Anda di halaman 1dari 19

Oleh :

WISNU MURTI PARADHITA


49123110333

Di bawah Bimbingan :
Siti Zachro Nurbani, M.ST.Pi
Randi B.S Salampessy, A.Pi, M.Si
Penanganan ikan yang tidak sesuai dengan
kaidah
Susut hasil yang tidak terkontrol
Potensi perikanan di daerah pemalang
Volume penangkapan ikan kuniran yang tidak
stabil
Kondisi pelabuhan yang masih dalam
peralihan
Tujuan Batasan Masalah

Mengetahui teknik Mengamati penanganan hasil


penanganan ikan kuniran tangkapan ikan kuniran pasca
yang didaratkan di PPP penangkapan hingga ke tempat
Asemdoyong pelelangan
Mengetahui penerapan Mengamati suhu ikan dan
rantai dingin pada proses penggunaan es saat pemongkaran
penanganan ikan kuniran dan pelelangan
yang didaratkan di PPP
Asemdoyong Pengujian organoleptik, ALT, TVB
dan formalin ikan kuniran saat
Mengetahui mutu ikan pembongkaran dan di tempat
kuniran yang didaratkan di pelelangan
PPP Asemdoyong
Mengetahui susut hasil
Mengamati, Menghitung jumlah
ikan kuniran yang dan mengetahui faktor penyebab
didaratkan di PPP Losses ikan saat pembongkaran
Asemdoyong hingga tempat pelelangan terdiri
Waktu dan Tempat
Pelaksanaan praktek akhir ini mulai tanggal
06 Februari 06 Mei 2017 yang berlokasi di
Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP)
Asemdoyong, Pemalang Jawa Tengah.
Pembongkaran Pelelangan

Teknik Penanganan
Pengukuran Suhu Ikan
Perhitungan Fish Losses
Pengujian Mutu Ikan

Deskiptif, Komperatif, Grafik, kurva,


diagram sebab akibat
Teknik Penanganan
Dan Kebutuhan es

Susut Hasil

A B C

3 sampel (Suhu)

I II III
3 sampel (organoleptik)

3 sampel ALT, TVB dan


Formain
Timbang + harga
Ket : A = Kondisi Masih Segar
B = Kondisi fisik masih layak dijual
C = Kondisi fisik rusak/dibuang
Teknik Penanganan

Timbang

A B C

3 sampel (suhu)
3 sampel (organoleptik,
TVB, ALT dan Formalin

I II III
Ket : A = Kondisi Masih Segar
B = Kondisi fisik masih layak dijual
C = Kondisi fisik rusak/dibuang

Timbang + Harga
Teknik penanganan dari pembongkaran
hingga ke pelelangan
Teknik penanganan ikan yang dilelang
Media pendingin
Teknik pendinginan
Ukuran ikan
3C + 1Q

Back
Back
Metode perhitungan Load Tracking (LT)
Perhitungan susut fisik
Susut Fisik (%) = E/D 100
E = Jumlah ikan yang terbuang
karena fisik (kg)
D = Jumlah ikan keseluruhan

Nilai susut fisik = E A....(PV)


Ket : E = Jumlah ikan yang terbuang
karena fisik (kg)
A = Harga jual kualitas tinggi (Rp)

NEXT
Perhitungan susut mutu
Susut mutu (%) = C/D 100/1
Ket : C = Jumlah yang terjual dengan harga rendah (kg)
D = Jumlah ikan keseluruhan (kg)
Nilai Susut Mutu = C (A B)..........(QV)
Ket : C = Jumlah yang terjual dengan harga rendah (kg)
A = Harga jual ikan kualitas tinggi (Rp)
B = Harga jual ikan kualitas rendah (Rp)
Nilai Susut Total = PV + QV.......(TV)
Ket : PV = Nilai susut fisik
QV = Nilai Susut Mutu
Susut Total (%) = TV/(D A) 100/1
Ket : TV = Nilai Susut Total
D = Jumlah ikan keseluruhan (Kg)
A = Harga jual ikan kualitas tinggi (Rp)

Back
Back
Pengamatan Penanganan Pengamatan suhu

Teknik penanganan Thermometer


Jumlah es yang dibawa Metode random sampling
saat berangkat dan pulang
layar Pengukuran suhu ikan
dilakukan dengan cara
Kondisi kapal
mengambil 3 sampel ikan
teknik pendinginan didalam keranjang secara
perbandingan ikan dan es acak (bagian atas, tengah
jumlah hasil tangkapan dan bawah)
size ikan
3C + 1Q (dingin, bersih,
cepat, hati-hati

Back Next
Pengujian Organoleptik Pengukuran Suhu

teknik random Thermometer


sampling random sampling
menggunakan score Setelah ikan dilelang,
sheet ikan segar dipilih satu pedagang
kemudian pisahkan 3
dilakukan oleh 6 keranjang
(enam) orang panelis Ambil 3 sampel
secara acak di
keranjang (atas,
tengah dan bawah)

Next
Pengujian Pengukuran Suhu

teknik random Thermometer


sampling random sampling
Setelah ikan dilelang,
menggunakan score dipilih satu pedagang
sheet ikan segar kemudian pisahkan 3
keranjang
dilakukan oleh 6
Setiap keranjang ambil 3
(enam) orang panelis sampel secara acak
setiap1 kali pengamatan 3
kali ulangan mengukur
suhu saat pembongkaran
dan pelelangan
Memisahkan 3 sampel ikan secara acak setiap
keranjang
teknik random sampling
menggunakan score sheet ikan segar sesuai
SNI 2729:2013
dilakukan oleh 6 (enam) orang panelis

NEXT
Sampel 3 ikan yang diambil secara acak di (atas, bawah, tengah) basket ikan
Sampel diambil saat pembongkaran ikan, lalu disimpan di cool box
Pengujian berdasarkan SNI 2332.3:2015
Pengujian untuk mengetahui nilai ALT ikan segar

Sampel 3 ikan yang diambil secara acak di (atas,


bawah, tengah) basket ikan
Sampel diambil saat pembongkara ikan, lalu disimpan di
cool box
Pengujian berdasarkan SNI 2354.8:2009
Pengujian untuk mengetahui kandungan basa nitrogen
(TVB) ikan segar
NEXT
Sampel 3 ikan yang diambil secara acak di
(atas, bawah, tengah) basket ikan
Sampel diambil saat pembongkaran ikan, lalu
ikan disimpan di cool box
Pengujian berdasarkan metode AOAC (1999)
Pengujian untuk mengetahui kadar serta
kandungan formalin pada ikan segar

Back