Anda di halaman 1dari 20

INDONESIA MERDEKA

RADEN MAHARANI NURROBBI


XI 7
Dari Rengas Dengklok
Hingga Pegangasan Timur
Ir. SoekarnodanDrs. Moh. Hattadibawa ke sebuah desa di
sebelah utara Karawang yang bernamaRengasdengklok.
Peristiwa ini terjadi pada tanggal 16 Agustus 1945 pukul
04.30. WIB. Pada waktu itu Ir. Soekarno dan Moh. Hatta,
tokoh-tokoh tua yang menginginkan agar proklamasi
dilakukan melaluiPPKI, dibawa dan diamankan ke
Rengasdengklok oleh golongan mudaChairul Salehyang
menginginkan agar proklamasi dilakukan secepatnya
tanpa melalui PPKI yang dianggap sebagai badan
buatanJepang. Sebelumnya golongan pemuda telah
mengadakan suatu perundingan di salah satu lembaga
Bakteriologi diPegangsaan TimurJakarta, pada tanggal
15 Agustus. Dalam pertemuan ini diputuskan agar
pelaksanaan kemerdekaan dilepaskan segala ikatan dan
.Tetapi usul tersebut ditolak Ir. Soekarno, karena
merasa bertanggung jawab sebagai ketua PPKI,
badan persiapan kemerdekaan.
Menghadapi desakan tersebut, Ir. Soekarno dan Drs.
Moh. Hatta tetap tidak berubah pendirian. Sementara
itu di Jakarta Chairul dan kawan-kawan telah
menyusun rencana untuk merebut kekuasaan. Tetapi
apa yang telah direncanakan tidak berhasil
dijalankan karena tidak semua
anggotaPETAmendukung rencana tersebut. Karena
tidak mendapat berita dari Jakarta, makaJusuf
Kuntodikirim untuk berunding dengan pemuda-
pemuda yang ada di Jakarta. Namun sesampainya di
Jakarta Kunto hanya menemuiMr. Achmad
Soebardjo, Kunto danMbah Sudiroke
Rangasdengklok untuk menjemput Soekarno,
Hatta,FatmawatidanGuntur. Pada tanggal 16
tengah malam rombongan tersebut sampai di
Perumusan teks proklamasi
Perumusan teks proklamasi dilakukan di rumah
Laksamana Tadashi Maeda, seorang perwira
Angkatan Laut Jepang. Ada dua alasan yang
menyebabkan perumusan teks proklamasi
dilaukan di rumah Maeda. Laksamana Maeda
mendukung perjuangan Bangsa Indonesia
Faktor Keamanan : Hak prerogatif kekuasaan
wilayah militer angkatan laut yang tidak dapat
diganggu gugat oleh angkatan Darat. Dalam
proses penyusunan naskah proklamasi,

Ada tiga tokoh yang terlibat yaitu : Ir. Soekarno


Mohammad Hatta Ahmad Subardjo Ketiga tokoh
bermusyawarah tentang naskah proklamasi yang
Ada dinamika yang berkembang dalam musyawarah itu terkait dengan
redaksi naskah/teks proklamasi yaitu :

Soekarno pertama kali menuliskan kata pernyataan Proklamasi sebagai


judul pada pukul 03.00 WIB. Achmad Soebardjo menyampaikan kalimat
Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan
Indonesia.

Moh. Hatta menambahkan kalimat:


Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain
diselenggarakan dengan cara saksama dan dalam tempoh yang
sesingkat-singkatnya. Soekarno menuliskan: Jakarta, 17 8 05
Wakil-wakil bangsa Indonesia sebagai penutup.

Pada pukul 04.00 WIB dini hari Soekarno meminta persetujuan dan
tanda tangan kepada semua yang hadir sebagai wakil-wakil bangsa
Indonesia. Para pemuda menolak dengan alasan sebagian yang hadir
banyak yang menjadi kolaborator Jepang. Sukarno mengusulkan agar
teks proklamasi cukup ditandatangani dua orang tokoh, yakni Soekarno
dan Moh. Hatta, atas nama bangsa Indonesia.
Pengesahan UUD 45 dan Pemilihan
Presiden dan WAPRES
PPKI mengadakan sidang untuk pertama kalinya pada
tanggal 18 Agustus 1945. Serta pada sidang tersebut
didapat keputusan bahwa UUD 1945 ditetapkan serta
disahkan menjadi kontitusi Negara Indonesia serta
dipilihkan Presiden Indonesia beser wakilnya beserta
wakilnya. Sidang dari PPKI ini merupakan kelanjutan
sidang BPUPKI pada tanggal 10-16 juli 1945 yang
mengulas persoalan rancangan undang-undang dasar.
Berbagai pembetulan disepakati oleh sidang, yaitu
rumusan sila pertama pancasila yang sebalumnya
disepakati merupakan ketuhanan serta keharusan
menjalankan syariat-syariat islam bagi pemeliknya,di
ubah menjadi ketuhanan yang maha esa. Tidak
hanya itu, Bab III, pasal 6,UUD 1945yang sebelumnya
menyebutkan bahwapresiden ialah orang Indonesia
Dalam sidang itu pula rancangn undang-undang dasar
ditetapkan serta disahkan menjadi undang-undang
dasar Negara yang kemudian dikenal sebagai undang-
undang dasar 1945.
Pada saat mengulas bab III rancangan UUD 1945, Otto
iskandardinata menganjurkan supaya sekaligus saja
memilih presiden serta wakil presiden.
Ia menganjurkan Soekarno menjadi presiden, serta Moh
Hatta sebagai wakil presiden. Usul dari Otto
Iskandardinata langsung diterima dengan cara bulat
serta disambut dengan upacara menyanyikan lagu
Indonesia Raya setidak sedikit dua kali. Dengan
demikian, kedua proklamator tersebut sejak tanggal
18 Agustus 1945 resmi menjadi presiden serta wakil
presiden Republik Indonesia yang pertama.
Pemerintahan Departemen dan
Pemerintahan Daerah
1.Sidang tanggal 18 Agustus1945, menghasilkan keputusan sebagai berikut:
a.Mengesahkan dan menetapkan UUD RI yang dikenal dengan nama UUD 1945.
b.Memilih dan menetapkan Sukarno sebagai Presiden dan Mohammad Hatta sebagai
wakil presiden (secara aklamasi)
c.Pembentukan Komite Nasional untuk membantu pekerjaan presiden sebelum
terbentuknya MPR dan DPR.

2.Sidang tanggal 19 Agustus 1945, menetapkan mengenai :


Pembagian wilayah Indonesia
Menetapkan wilayah Indonesia menjadi 8 propinsi dengan 2 daerah istimewa beserta
gubernurnya, yaitu :
a)Jawa Barat : Sutardjo Kartohadikusumo
b)Jawa Tengah : R. Panji Soeroso
c)Jawa Timur : R.A Soerjo
d)Kalimantan : Ir. Mohammad Noor
e)Sulawesi : Dr. Sam Ratulangi
f)Maluku : Mr. J. Latuharhary
g)Sunda Kecil : Mr. I Gusti Ketut Pudja
h)Sumatera : Mr. Teuku Moh. Hasan
i)Dua daerah istimewa yaitu Yogyakarta dan Surakarta
Pembentukan Dpartemen dan
Kementrian
i)Departemen Pertahanan :
Pembentukan 12 Departemen dan 4 Supriyadi
kementrian negara untuk membantu j)Departemen Kesehatan :
presiden. Boentaran Martoatmodjo
a)Departemen Dalam Negeri : k)Departemen Perhubungan :
Wiranata Kusumah Abikusno Tjokrosujoso
b)Departemen Luar Negeri : l)Departemen Pekerjaan
Ahmad Subardjo Umum : Abikusno Tjokrosujoso
c)Departemen Kehakiman : Dr. m)Menteri Negara :
Soepomo Wachid Hasyim
d)Departemen Keuangan : A.A n)Menteri Negara :
Maramis R.M Sartono
e)Departemen Kemakmuran : Ir. o)Menteri Negara :
Surachman Tjokrodisuryo M. Amir
f)Departemen Pengajaran : Ki p)Menteri Negara :
Hajar Dewantara R. Otto Iskandardinata
g)Departemen Penerangan : Amir
Syarifudin
h)Departemen Sosial : Iwa
Kusumasumantri
.Sidang tanggal 22 Agustus 1945, PPKI membentuk tiga badan yaitu :
Pembentukan Komite Nasional Indonesia (KNI)
Dibentuk komite nasional sebagai penjelmaan tujuan dan cita-cita bangsa
Indonesia untuk menyelenggarakan kemerdekaan yang didasarkan
kedaulaan rakyat. Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) berkedudukan
di Jakarta, sedangkan Komite Nasional Indonesia Daerah (KNID)
berkedudukan di ibukota propinsi. Tanggal 29 Agustus 1945, Presiden
Sukarno melantik 135 anggota KNIP di Gedung Kesenian Jakarta dengan
ketua Kasman Singodimejo.

Pembentukan Partai Nasional


Indonesia (PNI)
Awalnya PNI dibentuk sebagai partai
tunggal di Indonesia tetapi
keputusan tersebut ditunda hingga
tanggal 31 Agustus 1945. Tujuan PNI
adalah mewujudkan Negara Republik
Indonesia yang berdaulat, adil dan
makmur berdasarkan kedaulatan
rakyat.
C. Pembentukan Tentara Kebangsaan
Sehubungan dengan pembentukan Tentara Kebangsaan maka
dibentukBadan Keamanan Rakyat/ BKR(23 Agustus 1945)
yang kemudian ditetapkan sebagai bagian dari badan
penolong keluarga korban perang. Badan ini ditujukan untuk
memelihara keselamatan rakyat. BKR dibentuk sebagai
pengganti Badan Penolong Korban Perang (BPKP). BKR
terdiri dari BKR pusat dan BKR daerah.
Akhirnya karena desakan para pemuda
anggota BKR maka dibentuk tentara
kebangsaan yang diresmikan pada
tanggal 5 Oktober 1945 dengan
namaTentara Keamanan Rakyat (TKR).
Pada 25 Januari 1946 TKR berganti
nama menjadi Tentara Republik
Indonesia (TRI) dalam upaya untuk
mendirikan tentara yang percaya pada
kekuatan sendiri. Pada 3 Juni 1947, TRI
berganti nama menjadiTentara
Nasional Indonesia (TNI)dengan tujuan
untuk membentuk tentara kebangsaan
Menentukan Kabinet
Kabinet RI yang pertama dibentuk oleh Presiden Sukarno pada tanggal 2
September 1945 terdiri atas para menteri sebagai berikut.
a. Menteri Dalam Negeri R.A.A. Wiranata Kusumah
b. Menteri Luar Negeri Mr. Ahmad Subarjo
c. Menteri Keuangan Mr. A.A. Maramis
d. Menteri Kehakiman Prof. Mr. Supomo
e. Menteri Kemakmuran Ir. Surakhmad Cokroadisuryo
f. Menteri Keamanan Rakyat Supriyadi
g. Menteri Kesehatan Dr. Buntaran Martoatmojo
h. Menteri Pengajaran Ki Hajar Dewantara
i. Menteri Penerangan Mr. Amir Syarifuddin
j. Menteri Sosial Mr. Iwa Kusumasumantri
k. Menteri Pekerjaan Umum Abikusno Cokrosuyoso
l. Menteri Perhubungan Abikusno Cokrosuyoso
m. Menteri Negara Wahid Hasyim
n. Menteri Negara Dr. M. Amir
o. Menteri Negara Mr. R.M. Sartono
p. Menteri Negara R. Otto Iskandardinata
Pembentukan Parpol
Sidang PPKI pada tanggal 22 Agustus 1945
juga memutuskan adanya
pembentukan partai politik nasional yang
kemudian terbentuk PNI (Partai Nasional
Indonesia). Partai ini diharapkan sebagai
wadah persatuan pembinaan politik bagi
rakyat Indonesia. BPKNIP mengusulkan
perlu dibentuknya partaipartai politik,
yang kemudian ditindaklanjuti oleh Wakil
Presiden dengan maklumat pada tanggal 3
Nopember 1945. Setelah dikeluarkan
maklumat berdirilah partai-partai politik di
Beberapa partai politik yang kemudian terbentuk misalnya :
a. Masyumi, berdiri tanggal 7 November 1945, dipimpin oleh dr
Sukiman Wiryosanjoyo
b. PKI (Partai Komunis Indonesia) berdiri 7 November 1945 dipimpin
oleh Mr. Moh. Yusuf. Oleh tokoh-tokoh komunis, sebenarnya pada
tanggal 2 Oktober 1945 PKI telah didirikan.
c. PBI (Partai Buruh Indonesia), berdiri tanggal 8 November 1945
dipimpin oleh Nyono
d. Partai Rakyat Jelata, berdiri tanggal 8 Nopember 1945 dipimpin
oleh Sutan Dewanis
e. Parkindo (Partai Kristen Indonesia), berdiri tanggal 10 November
1945 dipimpin oleh Dr Prabowinoto
f. PSI (Partai Sosialis Indonesia), berdiri tanggal 10 November 1945
dipimpin Amir Syarifuddin
g. PRS (Partai Rakyat Sosialis), berdiri tanggal 10 November 1945
dipimpin oleh Sutan Syahrir
h. PKRI Partai Katholik Republik Indonesia), berdiri tanggal 8
Desember 1945
i. Persatuan Rakyat Marhaen Indonesia, berdiri tanggal 17 Desember
1945 dipimpin oleh JB Assa
j. PNI (Partai Nasional Indonesia), berdiri tanggal 29 Januari 1946. PNI
merupakan penggabungan dari Partai Rakyat Indonesia (PRI),
Lahirnya TNI
Periode Pembentukan (1945-1947)
BKR adalah bagian dariKorban Perang Keluarga
Badan Helper(BPKKP) yang awalnya bernama
Dewan Wakil tentara dan kemudian
menjadiDeputi Badan Pertahanan(BPP). BPP
sudah di era Jepang dan bertanggung jawab untuk
menjaga kesejahteraan anggota tentaraNegara
Pertahanan(PETA) danHeiho.
Pada 18 Agustus 1945 Jepang
membubarkanPETAdanHeiho. Tugas untuk
mengakomodasi mantan
anggotaPETAdanHeihoditangani oleh BPKKP.
Dalam pembentukan BKR adalah sebuah
perubahan dari hasil eksperimen PPKI pada 19
Agustus 1945 memutuskan untuk mendirikan
Tentara Nasional.
Pembentukan BKR diumumkan oleh Presiden pada
tanggal 23 Agustus 1945. Dalam sambutannya, ia
meminta pemudaPETA, Heiho, Kaigun Heiho,
danpemudalainnya untuk sementara bekerja
dalam bentuk BKR dan bersiap-siap untuk
dipanggil ke nasional tentara tentara jika saatnya.
Tentara Keamanan Rakyat
Jepang menyerah kepada pasukan sekutu menyebabkan
kedatangan pasukan Inggris ke Indonesia, yang digunakan
oleh tentara Belanda untuk kembali ke Indonesia. Situasi ini
menjadi awal yang tidak aman. Oleh karena itu, pada tanggal
5 Oktober 1945, Pemerintah RI mengeluarkan sebuah
keputusan membentuk tentara nasional bernama Tentara
Keamanan Rakyat.
Wakil Presiden Dr (HC) DrsMohammad Hattadiangkat
sebagai Kepala Staf Umum TKR dengan pangkat Letnan
Jenderal dan diberi tugas membentuk pasukan tentara.

PresidenSoekarnopada tanggal 6 Oktober 1945,


mengangkat Suprijadi, PETA tokoh pemberontakan di Blitar
untuk menjadi Menteri Keamanan Rakyat dan Pemimpin
Tertinggi TKR. Tapi dia tidak pernah muncul sampai awal
November 1945, sehingga TKR tidak memiliki pemimpin
tertinggi.

Untuk mengatasi hal ini, maka pada 12 November 1945 TKR


Konferensi yang diselenggarakan di Yogyakarta, yang
dipimpin oleh Kepala Staf Umum Letjen Oerip Sumohardjo
TKR. Hasil dari konferensi adalah pemilihan sebagai
Pemimpin Tertinggi Kolonel SudirmanTKR. Pemerintah
Republik Indonesia pada tanggal 18 Desember 1945
mengangkat pejabat Komandan Kolonel Sudirman menjadi
TKR, dengan pangkat Jenderal.
Menjadi Tentara Keselamatan Rakyat
Untuk memperluas fungsi tentara
dalam membela kebebasan dan
keamanan rakyat Indonesia, pada
7 Januari 1946 pemerintah
mengeluarkan Keputusan
Pemerintah No.2 / SD 1946
mengubah nama Tentara
Keamanan Rakyat menjadi Tentara
Keselamatan Rakyat. Kemudian
nama Departemen Keamanan
Rakyat berganti nama menjadi
Departemen Pertahanan.
TKR Agung Markas mengeluarkan
pengumuman yang dimulai pada
tanggal 8 Januari 1946, nama ini
diubah untukAngkatan Darat
Tentara Keamanan Rakyat
Keselamatan Rakyat.
Tentara Republik Indonesia

Untuk meningkatkan organisasi tentara sesuai dengan standar militer


internasional, maka pada 26 Januari 1946 pemerintah mengeluarkan
pemberitahuan tentang penggantian nama dari Bala Keselamatan
Rakyat menjadi Tentara Republik Indonesia. Maklumat ini
dikeluarkan melalui Keputusan Pemerintah 4 / SD 1946.
Untuk mencapai seorang prajurit yang sempurna, pemerintah
membentuk sebuah komite yang disebut Komite Pelaksanaan
Organisasi Angkatan Darat. Beberapa panitia adalah Oerip
Soemohardjo Letnan dan Commodore Suryadarma.
Pada 17 Mei 1946 panitia mengumumkan hasil kerjanya, seperti
desain dan bentuk Kementerian Pertahanan dan Tentara, kekuatan
dan organisasi, transisi dari TKR ke TRI dan posisi kamp dan garis
serta instansi berjuang dari orang orang.
PresidenSoekarnopada 25 Mei 1946 akhirnya melantik perwira dan
Markas Jenderal Departemen Pertahanan. Pada upacara
peresmianJenderal Sudirmanbersumpah untuk mewakili semua
anggota tentara yang dilantik.
Tentara Nasional Indonesia
Pada 15 Mei 1947 Presiden Republik Indonesia mengeluarkan
penetapan TRI unifikasi dengan lembaga dan tentara paramiliter
berjuang dalam satu organisasi.

Pada tanggal 3 Juni 1947 Presiden meresmikan penyatuan TRI dengan


perjuangan paramiliter ke dalam wadah tentara nasional dengan
nama Tentara Nasional Indonesia. Presiden juga menetapkan
komposisi tertinggi militer. Kepala angkatan bersenjata Jenderal
Soerdiman ditunjuk sebagai Kepala pimpinan TNI Shoots anggota
adalahLetnan JenderalOerip Sumohardjo, Laksamana Nazir,
Commodore Suryadarma, Sutomo Mayor Jenderal, Mayor Jenderal Ir.
Sakirman, dan Mayor Jenderal Jokosuyono.

Dalam ketentuan ini juga menyatakan bahwa semua unit Angkatan


Bersenjata dan unit paramiliter berubah menjadi militer, harus
memenuhi semua perintah dan tunduk pada instruksi yang
dikeluarkan oleh tunas pemimpin militer (TNI).