tenang.
Jika Anda tidak yakin jenis ular maka harus
memanggil ahlinya.
Lepas semua perhiasan karena
kemungkinan pembengkakan
Gunakan pena untuk menandai tepi
pembengkakan di sekitar gigitan setiap 15
menit untuk membantu dokter
memperkirakan bagaimana racun
bergerak dalam tubuh Anda.
Perlukaa Pertolongan Pertama
n
Sengatan Jika hanya mengalami kemerahan dan
serangga nyeri di tempat gigitan, maka kompres
dengan es sudah cukup.
Bersihkan area dengan sabun dan air
untuk menghilangkan partikel yang
terkontaminasi sebagai akibat residu
serangga.
Jangan menggaruk di daerah sengatan
karena hal ini dapat menyebabkan kulit
rusak dan infeksi terbentuk.
Anda dapat mengobati gatal di tempat
gigitan dengan antihistamin over-the-
counter seperti diphenhydramine
(Benadryl) dalam krim atau bentuk pil.
Calamine lotion juga membantu
Perlukaa Pertolongan Pertama
n
Sengatan 1. Angkat korban dari air
ubur-ubur 2. Hentikan sengatan:
a. Ubur-ubur di perairan bukan tropis:
Cuci dengan air laut untuk
http://www.webmd.com/fir
st-aid/jellyfish-stings-
treatment
menghentikan sengatan meluas ke
dalam sel.
b. Ubur-ubur di perairan tropis (terutama
ubur-ubur kotak):
Cuci segera dengan cuka.
Jangan gunakan air dari kran karena
akan mengaktifkan sengatan pada
sel-sel.
Pertolongan dilanjutkan sampai
mendapatkan pertolongan medis
Perlukaa Pertolongan Pertama
n
Sengatan 3. Menghilangkan racun dari sungut dan
ubur-ubur menetralkan kontaminasinya
berdasarkan rekomendasi American
http://www.webmd.com/fi
rst-aid/jellyfish-stings-
treatment
Heart Association dan American Red
Cross:
Bersihkan dengan cuka selama 30
detik dan kalau tidak ada pakai
larutan baking soda.
Rendam bagian luka dengan air
panas selama 20 menit.
Bila tidak bisa dengan air panas
maka kompres dingin bisa
digunakan.
Bila tidak memungkinkan maka
hilangkan sungut dan bersihkan
dengan air laut.
Perlukaa Pertolongan Pertama
n
Sengatan 4. Mengobati rasa sakit
ubur-ubur Gunakan krim hydrocortisone yang
ringan atau minum antihistamine
http://www.webmd.com/fi
rst-aid/jellyfish-stings-
treatment
untuk menyembuhkan gatal dan
bengkak.
5. Tindakan lanjutan
Sengatan berat: Gunakan bungkusan
es untuk mengatasi rasa sakit.
Bersihkan luka terbuka 3 kali sehari
dan di olesi antibiotik, kalau perlu di
perban.
Reaksi berat: Rujuk ke RS untuk
beberapa hari yang memungkinkan
untuk dilakukan perawatan anti bisa
ubur-ubur kotak.
Perlukaa Pertolongan Pertama
n
Sengatan Untuk reaksi alergi yang serius
serangga harus segera dibawa ke RS
Anafilaksi dapat diberikan
kepada orang memiliki reaksi
terhadap sengatan serangga.
Observasi selama perawatan
harus intensif.
Perlukaan Karakteristik
Sengatan ikan Kejadian singkat, sakit luar biasa,
pari perdarahan, daerah yang terluka
dapat berubah merah atau biru,
mual, muntah, demam, menggigil,
kejang otot, kelumpuhan, pingsan.
Sengatan patil Nyeri berat, peradangan pada
ikan lele laut/ daerah sengatan.
sembilang,
manyung, dll.
Perlukaan Pertolongan Pertama
Sengatan Basuh dan rendam dengan air
patil ikan panas yang biasa digunakan untuk
lele/ menghilangkan sengatan ikan.
manyung Cabut tulang dengan pinset.
Bersihkan dengan bersih.
Minum antibiotik jika terjadi infeksi
pada luka selama 5 hari sampai
sembuh.
Pastikan tidak ada reaksi alergi
terhadap antibiotik.
Sakit dapat sembuh dengan 1-2
acetaminophen (Tylenol) tiap 4
jam/1-2 ibuprofen (Motrin, Advil)
tiap 6-8 jam.
Perlukaan Pertolongan Pertama
Sengatan Segera bawa ke gawat darurat bila
ikan pari korban mengalami kesulitan
bernafas, tenggorokan
menyempit, gatal, mual, denyut
nadi cepat, pusing dan tidak sadar.

Pertolongan Pertama:
1.Basuh luka dengan air laut,
ketika masih berendam di air
segera bersihkan luka untuk
menghilangkan patahan tulang
belakang dan jaringan. Kemudian
angkat korban dari air.
Perlukaa Pertolongan Pertama
n
Sengatan 2. Hentikan pendarahan dengan
ikan pari cara menutup dan menekan luka
3. Rendam luka dalam air panas
sampai pendarahan berhenti.
Cara ini ditempuh karena air
panas akan membersihkan sisa
bisa dan menghilangkan sakit.
Jika perdarahan berhenti,
hilangkan patahan tulang, tetapi
jangan angkat tulang dari leher,
pinggang dan perut
Perlukaa Pertolongan Pertama
n
Sengatan 4. Bersihkan luka: bersihkan dengan
ikan pari air dan sabun. Balut luka tetapi
jangan terlalu ketat.
5. Ke UGD
6. Lanjutan
Duri dan sisa-sisa tulang ikan pari
akan dibersihkan. Kemudian di
sinar X. Kemungkinan akan
disuntik anti tetanus dan diberi
resep antibiotik serta penghilang
rasa sakit.
Perlukaan Karakteristik
Sengatan Segera nyeri, gatal, bengkak,
beracun kulit berubah warna, kecemasan,
kalajengking pingsan, lidah mati rasa, masalah
penglihatan, diare
Tick bite Kemungkinan ruam, centang biasanya
(Gigitan terlihat. Risiko penyakit Lyme
Kutu)

Source: CDC/James Gathany. In eMedicine Glossary. 2014 WebMD, Inc. Access:


http://www.emedicinehealth.com/ticks/article_em.htm
Perlukaan Pertolongan Pertama
Sengatan Cuci sengatan dengan sabun dan air.
beracun Lepas semua perhiasan karena
kalajengking pembengkakan jaringan dapat
menghambat sirkulasi
Kompres dingin, biasanya 10 menit dan
sepuluh menit dari lokasi sengatan.
Acetaminophen (Tylenol) 1-2 tablet setiap
4 jam dapat diberikan untuk meredakan
rasa sakit (biasanya tidak melebihi 3 gr
per 24 jam).
Hindari aspirin dan ibuprofen (Advil,
Motrin) karena mereka dapat
menyebabkan masalah lain.
Antibiotik tidak membantu kecuali daerah
sengatan menjadi sekunder terinfeksi.
Jangan mengiris atau menghisap luka.
Risiko lain
Terkena Karang Api (Fire Coral)
Bahaya Fisik
Perlukaan Karakteristik
Lecet dan Biasanya tidak menembus
tergores kulit, perdarahan lambat
Teriris Darah berwarna merah
gelap, mengalir dengan
kecepatan tetap, dapat
mengancam jiwa
Tertusuk Darah merah terang,
mengalir sangat cepat. Jika
arteri utama ditusuk, segera
diobati
Bahaya Fisik
Perlukaan Karakteristik
Sendi terkilir Sakit sampai sakit parah. Dislokasi
dan dislokasi/ menunjukkan tanda-tanda
keseleo kelainan, pembengkakan, perubahan
warna, rasa sakit, ketidakmampuan
untuk bergerak dan mengeluarkan
bunyi: Krek.
Patah tulang Kelainan bentuk, pembengkakan,
perubahan warna, kisi-kisi suara,
nyeri, ketidakmampuan untuk
memindahkan area, tulang yang
terkena dalam kasus fraktur
majemuk.
Bahaya Fisik
Perlukaan Karakteristik
Luka kepala Perubahan kesadaran, kesulitan
dan leher bernapas, gangguan penglihatan,
ketidakmampuan untuk
menggerakkan bagian tubuh, kepala

sakit, muntah, kehilangan


keseimbangan, kesemutan di
tangan, jari, kaki dan/atau jari kaki
Gangguan Kehilangan pendengaran secara
pendengaran perlahan-lahan dalam waktu
bertahun-tahun karena terpapar
bunyi intermittent yang keras
Risiko Fisik Lain
Terpapar Sinar Matahari
Dehidrasi
Terpapar suhu ekstrim (panas dan dingin)
Penggunaan Bahan Kimia
Bahaya pengawet ikan: formalin, Borak
Pestisida
Bahan Bakar
Bahaya pewarna ikan: bahan pewarna
tekstil, Pemutih
Lain-lain

Materi bagi Peserta dan Fasilitator


25
@2014
Faktor Dampak
formalin Untuk nelayan, bila terhirup menyebabkan rasa terbakar
pada hidung dan tenggorokan, sukar bernafas, nafas
pendek, sakit kepala, dapat menyebabkan kanker paru-
paru. Jika terkena kulit menyebabkan kemerahan pada
kulit, gatal, dan kulit terbakar. Jika terkena mata
menyebabkan mata merah, gatal, berair, kerusakan
mata, bahkan kebutaan.
Melalui mulut/peroral: menyebabkan kematian, kejang,
hilangnya pandangan, kerusakan saraf, kulit membiru,
kerusakan hati, gangguan jantung, sakit kepala, pusing,
diare, muntah, perut terasa perih.
Borak Kanker, rambut rontok, bodoh, gangguan pencernaan,
gangguan saraf pusat, nafsu makan menurun, muntah,
diare
Pestisida, Bila tertelan, menyebabkan keguguran/abortus, kanker,
kelainan bayi baru lahir, gangguan syaraf, terjadi
perubahan hormon, sifat maskulin hilang, diabetes,
keracuanan dan kematian.
Faktor Dampak
Bahan Bakar (CO, CO2) Sesak napas, bisa menimbulakn kematian,
pusing, sakit kepala
pewarna ikan: bahan Kanker, luekimia, autis
pewarna tekstil,
Pemutih
Resiko Nelayan Kecil
Strategi pengelolaan pendapatan
Kesulitan ekonomi
Kecelakaan kerja akibat alat tangkap
(misalnya jaring terpuntal, terkait
mata pancing)
Gangguan pada mesin kapal
Kekurangan akomodasi yang laik
Sumber: Republika.
http://www.republika.co.id/b
erita/nasional/nusantara-
nasional/12/07/06/

Nelayan Di Lampung
Sumber: Kajian Masalah
Kesehatan Kerja Pada
Pekerja Sektor Informal
Dan Penyusunan Strategi
Kesehatan Kerja Di Sektor
Informal, Dit.KK, 2008
Kedaruratan Medis
Perlukaan Karakteristik
Reaksi Alergi Kulit (kemerahan, melepuh, gatal-
gatal),
Paru-paru (mengi, sesak napas, batuk)
Kepala (pembengkakan wajah, kelopak
mata, bibir, lidah, tenggorokan), hidung
(tersumbat, meler, bersin), mata
(merah, gatal, bengkak, berair),
Perut (nyeri, mual, muntah, diare)
Kelelahan, rasa haus yang berlebihan,
buang air kecil yang berlebihan, lekas
marah, pandangan kabur
Kedaruratan Medis
Perlukaan Karakteristik
Stroke Kelemahan, mati rasa pada wajah,
lengan, kaki, penglihatan kabur,
sakit kepala berat/pusing,
kebingungan
Jantung Tidak ada detak jantung, tidak
responsif, tidak bernapas
Kejang Penderita mengeluarkan suara
diikuti oleh kekakuan abnormal
dan menyentakkan lengan dan
kaki
Kedaruratan
Faktor Lingkungan
Perlukaan Karakterstik
Hipotermia Menggigil, mati rasa, apatis,
(akibat kelemahan, kehilangan
tenggelam, kesadaran
suhu < 34C)
Hipertermia Panas kelelahan: kram, kulit
(suhu tubuh lembab, sakit kepala, mual,
tinggi) kelemahan, berkeringat berat

Heat Stroke merah panas, kulit kering,


muntah, kehilangan kesadaran
Kedaruratan Faktor
Lingkungan
Perlukaan Karakterstik
Sunburn/ Merah, kulit kering,
terbakar Gejala parah dapat timbul lecet
sinar pada kulit
matahari
pindah ke
risiko fisik
Tenggelam/ Batuk, tersedak, muntah, sesak
hampir napas/ terengah-engah, biru
tenggelam bibir/lidah, gigi terkatup,
dahak berbusa, nadi lemah,
dapat terjadi kelambatan
napas, dan koma
Materi bagi Peserta dan Fasilitator
33
@2014
John P. Cunha, DO, FACOEP
http://www.emedicinehealth.com/sunburn/page
3_em.htm#sunburn_pictures
Tips Keselamatan Kerja
Nelayan Tradisional
1. Jangan pernah memakai cincin atau jam tangan
di dek.
2. Jangan lilitkan tali di sekitar anggota tubuh/
tangan Anda.
3. Gunakan pakaian lengan panjang yang
warnanya tidak menyerap sinar matahari
(terang).
4. Pelatihan awak kapal baru secara rutin.
5. Ikuti pelatihan keselamatan melaut.
6. Pakailah Pakaian Pelindung Yang Aman.
7. Pastikan peralatan dirapihkan setelah
digunakan
Upaya Kesehatan Kerja
Nelayan
Surveillans kesehatan nelayan
Pengobatan penderita dengan
penanganan tepat sasaran
Pertolongan pertama (first aids),
Pencegahan penyakit melalui gaya
hidup sehat
Promosi kesehatan pada nelayan
Upaya Kesehatan Kerja
Nelayan

Surveillans kesehatan nelayan


Pengobatan penderita dengan
penanganan tepat sasaran
Pertolongan pertama (first aids),
Pencegahan penyakit melalui gaya
hidup sehat
Promosi kesehatan pada nelayan
Upaya Keselamatan
Kerja Nelayan
Ketika naik atau meninggalkan kapal,
menggunakan jalur gang atau tangga.
Jangan melompat.
Perhatikan pijakan untuk menghindari
terjerat, terutama ketika kabel, tali atau
jaring bergerak.
Jangan berdiri di tali longgar atau kawat
karena dapat mengencangkan tiba-tiba dan
melukai Anda, atau bahkan lebih buruk,
menarik Anda ke laut.
Materi bagi Peserta dan Fasilitator
38
@2014
Upaya Keselamatan
Kerja Nelayan
Kepala tegak saat mengangkat beban.
Jangan berdiri di bawah beban atau di daerah di
mana peralatan atas terdapat ayunan dan
menyebabkan cedera serius.
Jangan menekuk punggung atas beban ketika
mengangkat beban berat.
Berdiri dengan kaki Anda sedikit terpisah, angkat
dengan kaki Anda dan menjaga punggung lurus saat
mengangkat.
Memakai peralatan keselamatan yang tepat dan
pakaian yang cocok untuk pekerjaan seperti
pelindung telinga, topi keras, kacamata, sepatu
keselamatan, perangkat pelampung perorangan, dan
sarung tangan tebal jika diperlukan apa yang
paling dapat diimplementasikan?
Materi bagi Peserta dan Fasilitator
39
@2014
Upaya Keselamatan
Kerja Nelayan
Kenakan sarung tangan tebal saat
menangani tali kawat dengan
memperhatikan tangan atau kaki pada
posisi tidak menjerat kaki dan tangan.
Pastikan bahwa lubang geladak ditutup
dengan benar ketika mereka tidak
digunakan untuk menghindari banjir dan
jatuh melalui.
Pastikan sabuk dan bagian bergerak
lainnya dari peralatan memiliki penjaga
yang tepat.
Materi bagi Peserta dan Fasilitator
40
@2014
Housekeeping
Dek berantakan pasti akan menyebabkan
kecelakaan.
Bersihkan dek supaya pandangan jelas
Masukkan semua tali dalam gulungan.
Limbah bahan sintetis, kantong sampah
dll tidak boleh dibuang ke laut karena
menyebabkan pencemaran
Tali, jaring, pancing, tidak boleh
dilemparkan ke samping karena bisa salah
sasaran ke tubuh kita atau orang sekitar
juga resiko dislokasi
otot/keseleo/tergelincir
Materi bagi Peserta dan Fasilitator
41
@2014
Housekeeping
Bahan sintetis dapat mengotori alat tangkap
dan baling-baling dan dapat membunuh
ikan.
Bersihkan minyak pada filter dan kompor
Jangan pernah meninggalkan kompor panas
tanpa pengawasan.
Pastikan aliran udara teratur.
Grease atau minyak dapat dengan mudah
terbakar dan menyebabkan kebakaran besar.

Materi bagi Peserta dan Fasilitator


42
@2014
Housekeeping
Bahan mudah terbakar harus
disimpan dalam wadah yang tepat,
jauh dari tempat awak kapal
Pastikan bahwa semua kabin dan
tempat tinggal berventilasi baik.
Gas buang dari ruang mesin bisa
mematikan jika terbentuk gas CO
(karbomonoksida)

Materi bagi Peserta dan Fasilitator


43
@2014
Materi II

FAKTOR RISIKO/BAHAYA DAN UPAYA UPAYA


PENANGANAN, KEGAWATDARURATAN SERTA TIPS
KESEHATAN DAN KESELAMATAN PADA PENYELAM

44
FAKTOR RISIKO PENYAKIT
DEKOMPRESI
Usia > 40 tahun
Menggigil selama/ sesudah menyelam
Kegemukan
Dehidrasi
Latihan berat selama / sesudah menyelam
Kebugaran: tidak fit, lelah, kurang tidur
Mengkonsumsi alkohol.
Udara yang dihirup banyak mengandung CO2
Riwayat penyakit Dekompresi
Trauma
Tidak mengikuti prosedur penyelaman
Penyelaman berulang
Paparan ketinggian
Materi bagi Peserta dan Fasilitator
45
@2014
PEKERJA BERISIKO
Peselam menggunakan kompresor
konvensional:
- peselam mutiara,
- peselam biota laut,
- peselam moroami,
- pekerja pasang bubu

Materi bagi Peserta dan Fasilitator


46
@2014
TANDA DAN GEJALA UMUM
PENYAKIT DEKOMPRESI TIPE 1
Gejala Utama: Nyeri di daerah
persendian & otot-
otot sekitarnya.
Gejala lainnya: Kelelahan berlebihan
setelah
menyelam,
mengantuk pusing
ringan, gatal-gatal
pada kulit

47
TANDA DAN GEJALA UMUM
PENYAKIT DEKOMPRESI TIPE 2
Penyakit dekompresi yg serius
Penglihatan kabur, lumpuh, kehilangan
kesadaran, gangguan keseimbangan, gangguan
bicara, gangguan ingatan, Telinga berdenging
Gejala paru dan jantung: Gangguan pernafasan,
sesak nafas, batuk dan nyeri dada.
Gejala pada pencernaan: Mual, kehilangan napsu
makan, muntah, kejang usus dan diare kasus
lebih berat dapat terjadi muntah dan berak
darah.

48
Osteonekrosis Disbarik
FAKTOR RISIKO :
- Usia > 40 th
Menggigil selama/ sesudah menyelam
Kegemukan
Dehidrasi
Latihan berat selama / sesudah menyelam
Kebugaran: tidak fit, lelah, kurang tidur
Mengkonsumsi alkohol.
Udara yang dihirup banyak mengandung CO2
Riwayat penyakit Dekompresi
Trauma
Tidak mengikuti prosedur penyelaman
Penyelaman berulang
paparan ketinggian
Materi bagi Peserta dan Fasilitator
49
@2014
PEKERJA BERISIKO
Peselam menggunakan kompresor konvensional:
- peselam mutiara,
- peselam biota laut,
- peselam moroami,
- pekerja pasang bubu
Gejala: nyeri dan kekakuan sendi hingga limitasi
gerakan sendi
Pengobatan :
Konservatif thd sendi yg Akan rusak
- mengurangi beban semax mgkn
- tirah baring
bedah

Materi bagi Peserta dan Fasilitator


50
@2014
BAROTRAUMA
FAKTOR RISIKO
Pemakaian alat penyelaman yang tidak sesuai.
Menyelam tidak sesuai dengan prosedur penyelaman
Penyakit yang bisa menimbulkan obstruksi pada
saluran napas (sinusitis, influenza, asma, dll)
Panik
PEKERJA BERISIKO
Peselam menggunakan kompresor konvensional:
Peselam mutiara, peselam biota laut, peselam
moroami, pekerja pasang bubu
Peselam tahan napas.

Materi bagi Peserta dan Fasilitator


51
@2014
BAROTRAUMA TELINGA

Pengobatan:
Gejala: - nyeri
- buntu dilarang menyelam
- gg pendengaran
- pusing
Dekongestan
- telinga berdenging Anti Biotik
- perdarahan
BAROTRAUMA SINUS

Pengobatan:
Gjl : nyeri
Tampon hidung
perdarahan
Antibiotik bila perlu
Barotrauma Wajah
Penggunaan Masker

Gejala: Nyeri pada wajah, pembengkakan pada jaringan khususnya di bawah mata,
perdarahanconjungtiva dan prostusi mata.

Pengobatan: Kompres es pada bagian yang udema atau yang mengalami perdarahan.
BAROTRAUMA PARU
Gejala : sesak nafas meninggal

Pengobatan:
Mengeluarkan udara dengan menggunakan jarum atau thorakosentesis
Materi bagi Peserta dan Fasilitator
55
@2014
Keracunan Karbon
monoksida
FAKTOR RISIKO :
- pengguna kompresor konvensional
Pekerja berisiko:
Peselam menggunakan kompresor
konvensional:
= Peselam mutiara
= peselam biota laut
= peselam moroami
= pekerja pasang bubu
Materi bagi Peserta dan Fasilitator
56
@2014
TANDA DAN GEJALA
UMUM
Sakit kepala
sesak nafas
mual,
kehilangan kesadaran sampai dgn
meninggal
PENGOBATAN :
Ventilasi yg cukup
Hiperbarik oksigen (pilihan utama)
kortikosteroid
anti konvulsi (bila kejang)
Materi bagi Peserta dan Fasilitator
@2014
57
KERACUNAN KARBON
DIOKSIDA
FAKTOR RISIKO :
- pengguna kompresor konvensional
Pekerja berisiko:
Peselam menggunakan kompresor
konvensional:
= Peselam mutiara
= peselam biota laut
= peselam moroami
= pekerja pasang bubu
Materi bagi Peserta dan Fasilitator
58
@2014
TANDA DAN GEJALA

UMUM
sakit kepala,
disorientasi dan gelisah
berkeringat banyak
tekanan darah meningkat
hilangnya koordinasi.
Jika tidak cepat ditangani sesak nafas,
kejang, kehilangan kesadaran.
PENGOBATAN:
Hiperbarik oksigen (pilihan utama)
anti konvulsi (bila kejang)

59
KERACUNAN NITROGEN
FAKTOR RISIKO :
Terpapar tekanan tinggi tergantung
sensivitas seseorang
Pekerja berisiko:
Peselam menggunakan kompresor
konvensional:
= Peselam mutiara
= peselam biota laut
= peselam moroami
= pekerja pasang bubu
Materi bagi Peserta dan Fasilitator
60
@2014
TANDA DAN GEJALA
UMUM
Gangguan ringan pelaksanaan tugas:
- Kegembiraan yg berlebih
- mengantuk,
- halusinasi,
- konsentrasi menurun hingga hilang ingatan.

PENGOBATAN
Penurunan ambang tekanan dengan cara
naik ke permukaan sesuai prosedur.
Materi bagi Peserta dan Fasilitator
61
@2014
Hipoksia
- FAKTOR RISIKO : hiperventilasi
- Pekerja berisiko : penyelam
tahan nafas
- Gejala : lelah/sakit kepala, bibir
membiru, kejang-kejang, kehilangan
kesadaran sampai kematian.
- Pengobatan : oksigen

Materi bagi Peserta dan Fasilitator


62
@2014
Hipotermia
FAKTOR RISIKO : -Tdk memakai baju selam
standar
- tubuh Kurus
- Blm beradaptasi dg lingkungan
- Kurang latihan
Pekerja berisiko : - Peselam mutiara
- peselam biota laut
- peselam moroami
- pekerja pasang bubu

Materi bagi Peserta dan Fasilitator


63
@2014
TANDA DAN GEJALA
UMUM
Gejala : - rasa dinginmenggigil
- ganguan berpikir
- gangguan motorik & sensorik
- halusinasi , hilang kesadaran -
mati
PENGOBATAN :
Pemberian cairan
Selimut
pakaian kering
64
PROSEDUR PENYELAMAN
Kondisi fisik harus prima
Mengetahui lingkungan penyelaman
Rencanakan penyelaman dan menyelam
sesuai rencana tersebut
Naik ke permukaan harus perlahan tidak
mendahului gelembung gas pernafasan
(sesuai standar prosedur penyelaman)
Jangan menahan nafas waktu naik
kepermukaan
Jangan panik
Materi bagi Peserta dan Fasilitator
65
@2014
Bahaya Penyelaman
Hewan air
Kram air dingin
Barotrauma/tekanan gendang telinga
Penyakit Dekompresi
Hiperventilasi
Hipotermia
Keracunan gas pernafasan, CO, CO2,
Nitrogen
Kurangnya kemampuan berenang
Bahaya bawah air atau rintangan medan
bawah air
Materi bagi Peserta dan Fasilitator
66
@2014
Bahaya Penyelaman
Kompressor konvensional: tambal
ban dgn oli utk pelumas/Mesran dgn
pembakaran tidak sempurna
sehingga banyak CO2,
Penyelam tradisional dapat lebih
lama menyelam
Tekanan atmosfer lebih lama akan
merubah fisiologi nelayan penyelam

Materi bagi Peserta dan Fasilitator


67
@2014
Tanggap Darurat
pertolongan pertama
penyelamatan
evakuasi, termasuk evakuasi ke
fasilitas recompression (pemulihan)
terdekat
pencarian orang hilang di laut

Materi bagi Peserta dan Fasilitator


68
@2014
Mengendalikan resiko kecelakaan oleh
kapal yang melewati
pelindung baling-baling untuk kapal-
kapal yang lewat
memastikan penyelam dilengkapi
dengan perlengkapan pernapasan
darurat yang sesuai dan pisau yang
aman bagi pemakai (direkomendasikan
apabila memungkinkan)
menggunakan pelampung atau
penanda untuk menandai aktivitas
selam terpisah dari kegiatan kapal
Materi bagi Peserta dan Fasilitator
69
@2014
Mengendalikan resiko kecelakaan oleh
kapal yang melewati (umumnya
penyelam sudah tahu tempat yang
Menggunakan bendera dan lampu dengan
aman untuk
ukuran yang menyelam)
tepat untuk menandai adanya
aktivitas selam
Memastikan orang yang ditugaskan
melindungi/penanda ada kegiatan
penyelaman, dapat mengamati apabila ada
kapal yang mendekat dan cara ini
merupakan bagian dari sistem komunikasi
sandi/kode yang harus dikuasai penyelam
A (Alfa):Diver below (ada orang di bawah
harap lebih pelan), or undergoing speed
trial (diperingatkan kapal yang lewat agar
pelan)
(international code of signal and their alphabetic equivalent
http://www.themeter.net/nautical1_e.htm)
Materi bagi Peserta dan Fasilitator
70
@2014
Faktor yang menyebabkan penyelam
mudah kena dekompresi:
Latihan berat/kegiatan fisik berat selama
atau setelah dekompresi
kebugaran fisik yang buruk dan obesitas
suhu air, misalnya air dingin dan panas
dehidrasi
peningkatan tekanan karbon dioksida
asupan alkohol
cedera fisik
teknik menyelam: bergerak cepat dan
berulang
berulang-ulang dan berhari-hari menyelam
paparan ketinggian.
Materi bagi Peserta dan Fasilitator
71
@2014
Standar Pertolongan
Pertama

pada Penyelam
Sebuah kit pertolongan pertama tersedia di lokasi
menyelam. Isi kit (oksigen , infus set + cairan, defebrilasi,
intubasi & obat2an bethadin, anti alergi, tetes hidung,
tetes telinga, anti nyeri dll ) ini harus cukup untuk
menangani cidera yang mungkin terjadi.
Persediaan harus mempertimbangan:
- jumlah penyelam,
- jarak dari layanan darurat,
- sifat dan jenis risiko bawah air menyelam yang sedang
dilakukan.
Setiap kegiatan penyelaman harus ada orang yang menjaga
di permukaan yang terlatih untuk pertolongan pertama pada
penyelaman
Kompressor yang digunakan harus dipastikan mampu
menolong korban untuk dapat secara spontan bernapas yang
cukup
Pastikan di fasilitas pelayanan kesehatan yang terdekat
dengan lokasi penyelam tersedia tabung oksigen yang siap
untuk digunakan pada Materipertolongan pertama
bagi Peserta dan Fasilitator
72
@2014
Standar Pertolongan
Pertama
pada Penyelam
Ketersediaan peralatan pertolongan pertama di
POS UKK/PUSKESMAS terdekat
Peralatan juga harus dapat memfasilitasi
penambahan oksigen apabila pernafasan buatan
diperlukan.
Orang yang memberikan pertolongan dengan
oksigen seharusnya telah menerima pelatihan
basic life support.
Peralatan oksigen dan kadar oksigen diperiksa
berkala oleh orang yang telah menerima pelatihan
untuk melaksanakan pemeriksaan dengan benar.
Oksigen harus tersedia untuk menolong korban
dengan mempertimbangkan lokasi menyelam dan
akses ke POS UKK atau bila belum ada POS UKK
maka ke Puskesmas terdekat.
Materi bagi Peserta dan Fasilitator
73
@2014
Peralatan
Rompi pelampung
Tas menangkap dan tool kit
Masker dan snorkeling (kalau ada bagus)
Sirip
Sarung tangan
Garis keselamatan
Timah untuk pemberat
Wetsuit/baju selam (kalau ada)
Keamanan Menyelam
1. Jangan pernah menyelam ketika Anda tidak merasa sehat
atau memiliki penyakit tertentu (seperti influensa, jantung,
hipertensi)
2. Jangan menahan nafas Anda saat naik ke permukaan.
3. Usahakan pada saat naik ke permukaan air, lakukan secara
perlahan-lahan sambil bernapas normal.
4. Jangan menyelam seorang diri.
5. Jangan minum alkohol sebelum menyelam. Sebelum
menyelam jangan minum obat kecuali dokter sudah
menyatakan obat ini tidak mengganggu penyelaman Anda.
6. Perhatikan keadaan cuaca sebelum menyelam
7. Segera tinggalkan air (laut) begitu mendengar petir
menyambar di kejauhan karena air adalah penghantar listrik
yang kuat.
8. Perbanyak minum untuk menghindari dehidrasi.
9. Naik ke permukaan secara perlahan agar tidak terjadi
penyakit dekompresi
10. Menggunakan peralatan dan perlengkapan penyelaman
dengan baik dan benar
Materi bagi Peserta dan Fasilitator
75
@2014
Materi III

FAKTOR RISIKO DAN PERMASALAHAN KESEHATAN


DI DAERAH/MASYARAKAT NELAYAN DAN UPAYA
PENANGANAN

76
Permasalahan yang Terkait
dengan Keluarga
Kesehatan Ibu
Kesehatan Anak untuk upaya penanganan?
Kesehatan Gizi masalah, dampak dan
upaya?
Penyakit Menular
Penyakit Tidak Menular
Sanitasi Lingkungan
PHBS
Pelayanan kesehatan dasar dan rujukan

Materi bagi Peserta dan Fasilitator


77
@2014
FAKTOR RISIKO
Ketersediaan air bersih ditingkat rumah
tangga
Hygiene sanitasi: ketersediaan jamban dan
pembuangan sampah
Minimnya fasilitas yg mendukung
pertumbuhan dan perkembangan anak,
sarana hiburan dan olah raga
Ketidaktersediaan keanekaragaman pangan
Adanya Risiko tenggelam dan dampak
penyelam tradisional
Keterbatasan akses untuk peningkatan
kapasitas di luar sekolah
FAKTOR RISIKO SOSIAL BUDAYA
Pola kebiasaan hidup lebih banyak pada
malam hari
Pola kebiasaan menyelam secara tradisional
Pola asuh anak dan konsumsi makanan
MASALAH KESEHATAN ANAK
1. Risiko diare, ISPA & malaria, tenggelam
2. Masalah gangguan nutrisi yang disebabkan
ketidakcukupan keanekaragaman jenis
makanan
3. Tumbuh dan kembang Anak
4. Kebersihan individu dan lingkungan
5. Perilaku berisiko pada anak remaja

MASALAH AKSES PELAYANAN


- Ketersediaan SDM kesehatan
- Ketersediaan fasilitas kesehatan

MASALAH KUALITAS PELAYANAN


Matrik Identifikasi Masalah di Masyarakat
Nelayan, Keluarganya dan Upaya
Penanganannya
Masalah Dampak Upaya Penanganan PJ
Ketersediaan air Diare/Muntabe Penyediaan fasilitas air Dinas PU
bersih di tingkat r, Penyakit bersih untuk rumah
rumah tangga Kulit, Infeksi tangga nelayan
saluran Penampungan air hujan
pencernaan dengan pengelolaan
tertutup (water
treatment)
Hygiene sanitasi: Infeksi Saluran Perbaikan sanitasi Dinkes/
ketersediaan Pencernaan, Penyediaan jamban dan Puskesma
jamban & ISPA, pembuangan sampah di s
pembuangan Kecacingan rumah tangga nelayan
sampah dan limbah Pemberdayaan berbasis
masyarakat
Pembuatan saluran
pembuangan air limbah
Minimnya fasilitas Gangguan Penyediaan fasilitas Walikota/
yg mendukung tumbuh tumbuh kembang anak, Bupati,
pertumbuhan & kembang anak sarana bermain,PAUD Puskesma
perkembangan Penyediaan sarana Dinkes,
anak, sarana hiburan
hiburan dan olah ROB?
raga
Matrik Identifikasi Masalah di Masyarakat
Nelayan dan Upaya Penanganannya

Masalah Dampak Upaya Penanganan PJ


Ventilasi yang ISPA, TBC Penambahan jendela, Dinkes,
tidak baik Kacanisasi Diknas,
Cara menampung air UKS
hujan
Pencahayaan ISPA, TBC Penambahan jendela,
sinar matahari Kacanisasi
Lantai yang Kecacingan, Semenisasi
belum anemi Pemberian obat cacing
memadai Pemberian tablet Fe
Tata ruang Gangguan Memisahkan ruang
Psikolososial dengan sekat/kain
anak gordyn
Perilaku Hidup Gangguan Penyuluhan tentang
Bersih dan kulit, Infeksi pentingnya PHBS
Sehat (PHBS) saluran Pembekalan pada
pencernaan, anak sekolah
infeksi saluran mengenai PHBS
Matrik Identifikasi Masalah di Masyarakat
Nelayan
dan Upaya Penanganannya
Masalah Dampak Upaya Penanganan
Faktor risiko penyakit
tidak menular
1, Merokok Kencing Manis, Stroke, Pemberdayaan masyarakat
Jantung, Kanker, melalui Pos UKK terintegrasi
2. Minum Alkohol
(posbindu PTM)
3. Kurang aktifitas
fisik
Diet tidak sehat
(Kurang makan sayur
dan buah)
Obesitas
Hipertensi/Tekanan
darah tinggi
Hiperglikemia/Gula
darah tinggi
Hiperkolesterolemia/
kolesterol
Matrik Identifikasi Masalah di Masyarakat
Nelayan
dan Upaya Penanganannya

Masalah Dampak Upaya Penanganan


Perilaku (PHBS) Penyakit menular Modifikasi perilaku
langsung:
1.TBC
2.HIV-AIDS
3.Diare (Infeksi
Saluran
Pencernaan dan
Hepatitis)
4.ISPA
5.Kusta dan
Frambusia
Matrik Identifikasi Masalah di Masyarakat
Nelayan
dan Upaya Penanganannya
Masalah Dampak Upaya PJ
Penanganan
Penyakit menular Daya tahan tubuh Penyuluhan, Dinkes
langsung menurun, shg lebih Sosialisasi serta Puskesmas
HIV AIDS mudah terkena penyakit penyebaran Media
Tuberculosa Penyakit menular KIE
Penyakit ISPA langsung PHBS
Diare dan infeksi HIV AIDS Pemberdayaan
saluran cerna lainnya Tuberculosa masyarakat
Kusta dan Frambusia Penyakit ISPA Pemberantasan
Diare dan infeksi saluran Binatang sumber
Penyakit bersumber cerna lainnya penyakit, seperti
binatang Kusta dan Frambusia nyamuk, anjing,
Malaria Penyakit bersumber sapi dlsb
DBD binatang
Rabies Malaria
Antraks DBD
Pes Rabies
Flu burung Antraks
Japanese encephalitis Pes
Leptospirosis Flu burung
Taeniasis Japanese encephalitis
Filariasis Leptospirosis
Schistomiasis Taeniasis
Filariasiis
Matrik Identifikasi Masalah di Masyarakat Nelayan

dan Upaya Penanganannya


Masalah Dampak Upaya Penanganan PJ
1. Akses ke Keterlambatan Mendekatkan fasilitas Dinas
Fasilitas dalam pelayanan kesehatan Kesehata
Pelayanan Penanganan dengan meningkatkan n
Kesehatan kegawatdarura pelayanan Pusling
2. Kurangnya tan dan Penyediaan transportasi
SDM rujukan dan perbaikan akses Dinas PU
Kesehatan Tidak (jalan)
3. Minimnya terdeteksinya Pelatihan Tenaga Dinkes
ketersediaan penyakit Kesehatan tentang
Alat-alat akibat kerja kesehatan kerja dan
Kesehatan sehingga kegawatdaruratan
penanganan Penyediaan alat-alat
kurang tepat kesehatan terutama
emergency kit
Pembiayaan kesehatan
melalui BPJS Kesehatan
dan BPJS
Ketenagakerjaan
Mengidentifikasi
kepersertaan nelayan
dan keluarga melalui
Penerima Bantuan Iuran
(PBI)
Matrik Identifikasi Masalah di Masyarakat
Nelayan
dan Upaya Penanganannya
Masalah Dampak Upaya Penanganan PJ
Pernikahan usia Kehamilan Pendewasaan usia Dinas
remaja Tidak pernikahan (usia 21 Kesehata
Diinginkan tahun keatas) n, Diknas
(KTD) Pendidikan Kesehatan
Ibu Hamil Reproduksi pada remaja
dengan Anemi Pemberdayaan
dan Penyakit masyarakat
Infeksi
Banyaknya PUS Kehamilan Kehamilan yang
dengan 4T dengan risiko didukung oleh suami
(terlalu banyak, tinggi dan keluarga (Suami
terlalu dekat, Komplikasi SIAGA)
terlalu muda, kehamilan Mengikuti Kelas Ibu saat
terlalu tua) (perdarahan, kehamilan
-Terlalu Banyak infeksi, Merencanakan
anak kematian janin kehamilan dengan baik,
-Jarak terlalu di dalam Program Perencanaan
dekat rahim/ Persalinan dan
-Usia terlalu Intrauterin Pencegahan Komplikasi
muda atau tua fetal distress) (P4K)
Matrik Identifikasi Masalah di Masyarakat
Nelayan
dan Upaya Penanganannya
Masalah Dampak Upaya Penanganan
Kurangnya Meninggal bayi Meningkatkan
pengetahuan baru lahir Kepesertaan KB bagi PUS
masyarakat Komplikasi Penyuluhan tentang
untuk saat persalinan pentingnya pemeriksaan
melakukan dan nifas kehamilan dan persalinan
pemeriksaan di fasilitas pelayanan
kehamilan dan kesehatan
melahirkan di Sistem mata rantai
fasyankes rujukan yang tepat
Pelayanan ANC
terintegrasi
Penempatan Bidan Desa
Seringnya Gangguan Peningkatan peran serta
terjadi tumbuh tokoh agama (siraman
perceraian kembang anak rohani)
Gangguan
Psikososial
pada Ibu
Matrik Identifikasi Masalah di Masyarakat
Nelayan
dan Upaya Penanganannya
Masalah Dampak Upaya Penanganan
1. Keterbatasan Kurang gizi Penyuluhan pentingnya gizi
akses dan daya Penyakit Infeksi seimbang (makan sayur dan
beli makanan Gangguan buah, lauk ikan/daging)
yang beragam Tumbuh kembang Makanan proporsional (beri
2. Pola makan anak gambar contoh makanan
sayur dan buah seimbang, food model, daftar
3. Kurangnya bahan makanan penukar)
pengetahuan Pemberian Makanan
kebutuhan Tambahan (MP ASI, PMT
makanan Bemil KEK, PMT Anak
seimbang Sekolah)
Peningkatan peran serta
masyarakat
Pembiasaan makanan sehat
sejak dini
Integrasi ke dalam kurikulum
pendidikan
PEDOMAN UMUM
GIZI PERTMN PAKAR PEDOMAN GIZI
SEIMBANG(PUGS GIZI 2006 SEIMBANG (PGS)
) WIDYAKARYA
NASIONAL PANGAN
TH TH
DAN GIZI 2008
1995 2014
13 PESAN GIZI 10 PESAN GIZI
1. Makanlah aneka ragam EVALUASI PUGS 1.Syukuri dan Nikmati
makanan.
2. Makanlah makanan untuk 1.ISI PESAN Aneka Ragam Makanan,
setiap kali Makan
memenuhi kecukupan energi. DASAR
3. Makanlah makanan sumber 2.Banyak Makan Sayuran
karbohidrat, setengah dari 2.GRAFIS dan Cukup Buah-buahan
kebutuhan energi. PEDOMAN 3.Biasakan Mengonsumsi
4. Batasi konsumsi lemak dan Lauk Pauk yang
minyak sampai seperempat dari 3.SLOGAN
Mengandung Protein
kecukupan energi. 4.PESAN KHUSUS Tinggi
5. Gunakan garam beryodium.
6. Makanlah makanan sumber zat 4.Biasakan Mengonsumsi
besi. Aneka Ragam Makanan
7. Berikan ASI saja pada bayi Pokok
sampai umur 6 bulan dan 5.Batasi Konsumsi Pangan
tambahkan MP-ASI sesudahnya.
Manis, Asin dan Berlemak
8. Biasakan makan pagi.
9. Minumlah air bersih, aman yang 6.Biasakan Sarapan
cukup jumlahnya. 7.Minum Air yang cukup
10.Lakukan aktivitas fisik secara dan Aman
teratur. 8.Biasakan Membaca Label
11.Hindari minuman yang pada Kemasan Pangan
beralkohol.
9.Cuci Tangan Pakai Sabun
12.Makanlah makanan yang aman
bagi kesehatan. dengan Air Bersih
ANUNG utk PGS 2014 Mengalir 90
13.Bacalah label pada makanan
PESAN GIZI
SEIMBANG
PILAR 1 PILAR 2 PILAR 3 PILAR 4
MENGONSUM MEMBIASAK MELAKUKAN MEMPERTAH
SI PANGAN AN AKTIVITAS ANKAN DAN
BERANEKA PERILAKU FISIK MEMANTAU
RAGAM HIDUP BERAT
BERSIH BADAN
NORMAL

Alasan
1. Pilar 1 -> Tidak ada satu jenispun pangan yang mempunyai kandungan
zat gizi yang lengkap kecuali ASI untuk bayi 0-6 bulan
2. Pilar 2 -> Adanya hubungan timbal balik antara infeksi dan status gizi
3. Pilar 3 -> Aktivitas fisik memperlancar sistem metabolisme di dalam
tubuh
4. Pilar 4 -> Merupakan ANUNG salah utksatu indikator bahwa telah terjadi91
PGS 2014
POKOK PESAN
KOMUNIKASI
10 PESAN GIZI
1.Syukuri dan Nikmati Aneka
Ragam Makanan, setiap kali
Makan
2.Banyak Makan Sayuran dan
Cukup Buah-buahan
3.Biasakan Mengonsumsi Lauk
Pauk yang Mengandung
Protein Tinggi
4.Biasakan Mengonsumsi Aneka
Ragam Makanan Pokok
5.Batasi Konsumsi Pangan
Manis, Asin dan Berlemak
6.Biasakan Sarapan
7.Minum Air yang cukup dan
Aman
8.Biasakan Membaca Label
pada Kemasan Pangan
9.Cuci Tangan Pakai Sabun
dengan Air Bersih Mengalir
ANUNG utk PGS 2014 92
10.Lakukan Aktivitas Fisik yang
PESAN KHUSUS KELOMPOK
SASARAN
SASARAN PESAN UTAMA
Ibu Hamil dan Ibu a. Anekaragam pangan, makan lebih
Menyusui banyak
b. Batasi makanan tinggi garam
Bayi (0 6) bulan a. IMD
b. ASI Eksklusif sampai umur 6 bulan
Anak 6-24 bulan a. ASI dan MP-ASI
Anak Usia 2 5 Tahun a. Anekaragam pangan, makan lebih
banyak
b. Cuci tangan dengan sabun dan air
mengalir
Anak dan Remaja (6 Sesuai pesan Anak usia 2-5 tahun
19 tahun) ditambah hindari merokok
Remaja Putri dan Calon Anekaragam pangan, cukup sayuran
Pengantin hijau dan buah berwarna
Usia Lanjut a. Konsumsi sumber kalsium
b. Batasi
ANUNG makanan
utk PGS 2014 tinggi natrium. 93
c. Batasi tinggi gula, garam, lemak
Matrik Identifikasi Masalah di Masyarakat
Nelayan
dan Upaya Penanganannya
Masalah Upaya Penanganan PJ
Ketidaktersediaan Pemanfaatan lahan Dinas
keanekaragaman pekarangan untuk tanaman Pertanian,
pangan pangan fungsional Perkebuna
n, Dinkes
Adanya Risiko Sosialisasi dan pelatihan Dinas
tenggelam dan renang pada masyarakat Kelautan,
dampak penyelam nelayan perikanan,
tradisional TNI AL,
profesi
Keterbatasan akses Peningkatan keterampilan Dinas
untuk peningkatan nelayan dan keluarganya perikanan
kapasitas di luar (misalnya keterampilan
sekolah produksi pasca penangkapan
ikan)

Materi bagi Peserta dan Fasilitator


94
@2014
Matrik Identifikasi Masalah pada Anak Nelayan
dan Upaya Penanganannya
Masalah Upaya Penanganan
Risiko diare higiene dan sanitasi makanan minuman
PHBS
Risiko ISPA upaya pemberdayaan rumah sehat
Asupan gizi seimbang, ASI Eksklusif
Risiko malaria Memotong mata rantai siklus hidup
nyamuk, seperti menghilangkan genangan
air
Konstruksi rumah tanpa parit terbuka,
tanpa bak mandi
Kelambunisasi bagi kelompok berisiko

Risiko tenggelam Sosialisasi dan pelatihan renang pada anak


sejak dini (mulai anak berjalan)
Masalah gangguan nutrisi yang Asupan gizi seimbang Pedoman Umum Gizi
disebabkan ketidakcukupan Seimbang
keanekaragaman jenis makanan
Tumbuh dan kembang Anak Penyediaan fasilitas tumbuh kembang anak,
sarana bermain, PAUD
Perlu integrasi dengan POS PAUD & Bina
Keluarga Balita
ROB?

Kebersihan individu dan lingkungan Higiene dan sanitasi


Matrik Identifikasi Masalah di Masyarakat
Nelayan
dan Upaya Penanganannya

Masalah Upaya Penanganan


Perilaku berisiko pada Upaya pelayanan berbasis sekolah
anak remaja dan masyarakat melalui kegiatan
pelayanan kesehatan komprehensif
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
NELAYAN

Untuk meningkatkan pemberdayaan


masyarakat nelayan perlu dibentuk Pos
UKK
Mengintergrasikan Pos UKK ke dalam
PNPM Mandiri
TIPS KESEHATAN KERJA
NELAYAN
DAN KELUARGA
Penanganan hasil tangkapan di atas kapal
secara benar (contoh ergonomi cara
mengangkat beban yang benar)
Postur tubuh pada saat membersihkan dan
menjemur ikan
Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD),
contohnya: Jaket pelampung, topi, kaca mata,
baju lengan panjang, sarung tangan, sepatu bot
Membawa bekal makanan yang cukup
Membawa karung untuk mengatasi apabila
terjadi kebakaran
Menyiapkan P3K Kit saat melaut.

Materi bagi Peserta dan Fasilitator


98
@2014
IV. PENUTUP
JUMLAH NELAYAN YANG BESAR SAAT INI, DENGAN BERBAGAI MASALAH
KESEHATAN PADA KELOMPOK NELAYAN DAN KELUARGANYA
KEBIJAKAN PRESIDEN TERKAIT DENGAN PENINGKATAN KEHIDUPAN
NELAYAN MELALUI KEPRES NO.10 TAHUN 2011 TENTANG PROGRAM
PENINGKATAN KEHIDUPAN NELAYAN (PKN)
KEMENTERIAN KESEHATAN TELAH MELAKUKAN BERBAGAI UPAYA
DALAM RANGKA PENINGKATAN KESEHATAN NELAYAN
PERLU DUKUNGAN LINTAS PROGRAM, LINTAS SEKTOR, PROVINSI DAN
KABUPATEN/KOTA DALAM PELAKSANAAN PROGRAM PENINGKATAN
KESEHATAN NELAYAN DAN PENYELAM UPAYA PROMOTIF DAN
PREVENTIF DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PEMBINAAN
PUSKESMAS DALAM PELAKSANAAN PKN TERWUJUDNYA
MASYARAKAT NELAYAN YANG SEHAT MANDIRI DAN PRODUKTIF
TERIMA KASIH

DIREKTORAT BINA KESEHATAN KERJA DAN OLAHRAGA


Ditjen Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak
Jln. H. R. Rasuna Said Kav X-5 No. 4-9
Lantai 7 Blok C Ruang 721 Jakarta 12950
Telp/Fax: (021) 5275256, 5214875
Website: kesehatankerja.depkes.go.id
Email: kemitraankesja@gmail.com
kemitraankesja@gmail.com
direktorat.kesjaor@gmail.com,
Materi bagi Peserta dan Fasilitator
100
@2014

Anda mungkin juga menyukai