Anda di halaman 1dari 11

PENJAJAHAN JEPANG

Cindy Mutiara B
XI-7
AWAL MULA KEDATANGAN JEPANG
Awal mula ekspansi Jepang ke Indonesia didasari oleh
kebutuhan Jepang akan minyak bumi untuk keperluan
perang. Menipisnya persediaan minyak bumi yang dimiliki
oleh Jepang untuk keperluan perang ditambah pula tekanan
dari pihak Amerika yang melarang ekspor minyak bumi ke
Jepang. Langkah ini kemudian diikuti oleh Inggris dan
Belanda. Keadaan ini akhirnya mendorong Jepang mencari
sumber minyak buminya sendiri.
Pada tanggal 1 Maret 1942, Jepang mulai mendarat di 3
tempat di Pulau Jawa, yaitu di Banten, Indramayu, dan
Rembang. Pendaratan ini nyatanya disambut dengan
antusias oleh rakyat Indonesia. Kedatangan Jepang
memberi harapan baru bagi rakyat Indonesia yang saat itu
telah menaruh kebencian terhadap pihak Belanda. Melalui
Indramayu, dengan cepat Jepang berhasil merebut
pangkalan udara Kalijati untuk dipersiapkan sebagai
pangkaan pesawat.
Hingga akhirnya, 9 Maret tahun Showa 17, upacara serah
KEHIDUPAN ERA PENJAJAHAN JEPANG

Mayoritas pekerjaan masyarakatpada Masa


Penjajahan Jepang :
-Romusha
-Kegiatan ekonomi diarahkan untuk kepentingan perang
maka banyak rakyat Indonesia yang dijadikan Romusha.
-Sektor pertanian merupakan fokus utama Jepang sebagai
penyokong perekonomian dan pemasok amunisi
persenjataan perang. Melalui berbagai bentuk propaganda
dan pemaksaan Jepang mewajibkan para petani menanam
komoditas yang dibutuhkan Jepang.
Pendidikan dalam masyarakatMasa Penjajahan Jepang :
-Berbagai jenis sekolah rendah yang diselenggarakan pada zaman
pemerintahan Belanda dihapuskan, ehingga hanya ada satu
sekolah rendah , yaitu Sekolah Rakyat 6 tahun (Kokimin Gakkoo).
-Sekolah-sekolah desa diganti namanya menjadi sekolah pertama.
Sekolah Rakyat 6 tahun, Sekolah Menengah 3 tahun , dan Sekolah
Menengah Tinggi 3 tahun.
-Bahasa indonesia dijadikan bahasa resmi dan bahasa pengantar
bagi semua jenis Sekolah . bahasa jepang dijadikan mata
pelajaran wajib dan adat kebiasaan Jepang harus ditaati.

Kehidupan sosial masyarakat Masa Penjajahan Jepang :


Selama masa pendudukan Jepang di Indonesia, seperti
berlangsungnya proses Indonesianisasi dalam banyak hal, di
antaranya bahasa Indonesia dijadikan bahasa resmi, nama-
nama di- indonesiakan, kedudukan seperti pegawai tinggi
sudah dapat dijabat oleh orang-orang Indonesia dan
sebagainya.
ORGANISASI YANG DIBENTUK JEPANG
Seinendan adalah sebuah organisasi barisan pemuda yang
dibentuk tanggal 9 Maret 1943 oleh tentara Jepang di Indonesia.
Tujuan dari organisasi seinendan ini adalah untuk mendidik dan
melatih para pemuda agar dapat mempertahankan tanah airnya
dengan kekuatan sendiri. Akan tetapi, maksud yang sebenarnya ialah
untuk mempersiapkan pemuda Indonesia untuk membantu militer
Jepang untuk menghadapi pasukan Sekutu.
Keibdan, sering ditulis Keibodan, secara literal berarti Barisan
Pembantu Polisi dibentuk pada 29 April 1943. Tujuan pembentukan
Keibodan adalah untuk membantu polisi Jepang pada masa penjajahan
Jepang di Indonesia. Keibodan di Sumatra dikenal dengan nama Bogodan,
sedangkan di Kalimantan lebih dikenal dengan nama Sameo Konen
Hokokudan. Di kalangan penduduk Cina dibentuk semacam Keibodan
dengan nama Kayo Keibotai. Pembina Keibodan disebut dengan
Keimumbu.
Gakukotai (Laskar Pelajar) Menjelang Jepang terpuruk kalah
tanpa syarat dalam Perang Dunia II, untuk memperkuat posisinya di
Indonesia, Jepang melatih rakyat dengan latihan kemiliteran. Tidak
ketinggalan pemuda, pelajar dan mahasiswa.
Shushintai. Jepang membentuk suishintai (barisan pelopor) saat mereka
mulai banyak menderita kekalahan dalam front-front pertempuran.
Suishintai dipimpin pergerakan nasionalis Indonesia seperti Sukarno, Oto
Iskandar Dinata, dan Buntaran Martoatmojo. Tugas utama suishintai
adalah memperdalam kesadaran rakyat terhadap kewajibannya dan
membangun persaudaraan seluruh rakyat.
Fujinkai. Untuk organisasi perempuan yang dibentuk oleh para
isteri pegawai di daerah-daerah, dan diketuai oleh isteri masing-
masing kepala daerah, dan disebut Fujinkai. Pengerahan tenaga
untuk berperang tidak hanya berlaku bagi kaum laki-laki, tetapi
berlaku juga untuk kaum wanita Indonesia. Fujinkai dibentuk pada
bulan Agustus 1943. Anggotanya terdiri atas para wanita berusia 15
tahun ke atas. Mereka juga diberikan latihanlatihan dasar militer
dengan tugas untuk membantu Jepang dalam perang. Menghadapi
Sekutu. Tugas Fujinkai adalah ikut memperkuat pertahanan dengan
cara mengumpulkan dana wajib berupa perhiasan, hewan ternak,
dan bahan makanan untuk kepentingan peran
Tonarigumi adalah Rukun Tetangga (RT) satuan pemerintahan
terbawah yang di bentuk pada masa pendudukan Jepang untuk
mengawasi aktifivtas warga, serta mendukung kebijakan Politik dan
Ekonomi Jepang.
Kesatuan Kempeitai (Satuan Polisi Militer) merupakan satuan polisi
militer Jepang yang ditempatkan di seluruh wilayah Jepang termasuk
daerah jajahan. Kempetai dapat disandingkan dengan unit Gestapo milik
Nazi Jerman, memiliki kesamaan dalam tugas sebagai polisi rahasia
militer. Kempetai sangat terkenal karena kedisiplinan dan kekejamannya.

Heiho (Tentara Pembantu) adalah pasukan yang terdiri dari bangsa


Indonesia yang dibentuk oleh tentara pendudukan Jepang di Indonesia
pada masa Perang Dunia II. Pasukan ini dibentuk berdasarkan instruksi
Bagian Angkatan Darat Markas Besar Umum Kekaisaran Jepang pada
tanggal 2 September 1942 dan mulai merekrut anggota pada 22 April
1943. Heiho pada awalnya dimaksudkan untuk membantu pekerjaan kasar
militer seperti membangun kubu dan parit pertahanan, menjaga tahanan,
dll. Dalam perkembangannya, seiring semakin sengitnya pertempuran,
Heiho dipersenjatai dan dilatih untuk diterjunkan di medan perang,
bahkan hingga ke Morotai dan Burma.

Badan Pertimbangan Pusat (Chuo Sangi In). badan ini dibentuk


pada 5 September 1943. Ketuanya adalah Ir. Soekarno dan wakilnya
adalah R.M.A.A. Koesoemo Oetejo dan dr. Boentaran Martoatmojo.
Tujuan organisai ini adalah memberi masukan dan pertimbangan
kepada pamerintah Jepang dalam mengambil keputusan.
ORGANISASI YANG BERKEMBANG ERA
PENJAJAHAN JEPANG
1. Gerakan Tiga A
Organisasi ini mula-mula dibentuk dengan semboyan: Nippon Cahaya Asia, Nippon
Pemimpin Asia, Nippon Pelindung Asia. Jepang mampu sebagai Cahaya
(penerang), Pemimpin, dan Pelindung bagi negara-negara Asia lainnya. Dan
ternyata Gerakan Tiga A tidak bertahan lama karena tidak mendapat simpati
rakyat.
2. Pusat Tenaga Rakyat (Putera)
Untuk menarik simpati rakyat, pemerintah militer Jepang menawarkan kerja sama
dengan para pemimpin indonesia. Oleh karenanya, tokoh-tokoh pergerakan
Nasional, seperti Ir. Soekarno, Drs. Moh Hatta, dan Sultan Syahir dibebaskan. Para
pemimpin bangsa Indonesia itu bersedia bekerja sama dengan pemerintah militer
Jepang. Dengan adanya persetujuan kerja sama, dibentuklah organisasi baru
bernama Putera (Pusat Tenaga Rakyat). Organisasi ini dipimpin oleh empat
serangkai, yaitu Ir. Soekarno, Drs. Moh Hatta, K.H. Mas Mansyur, dan Ki Hajar
Dewantara.
Pusat tenaga Rakyat yang dibentuk pada 16 April 1945. Organisasi ini disusun
dengan pimpinan pusatnya di Jakarta. Organisasi-organisasi profesi yang menjadi
anggota Putera, antara lain: Persatuan Guru Indonesia, Perkumpulan Pegawai Pos,
Telegraf, dan Radio, Isteri Indonesia, Barisan Banteng, Badan Perantara Pelajar-
pelajar Indonesia, dan Ikatan Sport Indonesia.
3. Jawa Hokokai
Dengan alasan Potera lebih menguntungkan Indonesia, Pemerintah militer
Jepang membentuk Organisasi baru, yaitu Jawa Hokokai (Himpunan
Kebaktian Jawa). Alasan pembentukan Jawa Hokokai adalah agar Indonesia
dihimpun tenaganya lahir dan batin untuk digalang kebaktiannya sesuai
dengan hokoseisyen (semangat kebaktian). Di dalam tradisi Jepang ada
tiga dasar utama, yaitu rela mengorbankan diri, mempertebal
persahabatan, dan mengerjakan sesuatu harus menghasilkan bukti.
Pimpinan organisasi ini berada ditangan Gunseikan (kepala pemerintah
militer) dan ditiap derah dipimpin oleh Syucokan (gubernur/residen).
Jawa Hokokai terdiri dari berbagai macam hokokai profesi diantaranya Izi
Hokokai (Himpunan Kebaktian Dokter), Kyoiku Hokokai (Himpunan
Kebaktian Pndidik), Fujinkai (Organisasi Wanita), dan Ke imin Bunko
Syidosyo (Pusat Budaya).

4. Majelis Islam A'laa Indonesia (MIAI)


MIAI merupakan organisasi yang berdiri pada masa penjajahan Belanda,
tepatnya pada tahun 1937 di Surabaya. Pendirinya adalah K. H. Mas
Mansyur dan kawan-kawan.
Organisasi ini tetap diizinkan berdiri pada masa pendudukan Jepang sebab
merupakan gerakan anti-Barat dan hanya bergerak dalam bidang amal
(sebagai baitulmal) serta penyelenggaraan hari-hari besar Islam saja.
Meskipun demikian, pengaruhnya yang besar menyebabkan Jepang
merasa perlu untuk membatasi ruang gerak MIAI.
5. Chou Singi-In
Memsuki awal tahun 1943 Jepang mulai melemah. Mereka
mengalami kekalahan beruntun di berbagi front pertempuran.
Pada tanggal 8 Januari 1943, Perdana Menteri Tojo
mengumumkan secara resmi bahwa Filipina dan Birma akan
memperoleh kemerdekaannya pada tahun itu juga,
sedangkan mengenai Indonesia tidak disinggung sama sekali.
Pernyataan itu dapat menyinggung perasaan kaum nasionalis
dan rakyat Indonesia umumnya. Oleh karena itu, Perdana
Menteri Tojo menganggap perlu mengirim Menteri Urusan
Asia Timur Raya, Aoki, ke Jakarta awal bulan Mei 1943. Aoki
adalah Menteri Jepang pertama kali yang ada di Indonesia.
Sehubungan dengan pertemuan tokoh-tokoh empat serangkai
dengan Menteri Aoki itulah, maka pada tanggal 7 Juli 1943,
Tojo datang ke Jakarta.
KEKALAHAN JEPANG MENUJU
KEMERDEKAAN INDONESIA
Pasukan Jepang mulai melemah, kekalahan dan kekalahan diperolehnya
dan Amerika semakin kuat ,apalagi setelah menarik pasukannya yang ada
di Eropa. Serangan Jepang dapat dihentikan oleh tentara Amerika pada Mei
1942 di pertempuran Laut Koral dan Juni 1942 di Pertempuran Midway.
Jepang semakin melemah karena Amerika mengamuk sehingga pada
tanggal 6 Agustus 1945 AS menjatuhkan Bom Atom pertamanya di
Hiroshima . Namun, Amerika masih belum puas juga dan tiga hari kemudian
tanggal 9 Agustus Bom Atom kedua mendarat kembali di kota Nagasaki,
dua pusat kota pemerintahan Jepang tersebut menjadi hancur rata dengan
tanah. Hingga akhirnya, Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu pada
tgl 14 Agustus 1945. Penyerahan kekalahan itu dilakukan di kapal Missouri
pada tanggal 2 September 1945 oleh Kaisar Hirohito(Jepang) dan Jendral
Douglas Mc Arthur(Sekutu) Berita kekalahan Jepang terhadap Sekutu tidak
dapat disembunyikan, dengan perjanjian Post Dam Jepang menyerahkan
kekuasaannya kepada Sekutu dan otomatis di Indonesia terjadi kekosongan
kekuasaan. Pada setelah kejadian itupun, Bangsa Indonesia
memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.