Anda di halaman 1dari 32

Standar Kompetensi

Menerapkan konsep dan prinsip gejala gelombang


dalam menyelesaikan masalah

Kompetensi Dasar

Mendeskripsikan gejala dan ciri-ciri


gelombang secara umum
Gejala Gelombang
Pengertian Gelombang
Energi Gelombang
Superposisi
Formulasi Gelombang Berjalan
Formulasi Gelombang Stasioner
Sifat-sifat Gelombang
Pengertian Gelombang

Getaran yang merambat


Ada medium dalam perambatan energi
(gelombang mekanik)
Medium Perambatan : zat padat, cair dan gas
Gelombang adalah perambatan energi dari
satu tempat ke tempat lain tanpa menyeret
materi yang dilewatinya
Berdasarkan Arah getarnya

Gel Transversal

Gel Longitudinal
Tipe Gelombang

Gelombang Longitudinal

Gelombang Transversal
Tipe Gelombang

Gelombang Air
Sifat Gelombang
Panjang Gelombang: Jarak antara titik-titik identik pada
gelombang.
Amplitudo: Perpindahan maksimum A dari sebuah titik
pada gelombang. Panjang gelombang


Amplitudo A

Perioda: Waktu T dari sebuah titik pada gelombang untuk


melakukan satu osilasi secara komplit.
Persamaan
Gelombang longitudinal dan transversal

1
v f
T
= panjang gelombang (m)
v = cepat rambat gelombang (m/s)
f = frekuensi gelombang (Hz)
T = Periode (s)
Contoh
Sebuah kapal melempar sauh pada suatu lokasi dan
diombang-ambingkan gelombang naik dan turun. Jika
jarak antara puncak gelombang adalah 20 meter dan laju
gelombang 5 m/s, berapa lama waktu t yang
dibutuhkan kapal untuk bergerak dari puncak ke dasar
lembah gelombang? t

t + t

Diketahui v = / T, maka T = / v. Jika = 20 m dan v =


5 m/s, maka T = 4 sec
Waktu tempuh dari puncak ke lembah adalah setengah
perioda, jadi t = 2 sec
Fase Gelombang
Keadaan getaran satu
benda yang berkaitan
dengan simpangan dan
arah geraknya

Titik yang berjarak


1, 2, 3, . . . n sefase
(2n - 1)1/2 fase berlawanan
Energi Gelombang
Energi yang dipindahkan
gelombang dinyatakan
dalam intensitas
P1 P2
gelombang I 1 A1 I 2 A2
I 1 4r1 I 2 4r2
2 2
Intensitas gelombang
daya gelombang yang di
2
pindahkan melalui bidang I1 r2
seluas satu satuan yang 2
tegak lurus pada arah I2 r1
cepat rambat gelombang
Superposisi (gabungan)
Sefase Berlawanan Fase
GELOMBANG BERJALAN
TRANSVERSAL

I V
P
Y
A
II

Setelah A bergetar selama t detik maka titik P telah bergetar


selama:
x tp t xv t x
tp t atau p
v T T T
Maka Simpangan Gelombang berjalan :

Y A Sin t p
2
T
2 x
Y = A Sin (t - )
T v

t x
Y = A Sin (2 - 2 )
T

x
Y = A Sin (2ft - 2 )
2
k
Y = A Sin (2ft - kx)
Secara umum persamaan Gelombang berjalan :

x
y P A sin 2 ft 2

y P A sin t kx
Dimana :
Yp = Simpangan gelombang di titik P ( m,cm )
A = Amplitudo gelombang ( m,cm )
X = Jarak titik P dari titik pusat O ( m, cm )
V = Kecepatan rambat gelombang ( m/s, cm/s )
k = Bilangan gelombang
= Panjang gelombang ( m,cm )
f = Frekuensi Gelombang ( Hz )
2
T = Periode gelombang ( s ) 2f
= Kecepatan sudut ( rad/s ) T
t = Lamanya titik asal telah bergetar ( s )
t = Sudut fase gelombang ( rad)
Sebuah gelombang berjalanm dengan
persamaan simpangan
y = 0,02 sin ( 8t 4 x ), dimana y dan x
dalam m dan t dalam s, Tentukan :
a. arah rambatan
b. Frekuensi
c. Panjang gelombang
d. Kecepatan rambat gelombang
e. Amplitudo gelombang
f. bilangan gelombang
Formulasi Gelombang Berjalan

YP A sin t kx
dYP
vP A cos t kx
dt
A positif arah getar dvP
2 A sin t kx

pertama ke atas
aP
dt
k negatif (arah sumbu x
aP 2YP
positif) arah rambat
gelombang ke kanan
Contoh
(a) Tuliskan persamaan yang gelombang sinusoidal
transversal yang menjalar pada tali dalam arah y
dengan bilangan gelombang 60 cm-1, perioda 0.20 s,
dan amplitudo 3.0 mm. Ambil arah z sebagai arah
transversal.

(b) Berapa laju transversal maksimum dari titik pada tali?


Soal Latihan
Tentukan sudut fase gelombang di titik P,
jika titik O telah bergetar selama 1 sekon.
Jarak titik P ke O 2 m cepat rambat
gelombang 4 m/s dan periode gelombang
adalah 1 sekon
Gelombang Stasioner
( Gelombang Diam )
a. Pemantulan Pada Ujung Bebas
x

y2
y1 tP 2 t
lx

tP 2 t l x

v T T
P
-

Untuk Gelombang Datang di titik P: t t l x


t P1 t l x


P1
v T T
t l x
y1 A sin 2
T
Untuk Gelombang pantul di titik P:

t l x
y2 A sin 2
T
Untuk gelombang Stasioner

YP = y1 + y2
t l x t l x
y p A sin 2 A sin 2
T T
t l x
y P 2 A sin 2 cos 2 ( )
T
x t l
y P 2 A cos 2 ( ) sin 2
T
x
2 A.cos 2 ( ) amplitudo gel.stasioner

x
2 A.cos 2 ( ) AP

Maka Simpangan Gelombang Stasioner di titik P :

t l
y P AP sin 2
T
Untuk gelombang
Stasioner

Letak Simpul dan Perut :


Letak simpul dan perut dihitung dari ujung pantul ke titik yang
bersangkutan .
1. Letak simpul.
Simpul terjadi jika Ap= 0 dan dan secara umum teletak pada:

Sn=( 2n +1).
2. Letak Perut.
Tempat-tempat yang mempunyai amplitudo terbesar disebut perut
dan secara umum teletak pada:

Pn= n ( )
b. Pemantulan pada ujung tetap
Gel. pantul
Gel. datang x

y2
y1
P
lx tP 2 t l x
tP 2 t
v T T
-
Gel. stasioner
lx t P1 t lx

Untuk Gelombang Datang di titik P: t P1 t
v T T
t l x
y1 A sin 2
T
Untuk Gelombang pantul di titik P:

t l x
y2 A sin 2 Terjadi loncatan fase
T
Y=y1+y
2 t l x t l x
Y A sin 2 A sin 2
T T
x t l
Y 2 A sin 2 ( ) cos 2 ( )
T
x
2 A sin 2 ( ) AP

Ap amplitudo gel.tasioneor

t l
Y AP cos 2 ( )
T
Letak simpul dan perut :
Letak simpul dan perut merupakan kebalikan gel.stasioner pada
pemantulan ujung bebas.

Letak simpul ke n : Sn= n ( )

Letak perut ke n: Pn=( 2n +1).


Formulasi Gelombang Stasioner
Dawai ujung bebas

YP 2 A cos kx sin t kx
YP AP sin t kx
Dawai ujung terikat
YP 2 A sin kx cos t kx
2x
AP 2 A sin kx 2 A sin

Sifat-sifat Gelombang
Pemantulan gelombang
Pembiasan gelombang
Difraksi gelombang
Interferensi gelombang
Dispersi gelombang
Polarisasi gelombang
Efek Doppler
SELESAI