Anda di halaman 1dari 13

TUGAS PRESENTASI

BAB 1
NAMA : M AUFA NUR RIZAL
KELAS :XI-7
Awal mula kedatangan jepang
Jepang merupakan salah satu negara yang pernah menjajah bangsa
Indonesia. adapun masa kependudukan Jepang di Indonesia ada
antara tahun 1942 hingga tahun 1945. Kedatangan negara Jepang
ke Indonesia bermula pada tanggal 1 Maret 1942. Pada waktu itu,
negara Jepang telah sukses mendaratkan tentara- tentaranya di
pulau jawa dengan tiga titik , yaitu di Teluk Banten, Eretan Wetan
atau Jawa Barat dan Kranggan (Jawa Tengah).

Kedatangan Jepang di Indonesia tersebut berakibat pada suhu


politik yang ada pada saat itu. Bahkan pemerintahan Belanda yang
pada waktu itu masih berkuasa di Indonesia segera meneyerah
tanpa syarat kepada Jepang di bawah pimpinan Letnan Jenderal
Hitoshi Imamura. Serah terima kekuasaan Belanda kepada
pemerintahan Jepang tersebut kemudian diadakan pada tanggal 8
Maret 1942 di Kalijati
Pihak Jepang mendapatkan simpati dari rakyat Indonesia karena pihak
Jepang telah melakukan berbagai macam upaya untuk mendapatkan hati
rakyat Indonesia (khususnya rakyat Jawa). Adapun contoh upaya- upaya
yang telah dilakukan Jepang untuk mendapatkan simpati dari rakyat
Indonesia yaitu dengan mendirikan Gerakan Tiga A (3A) dengan
slogannya yaitu Jepang Cahaya Asia, Jepang Pelindung Asia, Jepang
Saudara Asia. Kemudian, Jepang pun mengangkat orang- orang pribumi
untuk menduduki di berbagai kursi pemerintahan dengan menghapuskan
prinsip turun temurun dan yang terakhir yaitu Jepang menetapkan
wilayah- wilayah Voorstenlanden sebagai daerah istimewa (Kochi).

Adapun tujuan Jepang melakukan propaganda tersebut adalah untuk


membuat masyarakat pribumi Indonesia menerima didirikannya
pemerintahan militer, untuk mengarahkan kebijakan- kebijakan
pemerintah militer agar dapat menghapuskan pengaruh- pengaruh barat
di kalangan rakyat Jawa dan memobilisasi rakyat Jawa agar Jepang
mendapatkan kemenangan ketika melakukan perang Asia Timur Raya.
Era Penjajahan jepang
Masa pendudukan Jepang di Indonesia dimulai pada
tahun 1942 dan berakhir pada tanggal 17 Agustus 1945
seiring dengan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia oleh
Soekarno dan M. Hatta atas nama bangsa Indonesia.
Pada Mei 1940, awal Perang Dunia II, Belanda diduduki oleh
Jerman Nazi. Hindia Belanda mengumumkan keadaan siaga
dan pada Juli mengalihkan ekspor untuk Jepang ke
Amerika Serikat dan Inggris. Negosiasi dengan Jepang yang
bertujuan untuk mengamankan persediaan bahan bakar
pesawat gagal pada Juni 1941, dan Jepang memulai
penaklukan Asia Tenggara di bulan Desember tahun itu.
Pada bulan yang sama, faksi dari Sumatra menerima
bantuan Jepang untuk mengadakan revolusi terhadap
pemerintahan Belanda. Pasukan Belanda yang terakhir
dikalahkan Jepang pada Maret 1942
. Pengalaman dari penguasaan Jepang di Indonesia sangat
bervariasi, tergantung di mana seseorang hidup dan status
sosial orang tersebut. Bagi yang tinggal di daerah yang
dianggap penting dalam peperangan, mereka mengalami
siksaan, terlibat perbudakan seks, penahanan sembarang dan
hukuman mati, dan kejahatan perang lainnya. Orang Belanda
dan campuran Indonesia-Belanda merupakan target sasaran
dalam penguasaan Jepang.
Selama masa pendudukan, Jepang juga membentuk persiapan
kemerdekaan yaitu BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-usaha
Persiapan Kemerdekaan Indonesia) atau
(Dokuritsu junbi chsa-kai?) dalam bahasa Jepang. Badan ini
bertugas membentuk persiapan-persiapan pra-kemerdekaan
dan membuat dasar negara dan digantikan oleh PPKI yang
bertugas menyiapkan kemerdekaan.
Organisasi pembetukan jepang
1. Pembela Tanah Air ( PETA )
Tentara Sukarela Pembela Tanah AirdisingkatPETAadalah
kesatuan militer yang dibentukJepangdiIndonesiadalammasa
pendudukan Jepang. Tentara Pembela Tanah Air dibentuk pada
tanggal3 Oktober1943berdasarkan maklumatOsamu Seirei No
44yang diumumkan oleh Panglima Tentara Ke-16,Letnan
JendralKumakichi HaradasebagaiTentara Sukarela. Pelatihan pasukan
Peta dipusatkan di kompleks militerBogoryang diberi namaJawa Bo-ei
Giygun Kanbu Resentai.

2. Gakukotai ( Laskar Pelajar )


Menjelang Jepang terpuruk kalah tanpa syarat dalam Perang Dunia II,
untuk memperkuat posisinya di Indonesia, Jepang melatih rakyat
dengan latihan kemiliteran. Tidak ketinggalan pemuda, pelajar dan
mahasiswa. Pasukan pelajar dan mahasiswa yang dibentuk oleh Jepang
disebut dengan GAKUKOTAI.
3.Heiho(barisan cadangan prajurit)
Heihoadalahpasukanyang terdiri dari bangsaIndonesiayang dibentuk
oleh tentara pendudukanJepangdi Indonesia pada masaPerang Dunia II.
Pasukan ini dibentuk berdasarkan instruksi Bagian Angkatan Darat Markas
Besar Umum Kekaisaran Jepang pada tanggal2 September1942dan
mulai merekrut anggota pada22 April1943.
4.Seinendan(barisan pemuda)
Seinenda diumumkan secara resmi pada tanggal 24 April 1943.
Anggotanya di rekrut dari berbagai tempat dari desa-desa
sampai sekolah-sekolah dengan di bekali ke ahlian militer,dan
pata bulan Oktober 1944 terbentuklah Josyi Seinendan
(Seinendan Putri).

5.Fujinkai(barisan wanita)
Pengerahan tenaga untuk berperang tidak hanya berlaku bagi kaum laki-
laki, tetapi berlaku juga untuk kaum wanita Indonesia.
Fujinkai dibentuk pada bulan Agustus 1943. Anggota Fujinkai terdidri atas
para wanita Indonesia yang berusia 15 tahun keatas. Tujuan
pembentukan Fujinkai juga membantu Jepang berperang melawan
Sekutu.
6.Putera(Pusat Tenaga Rakyat)
Pusat Tenaga RakyatatauPuteraadalahorganisasiyang dibentuk
pemerintahJepangdiIndonesiapada16 April1943dan dipimpin oleh
Empat Serangkai, yaituSoekarno,Hatta,Ki Hajar DewantaradanKyai Haji
Mas Mansyur. Tujuan Putera adalah untuk membujuk kaum Nasionalis dan
intelektual untuk mengabdikan pikiran dan tenaganya demi untuk
kepentingan perang melawan Sekutu dan diharapkan dengan adanya
pemimpin orang Indonesia, maka rakyat akan mendukung penuh kegiatan
ini

7.Jawa Hokokai
Jawa HokokaiatauHimpunan Kebaktian Rakjat Djawamerupakan
perkumpulan yang dibentuk oleh Jepang pada1 Maret1944sebagai
penggantiPutera. Pemimpin tertinggi perkumpulan ini
adalahGunseikandanSoekarnomenjadi penasihat utamanya.

8.Keibodan(barisan pembantu polisi)


Keibodan(Barisan Pembantu Polisi) dibentuk pada29 April1943.
Tujuan pembentukan Keibodan adalah untuk membantu polisi Jepang
pada masapenjajahan Jepang di Indonesia. Keibodan di Sumatra dikenal
dengan namaBogodan, sedangkan di Kalimantan lebih dikenal dengan
namaSameo Konen Hokokudan. Di kalangan penduduk Cina dibentuk
semacam Keibodan dengan namaKayo Keibotai. Pembina Keibodan
disebut denganKeimumbu.
9.Jibakutai( Pasukan Berani Mati )
Jibakutai dibentuk pada tanggal 8 Desember 1944

10.Kempetai(barisan polisi rahasia)


Kesatuan Kempetai merupakan satuan polisi militer
Jepang yang ditempatkan diseluruh
wilayahJepangtermasuk daerah jajahan. Kempetai dapat
disandingkan dengan unitGestapomilikNazi Jerman,
memiliki kesamaan dalam tugas sebagai polisi rahasia
militer. Kempetai sangat terkenal karena kedisiplinan dan
kekejamannya.
Organisasi yang berkembang
pada penjajahan jepang
A. Gerakan 3 A
Usaha pertama kali yang dilakukan Jepang untuk memikat
dan mencari dukungan membantu kemenangannya dalam
rangka pembentukan negara Asia Timur Raya adalah
Gerakan 3 A yang mempunyai semboyan Nippon Cahaya
Asia, Nippon Pelindung Asia, dan Nippon Pemimpin Asia
.Organisasi tersebut dicanangkan pada bulan April 1942.
Gerakan 3 A ini dipimpin oleh Hihosyi Syimizu
(propagandis Jepang) dan Mr. Samsudin (Indonesia).
Untuk mendukung gerakan tersebut dibentuklah barisan
pemuda dengan nama Pemuda Asia Raya di bawah
pimpinan Sukarjo Wiryopranoto dengan menerbitkan surat
kabar Asia Raya.
B. Pusat Tenaga Rakyat (Putera)Gerakan 3 A dianggap tidak efektif sehingga
dibubarkan. Pada bulan Maret 1943 pemerintah Jepang membentuk Pusat Tenaga
Rakyat (Putera) yang dipimpin oleh Empat Serangkai, yaitu Ir. Soekarno, Drs. Moh.
Hatta, Ki Hajar Dewantara, dan K.H. Mas Mansur. Tujuannya memusatkan segala
potensi masyarakat Indonesia untuk membantu Jepang dalam Perang Asia Pasifik.
Bagi Indonesia untuk membangun dan menghidupkan kembali aspirasi bangsa
yang tenggelam akibat imperialisme Belanda.

C. Badan Pertimbangan Pusat (Cuo Sangi In) Cuo Sangi In


adalah suatu badan yang bertugas mengajukan usul kepada pemerintah serta
menjawab pertanyaaan mengenai soal-soal politik, dan menyarankan tindakan
yang perlu dilakukan oleh pemerintah militer Jepang. Badan ini dibentuk pada
tanggal 1 Agustus 1943 yang beranggotakan 43 orang (semuanya orang
Indonesia) dengan Ir. Soekarno sebagai ketuanya.

D. Himpunan Kebaktian Jawa (Jawa Hokokai)


Putera oleh pihak Jepang dianggap lebih bermanfaat bagi Indonesia daripada
untuk Jepang. Akibatnya, pada tanggal 1 Januari 1944 Putera diganti dengan
organisasi Jawa Hokokai. Tujuannya adalah untuk menghimpun kekuatan rakyat
dan digalang kebaktiannya. Di dalam tradisi Jepang, kebaktian ini memiliki tiga
dasar, yakni pengorbanan diri, mempertebal persaudaraan, dan melaksanakan
sesuatu dengan bakti.
Majelis Islam A'la Indonesia (MIAI)

Satu-satunya organisasi pergerakan nasional yang masih


diperkenankan berdiri pada masa pendudukan Jepang
ialah MIAI. Golongan ini memperoleh kelonggaran karena
dinilai paling anti-Barat sehingga akan mudah dirangkul.
MIAI diakui sebagai organisasi resmi umat Islam dengan
syarat harus mengubah asas dan tujuannya. Kegiatannya
terbatas pada pembentukan baitul mal (badan amal) dan
menyelenggarakan peringatan harihari besar keagamaan.
KEKALAHAN JEPANG
Menyerahnya Jepang pada bulan Agustus 1945 menandai
akhir Perang Dunia II. Angkatan Laut Kekaisaran Jepang
secara efektif sudah tidak ada sejak Agustus 1945,
sementara invasi Sekutu ke Jepang hanya tinggal waktu.
Walaupun keinginan untuk melawan hingga titik penghabisan
dinyatakan secara terbuka, pemimpin Jepang dari
Dewan Penasihat Militer Jepang secara pribadi memohon
Uni Soviet untuk berperan sebagai mediator dalam perjanjian
damai dengan syarat-syarat yang menguntungkan Jepang.
Sementara itu, Uni Soviet juga bersiap-siap untuk menyerang
Jepang dalam usaha memenuhi janji kepada Amerika Serikat
dan Inggris di Konferensi Yalta.
Pada 6 Agustus dan 9 Agustus, Amerika Serikat
menjatuhkan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki.