Anda di halaman 1dari 23

APLIKASI SISTEM PENEUMATIK

PADA
PINTU OTOMATIS BUS

YANG DISUSUN OLEH :


ABU BAKAR MUHADI
WAHYU FIRMAN IDZHAM
OGY RISKY JUWANTORO
DIDIK SUSANTO
YONDA CANGGIH ATMADJA
MUHAMMAD FACHRIZAL
PENDAHULUAN
Guna mengatasi kekurangan-kekurangan yang
terdapat pada pintu bus manual, maka akan
didesain suatu pintu bus otomatis.
Pintu ini akan dikontrol secara otomatis dengan
menggunakan sistem kontrol pneumatik.
Dengan adanya sistem kontrol ini maka
diharapkan dapat mengatasi kekurangan
-kekurangan yang ada pada pintu bus
konvensional.
PENDAHULUAN
Adapun kondisi kondisi yang diharapkan dari sistem control pneumatik
Pada saat bus sedang menunggu penumpang di terminal, halte atau pada
tempat-tempat pemberhentian bus lainnya, maka pintu bus dalam kondisi
terbuka
Bila bus akan berangkat atau melanjutkan perjalanan, maka pintu bus segera
ditutup.
Apabila di tengah perjalanan ada penumpang yang akan turun, maka
penumpang tersebut tinggal menekan tombol di depan pintu bus, dan pintu
akan segera membuka. Dan bila penumpang telah turun maka pintu akan
segera menutup kembali secara otomatis.
Saat akan menaikkan penumpang di tengah perjalanan, maka sopir atau
kondektur cukup menekan katup tombol dan pintu akan segera terbuka secara
otomatis. Setelah penumpang naik maka pintu bus akan menutup kembali
secara otomatis.
Energi Kerja Dan Ukuran Elemen
Energi Kerja
Operasi yang harus dilakukan oleh silinder
dapat dibentuk dengan gerakan garis lurus.
Gaya yang diperlukan kecil (kurang dari
50.000 N)
Panjang gerakan kecil (kurang dari 2000 mm)
Energi yang dipilih pneumatic
Energi Kerja Dan Ukuran Elemen
Ukuran Elemen Kerja
Ukuran elemen kerja dipilih sesuai dengan hasil
analisis sehingga gaya dan langkah cukup untuk
mengoperasikan saklar batas.

Gambar Sket posisional pintu bus otomatis


dengan sistem kontrol pneumatik
Energi Kerja Dan Ukuran Elemen
Sekuensi Kronologis
Silinder A bergerak mundur dan pintu bus membuka. Silinder
A bergerak maju dan pintu bus menutup.
Tahapan Kerja Gerak Silinder

1 -
2 mundur
3 maju

Tabel Tahapan Kerja Sistem Kontrol Pneumatik


Notasi Singkatan :
A - (Silinder A mundur, pintu bus membuka)
A + (Silinder A maju, pintu bus menutup)
Diagram Rangkaian Kontrol Pintu Bus Otomatis
CARA KERJA RANGKAIAN

membuka pintu bus dengan


menggunakan katup S4
CARA KERJA
Pada saat bus sedang menunggu penumpang di terminal, halte ataupun
tempat- tempat pemberhentian bus lainnya, maka pintu dikondisikan terbuka
terus. Hal ini dimungkinkan dengan mengoperasikan katup 1S4.
Ketika katup 1S4 dioperasikan, saluran 1 terbuka, saluran 3 tertutup, aliran
udara dari saluran 1 ke saluran 2 menuju saluran 1.2 (X) pada katup 1V4
melalui katup 1V3.
Aliran udara pada katup 1V4 adalah udara masuk saluran 1 keluar saluran 2
menuju saluran silinder bagian depan melalui katup 1V6. Udara mendorong
silinder ke belakang (A-). Udara dalam silinder bagian belakang didorong keluar
menuju saluran 4 dan keluar saluran 5 pada katup 1V4 melalui katup 1V5.
Dengan gerakan A- (silinder mundur) maka pintu bus akan terbuka.
Pada saat kondisi pintu bus terbuka maksimal, akan mengaktifkan katup 1S1.
Sehingga aliran udara pada katup 1S1 adalah saluran 1 terbuka, saluran 3
tertutup, udara mengalir dari saluran 1 ke saluran 2 dan selanjutnya diteruskan
ke katup 1V1. Aliran udara ini akan mengaktifkan katup 1V1 sehingga udara
dari kompresor akan mengalir ke katup 1V4 melalui saluran 1.4 (Y).
Pada saat yang bersamaan, pada saluran 1.2 (X) masih terdapat udara
mampat sehingga kondisi ini tidak akan mempengaruhi posisi katup 1V4.
Posisi silinder masih dalam kondisi awal dan posisi pintu bus masih dalam
keadaan terbuka terus.
CARA KERJA

Menutup pintu bus dengan menggunakan


katup 1S4
CARA KERJA
Pada saat bus akan berangkat, sopir/kondektur bus harus
menutup pintu bus terlebih dahulu. Untuk itu maka katup 1S4
harus dikembalikan ke posisi semula. Saluran 1 tertutup dan
saluran 3 terbuka.
Udara mampat pada saluran 1.2 (X) akan mengalir ke katup
1V3 menuju saluran 2 dan dibuang melalui saluran 3 pada
katup 1S4. Akibatnya udara pada saluran 1.4 (Y) akan
mendorong katup 1V4 sehingga aliran udara pada katup 1V4
adalah udara dari kompresor masuk saluran 1 diteruskan ke
saluran 4 menuju katup 1V5 dan kemudian masuk ke saluran
silinder bagian belakang.
Udara pada bagian depan akan didorong ke luar melewati katup
1V6 menuju saluran 2 dan dibuang melalui saluran 3 pada
katup 1V4. Dengan gerakan maju ini (A+), pintu bus akan
segera tertutup (lihat gambar 3.8 )
CARA KERJA

Membuka pintu bus dengan menggunakan katup 1S2


CARA KERJA
Apabila di tengah perjalanan ada penumpang yang akan turun,
maka untuk membuka pintu, penumpang tinggal menekan katup
1S2.
Pada waktu katup 1S2 ditekan maka saluran 1 terbuka dan
saluran 3 tertutup.
Aliran udara dari saluran 1 menuju saluran 2 untuk selanjutnya
diteruskan ke 1V2 dan 1V3, kemudian menuju ke katup 1V4
melalui saluran 1.2 (X).
Aliran udara pada katup 1V4 udara masuk saluran 1 menuju
saluran 2 kemudian diteruskan ke katup 1V6.
Selanjutnya diteruskan ke silinder melalui saluran bagian depan.
Udara mendorong silinder ke belakang. Udara pada bagian
belakang silinder akan didorong ke luar melalui katup 1V5 menuju
saluran 4 dan dibuang melalui saluran 5.
Silinder bergerak mundur (A-) dan pintu bus terbuka
CARA KERJA

Menutup pintu bus dengan menggunakan


katup 1S2
CARA KERJA
Pada waktu pintu terbuka maksimal maka akan
mengaktifkan katup 1S1. Dengan terbukanya katup
1S1, maka katup 1V1 akan mengalirkan udara dari
kompresor menuju katup 1V4 melalui saluran 1.4 (Y).
Pada saat udara masuk ke saluran 1.4 (Y), pada
saluran 1.2 (X) tidak ada udara mampat karena pada
saat katup 1S2 dilepas maka posisi akan kembali ke
posisi awal. Sehingga udara pada saluran 1.2 (X) akan
segera dibuang ke udara bebas melalui saluran 3 pada
katup 1S2. Akibatnya silinder akan bergerak maju (A+)
dan pintu bus akan segera menutup kembali
CARA KERJA

Membuka pintu bus dengan menggunakan


katup 1S3
CARA KERJA
Apabila akan menaikkan penumpang di tengah perjalanan,
maka untuk membuka pintu bus, dilakukan oleh sopir atau
kondektur bus tersebut yaitu dengan cara menekan katup
1S3.
Ketika katup ditekan, maka saluran 1 terbuka, saluran 3
tertutup, udara mengalir dari saluran 1 ke saluran 2 untuk
selanjutnya diteruskan ke saluran 1.2 (X) pada katup 1V4
melalui katup 1V2 dan katup 1V3.
Aliran udara ini akan mengubah arah aliran pada katup 1V4
yaitu udara masuk dari saluran 1 ke saluran 2 menuju katup
1V6.
Selanjutnya masuk ke silinder melalui saluran bagian depan.
Silinder bergerak mundur (A-) dan pintu bus akan terbuka
CARA KERJA

Menutup pintu bus dengan


menggunakan katup 1S3
CARA KERJA
Pada saat pintu terbuka maksimal maka akan
mengaktifkan katup 1S1 sehingga udara dari
kompresor akan mengalir dari saluran 1 ke saluran 2
menuju katup 1V1.
Dengan terbukanya katup 1V1, maka udara dari
kompresor akan masuk ke katup 1V4 melalui
saluran 1.4 (Y).
Akibatnya udara dari kompresor akan mengalir dari
saluran 1 ke saluran 4 menuju katup 1V5 menuju
silinder bagian belakang.
Maka silinder akan bergerak maju (A+) dan pintu
akan tertutup kembali
FUNGSI KATUP - KATUP
Fungsi-fungsi katup 1V5 dan 1V6 adalah untuk
mengatur kecepatan gerak pintu bus pada saat
membuka dan menutup.
Katup 1V1 merupakan katup tunda waktu. Katup ini
berfungsi untuk memberikan selang waktu pintu bus
menutup kembali setelah pintu bus terbuka.
Sedangkan katup 1V2 dan 1V3 merupakan katup
balik fungsi ATAU yang memungkinkan pintu bus
dapat dioperasikan dengan menggunakan
beberapa jenis katup pneumatik menurut situasi
dan kondisi pada saat pintu bus tersebut
dioperasikan
KESIMPULAN
Pintu bus otomatis dengan konstruksi yang sederhana
karena komponen-komponen yang dibutuhkan sedikit dan
murah.
Pintu bus yang mudah dioperasikan karena untuk membuka
dan menutup pintu tersebut selain dapat dilakukan oleh
sopir bus tersebut dengan cara menekan tombol katup,
dapat dikontrol secara otomatis pada saat penumpang akan
turun dan menginjak lantai di depan pintu bus, sehingga
tidak merepotkan penumpang yang akan naik maupun
turun bus tersebut karena tidak perlu membuka dan
menutup pintu bus secara manual.
Mudah dalam hal perawatan dan pemeliharaan sistem
kontrol pintu bus tersebut karena konstruksi pneumatik
sederhana
TERIMA KASIH